QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 83 [QS. 23:83]

لَقَدۡ وُعِدۡنَا نَحۡنُ وَ اٰبَآؤُنَا ہٰذَا مِنۡ قَبۡلُ اِنۡ ہٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِیۡرُ الۡاَوَّلِیۡنَ
Laqad wu’idnaa nahnu waaabaa’unaa hadzaa min qablu in hadzaa ilaa asaathiirul au-waliin(a);

Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!”.
―QS. 23:83
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
23:83, 23 83, 23-83, Al Mu’minuun 83, AlMuminuun 83, Al Mukminun 83, Al-Mu’minun 83

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 83

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 83. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya mereka berkata lagi untuk menghina dan memperolok-olokkan Muhammad.
Memang kita ini sudah diberi janji yang tidak ada kebenarannya sama sekali sebagaimana kepada nenek moyang kita yang telah dijanjikan pula seperti janji-janji Muhammad ini, tatapi tak ada satupun janji-janji rasul-rasul yang terdahulu itu yang telah terbukti.
Bagaimana kita akan dapat percaya dan menerima saja ucapan-ucapan Muhammad yang telah gila itu yang tak ada buktinya sama sekali dan mungkin ucapan-ucapannya itu hanya dongengan orang dahulu kala.
Pada ayat-ayat lain terdapat pula penjelasan mengenai ucapan-ucapan mereka beserta bantahan dan penolakan terhadap ucapan-ucapan itu seperti firman Allah:

(Orang-orang kafir) berkata, “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?.
Apakah (kami akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?”.
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”.
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali dipermukaan bumi.

(Q.S. An-Nazi’at [79]: 10-14)

Dan firman-Nya:

Dan dia membuat perumpamaan bagi kami, dan dia lupa kepada kejadiannya.
Ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?”.
Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan Yang menciptakannya kali yang pertama.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”.

(Q.S. Yasin [36]: 78-79)

Dan firman-Nya:

Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa apabila kamu telah mati dan telah manjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu?) Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu, kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup, dan sekali-kali kita tidak akan dibangkitkan lagi, ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepada-Nya.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 35-38)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami dan nenek moyang kami, kata mereka melanjutkan, “dijanjikan dengan janji yang sama.
Padahal janji itu hanyalah mitos dan dongeng orang terdahulu belaka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman dengan ini) yaitu dengan masalah akan dibangkitkan menjadi hidup kembali sesudah mati (dahulu, tiada lain) tidak lain (ia hanyalah dongengan-dongengan) kebohongan-kebohongan (orang-orang dahulu kala”) wazan lafal Asaathiir sama dengan lafal Al Adhaahiik dan Al-A`aajiib, adalah bentuk jamak dari lafal Usthuurah artinya dongengan atau fiksi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya perkataan itu juga pernah disampaikan kepada bapak-bapak kami sebagaimana yang kamu katakan wahai Muhammad kepada kami!! Dan kami tidak melihat kebenarannya.
Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!!

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maksudnya, hari berbangkit itu suatu hal yang mustahil.
Sesungguhnya orang yang memberitahukannya hanyalah menukil dari kitab-kitab terdahulu dan disebutkan bahwa berita itu ditentang oleh umat di masanya.
Pengingkaran dan pendustaan terhadap hari berbangkit ini sama dengan yang ada di dalam firman-Nya yang menceritakan berita mereka:

Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 11-14)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi musuh yang nyata?
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”
Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (Q.S. Yasin [36]: 77-79)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'minuun (23) Ayat 83

ASHAATHIIR
أَسَٰطِير

Lafaz ini adalah jamak dari jamak juga yaitu usthurah atau isthar, mufradnya ialah sathr yang bermakna al khat (tulisan).

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, ia bermakna apa yang ditulis, percakapan yang tidak ada asas baginya atau apa yang ditulis dari keajaiban cerita orang yang terdahulu.

Kata dalam bentuk jamak ini disebut sembilan kali di dalam Al Qur’an yaitu surah:
-Al An’aam (6), ayat 25;
-Al Anfaal (8), ayat 31;
-Al Nahl (16), ayat 68;
-Al Mu’minnuun (23), ayat 83;
-Al Furqaan (25), ayat 5;
-Al Naml (27), ayat 68;
-Al Ahqaaf (46), ayat 17;
-Al Qalam (68), ayat 15;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 13.

Al Baidawi berkata,
Asaathir bermakna al abaathil (kebatilan-kebatilan), ini adalah karena mereka menjadikan kalam yang benar sama seperti khurafat-khurafat terdahulu yang berisi kebohongan-kebohongan.”

Al Khazin berkata,
“Ia bermakna cerita­-cerita atau percakapan-percakapan dari umat-umat terdahulu dan khabar berita serta cerita-cerita mereka dan apa yang mereka tulis. Maksudnya, mereka mengatakan Al­ Quran seperti percakapan dan cerita-cerita terdahulu, bukan wahyu dari Allah.”

An Nasafi menafsirkan lafaz ini dengan menyatakan “mereka menjadikan dan mengatakan Kalam Allah adalah dusta dan bohong.”

Sedangkan dalam Tafsir Tanwir Al­ Miqbas, ia bermakna kebohongan orang terdahulu dan cerita-cerita dongeng mereka.

Kesimpulannya, asaathir bermakna kebatilan-kebatilan cerita yang ditulis.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:68

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 83 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 83 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 83 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:83
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.5
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim