Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 31 [QS. 68:31]

قَالُوۡا یٰوَیۡلَنَاۤ اِنَّا کُنَّا طٰغِیۡنَ
Qaaluuu yaa wailanaa innaa kunnaa thaaghiin(a);
Mereka berkata,
“Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.

―QS. Al Qalam [68]: 31

They said,
"O woe to us;
indeed we were transgressors.
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 31]

قَالُوا۟ mereka berkata

They said,
يَٰوَيْلَنَآ betapa celakanya kami

"O woe to us!
إِنَّا sesungguhnya kami

Indeed, we
كُنَّا adalah kami

[we] were
طَٰغِينَ orang-orang yang melampaui batas

transgressors.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qalam
68:31

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 31. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah saling menyalahkan, akhirnya mereka menyesali diri masing-masing.
Mereka lalu menyadari bahwa tindakan dan sikap merekalah yang mengundang nasib yang demikian.

Mereka berkata,
"Sesungguhnya kamilah yang bersalah.
Kami telah melanggar garis-garis yang telah ditetapkan Allah dengan tidak memberikan hak-hak fakir-miskin, yang ada pada harta kami.

Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kami kebun yang lebih baik dari yang telah musnah ini.
Kami benar-benar akan bertobat, tunduk, dan patuh menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Semoga Allah menganugerahkan yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat."


Menurut riwayat dari Mujahid, setelah mereka bertobat, maka Allah menganugerahkan kebun yang lebih baik dari kebun mereka yang musnah dan mengabulkan doa-doa mereka.

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 31. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Masing-masing dari mereka berhadap-hadapan saling mencela dan berkata,
"Celaka! Sesungguhnya kezaliman kita telah melampaui batas berlebihan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tatkala mereka melihat kebun mereka terbakar, mereka mengingkarinya,
"Sungguh, kita telah tersesat dari jalan menuju kebun kita."
Ketika mereka mengetahui bahwa itu adalah kebun mereka, mereka berkata,
"Sungguh, kita dihalangi dari memperoleh hasilnya karena niat kita untuk kikir dan menghalangi orang miskin.
” Berkatalah orang yang adil di antara mereka,
"Tidakkah aku telah mengatakan kepada kalian, hendaklah kalian memuji Tuhanmu dan mengucapkan, ‘Insya Allah?’"
Setelah mereka kembali pada jalan yang benar, mereka berkata,
"Mahasuci Tuhan kami atas apa yang menimpa kami akibat dari kezaliman kami.
Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim terhadap diri sendiri dan berniat jahat.
” Kemudian, sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain seraya saling mencela atas apa yang mereka tinggalkan dari memuji Allah dan karena berniat buruk.
Mereka berkata,
"Sungguh celaka, kita termasuk orang-orang yang melampaui batas, melarang fakir miskin, dan menyimpang dari perintah Allah.


Semoga Allah memberi sesuatu yang lebih baik daripada kebun kita karena kami telah bertobat dan mengakui kesalahan kami.
Kepada Allah semata kami berharap, memohon ampunan, dan kebaikan."
Yang demikian itu adalah akibat buruk yang Kami timpakan kepada para pemilik kebun, terjadi di dunia bagi siapa yang menyimpang dari perintah Allah dan kikir atas apa yang diberikan Allah kepadanya, dan sungguh siksa neraka lebih keras daripada siksa dunia.
Jika mereka mengetahui bahwa siksa Allah itu pedih, niscaya mereka akan berhati-hati dari sebab-sebab yang akan mengakibatkan datangnya siksa Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka berkata,
"Aduhai) huruf ya di sini bermakna tanbih


(celakalah kita) binasalah kita


(sesungguhnya kita ini benar-benar orang-orang yang melampaui batas.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka mengucapkan,
"Mahasuci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Qalam [68]: 29)

Maka barulah mereka menunaikan ketaatan di saat tiada gunanya lagi upaya mereka, kini mereka menyesali perbuatan mereka di saat nasi telah menjadi bubur.


Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

"Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela-mencela.
(QS. Al-Qalam [68]: 29-30)

Yaitu sebagian dari mereka mencela sebagian yang lain atas sikap mereka yang bersikeras tidak mau memberi kaum fakir miskin dari hasil panen mereka.
Maka tiadalah jawaban sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain kecuali mengakui kesalahan dan dosa mereka sendiri.

Mereka berkata,
"Aduhai, celakalah kita, sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampui batas."
(QS. Al-Qalam [68]: 31)

Yakni kami benar telah berbuat kesalahan, berbuat aniaya, dan melampaui batas sehingga kita tertimpa musibah ini.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Qalam (68) Ayat 31

THAAGHIIN
طَّٰغِين

Lafaz ini adalah ism fa’il dalam bentuk jamak mudzakkar, mufradnya ialah taaghi artinya ialah orang yang zalim, dan orang yang melampaui batas dalam kejahatan.

Ia disebut enam kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ash Shaffaat (37), ayat 30;
Shad (38), ayat 55;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 53;
Ath Thur (52),ayat 32;
Al Qalam (68), ayat 31;
-An Nabaa (78), ayat 22.

Lafaz ini dihubungkan dengan perkataan qaum yaitu kaum atau golongan.

Asy Syawkani berkata,
"Qaum thaaghun ialah kaum yang melampaui batas dalam kesesatan, kekufuran dan mendustakan rasul Allah."

Begitu juga yang terdapat dalam Tafsir Al Jalalayn yang mengandung arti orang yang sesat.

Sa’id Hawwa menafsirkan lafaz ini pada surah Ath Thur dengan kaum yang melampaui batas dalam kedegilan dan kekufuran, walaupun mereka nampak kebenaran.

Ibn Katsir berkata,
"Mereka adalah kaum yang sesat dan kufur, dan inilah yang membawa mereka ke atas apa yang mereka katakan padamu (Muhammad)," perkataan mereka itu bukanlah kesan dari akal tetapi kesan dari kekufuran dan kezaliman nafsu, dan hasilnya mereka berkata Muhammad menciptakan Al Qur’an dengan sendirinya kemudian menyandarkannya kepada Allah."

Kesimpulannya, lafaz thaaghuun atau thaaghiin membawa arti kaum atau golongan yang berada dalam kesesatan dan kekufuran yang melampau.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 335-336

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Audio

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 31 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 31 - Gambar 2
Statistik QS. 68:31
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah68
Nama SurahAl Qalam
Arabالقلم
ArtiPena
Nama lainNun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu2
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata301
Jumlah huruf1288
Surah sebelumnyaSurah Al-Mulk
Surah selanjutnyaSurah Al-Haqqah
Sending
User Review
5 (1 vote)
Tags:

68:31, 68 31, 68-31, Surah Al Qalam 31, Tafsir surat AlQalam 31, Quran Al-Qalam 31, Surah Al Qolam ayat 31

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 58 [QS. 17:58]

Dan tidak ada suatu negeri pun yang durhaka penduduknya karena kekufuran atau kejahatan perbuatannya, melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat dengan kematian atau Kami siksa penduduknya den … 17:58, 17 58, 17-58, Surah Al Israa 58, Tafsir surat AlIsraa 58, Quran Al Isra 58, Al-Isra’ 58, Surah Al Isra ayat 58

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 71 [QS. 8:71]

Boleh jadi muncul rasa kekhawatiran dalam benak Rasullah jika di kemudian hari mereka berkhianat, maka ayat ini menguatkan jiwa beliau. Jika mereka, tawanan-tawanan itu, hendak mengkhianatimu, wahai N … 8:71, 8 71, 8-71, Surah Al Anfaal 71, Tafsir surat AlAnfaal 71, Quran Al Anfal 71, AlAnfal 71, Al-Anfal 71, Surah Al Anfal ayat 71

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Lawan kata dari jujur ​​adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Benar! Kurang tepat!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَAyat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat … 4 2 6 5 3 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:وَوَضَعْنَا

Pendidikan Agama Islam #8

Orang yang menceritakan hadits disebut … sanad tabi’in haditsain tabi’ut tabi’in perawi Benar! Kurang tepat! Sumber kedua hukum dalam menetapkan

Pendidikan Agama Islam #24

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya … buah segar buah zaitun buah anggur buah kurma buah tin Benar! Kurang tepat! Dalam

Instagram