Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Muthaffifin (Orang-orang yang curang) – surah 83 ayat 13 [QS. 83:13]

اِذَا تُتۡلٰی عَلَیۡہِ اٰیٰتُنَا قَالَ اَسَاطِیۡرُ الۡاَوَّلِیۡنَ
Idzaa tutla ‘alaihi aayaatunaa qaala asaathiirul au-waliin(a);
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata,
“Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”

―QS. Al Muthaffifin [83]: 13

When Our verses are recited to him, he says,
"Legends of the former peoples."
― Chapter 83. Surah Al Muthaffifin [verse 13]

إِذَا apabila

When
تُتْلَىٰ dibacakan

are recited
عَلَيْهِ atasnya/kepadanya

to him
ءَايَٰتُنَا ayat-ayat Kami

Our Verses,
قَالَ ia berkata

he says,
أَسَٰطِيرُ dongen-dongen

"Stories
ٱلْأَوَّلِينَ orang-orang dahulu

(of) the former (people)."

Tafsir

Alquran

Surah Al Muthaffifin
83:13

Tafsir QS. Al Muthaffifin (83) : 13. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan bahwa ketika dibacakan ayat-ayat Alquran kepada orang-orang yang melampaui batas, selalu berdosa, tidak mempercayai hari akhirat dan Alquran sebagai kitab suci yang berisi petunjuk-petunjuk Allah untuk mengantarkan manusia ke jalan yang lurus menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, mereka tidak mau mendengarkannya dengan khusyuk atau menyimak isinya.
Mereka bahkan mengatakan bahwa Alquran itu adalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang didiktekan kepada Nabi Muhammad.

Firman Allah:

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اِفْكُ ِۨافْتَرٰىهُ وَاَعَانَهٗ عَلَيْهِ قَوْمٌ اٰخَرُوْنَ فَقَدْ جَاۤءُوْ ظُلْمًا وَّزُوْرًا ﴿۴﴾ وَقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ﴿۵﴾ قُلْ اَنْزَلَهُ الَّذِيْ يَعْلَمُ السِّرَّ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ﴿۶﴾

Dan orang-orang kafir berkata,
"(Alquran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,"
Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.
Dan mereka berkata,
"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.
"
Katakanlah (Muhammad),
"(Alquran) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi.
Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
"
(al-Furqan [25]: 4-6)

Tafsir QS. Al Muthaffifin (83) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Jika diperdengarkan kepada mereka ayat-ayat Allah yang berbicara tentang hari pembalasan, mereka berkata,
"Itu hanya legenda orang-orang terdahulu."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Azab yang keras pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang oranga yang mendustakan akan terjadinya hari pembalasan.
Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan melainkan setiap orang yang zalim dan banyak berbuat dosa.


Apabila dibacakan ayat-ayat Alquran kepadanya, ia berkata,
"Ini adalah Ini adalah dongeng batil orang-orang yang dahulu."
Urusannya tidak sebagaimana yang mereka sangka.


Alquran adalah firman Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya.
Yang membuat hati mereka terhalang untuk membenarkan adalah apa yang menutupinya akibat banyaknya dosa dosa yang mereka lakukan.


Urusannya tidak sebagaimana yang disangkakan orang-orang kafir.
Bahkan pada Hari Kiamat mereka benar-benar terhalang dari melihat Tuhan mereka.


Ayat ini menjadi dalil bahwa orang-orang yang beriman akan melihat Tuhan mereka di surga.
Kemudian orang-orang kafir itu masuk kedalam api neraka, mereka merasakan panasnya, Kemudian kepada mereka dikatakan,
"Ini adalah balasan yang dulu kalian dustakan."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami) yakni Alquran


(ia berkata,
"Itu adalah dongengan-dongengan orang-orang yang dahulu") atau cerita-cerita yang dibuat di masa silam.
Lafal Asaathiir bentuk jamak dari lafal Usthuurah atau Isthaarah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ}

yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, ia berkata,
"Itu adalah dongengan-dongengan orang-orang yang dahulu."
(QS. Al-Muthaffifin:
13)

Yakni apabila dia mendengar Kalamullah dari Rasul ﷺ, maka dia mendustakannya dan menuduhnya dengan prasangka yang buruk, maka dia meyakininya sebagai buat-buatan yang dihimpun dari kitabkitab orang-orang yang terdahulu.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firmannya:

وَإِذا قِيلَ لَهُمْ مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قالُوا أَساطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka,
"Apakah yang telah diturunkan Tuhan kalian?"
Mereka menjawab,
"Dongengan-dongengan orang-orang dahulu."
(QS. Al-Hijr [15]: 24)

Dan firman-Nya:

وَقالُوا أَساطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَها فَهِيَ تُمْلى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan mereka berkata,
"Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."
(QS. Al-Furqaan [25]: 5)

Maka disangggah oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya dalam surat ini:

{كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.
(QS. Al-Muthaffifin:
14)

Yakni keadaannya tidaklah seperti apa yang mereka dugakan, dan tidak pula seperti apa yang dikatakan oleh mereka bahwa Alquran ini adalah dongengan orang-orang dahulu, bahkan Alquran itu adalah Kalamullah, dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya.
Dan sesungguhnya hati mereka terhalang dari beriman kepada Alquran, tiada lain karena hati mereka telah dipenuhi dan tertutup oleh noda-noda dosa yang banyak mereka kerjakan.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.
(QS. Al-Muthaffifin:
14)

Ar-rain menutupi hati orang-orang kafir, dan al-gaim menyelimuti hati orang-orang yang berbakti, sedangkan al-gain meliputi hati orang-orang yang terdekat (dengan Allah).

Ibnu Jarir, Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Ibnu Majah telah meriwayatkan melalui berbagai jalur dari Muhammad ibnu Ajlan, dari Al-Qa’qa’ ibnu Hakim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

"إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ مِنْهَا صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ، فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ:
{كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Sesungguhnya seorang hamba itu apabila melakukan suatu dosa, maka terjadilah noktah hitam di hatinya;
dan apabila ia bertobat darinya, maka noktah itu lenyap dari hatinya dan menjadi cemerlang;
dan apabila ia menambah dosanya lagi, maka bertambah pulalah noktahnya.
Yang demikian itu disebutkan oleh firman-Nya;
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka."
(QS. Al-Muthaffifin:
14)

Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini kalau tidak hasan, sahih.
Menurut lafaz yang ada pada Imam Nasai disebutkan seperti berikut:

Sesungguhnya seorang hamba itu apabila berbuat suatu dosa, maka terjadilah suatu noktah hitam pada hatinya.
Dan apabila dia menghentikan perbuatan dosanya, lalu memohon ampun kepada Allah dan bertobat, maka hatinya menjadi mengkilap lagi (bersih).
Dan jika dia mengulangi perbuatan dosanya, noktah itu kembali lagi menutupi hatinya, hingga noktah itu menutupi seluruh hatinya (jika ia terus-menerus melakukannya).
Itulah yang dimaksud dengan ar-ran yang terdapat di dalam firman-Nya,
"Sekali-kali tidak (demikian) sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka."
(QS. Al-Muthaffifin:
14)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Isa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ajlan, dari Al-Qa’qa’ ibnu Hakim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya seorang mukmin itu apabila melakukan perbuatan dosa, terjadilah noktah hitam pada hatinya;
dan jika ia bertobat dan kapok serta memohon ampun kepada Allah, maka hatinya kembali bersih mengkilap.
Dan apabila dia menambah dosanya, maka bertambah pula noktah hitam itu hingga menutupi seluruh hatinya.
Itulah yang dimaksud denganar-ran (kotoran) yang disebutkan di dalam firman-Nya,
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka."
(QS. Al-Muthaffifin:
14)

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ran ialah dosa di atas dosa sehingga membutakan hatinya dan hatinya mati.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid ibnu Jubair, Qatadah, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Muthaffifin (83) Ayat 13

ASHAATHIIR
أَسَٰطِير

Lafaz ini adalah jamak dari jamak juga yaitu usthurah atau isthar, mufradnya ialah sathr yang bermakna al khat (tulisan).

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, ia bermakna apa yang ditulis, percakapan yang tidak ada asas baginya atau apa yang ditulis dari keajaiban cerita orang yang terdahulu.

Kata dalam bentuk jamak ini disebut sembilan kali di dalam Al Qur’an yaitu surah:
-Al An’aam (6), ayat 25;
Al Anfaal (8), ayat 31;
-Al Nahl (16), ayat 68;
-Al Mu’minnuun (23), ayat 83;
Al Furqaan (25), ayat 5;
-Al Naml (27), ayat 68;
-Al Ahqaaf (46), ayat 17;
Al Qalam (68), ayat 15;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 13.

Al Baidawi berkata,
"Asaathir bermakna al abaathil (kebatilan-kebatilan), ini adalah karena mereka menjadikan kalam yang benar sama seperti khurafatkhurafat terdahulu yang berisi kebohongan-kebohongan."

Al Khazin berkata,
"Ia bermakna cerita-cerita atau percakapan-percakapan dari umat-umat terdahulu dan khabar berita serta cerita-cerita mereka dan apa yang mereka tulis.
Maksudnya, mereka mengatakan Al Quran seperti percakapan dan cerita-cerita terdahulu, bukan wahyu dari Allah."

An Nasafi menafsirkan lafaz ini dengan menyatakan "mereka menjadikan dan mengatakan Kalam Allah adalah dusta dan bohong."

Sedangkan dalam Tafsir Tanwir Al Miqbas, ia bermakna kebohongan orang terdahulu dan cerita-cerita dongeng mereka.

Kesimpulannya, asaathir bermakna kebatilan-kebatilan cerita yang ditulis.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 68

Unsur Pokok Surah Al Muthaffifin (المطففين)

Surat ini terdiri atas 36 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al ‘Ankabuut dan merupakan surat yang terakhir diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

"Al Muthaffifiin" yang dijadikan nama bagi surat ini diambil dari kata "Al Muthaffifiin" yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

▪ Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala terhadap orang-orang yang mengurangi sijjiin, sedang catatan kebajikan manusia dicantumkan dalam ‘illiyyiin.
▪ Balasan dan macam-macam kenikmatan bagi orang yang berbuat kebajikan.
▪ Sikap dan pandangan orang-orang kafir di dunia terhadap orang-orang yang beriman.
▪ Sikap orang-orang yang beriman di akhirat terhadap orang-orang kafir.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muthaffifin (36 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Muthaffifin (83) : 1-36 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 36 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Muthaffifin (83) : 1-36 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 36

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muthaffifin ayat 13 - Gambar 1 Surah Al Muthaffifin ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 83:13
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muthaffifin.

Surah Al-Tatfif (Arab: المطفّفي ,”Kecurangan”) adalah surah ke-83 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat.
Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang di ambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini merupakan surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum hijrah.

Nomor Surah83
Nama SurahAl Muthaffifin
Arabالمطففين
ArtiOrang-orang yang curang
Nama lainAl-Tathfif
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu86
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat36
Jumlah kata169
Jumlah huruf751
Surah sebelumnyaSurah Al-Infitar
Surah selanjutnyaSurah Al-Insyiqaq
Sending
User Review
4.6 (16 votes)
Tags:

83:13, 83 13, 83-13, Surah Al Muthaffifin 13, Tafsir surat AlMuthaffifin 13, Quran Al-Tatfif 13, Al Tatfif 13, Al Mutafifin 13, Surah Al Mutafifin ayat 13

▪ surah al hujurat/83:13!
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 114 [QS. 2:114]

Dan siapakah yang lebih zalim, berdosa, memusuhi Allah, dan menentang perintah-Nya dari pada orang yang melarang di dalam masjidmasjid Allah untuk beribadah dan menyebut nama-Nya, dan berusaha meroboh … 2:114, 2 114, 2-114, Surah Al Baqarah 114, Tafsir surat AlBaqarah 114, Quran Al-Baqarah 114, Surah Al Baqarah ayat 114

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

+

Array

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Khalid bin Walid

Pendidikan Agama Islam #20

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu … Penetapan kalender hijriah Mendirikan kakbah Perluasan daerah

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang

Instagram