QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 86 [QS. 23:86]

قُلۡ مَنۡ رَّبُّ السَّمٰوٰتِ السَّبۡعِ وَ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡعَظِیۡمِ
Qul man rabbus-samaawaatissab’i warabbul ‘arsyil ‘azhiim(i);

Katakanlah:
“Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?”
―QS. 23:86
Topik ▪ Orang mukmin kelompok minoritas
23:86, 23 86, 23-86, Al Mu’minuun 86, AlMuminuun 86, Al Mukminun 86, Al-Mu’minun 86

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 86

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 86. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah memerintahkan pula agar Nabi Muhammad ﷺ menanyakan lagi kepada mereka.
Siapakah yang menciptakan langit yang tujuh dan yang menciptakan Arasy yang Maha Besar dan Luas dan besarnya meliputi langit dan bumi sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

Kursi Allah meliputi langit dan bumi.
(Q.S.
Al Baqarah: 255)

Siapakah yang mengatur dan mengurusnya sehingga segalanya berjalan menurut aturan yang demikian teliti dan baik.
Allah menetapkan langsung jawaban atas pertanyaan ini karena pastilah jawaban orang-orang kafir itu sama yaitu Pencipta itu semua adalah Allah Yang memiliki dan Menguasainya.
Tak akan ada jawaban mereka selain itu karena demikianlah kepercayaan mereka pada dasarnya.
Hanya saja mereka di samping mengakui kekuasaan Allah mereka menyembah pula sembahan-semhahan seperti berhala dan sebagainya.
Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan lagi kepada mereka, “Kalau benar Allah yang menciptakan langit yang tujuh dan menciptakan Arasy yang Maha Besar dan Luas itu, dan benar pula Allah lah yang mengatur dan mengurusnya, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya dan tidak mau mengikuti ajaran dan perintah-Nya?.
Kenapa kamu tetap saja menyembah berhala, sedang penyembahan selain Allah itu sangat dimurkai oleh-Nya?.

Related Images:

We cannot display this gallery

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan pula, “Siapakah Tuhan Pemilik tujuh lapis langit dan singgasana agung?”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah! “Siapakah Rabb langit yang tujuh dan Rabb Arasy yang besar”) yakni Al Kursi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (kepada mereka) :
Siapakah pemilik langit yang tujuh dan ‘Arsy yang agung yang merupakan makhluk paling besar dan paling tinggi??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaitu siapakah yang menciptakan alam langit berikut semua bintang cemerlang yang ada padanya, dan semua malaikat yang tunduk kepada-Nya yang berada di semua cakrawala langit dan semua penjurunya?
Dan siapakah Yang memiliki ‘Arasy yang besar itu?
‘Arasy adalah atap semua makhluk, seperti yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Keadaan Allah Mahabesar dari semuanya, sesungguhnya ‘Arasy Allah berada di atas semua langit-Nya seperti ini.
Rasulullah ﷺ mengatakan demikian seraya berisyarat dengan tangan­nya menggambarkan sesuatu seperti kubah.

Di dalam hadis yang lain disebutkan:

Tiadalah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi beserta segala sesuatu yang ada pada keduanya bila dibandingkan dengan Al-Kursi, melainkan seperti sebuah gelang yang dilemparkan di sebuah padang pasir yang luas.
Dan sesungguhnya Al-Kursi berikut segala sesuatu yang ada padanya bila dibandingkan dengan ‘Arasy sama dengan sebuah gelang yang berada di padang pasir tersebut.

Karena itulah sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa sesungguhnya jarak antara kedua sisi garis tengah ‘Arasy dari satu sisi ke sisi yang lainnya sama dengan perjalanan lima puluh ribu tahun, dan ketinggiannya dari lapis bumi yang ketujuh sama dengan perjalanan lima puluh ribu tahun.
Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sesung­guhnya dinamakan ‘Arasy tiada lain karena mengingat ketinggiannya.
Al-A’masy telah meriwayatkan dari Ka’bul Ahbar, bahwa sesungguhnya langit dan bumi bila dibandingkan dengan ‘Arasy sama dengan sebuah pelita yang tergantung di antara langit dan bumi.
Mujahid mengatakan, tiadalah langit dan bumi bila dibandingkan dengan ‘Arasy, melainkan seperti sebuah gelang yang berada di suatu padang pasir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Ala ibnu Salim, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah men­ceritakan kepada kami Sufyan As-Sauri, dari Ammar Az-Zahabi, dari Muslim Al-Batin, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ‘Arasy itu tiada seorang pun yang dapat menaksir besarnya.
Menurut riwayat yang lain, kecuali hanya Allah subhanahu wa ta’ala Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa ‘Arasy itu terdiri atas yaqut merah.

Dalam ayat berikut disebutkan oleh firman-Nya:

dan Yang Empunya ‘Arasy yang agung.

Yaitu sangat besar.

Dan dalam akhir surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Tuhan (yang mempunyai) ‘Arasy yang mulia.
(Al Mu’minun: 116)

Yakni yang indah lagi megah.
Dengan demikian, di dalam sifat ‘Arasy tergabung pengertian luas, tinggi, indah, lagi megah.
Karena itulah ada seseorang yang mengatakan bahwa ‘Arasy itu terdiri atas yaqut merah.
Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa sesungguhnya di sisi Tuhan kalian tidak ada malam dan tidak ada siang, cahaya ‘Arasy bersumber dari cahaya Zat-Nya.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'minuun (23) Ayat 86

ARSY
عَرْش

Lafaz ‘arsy adalah mashdar dari kata ‘arasya, jamaknya adalah ‘urusy dan a’raasy, artinya singgasana raja, tahta, inti perkara, payung, kerajaan dan sebagainya.”

Lafaz ‘arsy disebut sebanyak 22 kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-Al A’raaf (7), ayat 54;
-At Taubah (9), ayat 129;
-Yunus (10), ayat 3;
-Yusuf (12), ayat 100;
-Ar Ra’d (13), ayat 2;
-Al Israa’ (17), ayat 42;
-Tha Ha (20), ayat 5;
-Al Anbiyaa’ (21), ayat 22;
-Al Mu’minuun (23), ayat 86, 116;
-Al Furqaan (25), ayat 59;
-An Naml (27), ayat 23, 26;
-As Sajadah (32), ayat 4;
-Az Zumar (39), ayat 75;
-Al Mu’min (40), ayat 7, 15;
-Az Zukhruf (43), ayat 82;
-Al Hadid (57), ayat 4;
-Al Haaqqah (69), ayat 17;
-At Takwir (81), ayat 20;
-Al Buruuj (85), ayat 15.

Lafaz ‘arsy mengandung dua makna berdasarkan sandarannya pada lafaz lain:

1. Jika ia disandarkan kepada Allah, maka bermakna singgahsana Allah (arsy Allah), sebagaimana terdapat dalam kebanyakkan makna lafaz arsy di dalam Al Qur’an.

Al Fayruz berkata,
“Arsy Allah tidak dapat diketahui oleh manusia pada hakikatnya kecuali hanya sekadar nama dan ia tidak sebagaimana disangka kebanyakan orang. Oleh karena itu, lafaz dzu Al ursy bermakna isyarat pada kerajaan Nya dan kekuasaan Nya dan tidak bermakna tempat Allah bersernayam.”

Asy Syawkani berkata,
“Terdapat 14 pendapat mengenai ‘arsy Allah dan bagaimana Allah menetap dan bersemayam. Namun, pendapat yang paling benar adalah pendapat mazhab salaf yang meyakini Allah bersemayam di atas arsy tanpa diketahui hakikatnya dan jauh dari tafsiran yang tidak patut ke atasnya, sebagaimana pendapat Abu Al Hasan Al Asy’ari dan kinayah (perumpamaan) tentang kekuasaan dan kerajaan Nya. Sedangkan Allah menyatakan, “Wa kaana ‘arsyuhuu ala almaa'” (Arsy Nya di atas air) maksudnya menyatakan ‘arasy tetap wujud sejak ia diciptakan lagi tinggi di atas air'”

Az Zamakhsyari berkata,
“Ayat ini bermakna kerajaan Allah wujud sebelum diciptakan langit dan bumi dan ia menunjukkan air dan singgahsananya adalah makhluk'”

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibn Majah dari hadis Laqit bin Amir bin Al Muntafiq Al Uqayli, katanya, “Aku berkata,
“Wahai Rasulullah! Di mana Allah berada sebelum mencipta makhluknyai” Beliau menjawab, “Dia berada di ‘amaa di mana di bawahnya tidak ada udara dan juga di atasnya kemudian setelah itu Dia menciptakan arasy. “

Qatadah berkata,
“Ayat ini adalah berita awal penciptaan Nya sebelum penciptaan langit dan bumi.”

Anas bin Rabi’ berkata,
“Ketika langit dan bumi diciptakan, Allah membagi air itu kepada dua bahagian. Bahagian pertama dijadikan di atas arsy Nya dan ia adalah laut yang terbentang.”

2. Makna kedua adalah kerajaan makhluk atau singgasana raja, sebagaimana yang terdapat dalam surah Yusuf (12), ayat 100 dan Al Naml (27), ayat 23.

Ibn ‘Abbas, As Suddi, Mujahid, Qatadah mengatakan makna al ‘Arsy di sini adalah al sariir (singgahsana) atau tempat duduk yang mulia bagi para pembesar.

Ibn Zayd berkata,
“Ia bermakna majlisuh (majlis Yusuf).” Maksudnya, Nabi Yusuf mendudukkan ibu bapaknya di singgahsana atau kursi kebesaran di sebelahnya”

Al Qurtubi berkata,
Al ‘Arsy bermakna singgahsana raja yang megah dan ia adalah sifat bagi kedudukan dan kerajaan yang megah.

Ada juga yang berpendapat ia bermakna kerajaan, tetapi pendapat pertama lebih tepat.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:383-385

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 86 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 86 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 86 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar

We cannot display this gallery



Statistik Q.S. 23:86
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.8
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/23-86









Video

Panggil Video Lainnya

We cannot display this gallery
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta