QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 64 [QS. 28:64]

وَ قِیۡلَ ادۡعُوۡا شُرَکَآءَکُمۡ فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ رَاَوُا الۡعَذَابَ ۚ لَوۡ اَنَّہُمۡ کَانُوۡا یَہۡتَدُوۡنَ
Waqiilaad’uu syurakaa-akum fada’auhum falam yastajiibuu lahum waraawuul ‘adzaaba lau annahum kaanuu yahtaduun(a);

Dikatakan (kepada mereka) “Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu”,
lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab.
(Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.
―QS. 28:64
Topik ▪ Siksa orang munafik
28:64, 28 64, 28-64, Al Qashash 64, AlQashash 64, AlQasas 64, Al Qasas 64, AlQasas 64, Al-Qasas 64

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 64

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini diterangkan bahwa penyekutu-penyekutu Allah dengan tuhan-tuhan dan sembahan-sembahan lain di dunia ini, di suruh memanggil tuhan-tuhan mereka yang dijadikan sekutu Allah untuk menolak azab yang menimpa mereka.
Ketika mereka itu memanggil sekutu-sekutu mereka, tentunya tidak bisa menjawab karena tidak berdaya sedikitpun.
Hal ini dilakukan hanya untuk memperlihatkan kebodohan mereka yang disaksikan oleh segenap yang berada di akhirat nanti itu.
Setelah mereka, baik yang memanggil maupun yang dipanggil yakin bahwa mereka itu akan diseret ke neraka karena dosa-dosa mereka, di mana tidak ada kemungkinan mengelak dan berpaling dari padanya ke tempat lain, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling daripadanya.
(Q.S. Al-Kahfi [18]: 53)

Dan setelah melihat azab yang akan menimpa mereka, ketika itu mereka berkeinginan kiranya dahulu waktu masih hidup di dunia mereka menerima petunjuk dan beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi keinginan itu, hanya merupakan angan-angan yang tidak mungkin terlaksana.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Perintah kepada orang-orang musyrik untuk memanggil tuhan-tuhan yang mereka sekutukan bersama Allah agar menolong mereka dari azab-Nya, sebagaimana yang mereka kira, adalah perintah dengan maksud menghinakan.
Lalu mereka menunduk penuh hina dan memanggil sekutu-sekutu itu dengan kebingungan.
Tetapi mereka tidak mendapatkan jawaban dari tuhan-tuhan itu, lalu mereka melihat azab yang disiapkan untuk mereka telah datang.
Mereka pun kemudian berharap seandainya mereka termasuk golongan orang-orang yang beriman dan diberi petunjuk di dunia, pasti mereka tidak akan tertimpa azab.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dikatakan kepada mereka “Serulah oleh kalian sekutu-sekutu kalian!”) yaitu berhala-berhala yang kalian yakini, bahwa mereka adalah sekutu-sekutu Allah (lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan mereka) tidak menjawab seruan mereka (lalu mereka melihat) mereka yang diseru itu (azab) melihatnya dengan mata kepala mereka (kiranya mereka dahulu menerima petunjuk) sewaktu di dunia, mereka baru sadar setelah melihat azab di akhirat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kepada orang-orang yang menyekutukan Allah di Hari Kiamat dikatakan :
Panggillah sekutu-sekutu kalian yang dulu kalian sembah selain Allah.
Maka merekapun memanggil mereka, namun mereka semua tidak menjawab panggilan tersebut, dan mereka menyaksikan siksa.
Seandainya di dunia mereka adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk kepada kebenaran, niscaya mereka tidak akan diadzab.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dikatakan (kepada mereka), “Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu!” (Q.S. Al-Qashash [28]: 64)

Yaitu untuk menyelamatkan kalian dari azab, sebagaimana yang kalian harapkan dari mereka semasa di dunia.

lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenan­kan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 64)

dan mereka yakin bahwa diri mereka pasti dimasukkan ke dalam neraka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 64)

Yakni ketika mereka menyaksikan azab, mereka berkeinginan sekiranya mereka dahulu termasuk orang-orang yang menerima petunjuk semasa di dunia.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, “Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu.” Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.
(Q.S. Al-Kahfi [18]: 52-53)


Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 64 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 64 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 64 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 28:64
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.7
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim