Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 10 [QS. 68:10]

وَ لَا تُطِعۡ کُلَّ حَلَّافٍ مَّہِیۡنٍ
Walaa tuthi’ kulla halaafin mahiinin;
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
―QS. Al Qalam [68]: 10

Daftar isi

And do not obey every worthless habitual swearer
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 10]

وَلَا dan jangan
And (do) not
تُطِعْ kamu taati
obey
كُلَّ setiap
every
حَلَّافٍ banyak bersumpah
habitual swearer
مَّهِينٍ yang hina
worthless,

Tafsir Al-Quran

Surah Al Qalam
68:10

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan dan memerintahkan Nabi Muhammad agar:


1. Tidak mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah seorang pendusta.

Sedangkan dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat.
Oleh karena itu pula, agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik.

Nabi Muhammad bersabda, sebagaimana diriwayatkan Bukhari:Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga:
jika berbicara, ia berdusta, jika dipercaya, ia khianat, dan jika berjanji, ia tidak menepati janjinya.
(Riwayat Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dari Abu Hurairah)


Orang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik.

Orang yang tidak baik pikiran dan maksudnya kepada orang lain menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya.
Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, ia pun bersumpah.


2. Tidak mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan, seperti ajakan mengikuti agama mereka dalam beberapa hal.


3. Tidak mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, dan menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.


4. Tidak mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti mempengaruhi orang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, dan berusaha menimbulkan kekacauan.
Allah menyatakan bahwa fitnah dengan pengertian kekacauan itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.

وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ

Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu.
Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.
(al-Baqarah [2]: 191)


5. Tidak mengikuti orang-orang yang suka melarang perbuatan baik dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak suka berbuat baik.


6. Tidak mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.
Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَا وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (an-Nisa’ [4]: 14)


7. Tidak mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat karena ia adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik.
Perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia.
Allah tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa.
Dia berfirman:

وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِيْنَ يَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَهُمْ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًا

Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.
(an-Nisa’ [4]: 107)


8. Tidak mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan.
Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Oleh karena itu, sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan berlawanan dengan sifat-sifat Allah.
Salah satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab ialah karena sikap Nabi Muhammad yang lemah-lembut.
Seandainya ia bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindarinya.
Allah ﷻ berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.
Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
(Ali Imran [3]: 159)


9. Tidak mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal-usulnya, yaitu:


1. Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya, dan sebagainya.


2. Orang yang tidak diketahui asal usulnya dan tidak jelas maksud dan tujuannya serta apa motif yang ada di balik ajakannya.

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Jangan tinggalkan sikapmu yang berbeda dengan setiap orang yang banyak bersumpah, hina, banyak mencela, suka menebar isu yang dapat memecah belah masyarakat, banyak menghalangi perbuatan baik, melampaui batas lagi banyak dosa, keras hati dan kasar serta terkenal dengan kejahatannya, melebihi sifat-sifatnya yang tercela itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, janganlah engkau patuhi orang yang banyak bersumpah dusta dan hina, yang banyak mencela manusia, yang berjalan ke sana dan kemari menyebarkan fitnah, yang suka menukil perkataan sebagian orang untuk disampaikan kepada sebagian lainnya dengan tujuan hendak berbuat kerusakan antara mereka, yang sangat kikir mengeluarkan harta, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas dalam bermusuhan dengan sesama manusia, yang banyak melanggar yang haram, yang banyak melakukan dosa, yang sangat kufur, yang keji dan kasar, yang terkenal kejahatannya karena ia mempunyai banyak harta dan anak lalu bersikap durhaka dan sombong, enggan menerima kebenaran.
Apabila dibacakan kepadanya salah satu ayat-ayat Al-Qur’an, ia mendustakannya.


Dia berkata,
"Ini adalah dongeng dan khurafat orang-orang dahulu kala."
Ayat ini kendati pun turun berkaitan dengan sebagian orang-orang musyrik seperti Al-Walid bin Al-Mughirah.


Akan tetapi, di dalamnya mengandung peringatan bagi seorang muslim untuk tidak menyerupai sifat-sifat tercela ini.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah) dengan cara yang batil


(lagi hina) yakni rendah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.
(QS. Al-Qalam [68]: 10)

Demikian itu karena seorang pendusta, mengingat kelemahan dan kehinaannya, dia hanya melindungi dirinya dengan sumpah-sumpah yang dusta yang justru mengotori asma-asma Allah yang mereka gunakan.
Mereka dengan beraninya menggunakannya di setiap waktu dalam sumpah mereka yang bukan pada tempatnya.


Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna al-muhin ialah al-kazib alias pendusta.


Menurut Mujahid, artinya lemah hatinya.


Menurut Al-Hasan, makna ayat ialah setiap orang yang banyak mengutapkan sumpah sombong lagi lemah keyakinannya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Qalam (68) Ayat 10

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi.
Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari al-Kalbi bahwa ayat ini (al-Qolam: 10) turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq (yang selalu menyebar-luaskan api permusuhan).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat ini (al-Qolam: 10) turun berkenaan dengan al-Aswad bin ‘Abdi Yaghuts (yang terkenal jahatnya).

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika turun ayat walaa tuthi’ kulla hallaafim mahiinin hammaazim masy-syaa-im binamiim.
(Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah) (al-Qolam: 10-11), kaum Mukminin tidak mengetahu apa yang dimaksud dalam ayat tersebut.
Maka turunlah ayat selanjutnya (al-Qolam: 13) sehingga merekapun tahu siapa yang dimaksud dalam ayat ini, karena orang tersebut mempunyai tanda seperti tanda pada binatang ternak.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Audio Murottal

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 10 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 68:10
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah 68
Nama Surah Al Qalam
Arab القلم
Arti Pena
Nama lain Nun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 2
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 301
Jumlah huruf 1288
Surah sebelumnya Surah Al-Mulk
Surah selanjutnya Surah Al-Haqqah
Sending
User Review
4.2 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
68:10, 68 10, 68-10, Surah Al Qalam 10, Tafsir surat AlQalam 10, Quran Al-Qalam 10, Surah Al Qolam ayat 10
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 68:10

More Videos

Kandungan Surah Al Qalam

۞ QS. 68:2 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:3 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 68:5 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:6 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:7 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 68:8 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 68:9 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:10 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 68:15 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:16 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:19 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 68:20 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 68:29 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:32 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:33 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 68:34 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya •

۞ QS. 68:35 • Derajat para pemeluk agama • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 68:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:40 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 68:41 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:42 • Hari tersingkapnya betis • Kedahsyatan hari kiamat • Para makhluk sujud kepada Allah • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan •

۞ QS. 68:43 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:44 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:45 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 68:47 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:48 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:49 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:50 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:51 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 68:52 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

Ayat Pilihan

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.
Siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam
QS. Ali ‘Imran [3]: 97

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. Az-Zumar [39]: 53

Dan banyak-banyaklah mengingat Allah supaya kamu memperoleh keberuntungan.
QS. Al-Anfal [8]: 45

Kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,
hari kemudian,
malaikat-malaikat, kitab,
nabi & memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya,
anak yatim, orang-orang miskin,
musafir (yang perlu pertolongan) & orang yang meminta-minta
QS. Al-Baqarah [2]: 177

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

+

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

syiar

Apa itu syiar? syi.ar kemuliaan; kebesaran; suara azan pada tiap-tiap waktu salat menandakan syiar Islam … •

tabuh fitrah

Apa itu tabuh fitrah? tabuh yang dibunyikan sehari menjelang Lebaran untuk mengingatkan kewajiban orang Islam membayar fitrah … •

Sungai Efrat

Di mana itu Sungai Efrat? Sungai Efrat (bahasa Sumeria: , Buranuna; bahasa Akkadia: , Purattu; bahasa Suryani: ̇ܦܪܬ, Pǝrāt; bahasa Ibrani: פרת, Perat; bahasa Arab: الفرات‎, Al Furat...