Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Qashash

Al Qashash (Kisah) surah 28 ayat 6


وَ نُمَکِّنَ لَہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ وَ نُرِیَ فِرۡعَوۡنَ وَ ہَامٰنَ وَ جُنُوۡدَہُمَا مِنۡہُمۡ مَّا کَانُوۡا یَحۡذَرُوۡنَ
Wanumakkina lahum fiil ardhi wanuriya fir’auna wahaamaana wajunuudahumaa minhum maa kaanuu yahdzaruun(a);

dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.
―QS. 28:6
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Keluasan ilmu Allah
28:6, 28 6, 28-6, Al Qashash 6, AlQashash 6, AlQasas 6, Al Qasas 6, AlQasas 6, Al-Qasas 6
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia akan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada Bani Israil yang tertindas dan lemah itu dengan memberikan kepada mereka kekuasaan duniawi dan kekuasaan agama.
Maka berdirilah berkat perjuangan mereka satu kerajaan yang besar dan kuat di negeri Syam dan akhirnya mereka mempunyai kekuasaan yang besar di Mesir yang dahulunya pernah menindas dan memperbudak mereka.
Hal ini ditegaskan Allah lagi dalam ayat lain Firman-Nya

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian Timur dan bahagian Baratnya yang telah Kami beri berkah padanya Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.
Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

(Q.S.
Al A'raf: 137)

Demikianlah bila Allah menghendaki sesuatu pastilah terlaksana.
Bagaimanapun kuatnya Firaun dengan tentaranya dan kekayaannya dan bagaimanapun lemahnya Bani Israil sampai tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun bahkan selalu ditindas, dianiaya dan diambil terhadapnya tindakan permusuhan, tetapi karena Allah hendak memulihkan mereka ada saja jalan dan kesempatan bagi mereka untuk bangun dan bergerak, berkat keuletan dan kesabaran, mereka berhasil juga sampai menguasai negeri Mesir yang pernah memperbudak mereka.
Allah memperlihatkan kepada Firaun apa yang selalu ditakutinya, ditakuti oleh Haman menterinya dan ditakuti oleh tentaranya yaitu runtuhnya kerajaan mereka dengan lahirnya seorang bayi, yaitu Musa yang luput dari pengawasan Firaun.
Bahkan bayi itu diasuh dan dididik di istana Firaun, dimanjakan, dibesarkan dengan penuh kasih sayang, padahal bayi itulah nanti di waktu besarnya yang akan menumbangkan kekuasaannya menghancurkan tentaranya dan menaklukkan negaranya.
Bagaimana perihnya luka yang ditimbulkan dalam hati Firaun ketika ia melihat anak yang disayangi dan dimanjakan yang menantangnya dan melawan kekuasaannya, tetapi apa hendak dikata kesombongan, takabur dan keangkuhannya tak ada gunanya lagi bila berhadapan dengan kekuasaan Allah dan keperkasaan-Nya.
Pendeknya semua tindakan Firaun itu kontan dibalas dengan tindakan yang setimpal.

Ada lima tindakan yang dilakukan oleh Firaun yang melampaui batas:

1.
Dia menganggap dirinya berkuasa mutlak karena itu ia bersikap takabur dan sombong sampai mendakwakan dirinya sebagai tuhan.

2.
Untuk menjamin kelestarian kekuasaannya dia memecah belah bangsanya dan ingin memusnahkan golongan yang menentangnya.

3.
Dia membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil.

4.
Dia biarkan anak-anak perempuan mereka hidup untuk dipekerjakan dan diambil jadi gundik.

5.
Dia berlaku sewenang-wenang dan berbuat kerusakan di muka bumi.

Lima tindakan Firaun itu dibalasi oleh Allah dengan lima tindakan pula, yaitu:

1.
Allah membebaskan Bani Israil dari cengkeraman Firaun dan kaumnya.

2.
Allah menjadikan Bani Israil yang tertindas itu, karena taatnya kepada Allah, menjadi pemuka dan pemimpin di dunia dan akhirat.

3.
Allah mewariskan kepada mereka negeri Syam dengan menjadikan mereka berkuasa di sana.

4.
Allah mewariskan pula kepada mereka negeri Mesir.

5.
Allah memperlihatkan kepada Firaun, Haman dan tentaranya bagaimana runtuhnya kekuasaan mereka.

Demikianlah Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya.
Suatu hal yang rasanya tidak mungkin terjadi yaitu tumbangnya suatu kekuasaan besar oleh orang-orang yang lemah karena ditindas dan dianiaya.
Benarlah Allah memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, membuat dan mencabut kekuasaan dari siapa yang dikehendaki-Nya sebagai tersebut dalam firman-Nya:

Katakanlah "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebaikan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

(Q.S.
Ali Imran: 26)

Al Qashash (28) ayat 6 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Qashash (28) ayat 6 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Qashash (28) ayat 6 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka Kami tempatkan di bumi yang layak sebagai tempat tinggal.
Lalu Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan menterinya, Haman, dan segenap bala tentaranya sesuatu yang mereka khawatirkan:
runtuhnya kekuasaan mereka di tangan seorang pemuda yang lahir dari kalangan Bani Israil.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi) di negeri Mesir dan negeri Syam (Dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya) menurut qiraat yang lain dibaca Wa Yara Firaunu Wa Hamanu Wa Junuduhuma (apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu) tentang bayi yang akan lahir, yang kelak akan melenyapkan kerajaannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami membuat mereka berkuasa di muka bumi.
Kami menjadikan Fir’aun, Haman dan bala tentara mereka melihat dari kelompok yang tertindas ini apa yang mereka khawatirkan selama ini, yaitu kebinasaan mereka dan lenyapnya kerajaan mereka, serta terusirnya mereka dari negeri mereka di tangan seorang anak laki-laki Bani Israil.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman selanjutnya:

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir).
(Al Qashash:5)

sampai dengan firman-Nya:

yang selalu mereka khawatirkan.
(Al Qashash:6)

Dan Allah subhanahu wa ta'ala melakukan hal tersebut kepada mereka, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.
dan telah sempurnalah Perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.
dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.
(Al A'raf:137)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
(Asy Syu'ara:59)

Fir'aun dengan segala upayanya dan kekuatan yang ada padanya bermaksud menyelamatkan dirinya dari Musa, tetap, hal tersebut tidak ada manfaatnya dalam menghadapi kekuasaan Allah, Raja Yang Maha-besar yang perintah-Nya tidak dapat ditolak dan tidak dapat dikalahkan takdir yang ditetapkan-Nya.
Bahkan Keputusan Allah berlangsung dan guratan qalam takdir-Nya di zaman azali telah menyurat, bahwa kebinasaan Fir'aun harus di tangan Musa.
Dan bahkan bayi yang kamu khawatirkan kemunculannya, yang karenanya engkau telah membunuh ribuan bayi, justru kemunculannya dan tempat pemeliharaannya berada di tempat tidurmu dan di dalam rumahmu, serta makan dari makananmu: karena engkau sendirilah yang memeliharanya, memanjakannya, dan menyayanginya.
Tetapi kematian dan kebinasaanmu serta kebinasaan balatentaramu berada di tangannya.
Demikian itu agar kamu ketahui bahwa Tuhan seluruh langit yang tinggi, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahamenang, Mahaagung, Mahakuat, Mahamulia, lagi Mahakeras siksaan-Nya.
Segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan segala sesuatu yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.

Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa 'alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu'aib 'alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya'ni pengalaman­nya dengan Fir'aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu'aib 'alaihis salam menjawab bahwa Musa 'alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa 'alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir'aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir'aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur'an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w


Gambar Kutipan Surah Al Qashash Ayat 6 *beta

Surah Al Qashash Ayat 6



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Qashash

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku