QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 72 [QS. 28:72]

قُلۡ اَرَءَیۡتُمۡ اِنۡ جَعَلَ اللّٰہُ عَلَیۡکُمُ النَّہَارَ سَرۡمَدًا اِلٰی یَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ مَنۡ اِلٰہٌ غَیۡرُ اللّٰہِ یَاۡتِیۡکُمۡ بِلَیۡلٍ تَسۡکُنُوۡنَ فِیۡہِ ؕ اَفَلَا تُبۡصِرُوۡنَ
Qul ara-aitum in ja’alallahu ‘alaikumunnahaara sarmadan ila yaumil qiyaamati man ilahun ghairullahi ya’tiikum bilailin taskunuuna fiihi afalaa tubshiruun(a);

Katakanlah (Muhammad),
“Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat.
Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu?
Apakah kamu tidak memperhatikan?”
―QS. 28:72
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan malam dan siang ▪ Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat
28:72, 28 72, 28-72, Al Qashash 72, AlQashash 72, AlQasas 72, Al Qasas 72, AlQasas 72, Al-Qasas 72
English Translation - Sahih International
Say,
“Have you considered:
if Allah should make for you the day continuous until the Day of Resurrection, what deity other than Allah could bring you a night in which you may rest?
Then will you not see?”
―QS. 28:72

 

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 72

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 72. Oleh Kementrian Agama RI

Kandungan ayat ini kebalikan dari ayat sebelumnya.
Pada ayat ini, Allah menyuruh Rasul-Nya menanyakan kepada orang-orang musyrik, andaikata Allah menjadikan siang itu terus menerus sepanjang masa sampai di hari Kiamat tanpa ada malam silih berganti dengannya, apakah ada tuhan selain dari Allah yang mampu mendatangkan malam?
Apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang sempurna?
Seakan-akan mereka tidak punya pikiran.

Sekiranya mereka memperhatikan dengan baik, tentu mereka akan mengambil kesimpulan bahwa tidak ada yang layak disembah kecuali Tuhan yang telah memberikan karunia dan nikmat yang tak terhingga banyaknya dan kuasa menjadikan siang dan malam itu silih berganti untuk terciptanya suatu keseimbangan.
Siang dijadikan terang untuk mencari rezeki dengan segala kemampuan yang ada.
Kemudian siang itu lenyap digantikan oleh malam yang suasananya cocok digunakan untuk melepaskan dan menghilangkan kelelahan agar tenaga dan pikiran kembali pulih guna mencari rezeki pada keesokan harinya.
Firman Allah:

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ اَرَادَ اَنْ يَّذَّكَّرَ اَوْ اَرَادَ شُكُوْرًا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur. (al-Furqan [25]: 62)

Menurut kajian ilmiah, sinar matahari dalam ilmu pengetahuan fisika merupakan pancaran gelombang energi yang dihasilkan dari reaksi nuklir fusi dan fisi yang terjadi di permukaan matahari secara berkesinambungan.
Ketika sinar ini dipancarkan secara terus menerus dan dalam waktu cukup lama akan menimbulkan panas.

Apa yang akan terjadi sekiranya siang terus menerus sampai hari Kiamat?
Sudah pasti keadaan udara dan hawa dari detik ke detik, dari menit ke menit dan dari jam ke jam akan menjadi semakin panas.
Dalam waktu 100 jam saja udara bisa mencapai temperatur di atas titik didih 100oC.
Karenanya, lautan, danau, sungai, dan sebagainya akan mendidih dan menggelegak.
Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi sekiranya seluruh sungai, danau, dan samudera mendidih airnya?
Begitu juga darah yang mengalir di dalam tubuh kita juga turut mendidih.
Dalam keadaan demikian, tidak ada satu pun makhluk yang dapat hidup.
Semuanya akan mati dan musnah menjadi debu-debu yang beterbangan.

Allah juga menjadikan malam sebagai waktu istirahat bagi manusia.
Semuanya itu bertujuan agar manusia dapat mem-bayangkan betapa hebatnya kekuasaan Allah dan juga perlindungan yang diberikan-Nya untuk kehidupan setiap makhluk ciptaan-Nya khususnya manusia yang dikaruniai akal pikiran yang sempurna.