QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 47 [QS. 28:47]

وَ لَوۡ لَاۤ اَنۡ تُصِیۡبَہُمۡ مُّصِیۡبَۃٌۢ بِمَا قَدَّمَتۡ اَیۡدِیۡہِمۡ فَیَقُوۡلُوۡا رَبَّنَا لَوۡ لَاۤ اَرۡسَلۡتَ اِلَیۡنَا رَسُوۡلًا فَنَتَّبِعَ اٰیٰتِکَ وَ نَکُوۡنَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Walaulaa an tushiibahum mushiibatun bimaa qaddamat aidiihim fayaquuluu rabbanaa laulaa arsalta ilainaa rasuulaa fanattabi’a aayaatika wanakuuna minal mu’miniin(a);

Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan:
“Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin”.
―QS. 28:47
Topik ▪ Azab orang kafir
28:47, 28 47, 28-47, Al Qashash 47, AlQashash 47, AlQasas 47, Al Qasas 47, AlQasas 47, Al-Qasas 47

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa salah satu hikmah diutusnya Muhammad ﷺ kepada mereka yaitu untuk menolak alasan-alasan dan mematikan hujah-hujah mereka, ketika mereka nanti ditimpa kemurkaan Allah dan mendapat siksa yang pedih atas kekafiran mereka terhadap Allah dan dosa-dosa yang telah diperbuat mereka.
Kalau Muhammad belum diutus sedang siksaan menimpa mereka, mereka akan mengemukakan alasan dan hujah.
Mereka akan berkata “Wahai Tuhan kami! Kenapa tidak diutus seorang rasul kepada kami sebelum kemurkaan-Mu menimpa kami, dan azab-Mu diturunkan kepada kami, agar kami dapat mengikuti petunjuk-petunjuk-Mu, mengamalkan ayat-ayat yang ada di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Rasul itu, sehingga kami percaya atas ketuhanan-Mu dan membenarkan Rasul yang Engkau utus itu ?
Oleh sebab itu jauh sebelum mereka dimurkai dan diazab oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Muhammad ﷺ telah diutus kepada mereka untuk memberi peringatan dan ancaman kepada mereka dengan kemurkaan dan azab yang akan ditimpakan kepada mereka kalau mereka itu tetap dalam agama nenek moyang mereka, menyembah berhala, mempersekutukan Allah subhanahu wa ta’ala, maka tidak ada jalan lagi bagi mereka untuk mengemukakan alasan-alasan dan hujah mereka itu Memang begitulah Sunatullah yang berlaku pada tiap-tiap umat.
hal seperti ini ditegaskan juga dalam ayat lain dalam Alquran Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu”
(Q.S.
An Nisa: 165)

Dan firman-Nya:

Dan Kami tidak akan mengazab sebelum kami mengutus seorang Rasul.
(Q.S.
Al Isra: 15)

Sebagaimana hikmahnya diutus rasul-rasul, yaitu untuk membendung dan menolak alasan yang akan dikemukakan mereka, begitu juga hikmah diturunkannya kitab Suci Alquran yaitu untuk menolak hujah mereka, yang akan mengatakan bahwa tidak berimannya mereka ialah karena kitab Samawi diturunkan hanya kepada dua golongan saja yaitu kaum Yahudi dan Nasrani, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Kami turunkan Alquran itu) agar kamu (tidak) mengatakan “Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca”.
(Q.S.
Al An’am: 156)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalau bukan karena ucapan orang-orang kafir–ketika mereka ditimpa hukuman karena kekufuran mereka–yang melontarkan alasan, “Ya Tuhan kami, Engkau belum mengutus seorang rasul kepada kami, sehingga kami percaya kepadanya dan tunduk dengan mukjizatnya serta menjadi golongan orang-orang Mukmin,” niscaya tidak akan pernah ada misi kerasulan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan agar mereka sewaktu ditimpa musibah) azab (disebabkan apa yang telah di kerjakan oleh tangan-tangan mereka) berupa kekafiran dan selainnya (mereka tidak akan mengatakan, “Ya Rabb kami! Mengapa tidak) yakni kenapa tidak (Engkau utus seorang Rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau) yang dibawa oleh Rasul Engkau (dan jadilah kami termasuk orang-orang yang beriman”) Jawab dari lafal Laula dibuang, dan lafal yang sesudahnya merupakan Mubtada.

Maksudnya, seandainya tidak karena azab yang menimpa mereka sebagai penyebab dari perkataannya.

Atau maksudnya, seandainya tidak ada perkataan mereka yang menyebabkan turunnya azab, niscaya akan Kami segerakan kepada mereka azab itu, dan niscaya pula Kami tidak akan mengutusmu kepada mereka sebagai seorang Rasul.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Supaya orang-orang kafir itu tidak mengatakan saat mereka ditimpa adzab disebabkan kekufuran mereka kepada Rabb mereka :
Ya Rabb kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang Rasul kepada kami sebelum ini, sehingga kami bisa mengikuti ayat-ayat-Mu yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, dan kami akan menjadi orang-orang yang beriman kepada-Mu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni Kami utus kamu kepada mereka untuk menegakkan hujah terhadap mereka dan agar tiada alasan lagi bagi mereka manakala azab Allah datang menimpa mereka disebabkan kekafiran mereka, yang mana mereka pasti akan beralasan bahwa belum pernah datang kepada mereka seorang utusan dan pemberi peringatan.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sesudah menyebutkan bahwa Dia telah menurunkan Kitab-Nya yang diberkati, yaitu Al-Qur’an:

(Kami turunkan Al-Qur’an itu) agar kamu (tidak) mengatakan bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca.
Atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya jikalau kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka.” Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat.
(Al An’am:156-157)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala lainnya yang mengatakan:

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.
(An Nisaa:165)

Dan Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, “Tidak datang kepada kami, baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
(Al Maidah:19), hingga akhir ayat.

Ayat-ayat mengenai hal ini cukup banyak.


Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”28-47″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 28:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah28
Nama SurahAl Qashash
Arabالقصص
ArtiKisah
Nama lainMusa dan Fir’aun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu49
JuzJuz 20
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat88
Jumlah kata1443
Jumlah huruf5933
Surah sebelumnyaSurah An-Naml
Surah selanjutnyaSurah Al-'Ankabut
4.8
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/28-47







Pembahasan ▪ tafsiran surat al qashas ayat 47

Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta