QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 59 [QS. 28:59]

وَ مَا کَانَ رَبُّکَ مُہۡلِکَ الۡقُرٰی حَتّٰی یَبۡعَثَ فِیۡۤ اُمِّہَا رَسُوۡلًا یَّتۡلُوۡا عَلَیۡہِمۡ اٰیٰتِنَا ۚ وَ مَا کُنَّا مُہۡلِکِی الۡقُرٰۤی اِلَّا وَ اَہۡلُہَا ظٰلِمُوۡنَ
Wamaa kaana rabbuka muhlikal qura hatta yab’atsa fii ummihaa rasuulaa yatluu ‘alaihim aayaatinaa wamaa kunnaa muhlikiil qura ilaa wa-ahluhaa zhaalimuun(a);

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.
―QS. 28:59
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Perhatian terhadap dunia
28:59, 28 59, 28-59, Al Qashash 59, AlQashash 59, AlQasas 59, Al Qasas 59, AlQasas 59, Al-Qasas 59

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 59

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 59. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa sesuai dengan Sunah-Nya pada hamba-hamba-Nya Ia tidak pernah membinasakan suatu kota, kecuali Ia lebih dahulu mengutus seorang Rasul ke kota itu untuk membacakan kepada penduduknya ayat-ayat Allah yang membawa kebenaran, menyeru dan memberi peringatan kepada mereka supaya mereka itu beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian mereka itu tidak mengindahkan Rasul dan seruannya.
Sejalan dengan ayat ini firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami tidak akan mengazab, sebelum Kami mengutus seorang Rasul.
(Q.S. Al Isra: 15)

Sesudah Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Rasul untuk membimbing penduduk kota itu ke jalan yang benar, memberi petunjuk kepada kebenaran, tetapi mereka itu tetap melakukan kelaliman dan mendustakan Rasul, mengingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa ta’ala, barulah Allah subhanahu wa ta’ala membinasakan kota-kota itu beserta penduduknya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bukan merupakan kebijakan Allah, Tuhanmu yang telah menciptakan dan memilihmu, untuk membinasakan negeri-negeri besar kecuali setelah mengutus seorang rasul dengan mukjizat yang menakjubkan kepada penduduknya.
Rasul itu kemudian membacakan kepada mereka kitab suci yang diturunkan dan menjelaskan kepada mereka syariat-syariat-Nya.
Lalu kaum itu tidak beriman.
Kami tidak akan menghancurkan kota-kota besar kecuali apabila penduduknya terus-menerus melakukan kezaliman dan aniaya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tiadalah Rabbmu membinasakan kota-kota) disebabkan kelaliman yang dilakukan oleh para penduduknya (sebelum Dia mengutus di ibu kota itu) yakni pada kota terbesar negeri itu (seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka dan tidak pernah pula Kami membinasakan kota-kota kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman) yaitu mendustakan Rasul-rasul.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Rabbmu (wahai Rasul) tidak membinasakan negeri-negeri di seputar Makkah di zamanmu sehingga Dia mengutus induknya (yaitu Makkah) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka.
Dan Kami tidak membinasakan penduduk suatu negeri, kecuali bila penduduknya adalah orang-orang zhalim terhadap diri mereka dengan kekufuran kepada Allah dan kemaksiatan kepada-Nya.
Dalam keadaan tersebut mereka berhak dihukum dan diadzab.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Di dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa nabi yang ummi yaitu Muhammad ﷺ yang diutus dari Ummul Qura (Mekah) adalah utusan bagi semua penduduk kota, baik dari kalangan bangsa Arab maupun non-Arab.
Sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya.
(Q.S. Al-An’am [6]: 92)

Katakanlah, “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 158)

supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya).
(Q.S. Al-An’am [6]: 19)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya.
(Q.S. Hud [11]: 17)

Lengkapnya dalil adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat, atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras.
(Q.S. Al Israa [17]: 58), hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa Dia akan membinasakan setiap kota sebelum hari kiamat, padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam ayat yang lain:

dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
(Q.S. Al Israa [17]: 15)

Maka Allah menjadikan terutusnya Nabi yang ummi mencakup semua kota, karena dia telah diutus oleh Dia kepada ibu kotanya yang merupakan kota yang paling dahulu, semua kota menginduk kepadanya.

Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Aku diutus untuk bangsa yang berkulit merah dan yang berkulit hitam.

Karena itulah maka kenabian dan kerasulan ditutup olehnya, tiada nabi dan tiada rasul lagi sesudahnya, bahkan syariatnya tetap berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat.

Menurut pendapat yang lain, firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sebelum Dia mengutus di ibu kota itu seorang rasul.
(Q.S. Al-Qashash-59)

Bahwa yang dimaksud dengan ummiha ialah ibu kota dan kota-kota yang terbesarnya.
Demikianlah menurut pendapat Zamakhsyari, dan Ibnul Jauzi serta selain keduanya, pendapat ini tidak terlalu menyimpang dari kebenaran.


Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 59 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 59 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 59 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 28:59
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.8
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qashas 59 ▪ QS Al-qashash: 59

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim