QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 32 [QS. 68:32]

عَسٰی رَبُّنَاۤ اَنۡ یُّبۡدِلَنَا خَیۡرًا مِّنۡہَاۤ اِنَّاۤ اِلٰی رَبِّنَا رٰغِبُوۡنَ
‘Asa rabbunaa an yubdilanaa khairan minhaa innaa ila rabbinaa raaghibuun(a);

Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu, sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
―QS. 68:32
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah pasukan bergajah ▪ Azab orang kafir
68:32, 68 32, 68-32, Al Qalam 32, AlQalam 32, Al-Qalam 32

Tafsir surah Al Qalam (68) ayat 32

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah saling menyalahkan, akhirnya mereka menyesali diri masing-masing.
Mereka lalu menyadari bahwa tindakan dan sikap merekalah yang mengundang nasib yang demikian.
Mereka berkata, “Sesungguhnya kamilah yang bersalah.
Kami telah melanggar garis-garis yang telah ditetapkan Allah dengan tidak memberikan hak-hak fakir-miskin, yang ada pada harta kami.
Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kami kebun yang lebih baik dari yang telah musnah ini.
Kami benar-benar akan bertobat, tunduk, dan patuh menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.
Semoga Allah menganugerahkan yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.” Menurut riwayat dari Mujahid, setelah mereka bertobat, maka Allah menganugerahkan kebun yang lebih baik dari kebun mereka yang musnah dan mengabulkan doa-doa mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Semoga Allah mengganti kebun kita dengan yang lebih baik.
Sesungguhsnya hanya kepada Tuhan kita sajalah kita mengharap ampunan dan ganti.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mudah-mudahan Rabb kita memberikan ganti kepada kita) dapat dibaca yubdilanaa dan yubaddilanaa (yang lebih baik daripada itu, sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Rabb kita.”) Supaya Dia menerima tobat kita dan mendatangkan kepada kita kebun yang lebih baik dari kebun kita yang dahulu.

Menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa setelah itu mereka diberi kebun yang lebih baik dari yang semula.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
(Q.S. Al-Qalam [68]: 32)

Menurut suatu pendapat, mereka menginginkan dengan kesadaran dan tobat mereka itu agar diberi ganti dengan kebun yang lebih baik di dunia ini.
Dan menurut pendapat yang lain, mereka mengharapkan pahala dari Allah di negeri akhirat.
Hanya Allah-lah Yang lebih Mengetahui.

Kemudian sebagian ulama Salaf menyebutkan bahwa mereka adalah penduduk negeri Yaman.
Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa mereka dari suatu kota yang dikenal dengan nama Darwan, terletak enam mil dari kota Sana’.
Menurut pendapat yang lainnya lagi, mereka adalah penduduk negeri Habsyah, dan bahwa bapak moyang mereka telah mewariskan kebun itu kepada mereka, dan mereka adalah dari golongan Ahli Kitab.
Di masa lalu bapak moyang mereka mempunyai perjalanan hidup yang baik dalam mengolah kebunnya.
Dari hasilnya mereka mengembalikan sebagiannya untuk pengolahan kebun itu sendiri sesuai dengan keperluannya, dan sebagian yang lainnya mereka simpan buat makan setahun anak-anak mereka, sedangkan sisanya mereka sedekahkan.
Ketika bapak mereka meninggal dunia, lalu kebun itu diwarisi oleh anak-anaknya.
Maka berkatalah anak-anaknya, “Sesungguhnya bapak kita dahulu bodoh, karena dia telah membelanjakan sebagian dari hasil kebun ini untuk kaum fakir miskin.
Maka seandainya kita hentikan pembelanjaan itu, niscaya akan bertambah melimpahlah hasil yang kita peroleh nanti.” Tatkala mereka bertekad untuk melaksanakan niatnya, maka dihukumlah mereka dengan kebalikan dari apa yang mereka perkirakan.
Allah melenyapkan dari tangan mereka semua modal mereka, keuntungan dan sedekah yang biasanya dikeluarkan, semuanya ludes, tiada sesuatu pun yang tersisa bagi mereka.


Informasi Surah Al Qalam (القلم)
Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al’Alaq.

Nama “Al Qalam” diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “pena”.

Surat ini dinamai pula dengan surat “Nun” (huruf “nun”).

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung
larangan bertoleransi di bidang kepercayaan
larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah
nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap ni’mat Allah
kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka
Al Qur’an adalah peringatan bagi seluruh umat

Ayat-ayat dalam Surah Al Qalam (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qalam (68) ayat 32 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qalam (68) ayat 32 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qalam (68) ayat 32 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qalam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 68:32
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,"Kalam") adalah surah ke-68 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah 68
Nama Surah Al Qalam
Arab القلم
Arti Pena
Nama lain Nun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 2
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 301
Jumlah huruf 1288
Surah sebelumnya Surah Al-Mulk
Surah selanjutnya Surah Al-Haqqah
4.8
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta