Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mumtahanah (Wanita yang diuji) – surah 60 ayat 7 [QS. 60:7]

عَسَی اللّٰہُ اَنۡ یَّجۡعَلَ بَیۡنَکُمۡ وَ بَیۡنَ الَّذِیۡنَ عَادَیۡتُمۡ مِّنۡہُمۡ مَّوَدَّۃً ؕ وَ اللّٰہُ قَدِیۡرٌ ؕ وَ اللّٰہُ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
‘Asallahu an yaj’ala bainakum wabainal-ladziina ‘aadaitum minhum mawaddatan wallahu qadiirun wallahu ghafuurun rahiimun;
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka.
Allah Mahakuasa.
Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. Al Mumtahanah [60]: 7

Perhaps Allah will put, between you and those to whom you have been enemies among them, affection.
And Allah is competent, and Allah is Forgiving and Merciful.
― Chapter 60. Surah Al Mumtahanah [verse 7]

عَسَى mudah-mudahan

Perhaps
ٱللَّهُ Allah

Allah
أَن bahwa

[that]
يَجْعَلَ menjadikan

will put
بَيْنَكُمْ diantara kamu

between you
وَبَيْنَ dan antara

and between
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those (to) whom
عَادَيْتُم kamu musuhi

you have been enemies,
مِّنْهُم diantara mereka

among them
مَّوَدَّةً kasih sayang

love.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
قَدِيرٌ Maha Kuasa

(is) All-Powerful.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
غَفُورٌ Maha Pengampun

(is) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٌ Maha Penyayang

Most Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mumtahanah
60:7

Tafsir QS. Al Mumtahanah (60) : 7. Oleh Kementrian Agama RI


Menurut al-hasan al-Basri dan Abu salih, ayat ini diturunkan berhubungan dengan Khuza’ah, Bani al-harits bin Ka’ab, Kinanah, Khuzaimah, dan kabilahkabilah Arab lainnya.
Mereka minta diadakan perdamaian dengan kaum Muslimin dengan mengemukakan ikrar tidak akan memerangi kaum Muslimin dan tidak menolong musuh-musuh mereka.

Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menerima permusuhan mereka.


Ayat ini menyatakan kepada Rasulullah dan orang-orang yang beriman bahwa mudah-mudahan Allah akan menjalinkan rasa cinta dan kasih sayang antara kaum Muslimin yang ada di Madinah dengan orang-orang musyrik Mekah yang selama ini membenci dan menjadi musuh mereka.

Hal itu mudah bagi Allah, sebagai Zat Yang Mahakuasa dan menentukan segalanya.
Apalagi jika orang-orang kafir mau beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah mereka lakukan sebelumnya, yaitu dosa memusuhi Rasulullah dan kaum Muslimin.


Isyarat yang terdapat dalam ayat ini terbukti kebenarannya pada pembebasan kota Mekah oleh kaum Muslimin, tanpa terjadi pertumpahan darah.
Sewaktu Rasulullah memasuki kota Mekah, karena orang-orang musyrik melanggar perjanjian mereka dengan kaum Muslimin, mereka merasa gentar menghadapi tentara kaum Muslimin, dan bersembunyi di rumah-rumah mereka.

Oleh karena itu, Rasulullah mengumumkan bahwa barang siapa memasuki Baitullah, maka dia mendapat keamanan, barang siapa memasuki Masjidil Haram, maka ia mendapat keamanan, dan barang siapa memasuki rumah Abu Sufyan, ia mendapat keamanan.
Perintah itu ditaati oleh kaum musyrik dan mereka pun berlindung di Ka’bah, di Masjidil Haram, dan rumah Abu Sufyan.

Maka waktu itu, kaum Muslimin yang telah hijrah bersama Rasulullah ke Madinah bertemu kembali dengan keluarganya yang masih musyrik dan tetap tinggal di Mekah, setelah beberapa tahun mereka berpisah.
Maka terjalinlah kembali hubungan baik dan kasih sayang diantara mereka.


Karena baiknya sikap kaum Muslimin kepada mereka, maka mereka berbondong-bondong masuk Islam.
Firman Allah:


Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.
Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.
Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
(an-Nashr [110]: 1-3)

Tafsir QS. Al Mumtahanah (60) : 7. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Semoga Allah menciptakan kasih sayang antara kalian dan orang-orang kafir yang kalian musuhi, dengan memberi mereka pertolongan untuk beriman.
Allah Mahakuasa, Mahaluas ampunan terhadap orang yang bertobat, dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Semoga Allah menciptakan kasih sayang antara kalian, wahai orang-orang mukmin, dengan sanak kerabat kalian yang musyrik yang kalian musuhi.
Setelah kebencian itu (hilang) semoga Allah melembutkan hati mereka yang keras dengan masuk ke dalam Islam.


Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan Maha Pengampun serta Maha Penyayang bagi hamba-hamba-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mudah-mudahan Allah menimbulkan antara kalian dengan orang-orang yang kalian musuhi di antara mereka) yakni di antara orang-orang kafir Mekah, demi taat kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala


(kasih sayang) seumpamanya karena Allah memberikan petunjuk kepada mereka untuk beriman, karenanya mereka lalu menjadi teman-teman setia kalian.


(Dan Allah adalah Maha Kuasa) untuk melakukan hal tersebut, dan ternyata Allah subhanahu wa ta’ala melakukan hal tersebut sesudah penaklukan kota Mekah.


(Dan Allah Maha Pengampun) kepada mereka atas kesalahan-kesalahan mereka di masa lalu sebelum mereka masuk Islam


(lagi Maha Penyayang) terhadap mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada hamba-hamba-Nya yang beriman sesudah memerintahkan mereka agar memusuhi orang-orang kafir.

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 7)

Yakni rasa kasih sayang sesudah kebencian, dan rasa simpati sesudah antipati, dan kerukunan sesudah berpecah belah.

Dan Allah adalah Mahakuasa.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 7)

Yakni atas semua yang dikehendaki-Nya seperti menyatukan di antara berbagai hal yang bertentangan, berbeda, dan bertolak belakang.
Maka Dia menjadikan hati mereka menjadi rukun sesudah permusuhan dan kekerasan, sehingga jadilah mereka bersatu dan hidup dengan rukun, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya mengenai anugerah yang telah diberikan-Nya kepada orang-orang Ansar:

dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara;
dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 103), hingga akhir ayat.

Hal yang sama dikatakan oleh Nabi ﷺ melalui sabdanya:

Bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberi kalian petunjuk dengan melaluiku, dan dahulu kalian dalam keadaan berpecah belah, lalu Allah merukunkan kalian dengan melaluiku?

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).
Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Anfal [8]: 62-63)

Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Cintailah kekasihmu sedang-sedang saja, karena barangkali dia akan menjadi musuhmu di suatu hari.
Dan bencilah musuhmu biasa-biasa saja karena barangkali di suatu hari dia akan menjadi kekasihmu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 7)

Yaitu mengampuni kekufuran orang-orang yang kafir bilamana mereka bertobat dari kekafirannya, lalu kembali ke jalan Allah dan berserah diri kepada-Nya, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua orang yang bertobat kepada-Nya dari dosa apa pun.

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Sufyan alias Sakhr ibnu Harb, karena sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengawini putrinya, maka hal inilah yang menjadi penyebab terjalinnya kasih sayang antara Abu Sufyan dan beliau ﷺ Tetapi pendapat yang dikemukakan oleh Muqatil ini masih perlu diteliti, mengingat Rasulullah ﷺ mengawini Ummu Habibah binti Abu Sufyan sebelum penaklukan kota Mekah, sedangkan Abu Sufyan baru masuk Islam hanyalah sesudah malam penaklukan Mekah, tanpa ada seorang ulama pun yang memperselisihkannya.


Pendapat yang lebih baik adalah apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim yang mengatakan bahwa telah membacakan kepadaku Muhammad ibnu Aziz, telah menceritakan kepadaku Salamah, telah menceritakan kepadaku Aqil, telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab, bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat Abu Sufyan alias Sakhr ibnu Harb sebagai ‘amil untuk sebagian negeri Yaman.
Ketika Rasulullah ﷺ wafat, ia datang, dan di tengah jalan bersua dengan Zul Khimar yang murtad.
Maka Abu Sufyan memeranginya, dan dia adalah seorang yang mula-mula berperang melawan orang-orang yang murtad dan berjihad membela agama Islam.
Ibnu Syihab mengatakan bahwa Abu Sufyan termasuk orang yang berkenaan dengan turunnya firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 7), hingga akhir ayat.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Ibnu Abbas, bahwa Abu Sufyan pernah berkata,
"Wahai Rasulullah, berikanlah kepadaku tiga perkara."
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya."
Abu Sufyan berkata,
"Perintahkanlah kepadaku untuk memerangi orang-orang kafir, sebagaimana aku dahulu memerangi kaum muslim."
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Abu Sufyan berkata,
"Kumohon engkau jadikan Mu’awiyah sebagai juru tulismu."
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Abu Sufyan berkata,
"Aku mempunyai anak perempuan yang merupakan wanita Arab yang paling cantik dan paling baik, yaitu Ummu Habibah binti Abu Sufyan.
Sekarang kunikahkan engkau dengannya,"
hingga akhir hadis.

Unsur Pokok Surah Al Mumtahanah (الممتحنة)

Surat Al-Mumtahanah terdiri atas 13 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Ahzab.

Dinamai "Al Mumtahanah" (wanita yang diuji), diambil dari kata "Famtahinuuhunna" yang berarti "maka ujilah rnereka",
yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Hukum:

▪ Larangan mengadakan hubungan persahabatan dengan orang-orang kafir yang memusuhi Islam, sedang dengan orang-orang kafir yang tidak memusuhi Islam boleh mengadakan persahabatan.
Hukum perkawinan bagi orang-orang yang pindah agama.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam bersama kaumnya sebagai contoh dan teladan bagi orang-orang mukmin.

Audio

QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 13 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 13

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mumtahanah ayat 7 - Gambar 1 Surah Al Mumtahanah ayat 7 - Gambar 2
Statistik QS. 60:7
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mumtahanah.

Surah Al-Mumtahanah (bahasa Arab:الممتحنة, “Perempuan Yang Diuji”) adalah surah ke-60 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat.
Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di ambil dari kata “Famtahinuuhunna” yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Nomor Surah60
Nama SurahAl Mumtahanah
Arabالممتحنة
ArtiWanita yang diuji
Nama lainAl-Imtihān, Al-Mawaddah
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu91
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat13
Jumlah kata325
Jumlah huruf1560
Surah sebelumnyaSurah Al-Hasyr
Surah selanjutnyaSurah As-Saff
Sending
User Review
4.6 (12 votes)
Tags:

60:7, 60 7, 60-7, Surah Al Mumtahanah 7, Tafsir surat AlMumtahanah 7, Quran Al-Mumtahanah 7, Surah Al Mumtahanah ayat 7

▪ Allahu minhum ya qodir ▪ amalan asalohu ▪ asallahu anuejeal baynakum ▪ Assalohu ▪ Asslahu\ ayyaz\ala bainakum wa bainal ldzina aidaitum min hum mawadhah
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video

Error 403 Daily Limit Exceeded. The quota will be reset at midnight Pacific Time (PT). You may monitor your quota usage and adjust limits in the API Console: https://console.developers.google.com/apis/api/youtube.googleapis.com/quotas?project=89055198671 : dailyLimitExceeded

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 115 [QS. 7:115]

Para ahli sihir itu pun”setelah mendapatkan janji Fir’aun dan membayangkan kedudukan yang akan diperoleh”dengan penuh percaya diri mendatangi Nabi Musa. Dengan nada menantang, mereka para pesihir berk … 7:115, 7 115, 7-115, Surah Al A’raaf 115, Tafsir surat AlAraaf 115, Quran Al Araf 115, Al-A’raf 115, Surah Al Araf ayat 115

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 131 [QS. 37:131]

129-132. Dan karena kesabaran serta ketabahannya dalam menyampaikan agama tauhid, Kami abadikan untuk Nabi Ilyas suatu pujian yang mulia di kalangan orang-orang yang datang kemudian. dan Kami ucapkan … 37:131, 37 131, 37-131, Surah Ash Shaffaat 131, Tafsir surat AshShaffaat 131, Quran Al-Shaffat 131, AshShaffat 131, Ash Shafat 131, Ash Shaffat 131, Surah Ash Shaffat ayat 131

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah .. Ijtihad Alquran Sunnah Qiyas UUD 1945 Benar! Kurang tepat! Hadits adalah Mubayyin untuk

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan…..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. penghormatan Allah SWT musibah dari Allah SWT cobaan Allah SWT

Instagram