QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 34 [QS. 28:34]

وَ اَخِیۡ ہٰرُوۡنُ ہُوَ اَفۡصَحُ مِنِّیۡ لِسَانًا فَاَرۡسِلۡہُ مَعِیَ رِدۡاً یُّصَدِّقُنِیۡۤ ۫ اِنِّیۡۤ اَخَافُ اَنۡ یُّکَذِّبُوۡنِ
Wa-akhii haaruunu huwa afshahu minnii lisaanan fa-arsilhu ma’iya rid-an yushaddiqunii innii akhaafu an yukadz-dzibuun(i);

Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku, sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”.
―QS. 28:34
Topik ▪ Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat
28:34, 28 34, 28-34, Al Qashash 34, AlQashash 34, AlQasas 34, Al Qasas 34, AlQasas 34, Al-Qasas 34

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 34

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Maka Musa mengadukannya kepada Tuhannya bahwa dulu dia pernah membunuh seorang Qibti di Mesir.
Hal itu telah tersiar luas di kalangan orang Mesir, dan Firaun telah menetapkan akan membunuhnya.
Sungguh hal itu sangat mengkhawatirkannya, siapa tahu baru saja dia tiba di sana, Firaun dan kaumnya telah bersiap-siap untuk membunuhnya.
Dengan demikian akan terlantarlah risalah engkau yang telah Engkau bebankan kepadaku.
Aku mempunyai seorang saudara yang lebih fasih lidahnya dari lidahku, lebih pandai berdebat dan memberikan penerangan yang bernama Harun.
Dengan kefasihannya itu dia akan dapat mempertahankan diriku, bila mereka mengadakan tuduhan-tuduhan yang mungkin memberatkanku.
Dia akan dapat mengemukakan atasan-alasan yang tepat untuk menyampaikan risalah ini, bila terjadi perdebatan antaraku dengan Firaun beserta kaumnya Oleh sebab itu aku sangat mengharapkan agar Engkau angkat pula dia menjadi Rasul untuk membelaku dan membela keterangan-keterangan yang aku kemukakan.
Aku sangat khawatir kalau aku saja yang memikul risalah ini mereka akan mendustakan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan saudaraku, Harun, lebih fasih bicaranya daripada aku.
Utuslah ia bersamaku sebagai penolongku untuk menyampaikan pesan-pesan sucimu, karena aku takut mereka akan mendustakanku.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku) maksudnya jelas bicaranya (maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku) yang kelak akan membantuku.

Lafal Rid-an menurut qiraat yang lain dibaca Riddan (untuk membenarkan aku) lafal Yushaddiqni yang dibaca Jazm adalah menjadi Jawab dari Ad Du’a.

Tetapi menurut qiraat yang lain dibaca Rafa, sehingga bacaannya menjadi Yushaddiquni sebagai sifat dari lafal Rid-an (sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakan aku”).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

sementara saudaraku Harun lebih fasih lisannya dariku.
Maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantu yang membenarkanku dan menjelaskan untuk mereka apa yang aku sampaikan kepada mereka.
Sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku dalam apa yang aku katakan kepada mereka bahwa aku adalah utusan-Mu kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku.
(Al Qashash:34 )

Demikian itu karena Musa ‘alaihis salam mengalami kekakuan pada lisannya karena memakan bara api semasa kecilnya ketika ia disuruh memilih antara bara api dan buah kurma.
Lalu ia memungut bara api dan memakannya sehingga lisannya terbakar dan tidak dapat bertutur kata dengan fasih.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku.
(Taha: 27-32)

yang meringankan tugas berat yang telah Engkau embankan kepada diriku, yaitu mengemban tugas kenabian dan menyampaikan risalah kepada raja yang sombong, sewenang-wenang, lagi pengingkar kebenaran (Fir’aun).
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku.
(Al Qashash:34)

Yakni sebagai wakil, pembantu, dan memperkuat tugasku.
Dia akan menjelaskan apa yang aku sampaikan dari Allah subhanahu wa ta’ala Karena berita dari dua orang itu lebih mendalam kesahannya dalam jiwa daripada berita yang disampaikan hanya oleh satu orang.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

“sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku.” (Al Qashash:34)

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku.
(Al Qashash:34) Yakni yang menjelaskan kepada mereka apa yang aku katakan kepada mereka, karena sesungguhnya saudaraku memahami diriku apa yang tidak dapat mereka pahami.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Qashash (28) Ayat 34

RID’AA
رِدْءًا

Lafaz ini berbentuk ism fa’il mufrad, jamak­nya arda’, berasal dari rada ‘a bi asy­ syai’-yarda’u yang berarti menyokong dengan sesuatu.

Radaa’a al haa’it berarti menguatkan dinding dan mengukuhkannya.

Rada ‘a asy syakhs bermakna menolongnya.

Taraada ‘a al qaum memiliki makna satu kaum saling bantu membantu.

Lafaz ar rid’u berarti penolong dan pembantu.

Lafaz rid’aa disebut sekali di dalam Al­ Quran yaitu dalam surah Al Qashash (28), ayat 34. Allah berfirman:

وَأَخِى هَٰرُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّى لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِىَ رِدْءًا يُصَدِّقُنِىٓۖ

Mujahid dan Qatadah mengatakan, makna lafaz rid’aa ialah ‘awnaa yaitu penolong.

Ibn Abbas dan As Suddi men­afsirkan lafaz rid’aa adalah kai yaitu untuk. Tafsiran rid’aa yushaddiqiy adalah pembantu untuk membenarkanku.

Ibn Abbas mengatakan, arrid’u dalam bahasa Arab berarti pertolongan. Frasa arda’tu fulaanan alaa amrih bermakna aku menolong dan membantunya ke atas sesuatu perkara.

Kesimpulannya, makna lafaz rid’aa ialah penolong dan pembantu.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:252

Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 34 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 34 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 34 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”28-34″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 28:34
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah28
Nama SurahAl Qashash
Arabالقصص
ArtiKisah
Nama lainMusa dan Fir’aun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu49
JuzJuz 20
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat88
Jumlah kata1443
Jumlah huruf5933
Surah sebelumnyaSurah An-Naml
Surah selanjutnyaSurah Al-'Ankabut
4.7
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/28-34









Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta