Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Muthaffifin (Orang-orang yang curang) - surah 83 ayat 13 [QS. 83:13]

اِذَا تُتۡلٰی عَلَیۡہِ اٰیٰتُنَا قَالَ اَسَاطِیۡرُ الۡاَوَّلِیۡنَ
Idzaa tutla ‘alaihi aayaatunaa qaala asaathiirul au-waliin(a);
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata,
“Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”

―QS. Al Muthaffifin [83]: 13

Daftar isi

When Our verses are recited to him, he says,
"Legends of the former peoples."
― Chapter 83. Surah Al Muthaffifin [verse 13]

إِذَا apabila

When
تُتْلَىٰ dibacakan

are recited
عَلَيْهِ atasnya/kepadanya

to him
ءَايَٰتُنَا ayat-ayat Kami

Our Verses,
قَالَ ia berkata

he says,
أَسَٰطِيرُ dongen-dongen

"Stories
ٱلْأَوَّلِينَ orang-orang dahulu

(of) the former (people)."

Tafsir Quran

Surah Al Muthaffifin
83:13

Tafsir QS. Al-Mutaffifin (83) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menjelaskan bahwa ketika dibacakan ayat-ayat Alquran kepada orang-orang yang melampaui batas, selalu berdosa, tidak mempercayai hari akhirat dan Alquran sebagai kitab suci yang berisi petunjuk-petunjuk Allah untuk mengantarkan manusia ke jalan yang lurus menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, mereka tidak mau mendengarkannya dengan khusyuk atau menyimak isinya.
Mereka bahkan mengatakan bahwa Alquran itu adalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang didiktekan kepada Nabi Muhammad.

Firman Allah:

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اِفْكُ ِۨافْتَرٰىهُ وَاَعَانَهٗ عَلَيْهِ قَوْمٌ اٰخَرُوْنَ فَقَدْ جَاۤءُوْ ظُلْمًا وَّزُوْرًا ﴿۴﴾ وَقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ﴿۵﴾ قُلْ اَنْزَلَهُ الَّذِيْ يَعْلَمُ السِّرَّ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ﴿۶﴾

Dan orang-orang kafir berkata,
"(Alquran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,"
Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.
Dan mereka berkata,
"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang."
Katakanlah (Muhammad),
"(Alquran) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi.
Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(Al-Furqaan [25]: 4-6)

Tafsir QS. Al Muthaffifin (83) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Jika diperdengarkan kepada mereka ayat-ayat Allah yang berbicara tentang hari pembalasan, mereka berkata,
"Itu hanya legenda orang-orang terdahulu."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Azab yang keras pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, yaitu orang oranga yang mendustakan akan terjadinya hari pembalasan.
Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan melainkan setiap orang yang zalim dan banyak berbuat dosa.


Apabila dibacakan ayat-ayat Alquran kepadanya, ia berkata,
"Ini adalah Ini adalah dongeng batil orang-orang yang dahulu."
Urusannya tidak sebagaimana yang mereka sangka.


Alquran adalah firman Allah dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya.
Yang membuat hati mereka terhalang untuk membenarkan adalah apa yang menutupinya akibat banyaknya dosa dosa yang mereka lakukan.


Urusannya tidak sebagaimana yang disangkakan orang-orang kafir.
Bahkan pada Hari Kiamat mereka benar-benar terhalang dari melihat Tuhan mereka.


Ayat ini menjadi dalil bahwa orang-orang yang beriman akan melihat Tuhan mereka di surga.
Kemudian orang-orang kafir itu masuk kedalam api neraka, mereka merasakan panasnya, Kemudian kepada mereka dikatakan,
"Ini adalah balasan yang dulu kalian dustakan."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami) yakni Alquran


(ia berkata,
"Itu adalah dongengan-dongengan orang-orang yang dahulu") atau cerita-cerita yang dibuat di masa silam.
Lafal Asaathiir bentuk jamak dari lafal Usthuurah atau Isthaarah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ}

yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, ia berkata,
"Itu adalah dongengan-dongengan orang-orang yang dahulu."
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 13)

Yakni apabila dia mendengar Kalamullah dari Rasul ﷺ, maka dia mendustakannya dan menuduhnya dengan prasangka yang buruk, maka dia meyakininya sebagai buat-buatan yang dihimpun dari kitabkitab orang-orang yang terdahulu.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firmannya:

وَإِذا قِيلَ لَهُمْ مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قالُوا أَساطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka,
"Apakah yang telah diturunkan Tuhan kalian?"
Mereka menjawab,
"Dongengan-dongengan orang-orang dahulu."
(QS. Al-Hijr [15]: 24)

Dan firman-Nya:

وَقالُوا أَساطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَها فَهِيَ تُمْلى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan mereka berkata,
"Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."
(QS. Al-Furqaan [25]: 5)

Maka disangggah oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya dalam surat ini:

{كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 14)

Yakni keadaannya tidaklah seperti apa yang mereka dugakan, dan tidak pula seperti apa yang dikatakan oleh mereka bahwa Alquran ini adalah dongengan orang-orang dahulu, bahkan Alquran itu adalah Kalamullah, dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya.
Dan sesungguhnya hati mereka terhalang dari beriman kepada Alquran, tiada lain karena hati mereka telah dipenuhi dan tertutup oleh noda-noda dosa yang banyak mereka kerjakan.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 14)

Ar-rain menutupi hati orang-orang kafir, dan al-gaim menyelimuti hati orang-orang yang berbakti, sedangkan al-gain meliputi hati orang-orang yang terdekat (dengan Allah).

Ibnu Jarir, Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Ibnu Majah telah meriwayatkan melalui berbagai jalur dari Muhammad ibnu Ajlan, dari Al-Qa’qa’ ibnu Hakim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:


"إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ مِنْهَا صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ، فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ:
{كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Sesungguhnya seorang hamba itu apabila melakukan suatu dosa, maka terjadilah noktah hitam di hatinya;
dan apabila ia bertobat darinya, maka noktah itu lenyap dari hatinya dan menjadi cemerlang;
dan apabila ia menambah dosanya lagi, maka bertambah pulalah noktahnya.
Yang demikian itu disebutkan oleh firman-Nya;
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka."
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 14)

Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini kalau tidak hasan, sahih.
Menurut lafaz yang ada pada Imam Nasai disebutkan seperti berikut:

Sesungguhnya seorang hamba itu apabila berbuat suatu dosa, maka terjadilah suatu noktah hitam pada hatinya.
Dan apabila dia menghentikan perbuatan dosanya, lalu memohon ampun kepada Allah dan bertobat, maka hatinya menjadi mengkilap lagi (bersih).
Dan jika dia mengulangi perbuatan dosanya, noktah itu kembali lagi menutupi hatinya, hingga noktah itu menutupi seluruh hatinya (jika ia terus-menerus melakukannya).
Itulah yang dimaksud dengan ar-ran yang terdapat di dalam firman-Nya,
"Sekali-kali tidak (demikian) sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka."
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 14)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Isa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ajlan, dari Al-Qa’qa’ ibnu Hakim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya seorang mukmin itu apabila melakukan perbuatan dosa, terjadilah noktah hitam pada hatinya;
dan jika ia bertobat dan kapok serta memohon ampun kepada Allah, maka hatinya kembali bersih mengkilap.
Dan apabila dia menambah dosanya, maka bertambah pula noktah hitam itu hingga menutupi seluruh hatinya.
Itulah yang dimaksud denganar-ran (kotoran) yang disebutkan di dalam firman-Nya,
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka."
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 14)

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ran ialah dosa di atas dosa sehingga membutakan hatinya dan hatinya mati.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid ibnu Jubair, Qatadah, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Muthaffifin (83) Ayat 13

ASHAATHIIR
أَسَٰطِير

Lafaz ini adalah jamak dari jamak juga yaitu usthurah atau isthar, mufradnya ialah sathr yang bermakna al khat (tulisan).
Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, ia bermakna apa yang ditulis, percakapan yang tidak ada asas baginya atau apa yang ditulis dari keajaiban cerita orang yang terdahulu.

Kata dalam bentuk jamak ini disebut sembilan kali di dalam Al Qur’an yaitu surah:
• Al An’aam (6), ayat 25;
Al Anfaal (8), ayat 31;
• Al Nahl (16), ayat 68;
• Al Mu’minnuun (23), ayat 83;
Al Furqaan (25), ayat 5;
• Al Naml (27), ayat 68;
• Al Ahqaaf (46), ayat 17;
• Al Qalam (68), ayat 15;
• Al Muthaffifiin (83), ayat 13.

Al Baidawi berkata,
"Asaathir bermakna al abaathil (kebatilan-kebatilan), ini adalah karena mereka menjadikan kalam yang benar sama seperti khurafatkhurafat terdahulu yang berisi kebohongan-kebohongan."

Al Khazin berkata,
"Ia bermakna cerita-cerita atau percakapan-percakapan dari umat-umat terdahulu dan khabar berita serta cerita-cerita mereka dan apa yang mereka tulis.
Maksudnya, mereka mengatakan Al Quran seperti percakapan dan cerita-cerita terdahulu, bukan wahyu dari Allah."

An Nasafi menafsirkan lafaz ini dengan menyatakan "mereka menjadikan dan mengatakan Kalam Allah adalah dusta dan bohong."

Sedangkan dalam Tafsir Tanwir Al Miqbas, ia bermakna kebohongan orang terdahulu dan cerita-cerita dongeng mereka.

Kesimpulannya, asaathir bermakna kebatilan-kebatilan cerita yang ditulis.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:68

Unsur Pokok Surah Al Muthaffifin (المطففين)

Surat ini terdiri atas 36 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al ‘Ankabuut dan merupakan surat yang terakhir diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

"Al Muthaffifiin" yang dijadikan nama bagi surat ini diambil dari kata "Al Muthaffifiin" yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

▪ Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala terhadap orang-orang yang mengurangi hak orang lain dalam timbangan, ukuran dan takaran.
▪ Catatan kejahatan manusia dicantumkan dalam sijjiin, sedang catatan kebajikan manusia dicantumkan dalam ‘illiyyiin.
▪ Balasan dan macam-macam kenikmatan bagi orang yang berbuat kebajikan.
▪ Sikap dan pandangan orang-orang kafir di dunia terhadap orang-orang yang beriman.
▪ Sikap orang-orang yang beriman di akhirat terhadap orang-orang kafir.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muthaffifin (36 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Muthaffifin (83) : 1-36 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 36 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Muthaffifin (83) : 1-36 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 36

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muthaffifin ayat 13 - Gambar 1 Surah Al Muthaffifin ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 83:13
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muthaffifin.

Surah Al-Tatfif (Arab: المطفّفي ,”Kecurangan”) adalah surah ke-83 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat.
Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang di ambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini merupakan surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum hijrah.

Nomor Surah 83
Nama Surah Al Muthaffifin
Arab المطففين
Arti Orang-orang yang curang
Nama lain Al-Tathfif
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 86
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 36
Jumlah kata 169
Jumlah huruf 751
Surah sebelumnya Surah Al-Infitar
Surah selanjutnya Surah Al-Insyiqaq
Sending
User Review
4.6 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

83:13, 83 13, 83-13, Surah Al Muthaffifin 13, Tafsir surat AlMuthaffifin 13, Quran Al-Tatfif 13, Al Tatfif 13, Al Mutafifin 13, Surah Al Mutafifin ayat 13

Video Surah

83:13


More Videos

Kandungan Surah Al Muthaffifin

۞ QS. 83:1 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 83:4 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Maksiat dan dosa

۞ QS. 83:5 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 83:6 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 83:7 • Azab orang kafir

۞ QS. 83:8 • Azab orang kafir

۞ QS. 83:9 • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Azab orang kafir

۞ QS. 83:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 83:11 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 83:12 • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 83:13 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 83:14 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 83:15 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 83:16 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 83:17 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 83:18 • Pahala iman • Derajat para pemeluk agama • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 83:19 • Pahala iman

۞ QS. 83:20 • Pahala iman • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 83:21 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 83:22 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman

۞ QS. 83:23 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman

۞ QS. 83:24 • Pahala iman • Sifat ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 83:25 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Makanan dan minuman ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 83:26 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat surga dan kenikmatannya • Bersegera dalam melakukan kebaikan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 83:27 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 83:28 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 83:34 • Pahala iman • Azab orang kafir • Keutamaan iman

۞ QS. 83:35 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 83:36 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

Ayat Pilihan

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman & beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya.
QS. At-Talaq [65]: 11

Jika kamu menampakkan sedekah,
maka itu baik.
Dan jika kamu sembunyikannya & berikan pada orang fakir,
maka menyembunyikan itu lebih baik.
Dan Allah akan hapuskan sebagian kesalahanmu,
dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan
QS. Al-Baqarah [2]: 271

hanya pelindungku ialah Yang telah menurunkan Al Kitab (Alquran) & Dia melindungi orang-orang yang saleh.
QS. Al-A’raf [7]: 196

Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman & mengerjakan amal yang saleh.
Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan & rezeki yang mulia.
QS. Saba’ [34]: 4

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Correct! Wrong!

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Correct! Wrong!

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus Istilah Islam

Shaleh `alaihis salam

Siapa itu Shaleh `alaihis salam? Shālih adalah salah seorang nabi dan rasul dalam agama Islam yang diutus kepada Kaum Tsamūd. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 2100 SM. Dia telah diberikan mukji...

Saba’

Apa itu Saba’? Surah Saba’ adalah surah ke-34 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat. Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Sab...

Ismail `alaihis salam

Siapa itu Ismail `alaihis salam? Isma’il adalah seorang nabi dalam kepercayaan agama Islam. Isma’il adalah putera dari Ibrahim dan Hajar, kakak tiri dari Ishaq. Ia diangkat menjadi nabi ...