QS. Al Muzzammil (Orang yang berselimut) – surah 73 ayat 14 [QS. 73:14]

یَوۡمَ تَرۡجُفُ الۡاَرۡضُ وَ الۡجِبَالُ وَ کَانَتِ الۡجِبَالُ کَثِیۡبًا مَّہِیۡلًا
Yauma tarjuful ardhu wal jibaalu wakaanatil jibaalu katsiiban mahiilaa;

Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.
―QS. 73:14
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kedahsyatan hari kiamat ▪ Ikhlas dalam berbuat
73:14, 73 14, 73-14, Al Muzzammil 14, AlMuzzammil 14, Al Muzammil 14, Al Muzamil 14, Al-Muzzammil 14

Tafsir surah Al Muzzammil (73) ayat 14

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Muzzammil (73) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa azab tersebut terjadi pada hari di mana bumi dan gunung berguncang sekeras-kerasnya sehingga gunung dan bukit menjadi berserakan, bercerai-berai seperti tumpukan pasir yang beterbangan.
Firman Allah dalam ayat lain:

Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
(Q.S. Al-Qari’ah [101]: 5)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari ketika bumi dan gunung-gunung bergoncang dengan amat kerasnya, sehingga gunung- gunung yang sebelumnya terdiri atas batu-batu yang kuat dan kokoh menjadi tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pada hari berguncang) karena gempa yang dahsyat (bumi dan gunung-gunung, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan) tumpukan-tumpukan pasir (yang beterbangan) menjadi debu yang beterbangan yang pada sebelumnya kokoh bersatu.

Lafal mahiilan berasal dari lafal haala, yahiilu, bentuk asalnya adalah mahyuulun, kemudian karena mengingat harakat dhammah dianggap berat atas huruf ya, maka dipindahkan kepada huruf ha, sehingga jadilah mahuwylun.

Kemudian huruf wawu dibuang karena mengingat kedudukannya yang zaidah, sehingga jadilah mahuylun, selanjutnya harakat damah diganti menjadi kasrah untuk menyesuaikannya dengan huruf ya, sehingga jadilah mahiilun.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk bersabar terhadap ucapan orang-orang yang mendustakannya dari kalangan orang-orang yang kurang akalnya dari kaumnya, dan hendaklah dia menjauhi mereka dengan cara yang baik, yaitu dengan cara yang tidak tercela.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya yang isinya mengandung ancaman terhadap orang-orang kafir dari kalangan kaumnya, dan Dia adalah Tuhan Yang Mahabesar, tiada sesuatu pun yang dapat bertahan terhadap murka-Nya:

Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 11)

Yakni biarkanlah Aku saja yang akan bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, padahal mereka adalah orang-orang yang hidup mewah dan mempunyai harta yang banyak.
Seharusnya mereka lebih taat ketimbang orang lain, mengingat mereka mempunyai semua sarananya dan dapat menunaikan hak-hak yang tidak dimiliki oleh selain mereka.

dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 11)

Yakni barang sedikit waktu.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.
(Q.S. Luqman [31]: 24)

Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Karena Sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 12)

Yang dimaksud dengan ankalan ialah belenggu-belenggu, menurut Ibnu Abbas, Ikrimah,Tawus, Muhammad ibnu Ka’b, Abdullah ibnu Buraidah, Abu Imran Al-Juni, Abu Mijiaz, Ad-Dahhak, Hammad ibnu Abu Sulaiman, Qatadah, As-Saddi, Ibnul Mubarak, dan As-Sauri serta selain mereka.

dan neraka yang bernyala-nyala.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 12)

Yaitu yang apinya menyala-nyala dengan hebatnya.

dan makanan yang menyumbat di tenggorokan.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 13)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah makanan yang tertahan di tenggorokan, tidak dapat masuk, dan tidak dapat pula keluar.

dan azab yang pedih.
Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 13-14)

Bumi dan gunung-gunung mengalami gempa yang amat dahsyat sehingga jadilah gunung-gunung itu seperti tumpukan-tumpukan pasir, yang sebelumnya berupa batu-batu besar.
Setelah itu gunung-gunung itu diledakkan dengan ledakan yang sedahsyat-dahsyatnya, sehingga tiada sesuatu pun darinya melainkan lenyap.
Lalu bumi menjadi datar sama sekali, tidak ada sedikit pun padanya tempat yang tinggi dan tidak pula tempat yang rendah; semuanya rata, tiada bukit dan tiada lembah.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ditujukan kepada kaum kafir Quraisy, tetapi makna yang dimaksud terhadap seluruh manusia:

Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang rasul, yang menjadi saksi terhadapmu.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 15)

Yakni terhadap amal perbuatanmu.

sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang rasul kepada Fir’aun.
Maka Fir’aun mendurhakai rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 15-16)

Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, As-Saddi, dan As-Sauri telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dengan siksaan yang berat.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 16)

Maksudnya, siksaan yang keras.
Maka hati-hatilah kamu, jangan mendustakan rasul ini yang akibatnya kamu akan ditimpa azab seperti azab yang menimpa Fir’aun, yang telah disiksa oleh Allah dengan siksaan dari Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 25)

Dan kalian lebih utama untuk mendapat kebinasaan dan kehancuran bila mendustakan rasul kalian, karena rasul kalian adalah rasul yang paling mulia dan lebih besar daripada Musa ibnu Imran.
Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Mujahid.


Informasi Surah Al Muzzammil (المزمل)
Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam.

Dinamai “Al Muzzammil” (orang yang berselimut) diambil dari perkataan “Al Muzzammil” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dirnaksud dengan “orang yang berkemul” ialah Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan oleh Rasulullah ﷺ untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan bangun di malam hari untuk shalat tahajjud, membaca Al Qur’an dengan tartil
bertasbih dan bertahmid
perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul.
Akhirnya kepada umat Islam diperintahkan untuk shalat tahajjud, berjihad di jalan Allah, membaca Al Qur’an, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membelanjakan harta di jalan Allah dan memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Ayat-ayat dalam Surah Al Muzzammil (20 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Muzzammil (73) ayat 14 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Muzzammil (73) ayat 14 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Muzzammil (73) ayat 14 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Muzzammil - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 20 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 73:14
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muzzammil.

Surah Al-Muzzammil (Arab: المزمّل ,"Orang Yang Berselimut") adalah surah ke-73 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 20 ayat.
Dinamakan Al Muzzammil yang berarti "Orang yang berselimut" di ambil dari kata Al Muzzammil yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan orang yang berselimut ialah Nabi Muhammad S.A.W.

Nomor Surah 73
Nama Surah Al Muzzammil
Arab المزمل
Arti Orang yang berselimut
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 3
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 20
Jumlah kata 300
Jumlah huruf 853
Surah sebelumnya Surah Al-Jinn
Surah selanjutnya Surah Al-Muddassir
4.8
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta