Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Qashash

Al Qashash (Kisah) surah 28 ayat 88


وَ لَا تَدۡعُ مَعَ اللّٰہِ اِلٰـہًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۟ کُلُّ شَیۡءٍ ہَالِکٌ اِلَّا وَجۡہَہٗ ؕ لَہُ الۡحُکۡمُ وَ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ
Walaa tad’u ma’allahi ilahan aakhara laa ilaha ilaa huwa kullu syai-in haalikun ilaa wajhahu lahul hukmu wa-ilaihi turja’uun(a);

Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain.
Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.
Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.
Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
―QS. 28:88
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup ▪ Pahala Iman
28:88, 28 88, 28-88, Al Qashash 88, AlQashash 88, AlQasas 88, Al Qasas 88, AlQasas 88, Al-Qasas 88
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 88. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah melarang Nabi Muhammad menyembah sembahan lain selain Allah, karena tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, sebagaimana firman Nya:

(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
(Al-Muzzammil: 9)

Allah itu kekal abadi sekalipun semua makhluk yang ada sudah mati dan binasa.

Firman Allah:

Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
(Ar-Rahman5: 26-27)

Dan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Ungkapan paling benar yang diucapkan penyair adalah yang diucapkan oleh Labid, yaitu: "Ketahuilah setiap sesuatu selain dari Allah akan binasa."
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Allah-lah yang mempunyai kerajaan, dan berbuat sekehendak-Nya.
Dia-lah yang menentukan segala sesuatu yang akan berlaku kepada semua makhluk.
Kepada-Nyalah akan dikembalikan semuanya, dan dibalas menurut amal perbuatannya masing-masing.
Kalau ia beramal baik, taat, dan patuh kepada perintah Allah, akan dimasukkan ke dalam surga.
Sebaliknya kalau ia berbuat maksiat dan bergelimang dosa, akan dimasukkan ke dalam neraka.

Nabi ﷺ bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah:

Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau.
Barang siapa taat kepadaku, maka ia masuk ke dalam surga, dan barang siapa durhaka kepadaku, maka sungguh ia telah enggan.
(Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah).

Al Qashash (28) ayat 88 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Qashash (28) ayat 88 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Qashash (28) ayat 88 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Janganlah kamu menyembah tuhan lain di samping menyembah Allah, karena tidak ada tuhan yang patut disembah selain Allah.
Segala sesuatu selain Allah adalah binasa dan fana.
Yang abadi hanyalah Allah semata yang memiliki ketentuan yang berlaku di dunia dan akhirat.
Tak diragukan lagi, hanya kepada- Nyalah tempat kembali seluruh makhluk.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Janganlah kamu seru) janganlah kamu sembah (di samping Allah, tuhan apa pun yang lain.
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia.
Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Dia) kecuali Allah.
(Bagi-Nya-lah segala penentuan) yakni, keputusan yang terlaksana (dan hanya kepada-Nya-lah kalian dikembalikan) setelah kalian dibangkitkan dari kubur masing-masing.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jangan menyembah sesembahan lain selain Allah, Karena tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.
Segala sesuatu akan binasa dan fana kecuali wajah-Nya.
Dialah pemilik hukum, hanya kepada-Nya-lah kalian akan kembali setelah kematian kalian untuk menghadapi hisab dan menerima pembalasan.
Ayat ini menetapkan sifat wajah bagi Allah yang sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.
(Al Qashash:88)

Ini merupakan kalimat berita yang menyatakan bahwa Allah adalah Zat Yang Kekal, Abadi, Hidup, Yang Maha Mengatur segalanya, semua makhluk mati, sedangkan Dia tidak mati.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
(Ar Rahmaan:26-27)

Kata wajah dalam ayat ini dimaksudkan Zat, begitu pula yang terdapat di dalam surat Al-Qashash ini, yaitu firman-Nya:

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Zat Allah.
(Al Qashash:88)

Yakni kecuali hanya Allah.

Di dalam kitab sahih disebutkan melalui jalur Abu Salamah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Kalimat yang paling benar yang dikatakan oleh penyair adalah kata-kata Labid, yaitu: "Ingatlah, segala sesuatu selain Allah pasti binasa.”

Mujahid dan As-Sauri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.
(Al Qashash:88) Yaitu terkecuali sesuatu yang dimaksudkan demi Dia, Imam Bukhari meriwayatkan pendapat ini di dalam kitab sahihnya seakan-akan dia menyetujuinya.

Menurut Ibnu Jarir, orang yang berpendapat demikian berpegang kepada perkataan seorang penyair yang mengatakan:

Aku memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang aku tidak dapat menghitungnya, Dia adalah Tuhan semua hamba, hanya kepada-Nyalah dihadapkan (ditujukan) wajah (niat) dan amal perbuatan.

Pendapat ini tidak bertentangan dengan pendapat pertama,, karena pendapat ini menyatakan bahwa semua amal perbuatan itu sia-sia, terkecuali amal perbuatan yang dikerjakan demi Zat Allah semata, yaitu amal-amal saleh yang sesuai dengan kaidah syariat.

Sedangkan kesimpulan pendapat pertama menyatakan bahwa eksistensi segala sesuatu pasti binasa kecuali hanya Zat Allah subhanahu wa ta'ala Yang Mahasuci, karena sesungguhnya Dia Yang Pertama dan Dia pula Yang Akhir, dengan pengertian 'pertamanya Dia tidak ada awalnya, dan terakhirnya Dia tidak ada akhirnya.' Dia ada sebelum segala sesuatu ada, dan Dia tetap ada sesudah segala sesuatu tiada.

Abu Bakar Abdullah ibnu Muhammad ibnu Abud Dunia mengatakan di dalam kitab Tafakkur wai I'tibar, bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Sulaim Al-Bahili, telah menceritakan kepada kami Abul Walid yang mengatakan bahwa Ibnu Umar r.a.
apabila hendak membersihkan hatinya, ia mendatangi tempat yang telah ditinggalkan oleh para penghuninya, lalu berdiri di depan pintunya dan berseru dengan suara yang sedih.”Kemanakah para penghunimu?"
Kemudian merenungkan dirinya dan membaca firman-Nya: Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Zat Allah.
(Al Qashash:88)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Bagi-Nyalah segala penentuan.
(Al Qashash:88)

Artinya, Dialah Raja dan Yang Memerintah, tiada yang mempertanyakan terhadap ketentuan yang telah diputuskan-Nya.

dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
(Al Qashash:88)

Yakni kelak di hari kemudian, lalu Dia akan membalas semua amal perbuatan kalian.
Jika amal kalian baik, maka balasannya baik, dan jika amal perbuatan kalian buruk, maka balasannya buruk pula

Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa 'alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu'aib 'alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya'ni pengalaman­nya dengan Fir'aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu'aib 'alaihis salam menjawab bahwa Musa 'alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa 'alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir'aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir'aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur'an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

QS 28 Al-Qosos (88) - Indonesian - Bunga Tarmizi 1
QS 28 Al-Qosos (88) - Arabic - Bunga Tarmizi 1


Gambar Kutipan Surah Al Qashash Ayat 88 *beta

Surah Al Qashash Ayat 88



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Qashash

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending







✔ kandungan al qashash ayat 88 menjelaskan terjadinya, al quran surat Al Qasaa ayat 88 apa kandungan dari ayat tersebut, Al-Qashash : 88, Surat al qasas 28 :88

[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku