QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 75 [QS. 28:75]

وَ نَزَعۡنَا مِنۡ کُلِّ اُمَّۃٍ شَہِیۡدًا فَقُلۡنَا ہَاتُوۡا بُرۡہَانَکُمۡ فَعَلِمُوۡۤا اَنَّ الۡحَقَّ لِلّٰہِ وَ ضَلَّ عَنۡہُمۡ مَّا کَانُوۡا یَفۡتَرُوۡنَ
Wanaza’naa min kulli ummatin syahiidan faqulnaa haatuu burhaanakum fa’alimuu annal haqqa lillahi wadhalla ‘anhum maa kaanuu yaftaruun(a);

Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”,
maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
―QS. 28:75
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Perumpamaan orang kafir dan mukmin
28:75, 28 75, 28-75, Al Qashash 75, AlQashash 75, AlQasas 75, Al Qasas 75, AlQasas 75, Al-Qasas 75

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 75

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 75. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa di Hari Kiamat nanti, Dia akan mendatangkan saksi atas tiap-tiap umat, tiap Rasul akan menjadi Saksi atas umatnya masing-masing, sampai di mana sambutan dan penerimaan umatnya itu kepada agama yang dibawanya dari Allah subhanahu wa ta’ala Nabi Muhammad pun akan menjadi saksi pada umatnya nanti di Hari Kiamat, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 41)

Orang-orang musyrik di Hari Kiamat nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan syiriknya itu, diminta keterangan dan alasan-alasan atas kebenaran perbuatan mereka itu, yang tentunya mereka itu tidak dapat sama sekali mengemukakan satu alasan dan mendatangkan satu hujah.
Pada waktu itulah mereka mengetahui bahwa mereka akan diazab untuk selama-lamanya di dalam neraka yang penuh dengan api yang menyala-nyala, sesuatu tempat yang tidak akan dimasukkan ke dalamnya kecuali orang-orang celaka bernasib buruk, sebagaimana firman Allah:

Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
(Q.S. Al-Lail [92]: 15-16)

Pada waktu itu juga sadar dan yakinlah mereka itu bahwa apa yang telah diterangkan Allah subhanahu wa ta’ala melalui Nabi-Nya itulah yang benar dan lenyaplah sama sekali dari mereka segala apa yang dahulunya mereka ada-adakan di dunia seperti mendustakan Rasul yang diutus kepada mereka, mempersekutukan Allah dan sebagainya

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari kiamat, Kami akan menghadirkan seorang saksi dari setiap umat, yaitu nabi mereka sendiri, yang bersaksi atas apa yang mereka lakukan di dunia.
Lalu, pada saat itu, Kami katakan kepada orang-orang yang melanggar di antara mereka, “Apa alasan kalian atas kesyirikan dan kemaksiatan kalian dahulu?”
Mereka tidak mampu menjawab karena, ketika itu, mereka tahu bahwa kebenaran mutlak adalah milik Allah.
Lenyaplah kebohongan-kebohongan yang mereka sandangkan kepada Allah bagai lenyapnya sesuatu yang hilang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kami datangkan) Kami hadirkan (dari tiap-tiap umat seorang saksi) seorang nabi yang menyaksikan apa yang telah mereka katakan (lalu Kami berkata) kepada mereka, (“Tunjukkanlah bukti kebenaran kalian”) yang menunjukkan kebenaran dari kemusyrikan yang kalian lakukan itu (maka tahulah mereka bahwasanya yang hak) menyandang sifat Tuhan (kepunyaan Allah) tiada seorang pun yang berserikat dengan-Nya dalam hal ini (dan lenyaplah) yakni hilanglah (dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan) di dunia, yaitu dakwaan bahwa di samping Allah ada tuhan yang lain, Maha Tinggi Allah dari hal itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami mengambil dari setiap umat dari umat-umat yang mendustakan seorang saksi, yaitu Nabi mereka yang bersaksi atas apa yang terjadi di dunia, berupa kesyirikan mereka dan pendustaan mereka kepada utusan-utusan mereka.
Maka Kami berfirman kepada umat-umat yang mendustakan utusan-utusannya dan apa yang mereka bawa dari sisi Allah :
Berikanlah hujjah kalian atas apa yang kalian persekutukan dengan Allah.
Maka saat itu mereka mengetahui bahwa hujjah yang mendalam adalah milik Allah atas mereka.
Apa yang mereka buat-buat atas nama Rabb mereka telah sirna, tidak bermanfaat bagi mereka.
Sebaliknya ia malah merugikan mereka dan menjerumuskan mereka ke dalam api Neraka Jahanam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 75)

Menurut Mujahid, yang dimaksud dengan saksi dalam ayat ini adalah rasul.

lalu Kami berkata, “Tunjukkanlah bukti kebenaran kalian!” (Q.S. Al-Qashash [28]: 75)

Yaitu bukti yang membenarkan apa yang kalian katakan, bahwa Allah mempunyai sekutu-sekutu.

maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 75)

Maksudnya, tiada Tuhan selain Dia.
Mereka tidak dapat berbicara dan tidak dapat pula mengemukakan jawabannya.

dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan, (Q.S. Al-Qashash [28]: 75)

Yakni lenyaplah semua sekutu itu dan tidak dapat memberikan suatu manfaat pun kepada mereka.


Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 75 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 75 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 75 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 28:75
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.6
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim