Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 60 [QS. 28:60]

وَ مَاۤ اُوۡتِیۡتُمۡ مِّنۡ شَیۡءٍ فَمَتَاعُ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا وَ زِیۡنَتُہَا ۚ وَ مَا عِنۡدَ اللّٰہِ خَیۡرٌ وَّ اَبۡقٰی ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ
Wamaa uutiitum min syai-in famataa’ul hayaatiddunyaa waziinatuhaa wamaa ‘indallahi khairun wa-abqa afalaa ta’qiluun(a);

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal.
Maka apakah kamu tidak memahaminya?
―QS. 28:60
Topik ▪ Zuhud ▪ Kerendahan dunia ▪ Permusuhan antara syetan dan manusia
28:60, 28 60, 28-60, Al Qashash 60, AlQashash 60, AlQasas 60, Al Qasas 60, AlQasas 60, Al-Qasas 60

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 60

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa apa yang diberikan manusia itu baik berupa harta benda maupun berupa keturunan kesemuanya itu hanya merupakan kesenangan duniawi dengan segala perhiasannya belum tentu menjamin keselamatan dan kebahagiaan mereka, tetapi pahala yang ada di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya adalah lebih baik, karena yang demikian itu, kekal dan abadi.
Berbeda dengan kesenangan duniawi yang dipujanya itu karena waktunya terbatas sekali, dan sesudah itu habislah riwayatnya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
(Q.S.
Ali Imran: 198)

Dan firman-Nya:

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.
(Q.S.
An Nahl: 96)

Pada ayat lain ditegaskan pula sebagai berikut:

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
(Q.S.
Al A’la: 17-18)

Ayat ini ditutup dengan peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala, kenapa mereka tidak mau mempergunakan akalnya, berpikir secara mendalam sehingga mereka itu mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik?
Apakah kehidupan dunia dengan segala bentuknya yang fana dalam waktu yang sangat pendek lebih baik dari pada kehidupan ukhrawi yang kekal dan abadi itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Segala sesuatu yang diberikan kepada kalian, berupa kesenangan-kesenangan dan perhiasan-perhiasan dunia adalah kesenangan yang terbatas dan sementara.
Maka janganlah sekali-kali hal itu memalingkan kalian dari keimanan dan amal saleh.
Sesungguhnya pahala dan kenikmatan abadi yang ada di sisi Allah di akhirat adalah lebih bermanfaat dan lebih abadi dari semua itu.
Lalu, mengapa kalian tidak mempergunakan akal sebagai ganti dari hawa nafsu kalian?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apa saja yang diberikan kepada kalian, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya) kalian bersenang-senang dan menghias diri dengannya selama hidup kalian, kemudian semuanya akan lenyap (sedangkan apa yang di sisi Allah) yakni pahala-Nya (adalah lebih baik dan lebih kekal.
Maka apakah kalian tidak memahaminya?) bahwa yang kekal itu lebih baik daripada yang lenyap.
Dapat dibaca Ta’maluna dan Ya’maluna.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apa yang diberikan kepada kalian wahai manusia berupa harta dan anak-anak maka ia hanyalah kesenangan yang kalian nikmati dalam kehidupan dunia ini, perhiasan yang dipakai untuk berhias.
Sedangkan apa yang ada di sisi Allah untuk orang-orang yang menaati-Nya dan orang-orang yang dekat kepada-Nya adalah lebih baik dan lebih kekal, karena ia abadi tidak ada penghabisannya.
Apakah kalian (wahai orang-orang) tidak memiliki akal yang dengannya kalian merenung, sehingga kalian mengetahui kebaikan dan keburukan??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang kecilnya dunia dan semua perhiasan dan kemewahan yang terdapat di dalamnya bila dibandingkan dengan kenikmatan yang besar lagi kekal yang telah disediakan oleh Allah buat hamba-hamba-Nya yang saleh di negeri akhirat, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.
(An Nahl:96)

Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
(Ali Imran:198)

padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
(Ar Ra’du:26)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.
Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
(Al-A’la: 16-17)

Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Demi Allah, tiadalah kehidupan di dunia ini dibandingkan dengan kehidupan di akhirat melainkan sebagaimana seseorang dari kalian mencelupkan jari telunjuknya ke laut, maka hendaknya ia perhatikan apakah yang ia peroleh darinya?

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah kamu tidak memahaminya?
(Al Qashash:60)

Yakni tidakkah orang yang mendahulukan kepentingan dunia dengan meninggalkan kepentingan akhirat menggunakan akalnya?


Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Al Qashash (28) ayat 60 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Qashash (28) ayat 60 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Qashash (28) ayat 60 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 88 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah28
Nama SurahAl Qashash
Arabالقصص
ArtiKisah
Nama lainMusa dan Fir’aun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu49
JuzJuz 20
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat88
Jumlah kata1443
Jumlah huruf5933
Surah sebelumnyaSurah An-Naml
Surah selanjutnyaSurah Al-'Ankabut
4.9
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/28-60









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta