QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 88 [QS. 28:88]

وَ لَا تَدۡعُ مَعَ اللّٰہِ اِلٰـہًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۟ کُلُّ شَیۡءٍ ہَالِکٌ اِلَّا وَجۡہَہٗ ؕ لَہُ الۡحُکۡمُ وَ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ
Walaa tad’u ma’allahi ilahan aakhara laa ilaha ilaa huwa kullu syai-in haalikun ilaa wajhahu lahul hukmu wa-ilaihi turja’uun(a);

Dan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah.
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.
Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.
―QS. 28:88
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup ▪ Pahala Iman
28:88, 28 88, 28-88, Al Qashash 88, AlQashash 88, AlQasas 88, Al Qasas 88, AlQasas 88, Al-Qasas 88
English Translation - Sahih International
And do not invoke with Allah another deity.
There is no deity except Him.
Everything will be destroyed except His Face.
His is the judgement, and to Him you will be returned.
―QS. 28:88

 

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 88

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 88. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah melarang Nabi Muhammad menyembah sembahan lain selain Allah, karena tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, sebagaimana firman Nya:

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا

(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung. (al-Muzzammil [73]: 9)

Allah itu kekal abadi sekalipun semua makhluk yang ada sudah mati dan binasa.
Firman Allah:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿۲۶﴾ وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ ﴿۲۷﴾

Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (ar-Rahman [55]: 26-27)

Dan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Ungkapan paling benar yang diucapkan penyair adalah yang diucapkan oleh Labid, yaitu:
“Ketahuilah setiap sesuatu selain dari Allah akan binasa.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Allah-lah yang mempunyai kerajaan, dan berbuat sekehendak-Nya.
Dia-lah yang menentukan segala sesuatu yang akan berlaku kepada semua makhluk.
Kepada-Nyalah akan dikembalikan semuanya, dan dibalas menurut amal perbuatannya masing-masing.
Kalau ia beramal baik, taat, dan patuh kepada perintah Allah, akan dimasukkan ke dalam surga.
Sebaliknya kalau ia berbuat maksiat dan bergelimang dosa, akan dimasukkan ke dalam neraka.
Nabi ﷺ bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah:

Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau.
Barang siapa taat kepadaku, maka ia masuk ke dalam surga, dan barang siapa durhaka kepadaku, maka sungguh ia telah enggan.
(Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah).