Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 24 [QS. 28:24]

فَسَقٰی لَہُمَا ثُمَّ تَوَلّٰۤی اِلَی الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّیۡ لِمَاۤ اَنۡزَلۡتَ اِلَیَّ مِنۡ خَیۡرٍ فَقِیۡرٌ
Fasaqa lahumaa tsumma tawalla ilazh-zhilli faqaala rabbi innii limaa anzalta ilai-ya min khairin faqiirun;
Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa,
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.”
―QS. Al Qashash [28]: 24

Daftar isi

So he watered (their flocks) for them;
then he went back to the shade and said,
"My Lord, indeed I am, for whatever good You would send down to me, in need."
― Chapter 28. Surah Al Qashash [verse 24]

فَسَقَىٰ maka (Musa) memberi minum
So he watered
لَهُمَا kepada keduanya
for them.
ثُمَّ kemudian
Then
تَوَلَّىٰٓ dia berpaling/kembali
he turned back
إِلَى kepada/ke
to
ٱلظِّلِّ tempat yang teduh
the shade
فَقَالَ lalu dia berkata/berdo’a
and said,
رَبِّ ya Tuhanku
"My Lord!
إِنِّى sesungguhnya aku
Indeed, I am
لِمَآ terhadap apa
of whatever
أَنزَلْتَ Engkau turunkan
You send
إِلَىَّ kepadaku
to me
مِنْ dari
of
خَيْرٍ kebaikan
good
فَقِيرٌ sangat memerlukan
(in) need."

Tafsir Al-Quran

Surah Al Qashash
28:24

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 24. Oleh Kementrian Agama RI


Dengan cepat Musa mengambil air untuk kedua gadis itu agar memberi minum kambing mereka.
Karena kelelahan, ia berlindung di bawah sebatang pohon sambil merasakan lapar dan haus karena sudah beberapa hari tidak makan kecuali daun-daunan.

Musa berdoa kepada Allah karena ia sangat membutuhkan rahmat dan kasih sayang-Nya, untuk melenyapkan penderitaan yang dialaminya.

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 24. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Musa dengan sukarela membantu kedua wanita untuk mengambil air.
Kemudian Musa bersandar pada sebatang pohon untuk melepas lelah.


Dengan penuh kerendahan hati, Musa berdoa,
"Ya Tuhan, aku sangat membutuhkan rezeki dan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka Musa memberi minum ternak dua wanita tersebut, lalu dia menyingkir ke bawah pohon dan berteduh dibawahnya.
Musa berkata:
Ya Rabbi, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kebaikan apa pun yang Engkau berikan kepadaku, seperti makanan.


Hal itu karena ia sudah didera rasa lapar.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka Musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya) dari air sumur lain yang berada di dekat sumur itu, kemudian Nabi Musa mengangkat batu besar yang menutupinya, konon batu itu hanya dapat diangkat oleh sepuluh orang yang kuat


(kemudian ia kembali) setelah itu Musa kembali lagi


(ke tempat yang teduh) di bawah pohon Samurah, karena pada saat itu hari sangat panas dan ia dalam keadaan lapar


(lalu berdoa,
"Ya Rabbku! Sesungguhnya aku terhadap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku) yang dimaksud adalah makanan


(sangat memerlukan.") sangat membutuhkannya.
Lalu kedua wanita itu kembali ke rumah bapak mereka, kejadian ini membuat bapaknya terkejut, karena mereka berdua kembali lebih cepat dari biasanya.
Maka bapaknya menanyakan tentang hal tersebut.
Lalu diceritakan kepadanya tentang seorang lelaki yang telah menolongnya memberi minum ternaknya.
Bapak mereka bertanya kepada salah seorang dari keduanya,
"Coba panggillah dia untuk menghadap kepadaku".
Lalu Allah berfirman,

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam firman berikutnya disebutkan:

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.
(QS. Al-Qashash [28]: 24)

Abu Bakar ibnu Abu Syaibah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun Al-Audi, dari Umar ibnul Khattab r.a., bahwa Musaalaihis salam setelah sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai sekumpulan orang-orang yang sedang memberi minum ternak mereka.
Setelah selesai, lalu mereka mengembalikan batu besar penutup sumur itu yang tidak dapat diangkat kecuali hanya oleh sepuluh orang laki-laki.
Tiba-tiba Musa melihat dua orang wanita yang sedang menambat ternaknya.
Ia bertanya,
"Apakah gerangan yang dialami oleh kamu berdua?"
Lalu keduanya menceritakan perihal dirinya kepada Musa, maka Musa mendatangi batu besar itu dan mengangkatnya sendirian.
Kemudian tidaklah ia memberi minum ternak keduanya, melainkan cukup hanya dengan setimba air dan ternyata ternak kedua wanita itu kenyang.
Sanad riwayat ini sahih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kemudian dia kembali ke tempat yang teduh, lalu berdoa,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".
(QS. Al-Qashash [28]: 24)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Musa berjalan meninggalkan negeri Mesir di malam hari menuju ke negeri Madyan, sedangkan ia tidak membawa bekal makanan, terkecuali hanya sayuran dan dedaunan pohon.
Dia berangkat tanpa alas kaki.
Ketika sampai di negeri Madyan, kedua telapak kakinya melepuh, lalu ia duduk istirahat di bawah naungan sebuah pohon.
Padahal dia adalah makhluk pilihan Allah dari makhluk-Nya, namun perutnya benar-benar kempis seakan-akan menyatu dengan punggungnya karena kelaparan, dan sesungguhnya seakan-akan hijaunya sayur-sayuran yang dimakannya kelihatan dari balik perutnya.
Sesungguhnya dia benar-benar sangat membutuhkan buah kurma, walaupun hanya satu biji atau separuhnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

ke tempat yang teduh.
(QS. Al-Qashash [28]: 24)

Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan As-Saddi mengatakan bahwa Musa duduk istirahat di bawah sebuah pohon.


Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Husain ibnu Amr Al-Anqazi, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa ia memacu untanya selama dua malam, akhirnya sampailah ia ke negeri Madyan, lalu ia menanyakan tentang pohon yang pernah dipakai untuk bernaung oleh Nabi Musaalaihis salam Ternyata pohon itu sangat hijau yang penuh dengan dedaunan.
Lalu untanya yang sedang kelaparan langsung memakan dedaunannya.
Selama sesaat untanya memakan dedaunan pohon itu, lalu memamahnya.
Maka ia berdoa untuk Musaalaihis salam, setelah itu Ibnu Mas’ud pergi meninggalkannya.

Menurut riwayat lain yang bersumber dari Ibnu Mas’ud, ia pergi menuju ke pohon yang Musa pernah diajak berbicara langsung oleh Allah, seperti yang akan dijelaskan kemudian, insya Allah, dan hanya Allah­lah Yang Maha Mengetahui.

As-Saddi mengatakan, pohon tersebut adalah pohon samur.


Ata ibnus Sa’ib mengatakan bahwa ketika Musa berdoa:
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.
(QS. Al-Qashash [28]: 24)
Doanya itu terdengar oleh wanita tersebut.

Unsur Pokok Surah Al Qashash (القصص)

Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musaalaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yakni pengalamannya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musaalaihis salam telah selamat dari pengejaran orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat-sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam perjuangannya menghadapi musuh-musuh agama.

Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al-Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musaalaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

▪ Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentuan itu.
▪ Alam adalah fana, hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kembali kepada Allah.
▪ Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Kisah:

▪ Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil.
Musa `alaihis salam dilemparkan ke sungai Nil.
▪ Seorang Qibthi terbunuh oleh Musa `alaihis salam.
Musa `alaihis salam di Mad-yan.
Musa `alaihis salam menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur.
▪ Kisah Karun.

Lain-lain:

Alquran menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ.
▪ Akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat.
Hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.
▪ Hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman.
▪ Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri.
▪ Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya.
▪ Keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka di hari kiamat.
▪ Pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia.
▪ Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan.
▪ Janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad ﷺ

Audio Murottal

QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 88 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 88

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qashash ayat 24 - Gambar 1 Surah Al Qashash ayat 24 - Gambar 2
Statistik QS. 28:24
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,”Cerita-Cerita”) adalah surah ke-28 dalam Alquran.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

“Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: ‘Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.’”

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir’aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-‘Ankabut
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
28:24, 28 24, 28-24, Surah Al Qashash 24, Tafsir surat AlQashash 24, Quran AlQasas 24, Al Qasas 24, AlQasas 24, Al-Qasas 24, Surah Al Qasas ayat 24
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 28:24

More Videos

Kandungan Surah Al Qashash

۞ QS. 28:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 28:6 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 28:7 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:9 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:13 • Allah menepati janji

۞ QS. 28:15 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 28:16 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 28:17 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:21 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:22 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 28:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:25 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:28 Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 28:30 Tauhid Rububiyyah • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:31 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 28:32 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:33 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:34 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 28:35 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:36 • Mendustai Allah

۞ QS. 28:37 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 28:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:39 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 28:40 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 28:41 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:42 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 28:43 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 28:46 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:47 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 28:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 28:50 Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 28:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 28:53 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:54 • Amal shaleh sebagai pelebur dosa-dosa kecil • Pelebur dosa kecil • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 28:56 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 28:57 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:58 • Al Warits (Yang mewariskan alam) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 28:59 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:60 • Sifat surga dan kenikmatannya • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 28:61 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 28:62 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:63 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:64 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 28:65 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:66 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 28:67 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 28:68 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 28:69 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:70 Tauhid UluhiyyahAl Hakam (Maha memberi keputusan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 28:71 Tauhid Uluhiyyah • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 28:72 Tauhid Uluhiyyah • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 28:73 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:74 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan •

۞ QS. 28:75 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 28:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 28:77 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 28:78 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:79 • Macam-macam fitnah

۞ QS. 28:80 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 28:81 • Azab orang kafir

۞ QS. 28:82 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:83 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 28:84 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 28:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 28:86 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 28:87 Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 28:88 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama para nabi

Ayat Pilihan

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu),
hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,
dia berkata:
“Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.”
QS. Al-Mu’minun [23]: 99-100

Hai anak Adam, sungguh Kami telah turunkan kepadamu pakaian untuk menutup aurat & pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu sebagian dari kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka slalu ingat
QS. Al-A’raf [7]: 26

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) & mohonlah ampun kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. Al-Baqarah [2]: 199

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Correct! Wrong!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Correct! Wrong!

+

Array

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Correct! Wrong!

Al Falaq artinya ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus Istilah Islam

isim

Apa itu isim? Pengertian isim adalah kata benda dalam bahasa arab. Secara bahasa adalah yang dinamakan. Para Ulama berpendapat dalam kitab Syarah Mukhtahsar bahwa isim adalah.. “Kata yang mengandung...

al-fusuq

Apa itu al-fusuq? Arti fusuq adalah saling memanggil dengan julukan-julukan yang buruk. Syekh Ahmad bin Abu Bakar bin Ismail al-Bushiri dalam karyanya berjudul Ithaf al-Khairah al-Mahrah bi Zawaid al-...

Yahudi

Apa itu Yahudi? Yahudi adalah istilah yang merujuk kepada sebuah agama, etnisitas, atau suku bangsa. Sebagai agama, istilah ini merujuk kepada umat yang beragama Yahudi. Berdasarkan etnisitas, kata in...