QS. Al Munafiquun (Orang-orang yang munafik) – surah 63 ayat 9 [QS. 63:9]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تُلۡہِکُمۡ اَمۡوَالُکُمۡ وَ لَاۤ اَوۡلَادُکُمۡ عَنۡ ذِکۡرِ اللّٰہِ ۚ وَ مَنۡ یَّفۡعَلۡ ذٰلِکَ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu laa tulhikum amwaalukum walaa aulaadukum ‘an dzikrillahi waman yaf’al dzalika fa-uula-ika humul khaasiruun(a);

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.
Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
―QS. 63:9
Topik ▪ Zuhud ▪ Perhatian terhadap dunia ▪ Azab orang kafir
63:9, 63 9, 63-9, Al Munafiquun 9, AlMunafiquun 9, Al Munafiqun 9, AlMunafiqun 9, Al-Munafiqun 9

Tafsir surah Al Munafiquun (63) ayat 9

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Munafiquun (63) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Allah mengingatkan bahwa kesibukan mengurus harta benda dan memperhatikan persoalan anak-anak jangan membuat manusia lalai dari kewajibannya kepada Allah atau bahkan tidak menunaikannya.
Hendaknya perhatian mereka terhadap dunia dan akhirat seimbang, sebagaimana tertuang dalam sebuah riwayat:

Beramallah (amalan duniawi) seperti amalan seseorang yang mengira bahwa ia tidak akan meninggal selama-lamanya.
Namun, waspadalah seperti kewaspadaan seseorang yang akan meninggal besok.
(Riwayat Baihaqi dari Abdullah bin Ibnu ‘Amru bin al-‘As)

Dalam hadis lain, Nabi bersabda: Bukanlah orang yang terbaik di antara kamu seseorang yang meninggalkan (kepentingan) dunianya karena akhirat, dan sebaliknya meninggalkan (kepentingan) akhiratnya karena urusan dunianya, sehingga ia mendapatkan (bagian) keduanya sekaligus, ini dikarenakan kehidupan dunia merupakan wasilah yang menyampaikan ke kehidupan akhirat dan janganlah kamu menjadi beban terhadap orang lain.
(Riwayat Ibnu ‘Asakir dari Anas bin Malik)

Di sinilah letak keistimewaan dan keunggulan agama yang dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ yaitu agama Islam.
Agama yang tidak menghendaki umatnya bersifat materialistis, yang semua pikiran dan usahanya hanya ditujukan untuk mengumpulkan kekayaan dan kenikmatan dunia, seperti halnya orang-orang Yahudi.
Islam juga agama yang tidak membenarkan umatnya hanya mementingkan akhirat saja, tenggelam dalam kerohanian, menjauhkan diri dari kelezatan hidup, membujang terus dan tidak kawin, sebagaimana halnya orang-orang Nasrani.

Allah berfirman:

Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 31)

Firman Allah:

Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik?
(Q.S. Al-A’raf [7]: 32)

Allah menegaskan pada akhir ayat 9 ini bahwa orang-orang yang sangat mementingkan urusan dunia dan meninggalkan kebahagiaan akhirat, berarti telah mengundang murka Allah.
Mereka akan merugi karena menukar sesuatu yang kekal abadi dengan sesuatu yang fana dan hilang lenyap.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan sampai perhatian kalian kepada harta dan anak melalaikan kalian dari mengingat Allah dan melaksanakan kewajiban-Nya atas kalian.
Siapa yang disibukkan oleh harta dan anak sehingga melalaikan itu semua, maka mereka adalah orang-orang yang merugi pada hari kiamat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai orang-orang yang beriman, janganlah melalaikan kalian) yakni melupakan kalian (harta-harta kalian dan anak-anak kalian dari mengingat Allah) dari melakukan salat lima waktu.

(Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk banyak berzikir mengingat-Nya, dan melarang mereka menyibukkan diri dengan harta dan anak-anak sehingga melupakan zikir kepada Allah.
Dan juga Allah memberitahukan kepada mereka bahwa barang siapa yang terlena dengan kesenangan dunia dan perhiasannya hingga melupakan ketaatan kepada Tuhannya dan mengingat-Nya yang merupakan tujuan utama dari penciptaan dirinya, maka sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang merugi.
Yakni merugikan dirinya sendiri dan keluarganya kelak di hari kiamat.


Informasi Surah Al Munafiquun (المنافقون)
Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hajj.

Surat ini dinamai Al Munaafiquun yang artinya orang-orang munafiq, karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafiq.

Keimanan:

Keterangan tentang orang-orang munafiq dan sifat-sifat mereka yang buruk di antaranya ialah pendusta, suka bersumpah palsu, sombong, kikir dan tidak menepati janji
peringatan kepada orang-orang mu’min supaya harta benda dan anak­anaknya tidak melalaikan mereka
insyaf kepada Allah dan anjuran supaya menafkahkan sebagian dari rezki yang diperoleh,

Ayat-ayat dalam Surah Al Munafiquun (11 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Munafiquun (63) ayat 9 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Munafiquun (63) ayat 9 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Munafiquun (63) ayat 9 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Munafiqun (63) ayat 9 - Ayu Dyah (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Munafiqun (63) ayat 9 - Ayu Dyah (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Munafiquun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 11 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 63:9
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Munafiquun.

Surah Al-Munafiqun (bahasa Arab:المنافقون) adalah surah ke-63 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 11 ayat.
Dinamakan Al Munaafiqun yang berarti Orang-orang yang munafik karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafik.

Nomor Surah 63
Nama Surah Al Munafiquun
Arab المنافقون
Arti Orang-orang yang munafik
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 104
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 180
Jumlah huruf 800
Surah sebelumnya Surah Al-Jumu’ah
Surah selanjutnya Surah At-Tagabun
4.4
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/63-9







Pembahasan ▪ Gambar Al munafiqun

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta