Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 25 [QS. 28:25]

فَجَآءَتۡہُ اِحۡدٰىہُمَا تَمۡشِیۡ عَلَی اسۡتِحۡیَآءٍ ۫ قَالَتۡ اِنَّ اَبِیۡ یَدۡعُوۡکَ لِیَجۡزِیَکَ اَجۡرَ مَا سَقَیۡتَ لَنَا ؕ فَلَمَّا جَآءَہٗ وَ قَصَّ عَلَیۡہِ الۡقَصَصَ ۙ قَالَ لَا تَخَفۡ ٝ۟ نَجَوۡتَ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ
Fajaa-athu ihdaahumaa tamsyii ‘alaastihyaa-in qaalat inna abii yad’uuka liyajziyaka ajra maa saqaita lanaa falammaa jaa-ahu waqash-sha ‘alaihil qashasha qaala laa takhaf najauta minal qaumizh-zhaalimiin(a);
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata,
“Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.”
Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata,
“Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”
―QS. Al Qashash [28]: 25

Then one of the two women came to him walking with shyness.
She said,
"Indeed, my father invites you that he may reward you for having watered for us."
So when he came to him and related to him the story, he said,
"Fear not.
You have escaped from the wrongdoing people."
― Chapter 28. Surah Al Qashash [verse 25]

فَجَآءَتْهُ maka datanglah kepadanya (Musa)

Then came to him
إِحْدَىٰهُمَا salah seorang dari keduanya

one of the two women
تَمْشِى ia berjalan

walking
عَلَى atas/dengan

with
ٱسْتِحْيَآءٍ kemalu-maluan

shyness.
قَالَتْ ia berkata

She said,
إِنَّ sesungguhnya

"Indeed,
أَبِى bapakku

my father
يَدْعُوكَ memanggil kamu

calls you,
لِيَجْزِيَكَ untuk memberi balasan kepadamu

that he may reward you
أَجْرَ upah

(the) reward
مَا apa

(for) what
سَقَيْتَ yang kamu memberi minum

you watered
لَنَا untuk kami

for us."
فَلَمَّا maka tatkala

So when
جَآءَهُۥ (Musa) datang kepadanya

he came to him
وَقَصَّ dan dia menceriterakan

and narrated
عَلَيْهِ atasnya/kepadanya

to him
ٱلْقَصَصَ cerita

the story,
قَالَ (Syu’aib) berkata

he said,
لَا jangan

"(Do) not
تَخَفْ kamu takut

fear.
نَجَوْتَ kamu telah selamat

You have escaped
مِنَ dari

from
ٱلْقَوْمِ kaum

the people –
ٱلظَّٰلِمِينَ orang-orang yang zalim

the wrongdoers."

Tafsir

Alquran

Surah Al Qashash
28:25

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 25. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini dijelaskan bagaimana akhir penderitaan yang dialami Musa dengan dikabulkan doanya oleh Allah.
Tak disangka-sangka, datanglah salah seorang dari kedua gadis itu dengan agak malu-malu dan berkata kepada Musa bahwa ayahnya mengundang Musa datang ke rumahnya untuk sekadar membalas budi baik Musa yang telah menolong mereka mengambil air minum dan memberi minum binatang ternak mereka.

Musa dapat memahami bahwa kedua gadis itu berasal dari keluarga orang baik-baik, karena melihat sikapnya yang sopan dan di waktu datang kepadanya dan mendengar bahwa yang mengundang datang ke rumahnya itu bukan dia sendiri melainkan ayahnya.
Kalau gadis itu sendiri yang mengundang, mungkin timbul kesan yang tidak baik terhadapnya.


Para mufasir berbeda pendapat tentang ayah gadis itu apakah dia Nabi Syuaib atau bukan.
Sebagian ulama berpendapat bahwa ayah kedua gadis itu adalah seorang pemuka agama yang saleh dan telah berusia lanjut.

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa ayah wanita itu adalah Nabi Syuaib tidak bisa diterima karena Nabi Syuaib hidup jauh sebelum Nabi Musa.



Akhirnya berangkatlah Musa bersama gadis itu ke rumah orang tua mereka.

Setelah sampai, Musa menceritakan kepada orang tua gadis itu riwayat hidupnya bersama Fir’aun, bagaimana kesombongan dan penghinaannya terhadap Bani Israil, sampai kepada keputusan dan perintah untuk membunuhnya, sehingga ia lari dari Mesir karena takut dibunuh.
Orang tua itu mendengarkan cerita Musa dengan penuh perhatian.

Setelah Musa selesai bercerita, orang tua itu berkata kepadanya,
"Engkau tidak perlu merasa takut dan khawatir karena engkau telah lepas dari kekuasaan orang-orang zalim itu.
Mereka tidak akan dapat menangkapmu, karena engkau telah berada di luar batas kerajaan mereka.
"
Dengan demikian, hati Musa merasa tenteram karena ia sudah mendapat perlindungan di rumah seorang pemuka agama yang besar pengaruhnya di kawasan tersebut.

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Salah seorang dari dua wanita yang dikirim oleh ayahnya–setelah si ayah mendengar apa yang telah dilakukan Musa pada kedua wanita itu–datang menemui Musa dengan malu-malu.
Kepadanya, wanita itu berkata,
"Ayahku memanggilmu untuk memberi upah kerjamu mengambilkan kami air. "
Sampai di rumah sang ayah, Musa lantas mengisahkan perjalanannya dari negeri Mesir.
Orang tua itu berkata,
"Jangan takut! Kamu telah selamat dari orang-orang zalim, karena Fir’aun tidak memiliki kekuasaan apa-apa atas kami. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Lalu salah seorang wanita yang ternaknya diberi minum oleh Musa datang kepada Musa dengan berjalan penuh malu, dia berkata:
Sesungguhnya bapakku mengundangmu untuk memberimu upah atas apa yang kamu lakukan kepada kami.
Maka Musa berjalan mengikutinya kepada bapaknya.


Manakala Musa bertemu bapaknya, dia menceritakan kisahnya dengan Fir’aun dan kaumnya.
Maka bapak kedua wanita tersebut berkata kepada Musa:
Jangan takut, kamu telah selamat dari kaum yang zalim, dan mereka adalah Fir’aun dan bala tentaranya, karena mereka tidak memiliki kekuasaan di negeri kami.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan) seraya menutupkan kain kerudung ke mukanya karena malu kepada Nabi Musa


(ia berkata,
"Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap kebaikanmu memberi minum ternak kami") Nabi Musa memenuhi panggilannya dan menolak dalam hatinya upah yang akan diberikan kepadanya, karena seolah-olah wanita itu bermaksud hendak memberi upah dan menganggap dirinya sebagai seorang upahan.
Kemudian wanita itu berjalan di muka Nabi Musa tiba-tiba angin meniup kainnya, sehingga terlihat kedua betisnya.
Lalu Nabi Musa berkata kepadanya,
"Berjalanlah engkau di belakangku dan tunjukkanlah jalan itu kepadaku".
Wanita itu menuruti apa yang dikatakan oleh Nabi Musa, sehingga Nabi Musa sampai ke tempat bapak wanita itu, dia adalah Nabi Syuaib Musa sampai di hadapannya ternyata telah disiapkan makan malam, maka Nabi Syuaib berkata,
"Duduklah, kemudian makan malamlah".
Nabi Musa menjawab,
"Aku khawatir jika makan malam ini sebagai imbalan karena aku telah memberi minum ternak keduanya, sedangkan aku berasal dari ahlul bait yang tidak pernah meminta imbalan dari suatu pekerjaan yang baik".
Nabi Syuaib berkata,
"Tidak, ini merupakan tradisiku dan tradisi nenek moyangku.
Kami biasa menjamu tamu kami, juga biasa memberi makan".
Nabi Musa baru mau memakannya dan menceritakan kepadanya semua apa yang telah ia alami.
Untuk itu maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,


("Maka tatkala Musa mendatangi bapak wanita itu dan menceritakan kepadanya kisah mengenai dirinya) lafal Al Qashash adalah Mashdar yang bermakna Isim Maf’ul, maksudnya Nabi Musa menceritakan kepadanya tentang pembunuhannya terhadap seorang bangsa Mesir dan niat bangsa Mesir untuk membunuhnya, serta kekhawatirannya terhadap Firaun


(Syuaib berkata, ‘Janganlah kamu takut! Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim‘.") karena tidak ada kekuasaan bagi Firaun atas negeri Madyan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Setelah kedua wanita itu pulang dengan cepat membawa ternak kambingnya, maka ayah mereka merasa heran karena keduanya kembali begitu cepat, lain dari biasanya.
Lalu ayah mereka menanyakan apa yang dialami oleh keduanya, maka keduanya menceritakan apa yang telah dilakukan oleh MusaMusa menghadap kepadanya.
Hal ini dikisahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan.
(QS. Al-Qashash [28]: 25)

Yakni seperti jalannya perawan, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Amirul Mukminin Umar r.a. yang telah mengatakan bahwa wanita itu datang dengan menutupi wajahnya memakai lengan bajunya (sebagaimana layaknya seorang perawan).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun yang mengatakan,
"Umar ibnul Khattab r.a. pernah mengatakan bahwa wanita itu datang berjalan kaki dengan kemalu-maluan seraya menutupkan kain bajunya ke wajahnya dengan sikap yang sopan dan tutur kata yang halus."
Sanad riwayat ini sahih.


Al-Jauhari mengatakan bahwa السَّلْفَعُ dikaitkan dengan lelaki artinya pemberani, dan dikaitkan dengan wanita artinya pemberani lagi ambisius, sedangkan dikaitkan dengan unta betina artinya yang kuat.

Ia berkata,
"Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami."
(QS. Al-Qashash [28]: 25)

Undangan tersebut diungkapkannya dengan sopan dan tutur kata yang beretika.
Ia tidak mengundangnya secara langsung agar tidak menimbulkan kecurigaan atau tanda tanya, bahkan ia mengatakan:
"Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum ternak kami."
(QS. Al-Qashash-25)
Yakni untuk memberimu imbalan atas jasamu memberi minum ternak kami.

Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya dan menceritakan kepadanya kisah (tentang dirinya).
(QS. Al-Qashash [28]: 25)

Musa mengisahkan kepadanya cerita tentang dirinya dan latar belakang yang menyebabkannya keluar meninggalkan negerinya.

Syu’aib berkata,
"Janganlah kamu takut.
Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu."
(QS. Al-Qashash [28]: 25)

Maksudnya, tenangkanlah dirimu dan bergembiralah, sesungguhnya engkau telah keluar dari wilayah kekuasaan mereka, maka tiada kekuasaan bagi mereka di negeri kami.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.
(QS. Al-Qashash [28]: 25)

Ulama tafsir berbeda pendapat mengenai siapa yang dimaksud dengan bapak wanita itu.
Banyak pendapat di kalangan mereka, antara lain ada yang mengatakan bahwa lelaki itu adalah Syu’aib ‘Madyan.
Pendapat inilah yang terkenal di kalangan kebanyakan ulama, dan dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz Al-Azdi, telah menceritakan kepada kami Malik ibnu Anas, telah sampai suatu berita kepadanya yang mengatakan bahwa lelaki yang didatangi oleh Musa —lalu Musa menceritakan kisah perihal dirinya— itu adalah Syu’aib.
Syu’aib menjawab:
Janganlah kamu takut.
Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.
(QS. Al-Qashash [28]: 25)

Imam Tabrani telah meriwayatkan melalui Salamah ibnu Sa’d Al-Gazi bahwa ia menjadi delegasi kaumnya menghadap kepada Rasulullah ﷺ Maka beliau ﷺ bersabda kepadanya:


Selamat datang, kaum Syu’aib dan kaum dua saudara perempuan Musa, engkau telah mendapat petunjuk.

Ulama lainnya mengatakan bahwa lelaki itu adalah keponakan Nabi Syu’aib.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, lelaki itu adalah orang mukmin dari kalangan kaumnya Nabi Syu’aib.

Ulama lainnya lagi mengatakan bahwa Syu’aib ‘Musafirman-Nya bahwa Syu’aib berkata kepada kaumnya:

sedangkan kaum Lut tidak (pula) jauh dari kamu.
(QS. Hud [11]: 89)

Dan binasanya kaum Lut terjadi di masa Nabi IbrahimAlquran.
Telah diketahui pula bahwa jarak antara masa Nabi Ibrahim dan Nabi Musa cukup jauh, lebih dari empat abad, sebagaimana yang telah disebutkan oleh banyak ulama.
Dan mengenai pendapat yang mengatakan bahwa Nabi Syu’aib hidup dalam masa yang lama, tiada lain —hanya Allah Yang Maha Mengetahui— hanyalah untuk menghindari kemusykilan ini.
Kemudian hal yang menguatkan bahwa lelaki itu bukanlah Syu’aib ialah seandainya dia adalah Syu’aib sudah dapat dipastikan Alquran akan menyebutkan namanya dengan jelas dalam kisah ini, dan ternyata kenyataannya tidak.

Sedangkan mengenai apa yang disebutkan dalam salah satu hadis yang menjelaskan bahwa nama lelaki itu adalah Syu’aib dalam kisah Musa, sanadnya tidak sahih seperti apa yang akan kami jelaskan, insya Allah.
Kemudian menurut keterangan yang didapat di dalam kitabkitab kaum Bani Israil, nama lelaki tersebut adalah Sairun, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Abu Ubaidah ibnu Abdullah ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Sairun adalah keponakan Nabi Syu’aib ‘Telah diriwayatkan dari Abu Hamzah, dari Ibnu Abbas, bahwa orang yang menyewa Nabi MusaMadyan.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa masalah ini tidak dapat dipastikan kecuali berdasarkan hadis yang dapat dijadikan pegangan sebagai hujah dalam masalah ini.

Unsur Pokok Surah Al Qashash (القصص)

Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi MusaQibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘Musazalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat-sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam perjuangannya menghadapi musuh-musuh agama.

Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al-Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi MusaMusa.

Keimanan:

▪ Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentuan itu.
▪ Alam adalah fana, hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kembali kepada Allah.
▪ Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Kisah:

▪ Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil.
Musa `alaihis salam dilemparkan ke sungai Nil.
▪ Seorang Qibthi terbunuh oleh Musa `alaihis salam.
Musa `alaihis salam di Mad-yan.
Musa `alaihis salam menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur.
▪ Kisah Karun.

Lain-lain:

Alquran menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ.
▪ Akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat.
Hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.
▪ Hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman.
▪ Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri.
▪ Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya.
▪ Keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka di hari kiamat.
▪ Pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia.
▪ Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan.
▪ Janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad ﷺ

Audio

QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 88 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 88

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qashash ayat 25 - Gambar 1 Surah Al Qashash ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 28:25
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,”Cerita-Cerita”) adalah surah ke-28 dalam Alquran.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

“Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: ‘Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.’”

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir’aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah28
Nama SurahAl Qashash
Arabالقصص
ArtiKisah
Nama lainMusa dan Fir’aun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu49
JuzJuz 20
Jumlah ruku’9 ruku’
Jumlah ayat88
Jumlah kata1443
Jumlah huruf5933
Surah sebelumnyaSurah An-Naml
Surah selanjutnyaSurah Al-‘Ankabut
Sending
User Review
4.6 (8 votes)
Tags:

28:25, 28 25, 28-25, Surah Al Qashash 25, Tafsir surat AlQashash 25, Quran AlQasas 25, Al Qasas 25, AlQasas 25, Al-Qasas 25, Surah Al Qasas ayat 25

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 35 [QS. 11:35]

Allah menceritakan kisah Nabi Nuh untuk meneguhkan hati Rasulullah dan sebagai pelajaran bagi masyarakat. Namun demikian, ternyata kaum kafir Mekah tetap enggan percaya bahkan mereka kelompok orang ka … 11:35, 11 35, 11-35, Surah Hud 35, Tafsir surat Hud 35, Quran Hud 35, Surah Hud ayat 35

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 5 [QS. 12:5]

Kemudian dia”Nabi Yakub”berkata kepada putranya, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu. Aku khawatir apabila mereka tahu, mereka akan membuat tipu daya untuk membi … 12:5, 12 5, 12-5, Surah Yusuf 5, Tafsir surat Yusuf 5, Quran Yusuf 5, Surah Yusuf ayat 5

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Benar! Kurang tepat!

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Maha Pemberi Nikmat Maha Penguasa Hari Kiamat Maha Akhir Maha

Kuis Agama Islam #31

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan … Ilmu kalam Akhlaq Tauhid Al-Yakiin Aqidah Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … berbohong dalam keadaan terpaksa berkata yang baik menolong tetangga yang kafir

Instagram