Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Qashash

Al Qashash (Kisah) surah 28 ayat 32


اُسۡلُکۡ یَدَکَ فِیۡ جَیۡبِکَ تَخۡرُجۡ بَیۡضَآءَ مِنۡ غَیۡرِ سُوۡٓءٍ ۫ وَّ اضۡمُمۡ اِلَیۡکَ جَنَاحَکَ مِنَ الرَّہۡبِ فَذٰنِکَ بُرۡہَانٰنِ مِنۡ رَّبِّکَ اِلٰی فِرۡعَوۡنَ وَ مَلَا۠ئِہٖ ؕ اِنَّہُمۡ کَانُوۡا قَوۡمًا فٰسِقِیۡنَ
Asluk yadaka fii jaibika takhruj baidhaa-a min ghairi suu-in waadhmum ilaika janaahaka minarrahbi fadzaanika burhaanaani min rabbika ila fir’auna wamala-ihi innahum kaanuu qauman faasiqiin(a);

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya).
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik”.
―QS. 28:32
Topik ▪ Segala sesuatu ada takdirnya
28:32, 28 32, 28-32, Al Qashash 32, AlQashash 32, AlQasas 32, Al Qasas 32, AlQasas 32, Al-Qasas 32
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian datang lagi perintah dari Tuhannya supaya memasukkan tangannya ke leher bajunya.
Perintah inipun dilaksanakan Musa dengan taat dan patuh.
Ketika ia mengeluarkan tangannya dari leher bajunya itu, ia melihat tangannya menjadi putih bercahaya dan bersinar bukan karena sakit sopak dan lain sebagainya.
Sekali lagi Musa menjadi kaget dan terkejut dan sangat merasa takut.
Tetapi segera sesudah itu turun pula perintah Tuhannya untuk menghilangkan rasa terkejut dan takut, yang telah menguasai dirinya supaya dia mendekapkan kedua tangannya ke dadanya.

Ibnu Abbas pernah mengatakan : "Siapa saja yang merasa takut, apabila dia meletakkan tangannya di dadanya hilanglah rasa takutnya itu".

Kemudian Allah menegaskan kepada Musa bahwa itulah dua mukjizat yang Aku berikan kepadamu yang menunjukkan kekuasaan Ku yang akan kamu perlihatkan nanti kepada Firaun yang sombong dan fasik itu ketika kamu menyerunya agar dia beriman kepada Allah dan meninggalkan kesesatan yang dianutnya.
Ketika itu mengertilah Musa bahwa di atas pundaknya telah dibebankan suatu risalah yang harus disampaikan kepada Firaun dan kaumnya dan kepada Bani Israil sendiri.
Ini berarti bahwa dia telah menjadi Rasul.
Benarlah apa yang dijanjikan Allah kepada ibunya bahwa dia akan mengembalikanmnya ke haribaannya dan hal itu telah terlaksana di waktu dia masih kecil, sekarang terlaksana pula janji-Nya yang kedua bahwa Dia akan mengangkatnya menjadi Rasul.
Di sini teringatlah Musa kembali bahwa dia telah membunuh seorang Qibti dan karenanya Firaun dengan kaumnya telah sepakat untuk membunuhnya.
Kalau sebelum ini yang mendorongnya meninggalkan Madyan menuju Mesir karena sangat rindu kepada kampung halaman dan sanak keluarga dan ia berani melakukan hal.
itu karena dia mengharapkan orang Mesir telah lupa akan kejadian di masa yang lampau dan iapun dapat memasukinya secara diam-diam, tetapi ia sekarang harus kembali ke sana secara terang-terangan dan untuk menentang kekuasaan Firaun yang perkasa.
Pastilah Firaun dan kaumnya akan membunuhnya.
Mulailah dia merasa khawatir terhadap dirinya kalau dia pergi sendirian.
Yang lebih mengkhawatirkannya lagi kalau ia sudah dibunuh Firaun tentu risalah Tuhannya tidak jadi sampai kepada kaumnya.

Al Qashash (28) ayat 32 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Qashash (28) ayat 32 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Qashash (28) ayat 32 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Masukkan tanganmu ke dalam kantong bajumu! Tangan itu akan bercahaya putih tanpa cacat.
Lalu dekapkanlah kedua tanganmu ke dadamu, agar hilang rasa takut.
Jangan panik ketika kamu menyaksikan tongkat itu berubah menjadi ular atau saat tanganmu berubah putih berkilau.
Kedua hal itu adalah mukjizat yang datang dari Allah.
Hadapilah Fir'aun dan pengikutnya dengan kedua mukjizat itu, ketika mereka menyambut kerasulanmu dengan pendustaan dan keluar dari jalan Allah."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Masukkanlah) sisipkanlah (tanganmu) yang sebelah kanan, yang dimaksud adalah telapak tangannya (ke leher bajumu) maksudnya, kerah baju gamismu, kemudian keluarkanlah kembali (niscaya ia keluar) berbeda keadaannya dengan tangan yang biasanya (putih tidak bercela) maksudnya bukan karena penyakit sopak.
Nabi Musa memasukkan tangannya itu sesuai dengan perintah, kemudian ia mengeluarkannya kembali, tiba-tiba tampak bagaikan cahaya matahari yang menyilaukan pandangan mata (dan dekapkanlah tanganmu itu ke dadamu bila ketakutan) dapat dibaca Ar Rahbi dan Ar Rahbu yang artinya takut disebabkan sinar tangan tadi.
Maksudnya jika kamu merasa takut maka masukkan kembali tanganmu itu ke dalam bajumu, niscaya kembali kepada keadaan semula.
Pengertian tangan diungkapkan dengan istilah Janah yang artinya sayap, karena kedua tangan bagi manusia fungsinya sama dengan dua sayap bagi burung (maka yang demikian itu adalah dua) dapat dibaca Tasydid dan Takhfif, yakni Fadzanika dan Fadzannika, yang dimaksud adalah tongkat dan tangan itu, keduanya merupakan lafal Muannats dan Musyar ilaih dalam bentuk mudzakar karena khabarnya mudzakar (mukjizat) yang diturunkan (dari Rabbmu yang akan kamu hadapkan kepada Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik").

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Masukkanlah tanganmu di celah bajumu di bagian atas dadamu, lalu keluarkanlah, maka ia pun keluar bersinar putih seperti salju bukan karena sakit atau karena penyakit sopak.
Genggamlah tanganmu kepada dirimu agar kamu merasa aman dari ketakutan.
Dua perkara tersebut yang telah Aku perlihatkan kepadamu wahai Musa, berupa perubahan tongkat menjadi ular, menjadikan tanganmu putih bersinar bukan karena sakit atau penyakit sopak, merupakan dua mukjizat dari Rabbmu kepada Fir’aun dan para pembesar kaumnya.
Sesungguhnya Fir’aun dan para tokohnya adalah orang-orang yang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit.
(Al Qashash:32)

Yakni apabila kamu masukkan tanganmu ke leher bajumu, lalu kamu keluarkan, maka sesungguhnya tanganmu itu akan mengeluarkan sinar berkilauan seakan-akan sinar kilat yang menyilaukan.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

bukan karena penyakit.
(Al Qashash:32)

Maksudnya, bukan karena terkena penyakit.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan.
(Al Qashash:32)

Mujahid mengatakan bahwa hal itu dilakukan bila merasa terkejut.
Qatadah mengatakan bila merasa takut.
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam dan Ibnu Jarir mengatakan, hal tersebut dilakukan bila ia merasa takut terhadap ular itu.
Tetapi makna yang dimaksud lebih umum daripada semua pendapat di atas.
Jelasnya, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa bila ia merasa takut hendaknya mendekapkan tangannya ke dadanya, apabila Musa melakukan hal tersebut, niscaya akan hilanglah rasa takutnya.
Dan barangkali bila seseorang melakukan hal tersebut hanya sekadar ikut-ikutan, saat ia merasa takut, lalu ia meletakkan tangannya ke dadanya, niscaya akan lenyaplah atau menjadi ringanlah rasa takutnya dengan seizin Allah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi ibnu Taglab Asy-Syekh Saleh, telah menceritakan kepada kami Abu Isma'il Al-Muaddib, dari Abdullah ibnu Muslim, dari Mujahid yang mengatakan bahwa sebelum itu hati Musa 'alaihis salam selalu dicekam oleh rasa takut terhadap Fir'aun.
Dan apabila dia melihat Fir'aun, ia membaca doa berikut:

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pertolongan kepada­Mu dalam menghadapinya dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejahatannya.

Maka Allah mencabut dari hati Musa 'alaihis salam rasa takut yang mencekamnya dan mengalihkannya ke dalam hati Fir'aun.
Sejak saat itu apabila Fir'aun melihat Musa, maka ia terkencing-kencing bagaikan keledai karena ketakutan terhadap Musa.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu.
(Al Qashash:32)

Yakni tongkat yang dilemparkan kemudian berubah wujud menjadi ular, dan memasukkan tangan ke leher baju, setelah dikeluarkan tangan mengeluarkan cahaya yang bukan karena penyakit.
Keduanya merupakan bukti akurat yang jelas menunjukkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Berbuat lagi Maha Melakukan apa yang dikehendaki-Nya, juga menunjukkan kebenaran predikat kenabian orang yang menimbulkan peristiwa yang bertentangan dengan hukum alam tersebut.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

(yang akan kamu kemukakan) kepada Fir’aun dan pembesar-pembesar (kerajaan)nya.
(Al Qashash:32)

Yaitu kepada para pemimpin dan para pembesar kerajaan Fir'aun dan juga para pengikutnya.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik.
(Al Qashash:32)

Artinya, keluar dari jalan ketaatan kepada Allah lagi menentang perintah dan agama-Nya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Qashash (28) Ayat 32

JAYB
جَيْب

Arti lafaz jayb ialah saku dan bentuk jamaknya adalah juyuub.

Lafaz jayb dalam bentuk tunggal diulang dua kali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-An­ Naml (27), ayat 12;
-Al Qashash (28), ayat 32.

Keduanya disebut berhubungan erat dengan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Musa.

Sewaktu Nabi Musa dalam perjalanan kembali ke Mesir dari Madyan, beliau diberi mukjizat oleh Allah yaitu apabila beliau me­masukkan tangannya ke dalam saku (jayb) miliknya, terpancar warna putih bersinar dari tangannya, bukan karena penyakit. Ahli tafsir berbeda pendapat dalam men­afsirkan jayb. Ada yang metafsirkan­nya dengan saku pakaian yang dipakai Nabi Musa, ada juga yang mengartikannya dengan ketiak karena bentuknya adalah sama dengan saku yaitu sama-sama berbentuk seperti koyakan yang terbuka. Dan ada juga yang menafsirkannya dengan koyakan baju bahagian dada atas dekat dengan leher se­hingga maksudnya ialah Nabi Sulaiman me­masukkan tangannya ke dada melalui koyak­an baju bahagian atas itu. Ini adalah diantara mukjizat yang ditunjukkan oleh Nabi Musa kepada Fir'aun dan kaumnya.

Sedangkan dalam bentuk jamak (juyuub) disebut sekali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah An Nuur (24), ayat 31. Ia berkaitan dengan cara berpakaian yang mesti dipatuhi oleh wanita muslimah yaitu mestilah mereka menutup juyubnya dengan tudung yang dipakai.

Imam Sa'id bin Jubair menafsirkan juyuub dengan sebelah atas dada yang dekat dengan leher dan juga bahagian dada. Bahagian-bahagian ini mesti ditutup supaya tidak terlihat.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:152

Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa 'alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu'aib 'alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya'ni pengalaman­nya dengan Fir'aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu'aib 'alaihis salam menjawab bahwa Musa 'alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa 'alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir'aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir'aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur'an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur'an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w


Gambar Kutipan Surah Al Qashash Ayat 32 *beta

Surah Al Qashash Ayat 32



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Qashash

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku