QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 85 [QS. 28:85]

اِنَّ الَّذِیۡ فَرَضَ عَلَیۡکَ الۡقُرۡاٰنَ لَرَآدُّکَ اِلٰی مَعَادٍ ؕ قُلۡ رَّبِّیۡۤ اَعۡلَمُ مَنۡ جَآءَ بِالۡہُدٰی وَ مَنۡ ہُوَ فِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنٍ
Innal-ladzii faradha ‘alaikal quraana laraadduka ila ma’aadin qul rabbii a’lamu man jaa-a bil huda waman huwa fii dhalalin mubiinin;

Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Alquran, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali.
Katakanlah (Muhammad),
“Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
―QS. 28:85
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
28:85, 28 85, 28-85, Al Qashash 85, AlQashash 85, AlQasas 85, Al Qasas 85, AlQasas 85, Al-Qasas 85
English Translation - Sahih International
Indeed, (O Muhammad), He who imposed upon you the Qur’an will take you back to a place of return.
Say,
“My Lord is most knowing of who brings guidance and who is in clear error.”
―QS. 28:85

 

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 85

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 85. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah yang mewajibkan kepada Muhammad mengamalkan isi Alquran, dan melaksanakan hukum-hukum dan perintah yang ada di dalamnya.
Dia pulalah yang akan mengembalikan Muhammad ke tanah suci Mekah, tanah tumpah darahnya dalam keadaan menang dan merebutnya kembali dari kaum yang telah mengusirnya dari sana.
Muhammad ﷺ kembali ke Mekah dengan satu kemenangan besar bagi kaum Muslimin, karena dengan demikian ia dapat mengembangkan Islam dengan bebas dan dapat menekan kehendak kaum musyrikin.
Ini adalah janji dari Allah ketika Muhammad selalu disakiti dan mendapat tekanan yang berat dari kaumnya bahwa dia akan hijrah meninggalkan Mekah, dan akan kembali dalam keadaan menang.

Selain kembali ke Mekah, ada yang berpendapat Allah mengembalikan Rasul kepada kematian atau mengembalikan ke surga, sebagaimana firman Allah:

قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ مَنْ تَكُوْنُ لَهٗ عَاقِبَةُ الدَّارِ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ

Katakanlah (Muhammad),
“Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian).
Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti).
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
(al-An’am [6]: 135)