Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 25 [QS. 68:25]

وَّ غَدَوۡا عَلٰی حَرۡدٍ قٰدِرِیۡنَ
Waghadau ‘ala hardin qaadiriin(a);
Dan berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).

―QS. Al Qalam [68]: 25

And they went early in determination, (assuming themselves) able.
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 25]

وَغَدَوْا۟ dan mereka pergi pagi-pagi

And they went early
عَلَىٰ atas

with
حَرْدٍ mencegah/menghalangi

determination
قَٰدِرِينَ orang-orang yang mampu

able.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qalam
68:25

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 25. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah bangun pada pagi harinya, mereka saling memanggil dan mengajak untuk pergi ke kebun guna memetik hasilnya.
Setelah berkumpul, mereka pun berangkat dan berjalan dengan sembunyi-sembunyi sambil berbisik-bisik di antara mereka,
"Jangan biarkan seorang pun di antara orang-orang miskin itu datang ke kebun kita seperti dulu ketika ayah masih hidup.

Hendaknya seluruh panen kebun ini dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita sendiri."
Mereka pergi ke kebun pagi-pagi sekali dengan maksud agar orang-orang miskin tidak masuk ke kebun mereka dan mereka sangat yakin akan dapat memetik seluruh hasil kebun itu.

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka pergi ke kebun di pagi hari dengan niat buruk dan mengira bahwa mereka akan sangat mampu melaksanakannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan pada awal siang mereka pun pergi ke kebun mereka dengan maksud jelek menghalangi orang-orang miskin mengambil buah kebun itu, sedangkan mereka benar-benar yakin untuk bisa melakukan itu dalam sangkaan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi) orang-orang miskin


(seraya merasa mampu) yakni mampu untuk menghalangi orang-orang miskin, menurut dugaan mereka sendiri.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala Yang Mengetahui semua rahasia dan apa yang dibisikkan oleh mereka dengan sesamanya menjelaskan apa yang mereka perbincangkan dalam pembicaraan mereka yang berbisik-bisik itu, melalui firman berikutnya:

Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan,
"Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu."
(QS. Al-Qalam [68]: 23-24)

Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, bahwa jangan kamu biarkan hari ini seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan keberangkatan mereka:

Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin), padahal mereka mampu (menolongnya).
(QS. Al-Qalam [68]: 25)

Yakni mereka pergi dengan langkah yang tegap dan cepat.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin).
(QS. Al-Qalam [68]: 25)
Mereka berangkat dengan langkah penuh keyakinan dan kesungguhan.


Menurut Ikrimah, dengan langkah yang disertai dengan rasa kemarahan.


Asy-Sya’bi mengatakan bahwa makna firman-Nya:
dengan niat menghalangi.
(QS. Al-Qalam [68]: 25)
Yaitu agar tidak diketahui oleh orang-orang miskin.


Menurut As-Saddi, Hard adalah nama kota tempat tinggal mereka, tetapi tafsiran As-Saddi ini terlalu jauh menyimpang.

padahal mereka mampu (menolong orang-orang miskin itu).
(QS. Al-Qalam [68]: 25)

Yakni mampu untuk memanen hasil kebunnya menurut dugaan dan sangkaan mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Qalam (68) Ayat 25

HARD
حَرْد

Lafaz hard dalam bahasa Arab menunjukkan tiga maksud yaitu kehendak (al qashdu), kemarahan (al ghadhab) dan berpaling (at tanahii wal ‘udul).

Raghib Al Isfahani mengartikan lafaz hard dengan lebih khusus yaitu kehendak untuk menghalangi orang lain yang muncul akibat dorongan amarah dari hati.

Arti lafaz hard berbeda dengan arti lafaz al qashdu, lafaz hard lebih khusus, sementara lafaz al qashdu lebih umum.

Lafaz hard ini disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Qalam (68), ayat 25. Ayat ini berada dalam rangkai an ayat yang menggambarkan sikap bakhil dan kikir pemilik kebun yang tidak mau menginfakkan hasil kebunnya dan juga menceritakan azab yang menimpa mereka.

Lafaz hard dalam ayat ini digunakan untuk menggambarkan keadaan hati mereka yang kotor dan jahat.
Sikap bakhil mereka digambarkan oleh ayat ini dengan jelas sekali, baik dalam sikap lahiriah maupun sikap batiniah mereka.

Pada awal pagi, dengan penuh optimis dan keyakinan mereka pergi ke kebun dengan tujuan memetik buah-buahan yang selama ini mereka tunggu.
Mereka berbicara sepanjang perjalanan dengan suara yang rendah supaya pembicaraan mereka tidak didengar oleh fakir miskin.
Dalam perjalanan itu, hati mereka penuh dengan niat jahat dan sifat yang kotor yaitu niat menghalangi ("hard") fakir miskin supaya tidak dapat ikut menikmati hasil kebun.
Mereka sebenarnya mampu memberikan hasil kebun itu kepada fakir miskin tetapi mereka tidak mau melakukannya.
Ketika sampai di kebun, mereka mendapati kebun mereka terbakar lalu hampalah hati dan harapan mereka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 187-188

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Audio

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 25 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 68:25
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah68
Nama SurahAl Qalam
Arabالقلم
ArtiPena
Nama lainNun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu2
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata301
Jumlah huruf1288
Surah sebelumnyaSurah Al-Mulk
Surah selanjutnyaSurah Al-Haqqah
Sending
User Review
4.9 (11 votes)
Tags:

68:25, 68 25, 68-25, Surah Al Qalam 25, Tafsir surat AlQalam 25, Quran Al-Qalam 25, Surah Al Qolam ayat 25

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 31 [QS. 69:31]

30-32. Sudah terjatuh tertimpa tangga. Begitulah gambaran para pendurhaka di akhirat. Di tengah kesedihan yang bercampur ketakutan melihat catatan amalnya kemudian Allah berfirman, “Tangkaplah dia lal … 69:31, 69 31, 69-31, Surah Al Haaqqah 31, Tafsir surat AlHaaqqah 31, Quran Al Haqqah 31, AlHaqqah 31, Al-Haqqah 31, Surah Al Haqah ayat 31

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 73 [QS. 2:73]

Sesudah sapi yang ditetapkan itu disembelih, lalu Kami berfirman, “Pukullah mayat itu dengan bagian dari potongan atau daging sapi itu!” Dengan izin-Nya hiduplah orang yang sudah terbunuh itu. Demikia … 2:73, 2 73, 2-73, Surah Al Baqarah 73, Tafsir surat AlBaqarah 73, Quran Al-Baqarah 73, Surah Al Baqarah ayat 73

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

+

Array

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Gua Hira Ka’bah Padang Arafat Masjid Al Haram Madinah Benar!

Pendidikan Agama Islam #4

Aurat dari tubuh pria adalah mulai … dari leher ke pergelangan kaki seluruh tubuh kecuali wajah dan kaki leher sampai

Pendidikan Agama Islam #17

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah … يَتِيْمًا السَّاۤىِٕلَ ضَاۤلًّا قرن عَاۤىِٕلًا Benar! Kurang tepat! Dalam Alquran,

Instagram