Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Mu'minuun

Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) surah 23 ayat 91


مَا اتَّخَذَ اللّٰہُ مِنۡ وَّلَدٍ وَّ مَا کَانَ مَعَہٗ مِنۡ اِلٰہٍ اِذًا لَّذَہَبَ کُلُّ اِلٰہٍۭ بِمَا خَلَقَ وَ لَعَلَا بَعۡضُہُمۡ عَلٰی بَعۡضٍ ؕ سُبۡحٰنَ اللّٰہِ عَمَّا یَصِفُوۡنَ
Maa-attakhadzallahu min waladin wamaa kaana ma’ahu min ilahin idzan ladzahaba kullu ilahin bimaa khalaqa wala’alaa ba’dhuhum ‘ala ba’dhin subhaanallahi ‘ammaa yashifuun(a);

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain.
Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
―QS. 23:91
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
23:91, 23 91, 23-91, Al Mu’minuun 91, AlMuminuun 91, Al Mukminun 91, Al-Mu’minun 91
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu'minuun (23) : 91. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menolak dakwaan kaum musyrikin bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah dengan menerangkan bahwa Allah sekali-kali tidak ada mempunyai anak, karena Dia Maka Kaya Maha Kuasa dan Maha Kekal tidak memerlukan keturunan seperti halnya manusia.
Manusia memang banyak memerlukan adanya anak yang akan melanjutkan keturunannya, dan bila dia sudah tua dan tidak berdaya lagi maka anak-anaknya itulah yang akan membantu dan menolongnya.
Dan bila dia mati maka anak-anaknya pulalah yang akan melanjutkan usaha dan profesinya dan mengangkat namanya di kalangan masyarakatnya.
Allah Yang Maha Kuasa.
Maha Kaya dan Maha Kekal tidak memerlukan semua itu.

Dia tidak ditimpa kelelahan karena Dia Maha Kuat, tidak akan ditimpa kematian karena Dia Maha Kekal, Dia tidak akan ditimpa kemiskinan karena Dia Maha Kaya, milik-Nya lah semua yang ada di langit dan di bumi.
Alangkah bodohnya kaum musyrikin itu yang menyerupakan Allah dengan manusia yang amat lemah dan miskin, atau kalau mereka tidak bodoh maka mereka adalah pendusta besar karena yang diucapkannya itu bertentangan sama sekali dengan pikiran orang-orang berakal.

Demikian pula Allah menolak bahwa di samping-Nya ada pula tuhan yang lain sebagai sekutu-Nya.
Karena Dia tidak memerlukan sekutu dalam menciptakan alam dan mengurusnya karena orang yang memerlukan sekutu adalah orang yang lemah yang tidak sangup mengurus sesuatu seorang diri.
Tuduhan ini sama halnya dengan tuduhan, bahwa Allah mempunyai anak, karena hal itu menunjukkan kelemahan dan ketidak sanggupan yang sangat bertentangan dengan sifat-Nya yang Maha Sempurna.
Kalau benar Allah mempunyai sekutu yang sama derajatnya dengan Dia, tentulah sekutunya itu akan berkuasa penuh pula terhadap yang diciptakannya.
Hal ini akan menimbulkan pertikaian dan perselisihan dalam pengurusan alam ini, dan tentulah pertikaian dan perselisihan itu akan membawa kepada peperangan.
Tuhan yang satu ingin menguasai milik tuhan yang lain dan demikian pula sebaliknya., seperti yang terjadi pada pemerintahan di dunia.
Sampai sekarang peperangan itu belum dapat dihindarkan sama sekali meskipun telah ada organisasi-organisasi seperti PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan lain sebagainya.
Tetapi ternyata semenjak terciptanya langit dan bumi, Semuanya berjalan menurut garis yang telah ditentukan, menurut Sunah yang telah ditetapkan.
Karena itu terjadilah keharmonisan dalam perjalanan bintang-bintang dan planet-planet.
Belum pernah terjadi suatu bintang berbenturan dengan suatu bintang lain atau dengan suatu planet, padahal di cakrawala ini berkeliaran jutaan bintang-bintang.
Sungguh amat lemahlah pikiran orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak atau mempunyai sekutu.
Maha Suci Allah dari segala anggapan dan tuduhan yang tidak masuk akal itu.

Al Mu'minuun (23) ayat 91 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Mu'minuun (23) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Mu'minuun (23) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah tidak mempunyai anak.
Dia Mahasuci dari hal yang demikian.
Allah juga tidak mempunyai sekutu.
Sebab, kalau Dia mempunyai sekutu, tentu masing-masing tuhan itu akan menguasai dan memiliki ciptaannya sendiri-sendiri.
Akibatnya, satu sama lain akan saling bertikai seperti yang terjadi di antara para raja.
Akibatnya lagi, alam raya akan mengalami kerusakan.
Maka, sungguh Allah Mahasuci dari apa yang dikatakan orang-orang musyrik yang menentang kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya) jika ada tuhan lain di samping Dia (masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya) yang menguasai makhluknya sendiri dan mempertahankannya dari makhluk tuhan yang lain (dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain) sebagian di antara mereka berupaya untuk mengalahkan sebagian yang lain sebagaimana apa yang biasa dilakukan oleh raja-raja di dunia.
(Maha Suci Allah) lafal Subhaanallaah ini berarti mensucikan Dia (dari apa yang mereka sifatkan) kepada-Nya, seperti apa yang telah disebutkan tadi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah tidak menciptakan untuk diri-Nya seorang anak pun.
Dan tidak ada sesembahan selain Dia yang bersama-Nya.
Karena sekiranya ada sesembahan lebih dari satu, niscaya masing-masing sesembahan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya.
Dan sebagian sesembahan itu akan mengalahkan sebagian yang lain seperti raja-raja yang ada di dunia ini.
Maka akan hancurlah tatanan yang ada di alam semesta.
Mahasuci Allah dan Mahaagung dari apa yang mereka sifatkan kepada-Nya, yakni mempunyai sekutu atau mempunyai anak.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menyucikan diri-Nya dari beranak atau sekutu dalam kerajaan, kekuasaan, dan hak disembah.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya.
Kalau ada tuhan beserta-Nya masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakan-Nya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain.

Yakni seandainya tuhan itu berbilang, tentulah masing-masing dari mereka membawa makhluk ciptaannya masing-masing, dan pastilah alam ini tidak dapat teratur lagi.
Akan tetapi, bukti menunjukkan bahwa alam wujud ini berada dalam satu tatanan dan teratur.
Semuanya —mulai dari alam langit sampai alam bawah—sebagian darinya berkaitan dengan sebagian yang lain, terikat dalam suatu tatanan yang sangat sempurna.

Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
(Al Mulk:3)

Kemudian tentulah masing-masing dari tuhan-tuhan itu berupaya untuk mengalahkan yang lainnya dan berbeda dengannya, akhirnya sebagian dari mereka menguasai sebagian yang lainnya.

Ulama ahli Ilmu Kalam mengatakan bahwa hal seperti itu mustahil bagi Tuhan.
Mereka mengemukakan suatu perumpamaan, bahwa seandainya ada dua pencipta lebih, lalu yang satu bermaksud menggerakkan tubuh yang diciptakannya, sedangkan yang lain bermaksud mendiamkannya, tentulah akan terjadi pertentangan sehingga tujuan masing-masing tidak tercapai, dan hal ini menunjukkan bahwa keduanya lemah (tidak mampu).
Sedangkan sifat yang wajib bagi Tuhan ialah tidak lemah (yakni berkuasa), dan tujuan dari keduanya itu tidak dapat bertemu karena bertentangan.
Hal mustahil ini tidaklah terjadi melainkan berdasarkan hipotesis seandainya tuhan itu berbilang.
Dengan demikian, tersimpulkan bahwa berbilangnya tuhan itu mustahil.

Adapun seandainya tujuan salah satunya dapat berhasil, sedangkan yang lainnya tidak, berarti yang menang adalah yang asli, sedangkan yang dikalahkan tidaklah pantas menyandang predikatnya, sebab sifat wajib baginya ialah hendaknya dia tidak terkalahkan.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain.
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.

Yakni dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang zalim lagi kelewat batas itu yang mendakwakan bahwa Tuhan beranak atau bersekutu.
Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu 'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai "Al Mu'minuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu'min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu'min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni'mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.


Gambar Kutipan Surah Al Mu’minuun Ayat 91 *beta

Surah Al Mu'minuun Ayat 91



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Mu'minuun

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (13 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku