Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Qashash

Al Qashash (Kisah) surah 28 ayat 9


وَ قَالَتِ امۡرَاَتُ فِرۡعَوۡنَ قُرَّتُ عَیۡنٍ لِّیۡ وَ لَکَ ؕ لَا تَقۡتُلُوۡہُ ٭ۖ عَسٰۤی اَنۡ یَّنۡفَعَنَاۤ اَوۡ نَتَّخِذَہٗ وَلَدًا وَّ ہُمۡ لَا یَشۡعُرُوۡنَ
Waqaalatiimraatu fir’auna qurratu ‘ainin lii walaka laa taqtuluuhu ‘asa an yanfa’anaa au nattakhidzahu waladan wahum laa yasy’uruun(a);

Dan berkatalah isteri Fir’aun:
“(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.
Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”,
sedang mereka tiada menyadari.
―QS. 28:9
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
28:9, 28 9, 28-9, Al Qashash 9, AlQashash 9, AlQasas 9, Al Qasas 9, AlQasas 9, Al-Qasas 9
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan bagaimana jawaban istri Firaun pada waktu membela bayi yang akan dibunuh itu, karena dia khawatir kalau-kalau bayi itu anak seorang Bani Israil yang sangat ditakutinya akan menghancurkan kekuasaannya.
Berkata istri Firaun yang telah menyayangi anak itu karena melihat parasnya yang cantik dan menarik "Janganlah engkau bunuh anak ini karena saya amat sayang dan tertarik kepadanya Biarkanlah saya mengasuh dan mendidiknya, dia akan menjadi penghibur hatiku yang susah, siapa tahu di belakang hari dia akan berjasa kepada kita.
Atau alangkah baiknya kalau dia kita ambil menjadi anak angkat kita, karena sampai sekarang aku belum dikaruniai seorang anakpun.
Karena kegigihan istri Firaun dan alasan-alasan yang dikemukakannya adalah masuk akal pula akhirnya Firaun membiarkan anak itu hidup diasuh sendiri oleh istrinya.
Demikianlah takdir Allah.
Dia telah menjadikan istri Firaun menyayangi anak itu dan menjadikan hati Firaun lunak karena rayuan istrinya sehingga anak itu tidak jadi dibunuh, padahal anak itulah nanti yang akan menentang Firaun dan akan menjadi musuhnya yang utama tanpa mereka sadari sedikitpun.

Al Qashash (28) ayat 9 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Qashash (28) ayat 9 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Qashash (28) ayat 9 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika memperhatikan bayi itu, istri Fir'aun berkata kepada suaminya, "Bayi ini agaknya akan menjadi sumber kebahagiaan kita.
Kita biarkan saja ia hidup dan jangan kita bunuh, dengan harapan kelak ia akan dapat kita manfaatkan untuk mengatur urusan kita.
Atau, kita angkat saja ia sebagai anak." Mereka sama sekali tidak menyadari apa yang sudah ditakdirkan Allah terhadap Musa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan istri Firaun berkata) di kala Firaun beserta para pembantunya sudah bersiap-siap akan membunuh bayi itu, "Ia adalah (biji mata bagiku dan bagimu, janganlah kalian membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak") akhirnya mereka menuruti kemauan istri Firaun itu (sedangkan mereka tiada menyadari) akibat dari perkara mereka dengan bayi itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Manakala istri Fir’aun melihat Musa, Allah menanamkan kecintaan ke dalam hatinya kepadanya.
Dia berkata kepada Fir’aun :
Anak ini akan menjadi sumber kebahagiaanku dan kebahagiaanmu, janganlah membunuhnyam siapa tahu kita bisa mendapatkan kebaikan darinya atau menjadikannya sebagai anak, sementara Fir’aun dan bala tentaranya tidak mengetahui bahwa kebinasaan mereka ada di tangan anak tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan berkatalah istri Fir’aun, "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.” (Al Qashash:9), hingga akhir ayat.

Ketika Fir'aun melihat bayi itu, hampir saja ia membunuhnya karena merasa takut bahwa bayi itu dari kalangan kaum Bani Israil, seandainya saja tidak ada Asiah istrinya yang menentangnya dan melindungi bayi itu serta meminta kepadanya agar mengasihaninya.

Asiah binti Muzahim mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya: (Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.
(Al Qashash:9) Maka Fir'aun menjawab, "Itu adalah bagimu, tetapi bagiku tidak." Dan memang kejadiannya adalah seperti apa yang dikatakan oleh Asiah, Allah memberinya petunjuk melalui Musa, sedangkan Fir'aun dibinasakan oleh Allah melalui Musa.
Dalam surat Taha yang terdahulu telah disebutkan kisah ini dengan panjang lebar melalui riwayat Ibnu Abbas secara marfu' yang ada pada Imam Nasai dan lain-lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita.
(Al Qashash:9)

Dan memang apa yang diharapkannya itu berhasil baginya, Allah memberi­nya petunjuk melalui Musa dan menempatkannya di surga berkat petunjuk Musa.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

atau kita ambil ia menjadi anak.
(Al Qashash:9)

Asiah bermaksud menjadikan Musa sebagai anak angkatnya karena ia tidak mempunyai anak dari Fir'aun.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

sedangkan mereka tidak menyadari.
(Al Qashash:9)

Yakni mereka tidak mengetahui apa yang dikehendaki oleh Allah melalui penemuan (pemungutan) mereka terhadap Musa, padahal di dalamnya terkandung hikmah yang besar dan hujah yang pasti.

Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa 'alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu'aib 'alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya'ni pengalaman­nya dengan Fir'aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu'aib 'alaihis salam menjawab bahwa Musa 'alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa 'alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir'aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir'aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur'an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w


Gambar Kutipan Surah Al Qashash Ayat 9 *beta

Surah Al Qashash Ayat 9



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Qashash

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah28
Nama SurahAl Qashash
Arabالقصص
ArtiKisah
Nama lainMusa dan Fir’aun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu49
JuzJuz 20
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat88
Jumlah kata1443
Jumlah huruf5933
Surah sebelumnyaSurah An-Naml
Surah selanjutnyaSurah Al-'Ankabut
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (20 votes)
Sending







✔ surat 28 ayat 9