QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 84 [QS. 28:84]

مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَۃِ فَلَہٗ خَیۡرٌ مِّنۡہَا ۚ وَ مَنۡ جَآءَ بِالسَّیِّئَۃِ فَلَا یُجۡزَی الَّذِیۡنَ عَمِلُوا السَّیِّاٰتِ اِلَّا مَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ
Man jaa-a bil hasanati falahu khairun minhaa waman jaa-a bissai-yi-ati falaa yujzaal-ladziina ‘amiluussai-yi-aati ilaa maa kaanuu ya’maluun(a);

Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu;
dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
―QS. 28:84
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Balasan dari perbuatannya ▪ Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin
28:84, 28 84, 28-84, Al Qashash 84, AlQashash 84, AlQasas 84, Al Qasas 84, AlQasas 84, Al-Qasas 84
English Translation - Sahih International
Whoever comes (on the Day of Judgement) with a good deed will have better than it;
and whoever comes with an evil deed – then those who did evil deeds will not be recompensed except (as much as) what they used to do.
―QS. 28:84

 

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 84

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 84. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa siapa yang di akhirat datang dengan membawa satu amal kebajikan, akan dibalas dengan yang lebih baik, dan dilipatgandakan sebanyak-banyaknya.
Tidak ada yang mengetahui berapa kelipatannya kecuali Allah sebagai karunia dan rahmat dari-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:

Siapa yang bermaksud akan mengerjakan satu kebaikan, kemudian tidak jadi dikerjakannya, Allah mencatat pahala pada sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna, kalau ia bermaksud mengerjakan satu kebaikan lalu dikerjakannya, maka Allah mencatat (pahala) dengan sepenuh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan lipat ganda yang lebih banyak lagi.
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas)

Dalam hadis lain Rasulullah bersabda:

Dan barang siapa yang bermaksud mengerjakan satu kejahatan kemudian tidak dikerjakannya, maka ditulislah oleh Allah ﷻ di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna, dan kalau ia bermaksud mengerjakan kemudian dikerjakannya, maka Allah mencatatkan baginya hanya satu kejahatan saja.
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas)

Hal ini sesuai dengan firman Allah:

وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Dan barang siapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka.
Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan.
(an-Naml [27]: 90)