QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 98 [QS. 23:98]

وَ اَعُوۡذُ بِکَ رَبِّ اَنۡ یَّحۡضُرُوۡنِ
Wa-a’uudzu bika rabbi an yahdhuruun(i);

Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”.
―QS. 23:98
Topik ▪ Orang mukmin kelompok minoritas
23:98, 23 98, 23-98, Al Mu’minuun 98, AlMuminuun 98, Al Mukminun 98, Al-Mu’minun 98

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 98

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 98. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad supaya dia selalu berlindung kepada-Nya dari bisikan-bisikan setan dan dari godaan-godaannya, dan supaya setan itu selalu jauh dari padanya dan tidak dapat masuk ke dalam hatinya untuk memperdayakannya.

Demikianlah seharusnya setiap pejuang untuk menegakkan kebenaran harus menjaga benar-benar supaya dia jangan sekali-kali dipengaruhi hawa nafsunya selalu mendorongnya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak benar dan tidak jujur.
Setan amat mudah sekali menjerumuskan manusia ke jurang kesalahan, penghinaan dan kejahatan apabila ia dapat memasuki hawa nafsu manusia.
karena itu hendaklah kita selalu berlindung kepada Allah dari tipu daya setan itu.
Memang apabila seseorang benar-benar telah berserah diri kepada Tuhannya dalam segala tindakan-tindakannya dan selalu memohon perlindungan-Nya dari tipu daya dan godaan setan akan bersihlah dirinya dan bangunlah hati nuraninya untuk selalu berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan.
Rasulullah selalu berlindung kepada Tuhannya supaya dijauhkan dari padanya campur tangan setan dalam segala amal perbuatannya terutama dalam salat membaca Alquran dan di saat ajalnya akan tiba.

Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi dikuatkan oleh Baihaqy yang diriwayatkannya dari Amr bin Syuaib dan ayahnya dari kakeknya ia berkata, “Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kami beberapa kata-kata (doa) di waktu akan tidur.
(Lihat Tafsir Al Maragi jilid 6 Juz 18, hal.
54)

Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung dengan nikmat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya dan dari kejahatan hambanya, dan dari bisikan-bisikan setan dan dari kehadiran setan kepadaku.

Ibnu Umar mengajarkan doa ini kepada anak-anaknya yang telah dewasa dan menyuruh mereka membacanya sebelum tidur.
Dan bagi anak-anaknya yang masih kecil yang belum mungkin menghafal doa itu ditulisnya doa itu dan diikatkannya ke leher mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku berlindung pula kepada-Mu dari kehadiran mereka pada setiap perbuatanku, agar apa yang akau lakukan itu benar-benar murni hanya untuk-Mu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan aku berlindung pula kepada Engkau, ya Rabbku, dari kedatangan setan-setan itu kepadaku”) dalam perkara-perkaraku, karena sesungguhnya mereka datang hanya dengan membawa keburukan belaka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan aku berlindung kepada-Mu wahai Rabb, dari kedatangan mereka di dalam sesuatu dari urusan-urusanku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaitu dalam sesuatu dari urusanku.
Karena itulah Nabi ﷺ memerintah­kan agar selalu disebut nama Allah dalam permulaan semua urusan untuk mengusir setan, baik saat hendak makan, bersetubuh, menyembelih maupun urusan-urusan lainnya.

Imam Abu Daud telah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berkata dalam doanya:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kepikunan, dan aku berlindung kepada Engkau dari keruntuhan dan tenggelam.
Dan aku berlindung kepada Engkau agar terhindar dari rasukan (godaan) setan saat hendak mati


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 98 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 98 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 98 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:98
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.8
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  


:|

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta