Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Muthaffifin (Orang-orang yang curang) – surah 83 ayat 35 [QS. 83:35]

عَلَی الۡاَرَآئِکِ ۙ یَنۡظُرُوۡنَ
‘Alal araa-iki yanzhuruun(a);
mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
―QS. Al Muthaffifin [83]: 35

On adorned couches, observing.
― Chapter 83. Surah Al Muthaffifin [verse 35]

عَلَى atas

On
ٱلْأَرَآئِكِ dipan

the thrones
يَنظُرُونَ mereka memandang/melihat

observing.

Tafsir

Alquran

Surah Al Muthaffifin
83:35

Tafsir QS. Al Muthaffifin (83) : 35. Oleh Kementrian Agama RI


Mereka duduk santai di atas dipan-dipan sambil memandang apa yang diperbuat oleh Allah terhadap orang-orang kafir dalam neraka.

Tafsir QS. Al Muthaffifin (83) : 35. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di atas dipan dan persandaran, orang-orang beriman akan menyaksikan berbagai kenikmatan yang diberikan Allah kepada mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dengan duduk di atas dipan-dipan mewah, orang-orang yang beriman memandang apa yang diberikan Allah kepada mereka berupa anugerah dan kenikmatan di surga.
Kenikmatan yang lebih besar dari itu adalah memandang wajah Allah Yang Maha Pemurah.


Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan sesuai dari jenis perbuatan mereka, balasan yang sesuai dengan keburukan dan dosa yang mereka lakukan semasa di dunia?
Ya, mereka akan diberi balasan dengan yang paling sempurna dan paling setimpal.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka duduk di atas dipan-dipan) di surga


(sambil memandang) dari tempat tinggal mereka kepada orang-orang kafir yang sedang diazab, maka orang-orang yang beriman itu menertawakan mereka sebagaimana mereka menertawakannya ketika mereka berada di dunia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal orang-orang yang berdosa, bahwa mereka sewaktii di dunia menertawakan orang-orang mukmin, yakni mengejek dan menghina mereka.
Dan apabila mereka melewati orang-orang mukmin, maka mereka saling berkedip di antara sesamanya sebagai penghinaan dan merendahkan orang-orang mukmin.

{وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ}

Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.
(QS. Al-Muthaffifin:
31)

Yakni bilamana orang-orang yang berdosa itu kembali ke tempat tinggal mereka, maka mereka kembali kepada kehidupan yang gembira dan menyenangkan.
Dengan kata lain, apa pun yang mereka inginkan, mereka dapat memperolehnya, yakni mereka hidup senang dan kaya.
Tetapi sekalipun demikian keadaan mereka, mereka tidak mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikaii kepada mereka, bahkan sebaliknya mereka sibuk dengan menghina dan mencemoohkan kaum mukmin serta dengki terhadapnya.

{وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلاءِ لَضَالُّون}

Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan,
"sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat."
(QS. Al-Muthaffifin:
32)

karena orang-orang mukmin tidak seagama dengan mereka.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat berikutnya:


{وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِين}

padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.
(QS. Al-Muthaffifin:
33)

Artinya, orang-orang yang berdosa itu bukanlah sebagai penjaga orang-orang mukmin untuk mengawasi semua perbuatan dan ucapan mereka, dan mereka tidak pula ditugaskan untuk melakukan hal itu terhadap orang-orang mukmin.
Lalu mengapa mereka menyibukkan dirinya dengan orang-orang mukmin dan menjadikan orang-orang mukmin sebagai sasaran yang ada di hadapan mata mereka?
Tungau di seberang jalan kelihatan, tetapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

قالَ اخْسَؤُا فِيها وَلا تُكَلِّمُونِ إِنَّهُ كانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبادِي يَقُولُونَ رَبَّنا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنا وَارْحَمْنا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّى أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِما صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفائِزُونَ

Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan-Ku.
Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia),
"Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang paling baik."
Lalu kalian menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kalian mengejek mereka, menjadikan kalian lupa mengingat Aku dan adalah kalian selalu menertawakan mereka.
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka;
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 108-111)

Karena itulah maka dalam surat ini disebutkan:

{فَالْيَوْمَ}

Maka pada hari ini.
(QS. Al-Muthaffifin:
34)


Maksudnya, di hari kiamat.

{الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ}

Orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.
(QS. Al-Muthaffifin:
34)

sebagai pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa karena mereka sewaktu di dunia menertawakannya.

{عَلَى الأرَائِكِ يَنْظُرُونَ}

mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.
(QS. Al-Muthaffifin:
35)

Yaitu memandang kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyanggah dugaan orang-orang berdosa yang menuduh mereka sebagai orang-orang yang sesat.

Di hari itu terbukti bahwa orang-orang mukmin yang mereka tertawakan tidak sesat, bahkan merekaadalah kekasih-kekasih Allah yangdidekatkan kepada-Nya, dan dapat melihat kepada Tuhan mereka di negeri kehormatan-Nya, yaitu surga.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Muthaffifin (83) Ayat 35

ARAA’IK
أَرَآئِك

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya adalah al arikah, artinya sofa atau tempat tidur yang dihiasi dengan megah, takhta atau singgasana.

Ar Razi berkata "Ia adalah tempat tidur yang dihiasi di dalam kubah atau rumah, apabila ia tidak ada tempat tidur, maka dinamakan al-hajalah atau bilik mempelai.

Lafaz araa’ik disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Kahfi (18), ayat 31;
Yaa Siin (36), ayat 56;
-Al Insaan (76), ayat 13;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 23, 35.

At Tibrisi berkata,
"Ia bermakna tempat tidur yang di atasnya ada tirai dan kubah yang diperuntukkan bagi mempelai."

Yang lain berkata ia bermaksud bantal-bantal.

Al Qurtubi dan Az Zujjaj berpendapat, ia bermaksud tempat tidur di dalam kubah seperti tempat tidur yang dihiasi bagi mempelai.

Ibn Abbas berkata,
"Ia bermakna ranjang dibuat dari emas yang dikelilingi dengan intan dan berlian.
Di atasnya ada kubah." Ia juga bermakna tempat tidur yang diperbuat dari emas, dihiasi dengan kain dan tirai.

Dari makna bahasa dan penafsiran di atas, makna araa’ik ialah tempat tidur yang dibuat dari intan dan berlian, dihiasi oleh kain dan tirai yang di atasnya ada kubah bagaikan takhta dan singgasana.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 60

Unsur Pokok Surah Al Muthaffifin (المطففين)

Surat ini terdiri atas 36 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al ‘Ankabuut dan merupakan surat yang terakhir diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

"Al Muthaffifiin" yang dijadikan nama bagi surat ini diambil dari kata "Al Muthaffifiin" yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

▪ Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala terhadap orang-orang yang mengurangi sijjiin, sedang catatan kebajikan manusia dicantumkan dalam ‘illiyyiin.
▪ Balasan dan macam-macam kenikmatan bagi orang yang berbuat kebajikan.
▪ Sikap dan pandangan orang-orang kafir di dunia terhadap orang-orang yang beriman.
▪ Sikap orang-orang yang beriman di akhirat terhadap orang-orang kafir.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muthaffifin (36 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Muthaffifin (83) : 1-36 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 36 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Muthaffifin (83) : 1-36 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 36

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muthaffifin ayat 35 - Gambar 1 Surah Al Muthaffifin ayat 35 - Gambar 2
Statistik QS. 83:35
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muthaffifin.

Surah Al-Tatfif (Arab: المطفّفي ,”Kecurangan”) adalah surah ke-83 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat.
Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang di ambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini merupakan surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum hijrah.

Nomor Surah83
Nama SurahAl Muthaffifin
Arabالمطففين
ArtiOrang-orang yang curang
Nama lainAl-Tathfif
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu86
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat36
Jumlah kata169
Jumlah huruf751
Surah sebelumnyaSurah Al-Infitar
Surah selanjutnyaSurah Al-Insyiqaq
Sending
User Review
4.4 (10 votes)
Tags:

83:35, 83 35, 83-35, Surah Al Muthaffifin 35, Tafsir surat AlMuthaffifin 35, Quran Al-Tatfif 35, Al Tatfif 35, Al Mutafifin 35, Surah Al Mutafifin ayat 35

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 87 [QS. 56:87]

86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika ka … 56:87, 56 87, 56-87, Surah Al Waaqi’ah 87, Tafsir surat AlWaaqiah 87, Quran Al Waqiah 87, AlWaqiah 87, Al-Waqi’ah 87, Surah Al Waqiah ayat 87

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 109 [QS. 18:109]

109. Pada bagian sebelumnya banyak informasi yang Allah sampaikan, seperti kisah Ashabul Kahfi, Khidir, dan Zulkarnain. Kemudian, pada bagian akhir surah ini Allah menjelaskan betapa ilmu-Nya sangat l … 18:109, 18 109, 18-109, Surah Al Kahfi 109, Tafsir surat AlKahfi 109, Quran Al-Kahf 109, Surah Al Kahfi ayat 109

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #21

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia tahu cara mencari rezeki agar manusia bisa melihat dan

Pendidikan Agama Islam #26

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah … Yasin Al-Maidah Al-Baqarah An-Nisa’ Ali Imran Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Baqarah adalah surah

Instagram