Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 76 [QS. 23:76]

وَ لَقَدۡ اَخَذۡنٰہُمۡ بِالۡعَذَابِ فَمَا اسۡتَکَانُوۡا لِرَبِّہِمۡ وَ مَا یَتَضَرَّعُوۡنَ
Walaqad akhadznaahum bil ‘adzaabi famaaastakaanuu lirabbihim wamaa yatadharra’uun(a);

Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
―QS. 23:76
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
23:76, 23 76, 23-76, Al Mu’minuun 76, AlMuminuun 76, Al Mukminun 76, Al-Mu’minun 76

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 76

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 76. Oleh Kementrian Agama RI

Kami telah menimpakan azab kepada mereka pada peperangan Badar sehingga banyak pemimpin dan pembesar mereka yang mati terbunuh tetapi mereka tak pernah tunduk kepada Allah dan tak pernah patuh mengikuti ajaran dan perintah-Nya.
Tak pernah mereka merendahkan diri kepada-Nya bahkan tetap sombong dan takabur dan tak pernah berhenti melakukan kelaliman dan perbuatan dosa, bahkan mereka bertambah sesat dan bertambah giat memerangi agama Allah sehingga mereka menyiapkan tentara dan alat-alat perang yang lebih banyak dan lebih besar lagi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka telah Kami siksa dengan suatu siksaan berupa, antara lain, kematian dan kelaparan.
Tetapi setelah itu mereka tidak juga tunduk kepada Tuhannya.
Mereka malah terus bersikap arogan dan sombong, segera setelah siksaan itu lenyap.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka) kelaparan itu (tetapi mereka masih tidak tunduk) masih tidak mau merendahkan diri (kepada Rabb mereka, dan juga mereka tidak mau ber-tadharru’ kepada-Nya) maksudnya mereka tidak mau juga meminta kepada Allah dengan berdoa kepada-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami telah menimpakan berbagai macam bentuk musibah kepada mereka.
Namun mereka tetap tidak mau tunduk kepada Rabb-nya, dan juga tidak berdoa kepada Allah dengan khusyu’ pada saat musibah itu menimpa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka

Maksudnya Kami telah menguji mereka dengan berbagai macam musibah dan bencana.

maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.

Maka hal itu tidak membuat mereka sadar dari kekafirannya dan sikap mereka yang menentang, bahkan mereka berkelanjutan dalam kesesatannya selama mereka berada.
Dengan kata lain, mereka tidak pernah tunduk patuh.

dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.

Yakni tidak pernah berdoa (memohon) sebagaimana disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras.
(Al An’am:43), hingga akhir ayat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Hamzah Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Yazid An-Nahwi, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abu Sufyan datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu berkata, “Hai Muhammad, saya memohon kepadamu demi Allah dan demi pertalian persaudaraan, sesungguhnya kami telah memakan ‘alhaz (yakni bulu unta dan darah karena paceklik yang berkepanjangan).” Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk., hingga akhir ayat.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai dari Muhammad ibnu Aqil, dari Ali ibnul Husain, dari ayahnya dengan sanad yang sama.
Asal hadis berada pada kitab Sahihain, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mendoakan kebinasaan atas kaum Quraisy ketika mereka membangkang yaitu:

Ya Allah, tolonglah aku dalam menghadapi mereka dengan (menimpakan) musim tujuh tahun paceklik seperti pacekliknya Nabi Yusuf (kepada mereka).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ibrahim, dari Umar ibnu Kisan, telah menceritakan kepadaku Wahb ibnu Umar ibnu Kaisan yang mengatakan bahwa Wahb ibnu Munabbih pernah ditahan.
Maka berkatalah seorang laki-laki dari kalangan anak-anaknya, “Maukah aku bangunkan sebuah tenda dari kain bulu, hai Abu Abdullah?”
Ia menjawab bahwa dirinya sedang mengalami suatu jenis dari azab Allah, dan Allah telah berfirman:

Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan me­rendahkan diri.

Kemudian Wahb melakukan puasa tiga hari berturut-turut.
Ketika dikatakan kepadanya, “Hai Abu Abdullah, puasa apakah yang kamu lakukan ini?”
Ia menjawab, “Saya ditimpa suatu cobaan, maka saya melakukan sesuatu.” Maksudnya, penjara telah menempatkan dirinya dalam posisi orang yang sedang diu i, maka ia menambahkan ibadahnya, yakni agar berbeda dengan sikap orang-orang kafir.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mu’minuun (23) Ayat 76

Diriwayatkan oleh an-Nasaa-I dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa AbuSufyan datang pada Nabi ﷺ sambil berkata: “Hai Muhammad.
Aku minta tolong dengan sangat atas nama Allah dan atas nama keluarga, karena kami sudah makan bulu dan darah.
(kekurangan makanan).” Ayat ini (Al-Mu’minuun: 67) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Ad-Dalaa-il bahwa ketika Ibnu Iyaz al-Hanafi dibawa kepada Nabi ﷺ sebagai tawanan, ia dibebaskan oleh Nabi ﷺ dan terus masuk Islam.
Kemudian pulang ke Yamamah melalui Mekah, sehingga orang-orang Quraisy kekurangan makanan serta makan bulu-buluan dan darah.
Karena itu Abu Sufyan diutus kepada Nabi ﷺ.
Ia berkata: “Bukankah engkau mengaku diutus menjadi rahmat bagi segenap alam?” Rasulullah mengiyakannya.
Abu Sufyan berkata: “Engkau telah membunuh orang-orang tua dengan pedang dan anak-anaknya dengan kelaparan.” Ayat ini (Al-Mu’minuun: 76) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa dengan azab dari Tuhan itu mereka tetap tidak masuk Islam.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Al Mu'minuun (23) ayat 76 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Mu'minuun (23) ayat 76 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Mu'minuun (23) ayat 76 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 118 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.4
Ratingmu: 4.6 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/23-76









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta