QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 70 [QS. 23:70]

اَمۡ یَقُوۡلُوۡنَ بِہٖ جِنَّۃٌ ؕ بَلۡ جَآءَہُمۡ بِالۡحَقِّ وَ اَکۡثَرُہُمۡ لِلۡحَقِّ کٰرِہُوۡنَ
Am yaquuluuna bihi jinnatun bal jaa-ahum bil haqqi wa-aktsaruhum lilhaqqi kaarihuun(a);

Atau mereka berkata,
“Orang itu (Muhammad) gila.”
Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran.

―QS. 23:70
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
23:70, 23 70, 23-70, Al Mu’minuun 70, AlMuminuun 70, Al Mukminun 70, Al-Mu’minun 70
English Translation - Sahih International
Or do they say,
“In him is madness?”
Rather, he brought them the truth, but most of them, to the truth, are averse.
―QS. 23:70

 

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 70

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 70. Oleh Kementrian Agama RI

Penjelasan selanjutnya mengatakan bahwa mereka menganggap Muhammad ﷺ sebagai orang gila yang tidak menyadari semua ucapannya.
Sebetulnya, mereka tahu benar bahwa Muhammad tidak gila, dan mengakui bahwa dia adalah seorang yang paling cerdas di antara mereka, seorang cendekiawan yang bijaksana.
Mereka sendiri pernah mengangkatnya sebagai hakim yang memutuskan perkara di antara mereka, ketika berselisih tentang siapa yang akan meletakkan hajar aswad di tempatnya semula setelah bangunan Kabah dirombak dan diperbaiki.

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Muhammad adalah pembawa kebenaran dari Tuhannya, bukan seperti yang mereka tuduhkan.
Dia mengajak mereka supaya meninggalkan berbagai sembahan dan berhala serta kembali kepada agama tauhid yang murni, agama nenek moyang mereka Nabi Ibrahim.
Dia adalah pembawa agama yang mempunyai syariat dan peraturan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
Tetapi kebanyakan mereka benci kepada kebenaran yang dia serukan, karena hati mereka telah tertutup oleh syirik, dosa, dan kedurhakaan.
Oleh sebab itu, mereka berpaling dari jalan yang benar, selalu menempuh jalan yang sesat, dan tak dapat lagi memahami kebenaran, bahkan mereka membencinya.
Memang ada di antara mereka yang sadar dan insaf, mengakui dalam hatinya bahwa agama yang dibawa Muhammad itu adalah agama yang benar dan baik, tetapi karena takut dicemooh kaumnya yang kafir mereka tidak mau beriman seperti halnya paman Nabi sendiri yaitu Abu Talib.
Ia pernah mengatakan,
“Kalau tidak karena takut akan dicerca oleh pemimpin-pemimpin kabilah kami, tentulah kami benar-benar telah menjadi pengikutnya dalam segala hal.”













Iklan



Ikuti RisalahMuslim