Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Qashash

Al Qashash (Kisah) surah 28 ayat 57


وَ قَالُوۡۤا اِنۡ نَّتَّبِعِ الۡہُدٰی مَعَکَ نُتَخَطَّفۡ مِنۡ اَرۡضِنَا ؕ اَوَ لَمۡ نُمَکِّنۡ لَّہُمۡ حَرَمًا اٰمِنًا یُّجۡبٰۤی اِلَیۡہِ ثَمَرٰتُ کُلِّ شَیۡءٍ رِّزۡقًا مِّنۡ لَّدُنَّا وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَہُمۡ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Waqaaluuu in nattabi’il huda ma’aka nutakhath-thaf min ardhinaa awalam numakkin lahum haraman aaminan yujba ilaihi tsamaraatu kulli syai-in rizqan min ladunnaa walakinna aktsarahum laa ya’lamuun(a);

Dan mereka berkata:
“Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”.
Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?.
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
―QS. 28:57
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
28:57, 28 57, 28-57, Al Qashash 57, AlQashash 57, AlQasas 57, Al Qasas 57, AlQasas 57, Al-Qasas 57
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa sebagian dari orang-orang musyrik Mekah mengemukakan alasan yang tidak bernilai dan tidak dapat diterima oleh pikiran yang sehat.
Mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk yang diberikan Muhammad kepada kami, dan cahaya (agama) yang diturunkan kepadanya, kami khawatir akan diusir dari negeri kami, dan orang-orang musyrik dan tokoh-tokoh bangsa Arab akan menghajar kami serta menghadapi kami dengan kekerasan yang tak dapat kami menangkisnya.
Mereka lebih takut kepada makhluk daif dari Tuhan yang menciptakan mereka, Tuhan yang mempunyai kekuasaan yang tertinggi.
Mereka tidak pernah menggambarkan azab yang akan ditimpakan kepada mereka oleh Allah subhanahu wa ta'ala Tuhan yang berbuat menurut kehendak-Nya.
Mereka lupa bahwa mereka itu berada di negeri yang aman di daerah Haram yang sangat dihormati sejak adanya di mana di datangkan ke tempat itu buah-buahan yang bermacam-macam, berasal dari segala macam tumbah-tumbuhan untuk menjadi rezeki bagi mereka dari sisi Allah.
Apakah mereka mengira akan tetap aman dan sejahtera di daerah Haram yang aman itu ?
Sekalipun mereka tetap di dalam kekafiran dan kemusyrikan mereka, ataukah mereka merasa tidak aman dan sejahtera di negeri yang aman itu sekalipun mereka itu sudah masuk Islam menganut agama yang hak ?
Tidak sedikit di antara mereka itu yang tidak tahu di mana letak kebaikan dan kebahagiaan mereka

Mereka seharusnya mengetahui bahwa rezeki yang berlimpah-limpah itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala, karena Dialah yang patut ditakuti dan ditaati bukan manusia, makhluk yang bersifat lemah dan kekurangan.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan mengenai diri Harits bin Usman bin Abdul Manaf ketika ia dan beberapa orang Quraisy lainnya mendatangi Nabi ﷺ dan berkatalah ia kepadanya, kami telah mengetahui bahwa apa yang engkau katakan itu, benar, tetapi yang menghalangi kami mengikuti ialah orang-orang Arab akan sepakat memusuhi kami dan mengusir dari negeri kami, dan kami tidak mempunyai kesanggupan sedikitpun melawan mereka.

Al Qashash (28) ayat 57 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Qashash (28) ayat 57 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Qashash (28) ayat 57 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Untuk menjelaskan alasan mengapa mereka tetap memegang teguh kepercayaan yang mereka anut selama ini, orang-orang musyrik Mekah berkata kepada Rasul, "Apabila kami mengikutimu untuk memeluk agamamu, maka orang-orang Arab akan mengusir kami dari negeri kami, dan akan merebut kekuasaan kami." Mereka bohong dengan alasan mereka itu.
Allah telah mengukuhkan kedudukan mereka di negeri mereka dan menjadikan negeri itu sebagai tanah haram yang aman bagi mereka dari serangan dan pembunuhan.
Padahal, pada saat itu mereka masih dalam keadaan kafir.
Buah-buahan dan kebaikan yang bermacam-macam datang ke negeri itu untuk menjadi rezeki yang dilimpahkan Allah kepada mereka dari segala arah.
Maka bagaimana mungkin Allah mencabut rasa aman dari mereka dan menjadikan mereka terculik dan terbunuh, apabila mereka menggabungkan kemuliaan Baitullah dengan keimanan kepada Muhammad?
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui kebenaran.
Kalaupun mereka tahu, mereka tidak akan takut dari penculikan dan pembunuhan itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata) yaitu kaumnya, ("Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami") kami akan diusir dengan cepat daripadanya.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, (Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman) maksudnya, mereka hidup dengan aman di dalamnya dari segala serangan dan pembunuhan, tidak sebagaimana yang terjadi di kalangan orang-orang Arab lainnya yang saling serang menyerang dan saling bunuh membunuh (yang didatangkan) dapat dibaca Tujba dan Yujba (ke tempat itu buah-buahan dari segala penjuru) dari berbagai penjuru (sebagai rezeki) bagi mereka (dari sisi Kami?) dari hadirat Kami (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) bahwa apa yang Kami katakan itu adalah benar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir Makkah berkata :
Bila kami mengikuti kebenaran yang kamu bawa, dan kami berlepas diri dari sesembahan-sesembahan dan tuhan-tuhan kami, maka kami tidak merasa aman di negeri sendiri, karena kami akan dibunuh, ditawan dan harta kami dirampas.
Apakah Allah tidak membuat mereka tinggal dengan tenang di negeri yang aman, Kami mengharamkan pertumpahan darah di dalamnya, kepadanya segala bentuk buah-buahan dibawa ke sana sebagai rizki dari Kami??
Sayangnya kebanyakan orang-orang musyrikin tidak menyadari besarnya kadar nikimat-nikmat ini, sehingga mereka mau mensyukuri pemberinya dan menaati-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan mereka berkata, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." (Al Qashash:57)

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan alasan sebagian orang-orang kafir yang tidak mau mengikuti jalan petunjuk.
Mereka berkata kepada Rasulullah ﷺ, seperti yang disitir oleh firman-Nya: Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami diusir dari negeri kami.
(Al Qashash:57) Yakni kami takut jika mengikuti petunjuk yang kamu sampaikan dan menentang orang-orang Arab musyrik yang ada di sekitar kami, maka mereka akan mengganggu kami, memerangi kami, dan mengusir kami dari tempat kami berada.

Allah subhanahu wa ta'ala menjawab ucapan mereka melalui firman-Nya:

Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman.
(Al Qashash:57)

Dengan kata lain, apa yang mereka kemukakan sebagai alasannya adalah dusta dan tidak benar sama sekali, karena sesungguhnya Allah menempatkan mereka di negeri yang aman dan tanah suci yang besar, yang sejak pertama kali telah aman.
Maka bagaimanakah tanah suci ini menjadi tanah yang aman bagi mereka, padahal mereka kafir dan syirik, sedangkan bagi kaum yang beriman dan mengikuti jalan yang benar menjadi kota yang tidak aman bagi mereka?

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan).
(Al Qashash:57)

Yaitu semua buah-buahan yang beraneka ragam dari daerah sekitarnya, seperti dari Taif, juga dari tempat-tempat lainnya, begitu pula barang dagangan dan keperluan lainnya.

untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Al Qashash:57)

Karena itulah mereka mengatakan perkataan tersebut.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Al-Hajjaj, dari Ibnu Juraij, bahwa telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah yang mengatakan bahwa Amr ibnu Syu'aib pernah meriwayatkan dari Ibnu Abbas —tetapi ia tidak mendengarnya langsung dari Ibnu Abbas— bahwa Al-Haris ibnu Amir ibnu Naufal adalah orang yang mengatakan apa yang disitir oleh firman-Nya: Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.
(Al Qashash:57)

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Qashash (28) Ayat 57

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Menurut an-Nasa-I, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, yang berkata demikian itu adalah al-Harits bin ‘Amir bin Naufal.
Bahwa orang-orang Quraisy berkata kepada Nabi ﷺ: “Sekiranya kami mengikuti petunjukmu (beriman) kami akan diculik.” Ayat ini (al-Qashash: 57) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut yang menjelaskan bahwa Allah telah menyediakan tempat yang aman dan rizki yang banyak baginya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Qashash (28) Ayat 57

HARAM
حَرَم

Arti lafaz haram ialah sesuatu yang dilindungi dan dibela seseorang. la juga berarti sesuatu yang tidak boleh dinodai kemuliaan dan ke­ hormatannya. Kota Makkah dan sekitarnya juga dinamakan dengan haram yang ber­makna kota itu tidak boleh dinodai kemulia­an dan kehormatannya.

Dalam Al Qur'an, lafaz ini disebut dua kali saja yaitu dalam surah:
-Al Qahsash (28), ayat 57;
-Al Ankabut (29), ayat 67.

Dalam kedua ayat ini, lafaz haram selalu­ diikuti dengan lafaz aamina sehingga menjadi haraman aamina yang berarti Tanah Haram atau Tanah Suci yang aman.

Yang dimaksudkan dengan Tanah Haram dalam ayat itu adalah kota Makkah dan se­kitarnya. Tanah itu disucikan oleh Allah sejak diciptakan bumi sampai hari kiamat nanti. Rasulullah berkata,
"Sesungguhnya negeri ini adalah negeri yang Allah jadikan kawasan haram sejak Allah menjadikan langit dan bumi. la akan tetap menjadi Tanah Haram dengan perintah Allah sehinggalah hari kiamat."

Dikisahkan, Malaikat Jibril memberitahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci dan menyuruhnya menandainya dengan meletakkan batu sehingga Nabi Ibrahim disebut sebagai orang pertama yang menandai batas-batas kawasan suci Makkah yaitu batas yang memisahkan antara daerah yang suci (Tanah Haram) dengan yang lain­nya. Setelah pembebasan Makkah (Fathul Makkah), Rasulullah mengutus Tamim bin Asad Al Khuza'al untuk memperbaiki dan memperbaharui tanda-tanda itu, kemudian diteruskan oleh para khalifah sesudahnya sehingga tanda-tanda batas Tanah Suci itu mencapai 943 buah yang diletakkan di atas gunung, bukit maupun lembah.

Panjang kawasan tanah suci Makkah ialah 127 km dan luasnya lebih kurang 550 km persegi.

Ketika menafsirkan surah Al Ankabut (29), ayat 67, Imam Al Alusi berkata,
"Kami jadikan negeri mereka sebagai Tanah Haram yaitu tempat yang diharamkan melaku­kan perkara-perkara yang sekiranya dilaku­kan di tempat lain hukumnya tidak haram." Tanah Haram Makkah mempunyai beberapa keistimewaan hukum antaranya adalah:

1. Seseorang tidak patut memasuki kawasan ini melainkan dengan berniat ihram. Ia adalah sunah menurut pen­dapat ulama Syafi'i dan wajib menurut pendapat yang lain.

2. Binatang di sini haram diburu, baik oleh mereka yang berihram atau yang tidak berihram kecuali binatang tersebut adalah binatang yang mem­bahayakan dan biasanya menyerang manusia. Sekiranya binatang buruan dibunuh, wajib dibayar ganti.

3. Setiap tumbuhan yang masih hidup dan tumbuh sendiri dan bukan di­tanam manusia dalam kawasan Tanah Haram ini adalah haram dipotong. Sekiranya pemotongan dilakukan, wajib dibayar gantinya.

4. Tanah serta anak batu dari kawasan tanah haram tidak dibenarkan untuk dibawa keluar.

5. Menurut pendapat jumhur ulama, orang kafir tidak dibenarkan me­masuki Tanah Haram, baik me­netap ataupun hanya lewat saja.

6. Suatu benda yang tercecer dan tidak diketahui pemiliknya di Makkah atau Tanah Haram, haram diambil untuk dimiliki. Ia halal diambil oleh orang yang hendak mengumumkannya saha. Ini berbeda dari barang yang ter­tinggal di tempat lain.

7. Mereka yang melakukan pembunuhan di Tanah Haram dikenakan diyat yang lebih berat. Haram mengebumikan orang musyrik di Tanah Haram juga menggali kuburnya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:185-186

Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa 'alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu'aib 'alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya'ni pengalaman­nya dengan Fir'aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu'aib 'alaihis salam menjawab bahwa Musa 'alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa 'alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir'aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir'aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur'an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w


Gambar Kutipan Surah Al Qashash Ayat 57 *beta

Surah Al Qashash Ayat 57



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Qashash

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku