QS. Al Mumtahanah (Wanita yang diuji) – surah 60 ayat 7 [QS. 60:7]

عَسَی اللّٰہُ اَنۡ یَّجۡعَلَ بَیۡنَکُمۡ وَ بَیۡنَ الَّذِیۡنَ عَادَیۡتُمۡ مِّنۡہُمۡ مَّوَدَّۃً ؕ وَ اللّٰہُ قَدِیۡرٌ ؕ وَ اللّٰہُ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
‘Asallahu an yaj’ala bainakum wabainal-ladziina ‘aadaitum minhum mawaddatan wallahu qadiirun wallahu ghafuurun rahiimun;

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka.
Dan Allah adalah Maha Kuasa.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
―QS. 60:7
Topik ▪ Nama-nama hari kiamat
60:7, 60 7, 60-7, Al Mumtahanah 7, AlMumtahanah 7, Al-Mumtahanah 7

Tafsir surah Al Mumtahanah (60) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mumtahanah (60) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Menurut Al-hasan Al-Basri dan Abu salih, ayat ini diturunkan berhubungan dengan Khuza’ah, Bani al-harits bin Ka’ab, Kinanah, Khuzaimah, dan kabilah-kabilah Arab lainnya.
Mereka minta diadakan perdamaian dengan kaum Muslimin dengan mengemukakan ikrar tidak akan memerangi kaum Muslimin dan tidak menolong musuh-musuh mereka.
Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menerima permusuhan mereka.
Ayat ini menyatakan kepada Rasulullah dan orang-orang yang beriman bahwa mudah-mudahan Allah akan menjalinkan rasa cinta dan kasih sayang antara kaum Muslimin yang ada di Medinah dengan orang-orang musyrik Mekah yang selama ini membenci dan menjadi musuh mereka.
Hal itu mudah bagi Allah, sebagai Zat Yang Mahakuasa dan menentukan segalanya.
Apalagi jika orang-orang kafir mau beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah mereka lakukan sebelumnya, yaitu dosa memusuhi Rasulullah dan kaum Muslimin.
Isyarat yang terdapat dalam ayat ini terbukti kebenarannya pada pembebasan kota Mekah oleh kaum Muslimin, tanpa terjadi pertumpahan darah.
Sewaktu Rasulullah memasuki kota Mekah, karena orang-orang musyrik melanggar perjanjian mereka dengan kaum Muslimin, mereka merasa gentar menghadapi tentara kaum Muslimin, dan bersembunyi di rumah-rumah mereka.
Oleh karena itu, Rasulullah mengumumkan bahwa barang siapa memasuki Baitullah, maka dia mendapat keamanan, barang siapa memasuki Masjidil Haram, maka ia mendapat keamanan, dan barang siapa memasuki rumah Abu Sufyan, ia mendapat keamanan.
Perintah itu ditaati oleh kaum musyrik dan mereka pun berlindung di Ka’bah, di Masjidil Haram, dan rumah Abu Sufyan.
Maka waktu itu, kaum Muslimin yang telah hijrah bersama Rasulullah ke Medinah bertemu kembali dengan keluarganya yang masih musyrik dan tetap tinggal di Mekah, setelah beberapa tahun mereka berpisah.
Maka terjalinlah kembali hubungan baik dan kasih sayang diantara mereka.
Karena baiknya sikap kaum Muslimin kepada mereka, maka mereka berbondong-bondong masuk Islam.
Firman Allah: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.
Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.
Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
(an-Nasr/110:1-3)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Semoga Allah menciptakan kasih sayang antara kalian dan orang-orang kafir yang kalian musuhi, dengan memberi mereka pertolongan untuk beriman.
Allah Mahakuasa, Mahaluas ampunan terhadap orang yang bertobat, dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mudah-mudahan Allah menimbulkan antara kalian dengan orang-orang yang kalian musuhi di antara mereka) yakni di antara orang-orang kafir Mekah, demi taat kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala (kasih sayang) seumpamanya karena Allah memberikan petunjuk kepada mereka untuk beriman, karenanya mereka lalu menjadi teman-teman setia kalian.

(Dan Allah adalah Maha Kuasa) untuk melakukan hal tersebut, dan ternyata Allah subhanahu wa ta’ala melakukan hal tersebut sesudah penaklukan kota Mekah.

(Dan Allah Maha Pengampun) kepada mereka atas kesalahan-kesalahan mereka di masa lalu sebelum mereka masuk Islam (lagi Maha Penyayang) terhadap mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada hamba-hamba-Nya yang beriman sesudah memerintahkan mereka agar memusuhi orang-orang kafir.

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka.
(Q.S. Al-Mumtahanah [60]: 7)

Yakni rasa kasih sayang sesudah kebencian, dan rasa simpati sesudah antipati, dan kerukunan sesudah berpecah belah.

Dan Allah adalah Mahakuasa.
(Q.S. Al-Mumtahanah [60]: 7)

Yakni atas semua yang dikehendaki-Nya seperti menyatukan di antara berbagai hal yang bertentangan, berbeda, dan bertolak belakang.
Maka Dia menjadikan hati mereka menjadi rukun sesudah permusuhan dan kekerasan, sehingga jadilah mereka bersatu dan hidup dengan rukun, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya mengenai anugerah yang telah diberikan-Nya kepada orang-orang Ansar:

dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 103), hingga akhir ayat.

Hal yang sama dikatakan oleh Nabi ﷺ melalui sabdanya:

Bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberi kalian petunjuk dengan melaluiku, dan dahulu kalian dalam keadaan berpecah belah, lalu Allah merukunkan kalian dengan melaluiku?

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).
Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(Q.S. Al-Anfal [8]: 62-63)

Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Cintailah kekasihmu sedang-sedang saja, karena barangkali dia akan menjadi musuhmu di suatu hari.
Dan bencilah musuhmu biasa-biasa saja karena barangkali di suatu hari dia akan menjadi kekasihmu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Al-Mumtahanah [60]: 7)

Yaitu mengampuni kekufuran orang-orang yang kafir bilamana mereka bertobat dari kekafirannya, lalu kembali ke jalan Allah dan berserah diri kepada-Nya, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua orang yang bertobat kepada-Nya dari dosa apa pun.

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Sufyan alias Sakhr ibnu Harb, karena sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengawini putrinya, maka hal inilah yang menjadi penyebab terjalinnya kasih sayang antara Abu Sufyan dan beliau ﷺ Tetapi pendapat yang dikemukakan oleh Muqatil ini masih perlu diteliti, mengingat Rasulullah ﷺ mengawini Ummu Habibah binti Abu Sufyan sebelum penaklukan kota Mekah, sedangkan Abu Sufyan baru masuk Islam hanyalah sesudah malam penaklukan Mekah, tanpa ada seorang ulama pun yang memperselisihkannya.

Pendapat yang lebih baik adalah apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim yang mengatakan bahwa telah membacakan kepadaku Muhammad ibnu Aziz, telah menceritakan kepadaku Salamah, telah menceritakan kepadaku Aqil, telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab, bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat Abu Sufyan alias Sakhr ibnu Harb sebagai ‘amil untuk sebagian negeri Yaman.
Ketika Rasulullah ﷺ wafat, ia datang, dan di tengah jalan bersua dengan Zul Khimar yang murtad.
Maka Abu Sufyan memeranginya, dan dia adalah seorang yang mula-mula berperang melawan orang-orang yang murtad dan berjihad membela agama Islam.
Ibnu Syihab mengatakan bahwa Abu Sufyan termasuk orang yang berkenaan dengan turunnya firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan: Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka.
(Q.S. Al-Mumtahanah [60]: 7), hingga akhir ayat.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Ibnu Abbas, bahwa Abu Sufyan pernah berkata, “Wahai Rasulullah, berikanlah kepadaku tiga perkara.” Rasulullah ﷺ menjawab, “Ya.” Abu Sufyan berkata, “Perintahkanlah kepadaku untuk memerangi orang-orang kafir, sebagaimana aku dahulu memerangi kaum muslim.” Nabi ﷺ menjawab, “Ya.” Abu Sufyan berkata, “Kumohon engkau jadikan Mu’awiyah sebagai juru tulismu.” Nabi ﷺ menjawab, “Ya.” Abu Sufyan berkata, “Aku mempunyai anak perempuan yang merupakan wanita Arab yang paling cantik dan paling baik, yaitu Ummu Habibah binti Abu Sufyan.
Sekarang kunikahkan engkau dengannya,” hingga akhir hadis.


Informasi Surah Al Mumtahanah (الممتحنة)
Surat Al Mumtahanah terdiri atas 13 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Ahzab.

Dinamai “Al Mumtahanah” (wanita yang diuji), diambil dari kata “Famtahinuuhunna” yang berarti “maka ujilah rnereka”,
yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

Tidak tersedia

Hukum:

Larangan mengadakan hubungan persahabatan dengan orang-orang kafir yang memusuhi Islam, sedang dengan orang-orang kafir yang tidak memusuhi Islam boleh mengadakan persahabatan
hukum perkawinan bagi orang-orang yang pindah agama.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s, bersama kaumnya sebagai contoh dan teladan bagi orang-orang mu’min.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mumtahanah (13 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mumtahanah (60) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mumtahanah (60) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mumtahanah (60) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mumtahanah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 13 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 60:7
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mumtahanah.

Surah Al-Mumtahanah (bahasa Arab:الممتحنة, "Perempuan Yang Diuji") adalah surah ke-60 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat.
Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di ambil dari kata "Famtahinuuhunna" yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Nomor Surah 60
Nama Surah Al Mumtahanah
Arab الممتحنة
Arti Wanita yang diuji
Nama lain Al-Imtihān, Al-Mawaddah
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 91
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 13
Jumlah kata 325
Jumlah huruf 1560
Surah sebelumnya Surah Al-Hasyr
Surah selanjutnya Surah As-Saff
4.6
Ratingmu: 4.6 (12 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/60-7







Pembahasan ▪ Asallahu ▪ asallohu ayyaj ala ▪ Assaallahuayyaj ▪ doa asalahu ▪ wabalaunakum

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta