Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Qashash (Kisah) - surah 28 ayat 57 [QS. 28:57]

وَ قَالُوۡۤا اِنۡ نَّتَّبِعِ الۡہُدٰی مَعَکَ نُتَخَطَّفۡ مِنۡ اَرۡضِنَا ؕ اَوَ لَمۡ نُمَکِّنۡ لَّہُمۡ حَرَمًا اٰمِنًا یُّجۡبٰۤی اِلَیۡہِ ثَمَرٰتُ کُلِّ شَیۡءٍ رِّزۡقًا مِّنۡ لَّدُنَّا وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَہُمۡ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Waqaaluuu in nattabi’il huda ma’aka nutakhath-thaf min ardhinaa awalam numakkin lahum haraman aaminan yujba ilaihi tsamaraatu kulli syai-in rizqan min ladunnaa walakinna aktsarahum laa ya’lamuun(a);
Dan mereka berkata,
“Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.”
(Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami?
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
―QS. Al Qashash [28]: 57

Daftar isi

And they say,
"If we were to follow the guidance with you, we would be swept from our land."
Have we not established for them a safe sanctuary to which are brought the fruits of all things as provision from Us?
But most of them do not know.
― Chapter 28. Surah Al Qashash [verse 57]

وَقَالُوٓا۟ dan mereka berkata

And they say,
إِن jika

"If
نَّتَّبِعِ kami mengikuti

we follow
ٱلْهُدَىٰ petunjuk

the guidance
مَعَكَ bersama kamu

with you,
نُتَخَطَّفْ kami disambar petir/diusir

we would be swept
مِنْ dari

from
أَرْضِنَآ bumi/negeri kami

our land."
أَوَلَمْ sudah tidak

Have not
نُمَكِّن Kami meneguhkan

We established
لَّهُمْ bagi/kepada mereka

for them
حَرَمًا yang suci

a sanctuary
ءَامِنًا yang aman

secure,
يُجْبَىٰٓ dipungut (tidak didatangkan)

are brought
إِلَيْهِ kepadanya/tempat itu

to it
ثَمَرَٰتُ buah-buahan

fruits
كُلِّ segala

(of) all
شَىْءٍ sesuatu/macam

things,
رِّزْقًا rezeki

a provision
مِّن dari

from
لَّدُنَّا sisi Kami

Us?
وَلَٰكِنَّ akan tetapi

But
أَكْثَرَهُمْ kebanyakan mereka

most of them
لَا tidak

(do) not
يَعْلَمُونَ mereka mengetahui

know.

Tafsir Quran

Surah Al Qashash
28:57

Tafsir QS. Al-Qashash (28) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Al-haris bin Utsman bin ‘Abd Manaf ketika ia dan beberapa orang Quraisy lainnya mendatangi Nabi ﷺ dan mereka berkata kepada Nabi,
"Kami telah mengetahui bahwa apa yang engkau katakan itu benar.
Akan tetapi, yang menghalangi kami mengikuti agamamu ialah orang-orang Arab yang akan memusuhi dan mengusir kami dari negeri kami, dan kami tidak mempunyai kesanggupan sedikit pun untuk melawan mereka."

Ayat ini menerangkan bahwa sebagian orang musyrik Mekah mengemukakan alasan yang tidak dapat diterima oleh pikiran yang sehat.
Mereka berkata,
"Jika kami mengikuti petunjuk yang diberikan Muhammad kepada kami, dan agama yang diturunkan kepadanya, kami khawatir akan diusir dari negeri kami.

Orang-orang musyrik serta tokoh-tokoh bangsa Arab juga akan memusuhi kami dengan kekerasan sedang kami tidak mampu melawan mereka."
Dengan peringatan ini tampak bahwa mereka lebih takut kepada makhluk daripada Tuhan yang menciptakan mereka.

Mereka tidak pernah membayangkan azab yang akan ditimpakan kepada mereka.



Mereka lupa bahwa mereka berada di daerah Haram yang sangat dihormati sejak dahulu kala, aman dan mendapat aneka macam rezeki dan buah-buahan.

Apakah mereka mengira akan tetap aman dan sejahtera di daerah Haram yang aman itu kalau mereka tetap dalam kekafiran dan kemusyrikan.
Tidak sedikit di antara mereka yang tidak mengetahui dan menyadari nikmat dan azab Allah yang akan diberikan kepada setiap orang sesuai dengan amal baik dan buruk mereka.

Mereka seharusnya mengetahui bahwa rezeki yang berlimpah itu datang dari Allah.
Oleh karena itu, Dialah yang patut ditakuti dan ditaati bukan manusia, makhluk yang lemah dan serba kekurangan.

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 57. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Untuk menjelaskan alasan mengapa mereka tetap memegang teguh kepercayaan yang mereka anut selama ini, orang-orang musyrik Mekah berkata kepada Rasul,
"Apabila kami mengikutimu untuk memeluk agamamu, maka orang-orang Arab akan mengusir kami dari negeri kami, dan akan merebut kekuasaan kami."
Mereka bohong dengan alasan mereka itu.


Allah telah mengukuhkan kedudukan mereka di negeri mereka dan menjadikan negeri itu sebagai tanah haram yang aman bagi mereka dari serangan dan pembunuhan.
Padahal, pada saat itu mereka masih dalam keadaan kafir.


Buah-buahan dan kebaikan yang bermacam-macam datang ke negeri itu untuk menjadi rezeki yang dilimpahkan Allah kepada mereka dari segala arah.
Maka bagaimana mungkin Allah mencabut rasa aman dari mereka dan menjadikan mereka terculik dan terbunuh, apabila mereka menggabungkan kemuliaan Baitullah dengan keimanan kepada Muhammad?
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui kebenaran.


Kalaupun mereka tahu, mereka tidak akan takut dari penculikan dan pembunuhan itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang kafir Makkah berkata:
Bila kami mengikuti kebenaran yang kamu bawa, dan kami berlepas diri dari sesembahan-sesembahan dan tuhan-tuhan kami, maka kami tidak merasa aman di negeri sendiri, karena kami akan dibunuh, ditawan dan harta kami dirampas.
Apakah Allah tidak membuat mereka tinggal dengan tenang di negeri yang aman, Kami mengharamkan pertumpahan darah di dalamnya, kepadanya segala bentuk buah-buahan dibawa ke sana sebagai rizki dari Kami?
Sayangnya kebanyakan orang-orang musyrikin tidak menyadari besarnya kadar nikimat-nikmat ini, sehingga mereka mau mensyukuri pemberinya dan menaati-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka berkata) yaitu kaumnya,


("Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami") kami akan diusir dengan cepat daripadanya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,


(Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman) maksudnya, mereka hidup dengan aman di dalamnya dari segala serangan dan pembunuhan, tidak sebagaimana yang terjadi di kalangan orang-orang Arab lainnya yang saling serang menyerang dan saling bunuh membunuh


(yang didatangkan) dapat dibaca Tujba dan Yujba


(ke tempat itu buah-buahan dari segala penjuru) dari berbagai penjuru


(sebagai rezeki) bagi mereka


(dari sisi Kami?) dari hadirat Kami


(tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) bahwa apa yang Kami katakan itu adalah benar.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka berkata,
"Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami."
(QS. Al-Qashash [28]: 57)

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan alasan sebagian orang-orang kafir yang tidak mau mengikuti jalan petunjuk.
Mereka berkata kepada Rasulullah ﷺ, seperti yang disitir oleh firman-Nya:
Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami diusir dari negeri kami.
(QS. Al-Qashash [28]: 57)
Yakni kami takut jika mengikuti petunjuk yang kamu sampaikan dan menentang orang-orang Arab musyrik yang ada di sekitar kami, maka mereka akan mengganggu kami, memerangi kami, dan mengusir kami dari tempat kami berada.


Allah subhanahu wa ta’ala menjawab ucapan mereka melalui firman-Nya:

Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman.
(QS. Al-Qashash [28]: 57)

Dengan kata lain, apa yang mereka kemukakan sebagai alasannya adalah dusta dan tidak benar sama sekali, karena sesungguhnya Allah menempatkan mereka di negeri yang aman dan tanah suci yang besar, yang sejak pertama kali telah aman.
Maka bagaimanakah tanah suci ini menjadi tanah yang aman bagi mereka, padahal mereka kafir dan syirik, sedangkan bagi kaum yang beriman dan mengikuti jalan yang benar menjadi kota yang tidak aman bagi mereka?


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan).
(QS. Al-Qashash [28]: 57)

Yaitu semua buah-buahan yang beraneka ragam dari daerah sekitarnya, seperti dari Taif, juga dari tempat-tempat lainnya, begitu pula barang dagangan dan keperluan lainnya.

untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(QS. Al-Qashash [28]: 57)

Karena itulah mereka mengatakan perkataan tersebut.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Al-Hajjaj, dari Ibnu Juraij, bahwa telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah yang mengatakan bahwa Amr ibnu Syu’aib pernah meriwayatkan dari Ibnu Abbas —tetapi ia tidak mendengarnya langsung dari Ibnu Abbas— bahwa Al-Haris ibnu Amir ibnu Naufal adalah orang yang mengatakan apa yang disitir oleh firman-Nya:
Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.
(QS. Al-Qashash [28]: 57)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Qashash (28) Ayat 57

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Menurut an-Nasa-I, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, yang berkata demikian itu adalah al-Harits bin ‘Amir bin Naufal.
Bahwa orang-orang Quraisy berkata kepada Nabi ﷺ: “Sekiranya kami mengikuti petunjukmu (beriman) kami akan diculik.” Ayat ini (al-Qashash: 57) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut yang menjelaskan bahwa Allah telah menyediakan tempat yang aman dan rizki yang banyak baginya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Qashash (28) Ayat 57

HARAM
حَرَم

Arti lafaz haram ialah sesuatu yang dilindungi dan dibela seseorang.
la juga berarti sesuatu yang tidak boleh dinodai kemuliaan dan ke hormatannya.
Kota Makkah dan sekitarnya juga dinamakan dengan haram yang bermakna kota itu tidak boleh dinodai kemuliaan dan kehormatannya.

Dalam Al Qur’an, lafaz ini disebut dua kali saja yaitu dalam surah:
• Al Qahsash (28), ayat 57;
• Al Ankabut (29), ayat 67.
Dalam kedua ayat ini, lafaz haram selalu diikuti dengan lafaz aamina sehingga menjadi haraman aamina yang berarti Tanah Haram atau Tanah Suci yang aman.

Yang dimaksudkan dengan Tanah Haram dalam ayat itu adalah kota Makkah dan sekitarnya.
Tanah itu disucikan oleh Allah sejak diciptakan bumi sampai hari kiamat nanti.
Rasulullah berkata,
"Sesungguhnya negeri ini adalah negeri yang Allah jadikan kawasan haram sejak Allah menjadikan langit dan bumi.
la akan tetap menjadi Tanah Haram dengan perintah Allah sehinggalah hari kiamat."

Dikisahkan, Malaikat Jibril memberitahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci dan menyuruhnya menandainya dengan meletakkan batu sehingga Nabi Ibrahim disebut sebagai orang pertama yang menandai batas-batas kawasan suci Makkah yaitu batas yang memisahkan antara daerah yang suci (Tanah Haram) dengan yang lainnya.
Setelah pembebasan Makkah (Fathul Makkah), Rasulullah mengutus Tamim bin Asad Al Khuza’al untuk memperbaiki dan memperbaharui tanda-tanda itu, kemudian diteruskan oleh para khalifah sesudahnya sehingga tanda-tanda batas Tanah Suci itu mencapai 943 buah yang diletakkan di atas gunung, bukit maupun lembah.

Panjang kawasan tanah suci Makkah ialah 127 km dan luasnya lebih kurang 550 km persegi.

Ketika menafsirkan surah Al Ankabut (29), ayat 67, Imam Al Alusi berkata,
"Kami jadikan negeri mereka sebagai Tanah Haram yaitu tempat yang diharamkan melakukan perkara-perkara yang sekiranya dilakukan di tempat lain hukumnya tidak haram." Tanah Haram Makkah mempunyai beberapa keistimewaan hukum antaranya adalah:

1. Seseorang tidak patut memasuki kawasan ini melainkan dengan berniat ihram.
Ia adalah sunah menurut pendapat ulama Syafi’i dan wajib menurut pendapat yang lain.

2. Binatang di sini haram diburu, baik oleh mereka yang berihram atau yang tidak berihram kecuali binatang tersebut adalah binatang yang membahayakan dan biasanya menyerang manusia.
Sekiranya binatang buruan dibunuh, wajib dibayar ganti.

3. Setiap tumbuhan yang masih hidup dan tumbuh sendiri dan bukan ditanam manusia dalam kawasan Tanah Haram ini adalah haram dipotong.
Sekiranya pemotongan dilakukan, wajib dibayar gantinya.

4. Tanah serta anak batu dari kawasan tanah haram tidak dibenarkan untuk dibawa keluar.

5. Menurut pendapat jumhur ulama, orang kafir tidak dibenarkan memasuki Tanah Haram, baik menetap ataupun hanya lewat saja.

6. Suatu benda yang tercecer dan tidak diketahui pemiliknya di Makkah atau Tanah Haram, haram diambil untuk dimiliki.
Ia halal diambil oleh orang yang hendak mengumumkannya saha.
Ini berbeda dari barang yang tertinggal di tempat lain.

7. Mereka yang melakukan pembunuhan di Tanah Haram dikenakan diyat yang lebih berat.
Haram mengebumikan orang musyrik di Tanah Haram juga menggali kuburnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:185-186

Unsur Pokok Surah Al Qashash (القصص)

Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musaalaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yakni pengalamannya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musaalaihis salam telah selamat dari pengejaran orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat-sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam perjuangannya menghadapi musuh-musuh agama.

Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al-Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musaalaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

▪ Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentuan itu.
▪ Alam adalah fana, hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kembali kepada Allah.
▪ Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Kisah:

▪ Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil.
Musa `alaihis salam dilemparkan ke sungai Nil.
▪ Seorang Qibthi terbunuh oleh Musa `alaihis salam.
Musa `alaihis salam di Mad-yan.
Musa `alaihis salam menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur.
▪ Kisah Karun.

Lain-lain:

Alquran menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ.
▪ Akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat.
Hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.
▪ Hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman.
▪ Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri.
▪ Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya.
▪ Keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka di hari kiamat.
▪ Pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia.
▪ Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan.
▪ Janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad ﷺ

Audio Murottal

QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 88 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 88

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qashash ayat 57 - Gambar 1 Surah Al Qashash ayat 57 - Gambar 2
Statistik QS. 28:57
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,”Cerita-Cerita”) adalah surah ke-28 dalam Alquran.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

“Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: ‘Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.’”

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir’aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-‘Ankabut
Sending
User Review
4.6 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

28:57, 28 57, 28-57, Surah Al Qashash 57, Tafsir surat AlQashash 57, Quran AlQasas 57, Al Qasas 57, AlQasas 57, Al-Qasas 57, Surah Al Qasas ayat 57

Video Surah

28:57


More Videos

Kandungan Surah Al Qashash

۞ QS. 28:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 28:6 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 28:7 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:9 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:13 • Allah menepati janji

۞ QS. 28:15 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 28:16 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 28:17 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:21 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:22 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 28:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:25 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:28 • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 28:30 Tauhid Rububiyyah • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:31 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 28:32 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:33 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:34 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 28:35 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:36 • Mendustai Allah

۞ QS. 28:37 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 28:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:39 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 28:40 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 28:41 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:42 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 28:43 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 28:46 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:47 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 28:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 28:50 • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 28:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 28:53 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:54 • Amal shaleh sebagai pelebur dosa-dosa kecil • Pelebur dosa kecil • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 28:56 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 28:57 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:58 • Al Warits (Yang mewariskan alam) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 28:59 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:60 • Sifat surga dan kenikmatannya • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 28:61 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 28:62 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:63 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:64 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 28:65 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:66 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 28:67 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 28:68 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 28:69 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:70 Tauhid Uluhiyyah • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 28:71 Tauhid Uluhiyyah • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 28:72 Tauhid Uluhiyyah • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 28:73 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:74 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan •

۞ QS. 28:75 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 28:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 28:77 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 28:78 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:79 • Macam-macam fitnah

۞ QS. 28:80 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 28:81 • Azab orang kafir

۞ QS. 28:82 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:83 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 28:84 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 28:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 28:86 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 28:87 Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 28:88 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama para nabi

Ayat Pilihan

Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman & mengerjakan amal yang saleh.
Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan & rezeki yang mulia.
QS. Saba’ [34]: 4

Semua yang ada di langit & di bumi selalu meminta pada-Nya.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
QS. Ar-Rahman [55]: 29

Hai orang-orang yang beriman,
berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah,
dzikir yang sebanyak-banyaknya & bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi & petang.
QS. Al-Ahzab [33]: 41-42

Bila mereka dilempar ke tempat yang sempit di Neraka itu dengan dibelenggu, mereka mengharap kebinasaan.
(Akan dikatakan kepada mereka):
“Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan,
melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”
QS. Al-Furqan [25]: 13-14

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Correct! Wrong!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hadis Muu2019allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Correct! Wrong!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus Istilah Islam

Zamzam

Apa itu Zamzam? Zamzam adalah air yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam. Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah, berkedalaman 42 mete...

Al 'Adl

Apa itu Al ‘Adl? Allah itu Al-Adl ◀ Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-N...

penebar

Apa itu penebar? pe.ne.bar orang yang menebar; alat untuk menebar; ki penyiar; seorang juru dakwah adalah seorang penebar agama Islam … •