Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 2 [QS. 68:2]

مَاۤ اَنۡتَ بِنِعۡمَۃِ رَبِّکَ بِمَجۡنُوۡنٍ ۚ
Maa anta bini’mati rabbika bimajnuunin;
dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.

―QS. Al Qalam [68]: 2

You are not, (O Muhammad), by the favor of your Lord, a madman.
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 2]

مَآ tidakkah

Not
أَنتَ kamu

you (are),
بِنِعْمَةِ dengan ni’mat

by (the) Grace
رَبِّكَ Tuhanmu

(of) your Lord,
بِمَجْنُونٍ orang gila

a madman.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qalam
68:2

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menyatakan dengan tegas kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa beliau tidak memerlukan suatu nikmat pun dari orang lain selain dari nikmat Allah.
Mungkinkah Muhammad itu dikatakan seorang gila, karena memperoleh nikmat dan karunia yang sangat besar dari Allah?
Pada ayat lain dinyatakan:

وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ

Dan mereka berkata,
"Wahai orang yang kepadanya diturunkan Alquran, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila.
"
(al-Hijr [15]: 6)


Setelah orang-orang Quraisy mengetahui pernyataan Waraqah bin Naufal itu dan Rasulullah menyampaikan agama Islam kepada mereka, maka mereka menuduh bahwa Muhammad ﷺ dihinggapi penyakit gila atau seorang tukang tenung yang ingin memalingkan orang-orang Quraisy dari agama nenek moyang mereka.
Oleh karena itu, mereka memerintahkan kepada kaumnya agar jangan sekali-kali mendengarkan ucapan Muhammad ﷺ, dan jangan mempercayai bahwa yang diterimanya benar-benar agama Allah.

Mungkinkah seorang manusia, seorang gila atau seorang tukang tenung dipercaya Allah menyampaikan agama-Nya?


Sehubungan dengan sikap orang-orang Quraisy itu, turunlah ayat ini untuk menguatkan risalah Muhammad ﷺ, menguatkan hati beliau, dan mengingatkan karunia yang telah dilimpahkan kepadanya.
Dengan ini, Allah mengisyaratkan bahwa agama yang benar dan berasal dari-Nya ialah agama yang mendorong manusia mencari dan menuntut ilmu-Nya yang luas, kemudian memanfaatkan ilmu itu untuk kepentingan manusia dan kemanusiaan.



Setiap ilmu Allah yang diperoleh itu harus ditulis dengan pena, agar dapat dipelajari dan dibaca oleh orang lain, sehingga ilmu itu berkembang.
Dengan ilmu itu juga, manusia akan dapat mencapai kemajuan.

Oleh karena itu, belajar membaca dan menulis dengan pena adalah pangkal kemajuan suatu umat.
Apabila manusia ingin maju, maka galakkanlah belajar menulis dan membaca.

Dengan turunnya ayat ini, hati Rasulullah ﷺ bertambah mantap, tenang, dan kuat untuk melaksanakan tugasnya menyampaikan agama Allah.
Beliau mempunyai argumentasi yang kuat pula dalam menghadapi sikap orang-orang Quraisy.


Dengan ayat ini, Allah menjawab tuduhan orang-orang Quraisy itu dengan menyuruh mereka mempelajari kembali sejarah hidup Nabi Muhammad yang besar dan tumbuh di hadapan mata kepala mereka sendiri.
Bukankah sebelum ia diutus menjadi rasul, orang-orang yang mengatakannya gila itu menghormati dan menjadikannya sebagai orang yang paling mereka percayai?
Apakah mereka tidak ingat lagi bahwa di antara mereka pernah terjadi perselisihan tentang siapa yang berhak mengangkat hajar Aswad dan meletakkannya pada tempatnya yang semula.
Peristiwa itu hampir menimbulkan pertumpahan darah, dan tidak seorang pun yang dapat mendamaikannya.
Lalu mereka minta kepada Muhammad untuk bersedia menjadi juru damai di antara mereka.
Mereka menerima keputusan yang ditetapkan Muhammad atas mereka, dan mereka menganggap bahwa keputusan yang diberikannya itu adalah keputusan yang paling adil.


Mungkinkah seorang yang semula baik, dianugerahi Allah kejujuran, kehalusan budi pekerti, selalu menolong dan membantu siapa saja yang memerlukannya, dan menjadi contoh dan teladan bagi orang Quraisy, tiba-tiba menjadi gila karena ia melaksanakan perintah Tuhan semesta alam, yaitu menyampaikan agama Allah dan berhijrah ke Madinah.


Jika diperhatikan susunan ayat ini, ada suatu teladan yang harus ditiru oleh kaum Muslimin, yaitu walaupun orang-orang Quraisy telah bersikap kasar dan menyakiti hati dan jasmaninya, namun Rasulullah ﷺ membantah tuduhan-tuduhan mereka dengan cara yang baik dan mendidik.
Beliau menyuruh mereka menggunakan akal pikiran yang benar dan menggunakan normanorma yang baik.

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi pena yang biasa digunakan oleh malaikat dan lainnya untuk menulis, dan demi kebaikan dan manfaat yang mereka tuliskan, bahwa sesungguhnya kamu–dengan kenabian yang diberikan oleh Allah kepadamu–bukanlah seorang yang lemah akal dan bodoh.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Nuun, (pembahasan tentang huruf terpenggal ini telah dibahas pada awal permulaan surah Al-Baqarah).
Allah bersumpah dengan pena yang digunakan para malaikat dan manusia untuk menulis, yang digunakan untuk menulis kebaikan, sesuatu yang bermanfaat dan ilmu pengetahuan.


Wahai Rasul, berkat nikmat Allah berupa kenabian dan risalah kamu sekali-kali bukan orang yang lemah akal dan bodoh.
Wahai Rasul, sungguh risalah yang engkau sampaikan dengan perjuangan yang sulit, kelak engkau akan mendapatkan pahala yang besar yang tidak akan berkurang dan terputus.


Engkau, sungguh memiliki akhlak yang mulia, sebagaimana akhlak yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Sungguh, teladan yang ada dalam Al-Qur’an telah tampak pada diri Rasulullah.


Ia melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kamu sekali-kali bukanlah) hai Muhammad


(orang gila, berkat nikmat Rabbmu) yang telah mengaruniakan kenabian kepadamu, dan juga nikmat-nikmat-Nya yang lain.
Ayat ini merupakan jawaban terhadap perkataan orang-orang kafir, yang mengatakan bahwa Muhammad adalah orang gila.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

berkat nikmat Tuhanmu, kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
(QS. Al-Qalam [68]: 2)

Yaitu segala puji bagi Allah, engkau bukanlah orang gila sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang bodoh dari kalangan kaummu yang mendustakan apa yang engkau sampaikan kepada mereka berupa petunjuk dan perkara hak yang jelas, karenanya mereka menuduhmu sebagai orang gila.

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Audio

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 2 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 68:2
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah68
Nama SurahAl Qalam
Arabالقلم
ArtiPena
Nama lainNun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu2
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata301
Jumlah huruf1288
Surah sebelumnyaSurah Al-Mulk
Surah selanjutnyaSurah Al-Haqqah
Sending
User Review
4.2 (16 votes)
Tags:

68:2, 68 2, 68-2, Surah Al Qalam 2, Tafsir surat AlQalam 2, Quran Al-Qalam 2, Surah Al Qolam ayat 2

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 29 [QS. 12:29]

Setelah al-Aziz mengetahui bahwa istrinya yang bersalah, lalu ia berkata kepada Nabi Yusuf wahai Yusuf ! “Lupakanlah peristiwa ini, jangan kamu ceritakan kepada orang lain, dan engkau wahai istriku mo … 12:29, 12 29, 12-29, Surah Yusuf 29, Tafsir surat Yusuf 29, Quran Yusuf 29, Surah Yusuf ayat 29

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kekafiran mendekatkan kepada kekufuran Kekufuran mendekati kemiskinan Kefakiran mendekatkan

Pendidikan Agama Islam #11

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka

Pendidikan Agama Islam #1

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Taha ayat 8 Al-Fatihah ayat 4 Al Hadid ayat

Instagram