Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mumtahanah (Wanita yang diuji) - surah 60 ayat 13 [QS. 60:13]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَتَوَلَّوۡا قَوۡمًا غَضِبَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ قَدۡ یَئِسُوۡا مِنَ الۡاٰخِرَۃِ کَمَا یَئِسَ الۡکُفَّارُ مِنۡ اَصۡحٰبِ الۡقُبُوۡرِ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu laa tatawallau qauman ghadhiballahu ‘alaihim qad ya-isuu mina-aakhirati kamaa ya-isal kuffaaru min ashhaabil qubuur(i);
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.
―QS. Al Mumtahanah [60]: 13

Daftar isi

O you who have believed, do not make allies of a people with whom Allah has become angry.
They have despaired of (reward in) the Hereafter just as the disbelievers have despaired of (meeting) the inhabitants of the graves.
― Chapter 60. Surah Al Mumtahanah [verse 13]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O you
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe!
لَا jangan

(Do) not
تَتَوَلَّوْا۟ jadikan sabahat/pemimpin

make allies
قَوْمًا kaum

(of) a people,
غَضِبَ memurkai

(The) wrath
ٱللَّهُ Allah

(of) Allah
عَلَيْهِمْ atas mereka

(is) upon them.
قَدْ sesungguhnya

Indeed,
يَئِسُوا۟ mereka putus asa

they despair
مِنَ dari/terhadap

of
ٱلْءَاخِرَةِ akhitat

the Hereafter
كَمَا sebagaimana

as
يَئِسَ berputus asa

despair
ٱلْكُفَّارُ orang-orang kafir

the disbelievers
مِنْ dari

of
أَصْحَٰبِ penghuni

(the) companions
ٱلْقُبُورِ kubur

(of) the graves.

Tafsir Quran

Surah Al Mumtahanah
60:13

Tafsir QS. Al-Mumtahanah (60) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundhir dari Ibnu Ishaq dari ‘Ikrimah dan Abu Sa’id dari Ibnu ‘Abbas, ia menerangkan bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar dan Zaid bin haritsah bersahabat dengan orang-orang Yahudi.
Maka turunlah ayat ini yang melarang kaum Muslimin berteman erat dengan orang yang dimurkai Allah.

Dalam ayat ini, Allah menegaskan kembali larangan menjadikan orang-orang Yahudi, Nasrani, dan musyrik Mekah yang berniat jahat terhadap kaum Muslimin sebagai wali atau teman akrab, karena dikhawatirkan orang-orang yang beriman akan menyampaikan rahasia-rahasia penting kepada mereka.

Pada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu telah putus asa untuk memperoleh kebaikan dari Allah di akhirat, karena kedurhakaan mereka kepada Rasulullah ﷺ yang telah diisyaratkan kedatangannya dalam kitabkitab mereka.

Padahal, persoalan itu sudah dikuatkan pula dengan bukti-bukti yang jelas dan mukjizat yang nyata.
Keputusasaan mereka untuk memperoleh rahmat Allah di hari akhirat sama halnya dengan keputusasaan mereka di dalam kubur karena mereka tidak percaya adanya kebangkitan kembali di akhirat.

Tafsir QS. Al Mumtahanah (60) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, janganlah kalian jadikan kaum yang dimurkai Allah sebagai penolong.
Sesungguhnya mereka itu telah berputus asa terhadap negeri akhirat dengan pembalasan dan perhitungan yang ada sebagaimana orang-orang kafir berputus asa terhadap peristiwa dihidupkannya kembali para penghuni kubur.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, janganlah kalian jadikan orang-orang yang dimurkai Allah karena kekafiran mereka sebagai teman karib dan penolong bagi kalian.
Mereka sungguh telah berputus asa terhadap pahala Allah di akhirat, sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa ketika mereka menyaksikan hakikat perkara dan setelah mereka mengetahui dengan yakin bahwa mereka tidak mendapat bagian dari pahala akhirat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian jadikan penolong kalian kaum yang Allah murka terhadap mereka) yaitu orang-orang Yahudi


(sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat) yakni dari pahala akhirat, padahal mereka meyakini adanya hari akhirat, demikian itu karena mereka ingkar kepada Nabi ﷺ padahal mereka mengetahui, bahwa Nabi ﷺ itu adalah benar


(sebagaimana telah berputus asa orang-orang kafir) yang kini berada


(dalam kubur) yaitu orang-orang kafir yang telah mati terkubur, telah putus asa dari kebaikan akhirat.
Demikian itu karena di dalam kubur diperlihatkan kepada mereka tempat kedudukan mereka di surga seandainya mereka beriman, sebagaimana diperlihatkan pula kepada mereka tempat kembali yang akan mereka tempati, yaitu neraka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala melarang hamba-hamba-Nya yang beriman berteman dengan orang-orang kafir dalam akhir surat ini, sebagaimana melarang hal yang sama dalam permulaan surat.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 13)

Makna yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, serta orang-orang kafir lainnya yang dimurkai dan dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala serta yang berhak diusir dan dijauhkan dari rahmat-Nya.
Mengapa kalian memihak mereka dan menjadikan mereka teman-teman dan sahabat karib kalian, padahal mereka telah berputus asa dari negeri akhirat, yakni dari pahalanya dan nikmatnya menurut hukum Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 13)

Ada dua pendapat sehubungan dengan makna ayat ini, salah satunya mengartikan sebagaimana orang-orang kafir yang masih hidup berputus asa dari kaum kerabat mereka yang telah berada di alam kubur, untuk dapat bersua kembali dengan mereka sesudahnya.
Dikatakan demikian karena mereka tidak meyakini adanya hari berbangkit dan tidak pula dengan hari perhimpunan semua makhluk;
harapan mereka telah putus untuk dapat bersua kembali dengan kerabat mereka yang telah tiada, menurut keyakinan mereka.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 13)
hingga akhir surat, yakni orang-orang yang telah mati dari kalangan kaum yang kafir, orang-orang yang hidup dari mereka putus asa untuk dapat berkumpul kembali dengan mereka yang telah mati, atau mereka berkeyakinan bahwa Allah tidak akan membangkitkan mereka lagi.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 13)
Bahwa orang-orang kafir yang masih hidup berputus asa untuk dapat bersua kembali dengan orang-orang yang telah mati dari kalangan mereka.


Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah sebagaimana orang-orang kafir berputus asa untuk dapat berkumpul kembali dengan ahli kubur mereka yang telah mati.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Ad-Dahhak, semuanya diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah sebagaimana orang-orang kafir dari kalangan ahli kubur berputus asa dari semua kebaikan.


Al-A’masy telah meriwayatkan dari Abud Duha, dari Masruq, dari Ibnu Mas’ud r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 13)
Yakni sebagaimana orang kafir ini berputus asa apabila dia telah mati dan telah menyaksikan balasannya yang diperlihatkan kepadanya.
Hal inilah yang dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Muqatil, Al-Kalbi, dan Mansur, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir rahimahullah.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mumtahanah (60) Ayat 13

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dari Ibnu Ishaq, dari ‘Ikrimah dari Abu Sa’id, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar dan Zaid bin al-Harits bersahabat akrab dengan segolongan kaum Yahudi.
Maka turunlah ayat ini (al-Mumtahanah: 13) yang melarang berkawan dengan kaum yang dimurkai Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Mumtahanah (الممتحنة)

Surat Al-Mumtahanah terdiri atas 13 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Ahzab.

Dinamai "Al Mumtahanah" (wanita yang diuji), diambil dari kata "Famtahinuuhunna" yang berarti "maka ujilah rnereka",
yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Hukum:

▪ Larangan mengadakan hubungan persahabatan dengan orang-orang kafir yang memusuhi Islam, sedang dengan orang-orang kafir yang tidak memusuhi Islam boleh mengadakan persahabatan.
▪ Hukum perkawinan bagi orang-orang yang pindah agama.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam bersama kaumnya sebagai contoh dan teladan bagi orang-orang mukmin.

Audio Murottal

QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 13 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 13

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mumtahanah ayat 13 - Gambar 1 Surah Al Mumtahanah ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 60:13
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mumtahanah.

Surah Al-Mumtahanah (bahasa Arab:الممتحنة, “Perempuan Yang Diuji”) adalah surah ke-60 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat.
Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di ambil dari kata “Famtahinuuhunna” yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Nomor Surah 60
Nama Surah Al Mumtahanah
Arab الممتحنة
Arti Wanita yang diuji
Nama lain Al-Imtihān, Al-Mawaddah
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 91
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 13
Jumlah kata 325
Jumlah huruf 1560
Surah sebelumnya Surah Al-Hasyr
Surah selanjutnya Surah As-Saff
Sending
User Review
4.4 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

60:13, 60 13, 60-13, Surah Al Mumtahanah 13, Tafsir surat AlMumtahanah 13, Quran Al-Mumtahanah 13, Surah Al Mumtahanah ayat 13

Video Surah

60:13


More Videos

Kandungan Surah Al Mumtahanah

۞ QS. 60:1 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Bersikap keras terhadap orang kafir • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Hukum memohon bantuan orang musyrik

۞ QS. 60:2 • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 60:3 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 60:4 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama para nabi

۞ QS. 60:5 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Memohon ampun •

۞ QS. 60:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat •

۞ QS. 60:7 • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 60:9 • Hukum memohon bantuan orang musyrik

۞ QS. 60:10 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Dua kalimat syahadat, bukti lahiriah keimanan seseorang •

۞ QS. 60:12 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 60:13 • Hukum memohon bantuan orang musyrik

Ayat Pilihan

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat Kami, kelak Kami masukkan ke neraka.
Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit lain,
supaya mereka merasakan azab.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. An-Nisa’ [4]: 56

Dan ia (Yahya a.s.) adalah orang bertakwa,
orang yang berbakti kepada orang tuanya,
bukan orang yang sombong lagi durhaka.
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan & pada hari ia meninggal & pada hari ia dibangkitkan hidup kembali
QS. Maryam [19]: 13-15

Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu.
Kepada Allah sajalah kami bertawakkal.
Ya Tuhan kami,
berilah keputusan antara kami & kaum kami dengan hak (adil)
dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
QS. Al-A’raf [7]: 89

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus Istilah Islam

Nusyuz

Apa itu Nusyuz? Nusyuz secara bahasa berarti tempat yang tinggi . Sedangkan secara istilah nusyuz berarti istri durhaka kepada suami dalam perkara ketaatan pada suami yang Allah wajibkan, dan pembangk...

mazhab

Apa itu mazhab? maz.hab haluan atau aliran mengenai hukum fikih yang menjadi ikutan umat Islam ; umat Islam di Indonesia banyak yang menganut mazhab Syafii; golongan pemikir yang sepaham dalam teo...

Al Waliyy

Apa itu Al Waliyy? Allah itu Al-Waliyy ◀ Artinya adalah Allah itu Maha Pelindung/Dzat Yang Maha Melindungi. Allah senantiasa melindungi hamba-hamba-Nya yang salih. Perlindungan Allah itu sangat sem...