QS. Al Muthaffifin (Orang-orang yang curang) – surah 83 ayat 3 [QS. 83:3]

وَ اِذَا کَالُوۡہُمۡ اَوۡ وَّزَنُوۡہُمۡ یُخۡسِرُوۡنَ
Wa-idzaa kaaluuhum au wazanuuhum yukhsiruun(a);

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
―QS. 83:3
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
83:3, 83 3, 83-3, Al Muthaffifin 3, AlMuthaffifin 3, Al-Tatfif 3, Al Tatfif 3, Al Mutafifin 3

Tafsir surah Al Muthaffifin (83) ayat 3

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Muthaffifin (83) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam dua ayat ini, Allah menjelaskan perilaku orang yang akan menjadi penghuni neraka.
Mereka adalah orang-orang yang ingin dipenuhi takaran atau timbangannya ketika membeli karena tidak mau rugi.
Sebaliknya, apabila menjual kepada orang lain, mereka akan mengurangi takaran atau timbangannya.
Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan mendapat dosa yang besar karena dengan perbuatan itu, dia dianggap telah memakan harta orang lain tanpa kerelaan pemiliknya.
Allah melarang perbuatan yang demikian itu.
Allah berfirman:

Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 188)

Yang dimaksud dengan takaran di sini mencakup segala ukuran dan timbangan yang biasa dipakai dalam jual beli dan terkait dengan pengurangan hak orang lain.
Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sekarang ini pengurangan-pengurangan yang merugikan orang lain, seperti menjual tabung gas yang isinya tidak sesuai dengan standar, mengurangi literan bensin yang dijual, penjual kain yang mengurangi ukuran kain yang dijualnya.
Termasuk dalam pengurangan takaran yang sangat merugikan dan berbahaya adalah korupsi.
Pelaku korupsi mengurangi dana sebuah proyek dari perencanaan semula demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, atau mengurangi kualitas bahan yang diperlukan dalam proyek tersebut dan menggantinya dengan bahan yang berkualitas lebih rendah.
Ayat ini mengingatkan manusia untuk menjauhi praktek-praktek yang merugikan orang lain dan ancaman hukumannya sangat besar di dunia dan akhirat.
Ayat senada yang menyuruh manusia untuk memenuhi dan menyempurnakan timbangan adalah firman Allah:

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(Q.S. Al Israa [17]: 35)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kehancuranlah bagi orang-orang yang berbuat curang.
Yaitu orang-orang yang kalau menerima timbangan dari orang lain selalu meminta ukuran yang pas atau cenderung minta dilebihkan.
Akan tetapi, jika menimbang untuk orang lain, mereka berbuat curang sehingga dapat merugikan hak orang lain yang semestinya dipenuhi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila mereka menakar untuk orang lain) atau menakarkan buat orang lainnya (atau menimbang buat orang lain) artinya mereka menimbang buat orang lain (mereka mengurangi) takaran atau timbangan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
(Q.S. Al-Muthaffifin: 3)

Yaitu merugikan orang lain dengan menguranginya.

Hal yang terbaik dalam meng-i’rab ayat ini hendaknya lafaz kalu dan wazanu dianggap sebagai fi’il (kata kerja) yang muta’addi.
Dengan demikian, berarti damir hum berkedudukan dalam mahal nasab sebagai maf’ul-nya.
Tetapi sebagian ulama Nahwu menjadikan damir tersebut sebagai taukid dari damir yang tidak disebutkan dalam lafaz kalu dan wazanu , sedangkan maf’ul-nya dibuang karena sudah dapat dimaklumi dari konteksnya.
Keduanya mempunyai makna yang berdekatan.

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada manusia untuk memenuhi takaran dan timbangan dengan jujur.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan sempurnakanlah takaran apabila kalian menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar.
Itilah yang lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.
(Q.S. Al Israa [17]: 35)

Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil.
Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya.
(Q.S. Al-An’am [6]: 152)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kalian mengurangi neraca itu.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 9)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah membinasakan kaum Syu’aib dan menghancurkannya disebabkan mereka curang terhadap orang lain dalam melakukan takaran dan timbangan.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Muthaffifin (83) Ayat 3

Diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Ibny ‘Abbas bahwa ketika Rasulullah ﷺ sampai ke Madinah, diketahui bahwa orang-orang Madinah termasuk orang-orang yang paling curang dalam menakar dan menimbang.
Maka Allah menurunkan ayat-ayat ini sebagai ancaman kepada orang-orang yang curang dalam menimbang dan menakar.
Setelah ayat-ayat tersebut turun, orang-orang Madinah menjadi orang-orang yang jujur dalam menimbang dan menakar.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Muthaffifin (المطففين)
Surat ini terdiri atas 36 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al ‘Ankabuut dan merupakan surat yang terakhir diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

“Al Muthaffifiin” yang dijadikan nama bagi surat ini diambil dari kata “Al Muthaffifiin” yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala terhadap orang-orang yang mengurangi hak orang lain dalam timbangan, ukuran dan takaran
catatan kejahatan manusia dicantumkan dalam sijjiin sedang catatan kebajikan manusia dicantumkan dalam ‘illiyyiin
balasan dan macam-macam keni’matan bagi orang yang berbuat kebajikan
sikap dan pandangan orang-orang kafir di dunia terhadap orang­orang yang beriman
sikap orang-orang yang beriman di akhirat terhadap orang-orang kafir.

Lain-lain:

Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala terhadap orang-orang yang mengurangi hak orang lain dalam timbangan, ukuran dan takaran
catatan kejahatan manusia dicantumkan dalam sijjiin sedang catatan kebajikan manusia dicantumkan dalam ‘illiyyiin
balasan dan macam-macam keni’matan bagi orang yang berbuat kebajikan
sikap dan pandangan orang-orang kafir di dunia terhadap orang­orang yang beriman
sikap orang-orang yang beriman di akhirat terhadap orang-orang kafir.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muthaffifin (36 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Muthaffifin (83) ayat 3 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Muthaffifin (83) ayat 3 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Muthaffifin (83) ayat 3 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Mutaffifin (83) ayat 1-36 - Oki Setiana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Mutaffifin (83) ayat 1-36 - Oki Setiana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Muthaffifin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 36 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 83:3
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muthaffifin.

Surah Al-Tatfif (Arab: المطفّفي ,"Kecurangan") adalah surah ke-83 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat.
Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang di ambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini merupakan surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum hijrah.

Nomor Surah 83
Nama Surah Al Muthaffifin
Arab المطففين
Arti Orang-orang yang curang
Nama lain Al-Tathfif
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 86
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 36
Jumlah kata 169
Jumlah huruf 751
Surah sebelumnya Surah Al-Infitar
Surah selanjutnya Surah Al-Insyiqaq
4.4
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/83-3







Pembahasan ▪ qs al muthaffifin curang

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta