QS. Al Munafiquun (Orang-orang yang munafik) – surah 63 ayat 11 [QS. 63:11]

وَ لَنۡ یُّؤَخِّرَ اللّٰہُ نَفۡسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُہَا ؕ وَ اللّٰہُ خَبِیۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ
Walan yu’akh-khirallahu nafsan idzaa jaa-a ajaluhaa wallahu khabiirun bimaa ta’maluun(a);

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya.
Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
―QS. 63:11
Topik ▪ Takdir ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir ▪ Pembentukan langit dalam Al Qur’an
63:11, 63 11, 63-11, Al Munafiquun 11, AlMunafiquun 11, Al Munafiqun 11, AlMunafiqun 11, Al-Munafiqun 11

Tafsir surah Al Munafiquun (63) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Munafiquun (63) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila telah sampai ajalnya.
Oleh karena itu, bersiap-siaplah untuk menghadapi maut itu.
Kumpulkanlah sebanyak-banyaknya bekal berupa amal saleh yang akan dibawa dan yang bermanfaat di akhirat nanti.
Firman Allah:

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).
Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
(Yaitu) api yang sangat panas.

(Q.S. Al-Qari’ah [101]: 6-11)

Ayat yang kesebelas ini ditutup dengan penegasan bahwa Allah itu Maha Mengetahui apa yang diperbuat hamba-Nya.
Semua itu akan dibalas di hari kemudian, sesuai dengan amal perbuatannya.
Kalau baik dimasukkan ke dalam surga, dan kalau jahat akan dimasukkan ke dalam neraka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah tidak akan menangguhkan seseorang jika waktu kematiannya telah tiba.
Allah Maha Mengetahui perbuatan kalian dan akan membalas kalian atas itu semua.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan, kematian, seseorang apabila datang waktu kematiannya.

Dan Allah Maha Mengenal apa yang kalian kerjakan) lafal ta’maluuna dapat pula dibaca ya’maluuna, sehingga artinya menjadi, yang mereka kerjakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. Al-Munafiqun [63]: 11)

Yakni tidak memberi tangguh kepada seorang pun bila telah datang saat ajalnya.
Dan Dia mengetahui terhadap orang yang berkata sejujurnya dalam permintaannya dari kalangan orang-orang yang seandainya dikembalikan niscaya akan mengulangi perbuatan jahat yang sebelumnya Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S. Al-Munafiqun [63]: 11)

Abu Isa At-Turmirzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdu ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Aun, telah menceritakan kepada kami Abu Janab Al-Kalabi, dari Ad-Dahhak ibnu Muzahim, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa barang siapa yang mempunyai harta yang cukup untuk menghantarkannya sampai ke tempat suci guna menunaikan ibadah haji, atau mempunyai harta yang telah wajib dizakati, lalu dia tidak mengerjakannya, niscaya dia akah meminta untuk dikembalikan hidup ke dunia lagi di saat menjelang kematiannya.
Maka ada seorang lelaki yang memotong, “Hai Ibnu Abbas, bertakwalah kepada Allah, karena sesungguhnya orang yang meminta untuk dikembalikan ke dunia itu hanyalah orang-orang kafir.” Maka Ibnu Abbas menjawab, “Aku akan membacakan kepadamu hal yang menerangkannya dari Kitabullah,” yaitu firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harictmu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.
Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, ” Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (Q.S. Al-Munafiqun [63]: 9-10) sampai dengan firman-Nya: Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. Al-Munafiqun [63]: 11) Lelaki itu bertanya, “Berapakah jumlah harta yang wajib dizakati?”
Ibnu Abbas menjawab, “Apabila telah mencapai jumlah dua ratus (dirham) dan selebihnya.” Lelaki itu bertanya, “Lalu apakah yang mewajibkan seseorang harus menunaikan ibadah haji?”
Ibnu Abbas menjawab, “Bila telah mempunyai bekal dan kendaraan.”

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdu ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, dari As-Sauri, dari Yahya ibnu Abu Hayyah alias Abu Janab Al-Kalabi, dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, dari Nabi ﷺ dengan sanad yang semisal.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini telah diriwayatkan pula oleh Sufyan ibnu Uyaynah dan lain-lainnya dari Abu Janab Al-Kalabi, dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas dan dikategorikan termasuk perkataan Ibnu Abbas; dan riwayat inilah yang paling sahih.
Abu Janab Al-Kalabi dinilai daif.

Menurut hemat kami, riwayat Ad-Dahhak dari Ibnu Abbas terdapat inqita’ (mata rantai perawi yang terputus); hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Nufail, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ata, dari Maslamah Al-Juhani, dari pamannya (yakni Abu Misyja’ah ibnu Rib’i), dari Abu Darda r.a.
yang mengatakan bahwa kami membincangkan tentang penambahan usia di hadapan Rasulullah ﷺ Maka beliau ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan menangguhkan usia seseorang apabila telah tiba saat ajalnya.
Sesungguhnya penambahan usia itu hanyalah bila Allah memberi kepada seseorang hamba keturunan yang saleh yang mendoakan untuknya, maka doa mereka sampai kepadanya di alam kuburnya.


Informasi Surah Al Munafiquun (المنافقون)
Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hajj.

Surat ini dinamai Al Munaafiquun yang artinya orang-orang munafiq, karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafiq.

Keimanan:

Keterangan tentang orang-orang munafiq dan sifat-sifat mereka yang buruk di antaranya ialah pendusta, suka bersumpah palsu, sombong, kikir dan tidak menepati janji
peringatan kepada orang-orang mu’min supaya harta benda dan anak­anaknya tidak melalaikan mereka
insyaf kepada Allah dan anjuran supaya menafkahkan sebagian dari rezki yang diperoleh,

Ayat-ayat dalam Surah Al Munafiquun (11 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Munafiquun (63) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Munafiquun (63) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Munafiquun (63) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Munafiquun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 11 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 63:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Munafiquun.

Surah Al-Munafiqun (bahasa Arab:المنافقون) adalah surah ke-63 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 11 ayat.
Dinamakan Al Munaafiqun yang berarti Orang-orang yang munafik karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafik.

Nomor Surah 63
Nama Surah Al Munafiquun
Arab المنافقون
Arti Orang-orang yang munafik
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 104
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 180
Jumlah huruf 800
Surah sebelumnya Surah Al-Jumu’ah
Surah selanjutnya Surah At-Tagabun
4.6
Ratingmu: 4.8 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta