QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 60 [QS. 23:60]

وَ الَّذِیۡنَ یُؤۡتُوۡنَ مَاۤ اٰتَوۡا وَّ قُلُوۡبُہُمۡ وَجِلَۃٌ اَنَّہُمۡ اِلٰی رَبِّہِمۡ رٰجِعُوۡنَ
Waal-ladziina yu’tuuna maa aatau waquluubuhum wajilatun annahum ila rabbihim raaji’uun(a);

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
―QS. 23:60
Topik ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
23:60, 23 60, 23-60, Al Mu’minuun 60, AlMuminuun 60, Al Mukminun 60, Al-Mu’minun 60

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 60

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Sifat yang keempat ialah takut kepada Allah, karena mereka yakin akan kembali kepada-Nya pada hari berhisab di mana akan diperhitungkan segala amal perbuatan manusia.
Meskipun mereka telah mengerjakan segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya dan menafkahkan hartanya di jalan Allah namun mereka merasa takut kalau-kalau amal baik mereka tidak diterima karena mungkin ada di dalamnya unsur-unsur riya atau lainnya yang menyebabkan ditolaknya amal itu.
Oleh sebab itu mereka selalu terdorong untuk selanjutnya berbuat baik karena kalau amal yang sebelumnya tidak diterima, mungkin amal yang sesudah itu menjadi amal yang makbul yang diberi ganjaran yang berlipat ganda.

Siti Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai ayat ini, apakah yang dimaksud dengan ayat ini ialah orang berzina dan meminum khamar atau mencuri, dan karena itu ia takut kepada Tuhan dan siksa-Nya?
Pertanyaan ini dijawab oleh Rasulullah.
“Bukan demikian maksudnya Hai anak Abu Bakar Sidik.
Yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengerjakan salat, berpuasa dan menafkahkan hartanya namun dia merasa takut kalau-kalau amalnya itu termasuk amal yang tidak diterima (mardud).

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

orang-orang yang mengeluarkan zakat dari kekayaan yang dikaruniakan Allah, dan melakukan pekerjaannya dengan penuh rasa khawatir kalau-kalau pekerjaannya itu tidak sempurna, karena sadar bahwa mereka akan kembali kepada Allah dan akan diperhitungkan melalui pembangkitan kembali,

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang memberikan) yang menginfakkan (apa yang telah mereka berikan) mereka infakkan berupa zakat dan amal-amal saleh (dengan hati yang takut) takut amalnya tidak diterima (karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka) sebelum lafal Annahum ini diperkirakan adanya huruf Lam yang menjarkannya (akan dikembalikan kepada Rabb mereka).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam beramal kebaikan dan kebajikan, dengan hati yang was-was sekiranya amalan mereka tidak diterima dan tidak mampu menyelamatkan diri mereka dari adzab Rabb mereka, pada saat mereka nanti kembali kepada-Nya untuk dihisab.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaitu mereka mengasihkan pemberiannya dengan rasa takut dan malu bila tidak diterima, yang hal ini bersumber dari perasaan takut mereka bila diri mereka dinilai oleh Allah telah berlaku sembrono terhadap persyaratan memberi.

Hal seperti ini termasuk ke dalam Bab “Bersikap Hati-hati dan Merasa Takut kepada Allah.” Seperti yang dikatakan oleh Imam Ahmad:

telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam, telah menceritakan kepada kami Malik ibnu Magul, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Sa’id ibnu Wahb, dari Aisyah yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan “orang-orang yang mengerjakan perbuatan mereka, sedangkan hati mereka takut” itu adalah orang yang mencuri, berzina, dan minum khamr dalam keadaan takut kepada Allah?”
Rasulullah ﷺ menjawab: Tidak, hai anak perempuan As-Siddiq.
Tetapi dia adalah orang yang salat, puasa, dan bersedekah, sedangkan ia takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Ibnu Abu Hatim melalui hadis Malik ibnu Magul, dengan sanad yang sama dan lafaz yang semisal.
Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Tidak, hai anak perempuan As-Siddiq.
Tetapi mereka adalah orang-orang yang salat, puasa, dan bersedekah, sedangkan hati mereka merasa takut tidak diterima amalnya.
mereka itu bersegera mendapat kebaikan-kebaikan.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 61)

Imam Turmuzi mengatakan, telah diriwayatkan melalui hadis Abdur Rahman ibnu Sa’id, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ hal yang semisal.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, dan Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan tafsir ayat ini.

Ulama lain ada yang membaca ayat ini dengan bacaan berikut yang artinya:

Dan orang-orang yang mengerjakan amal perbuatan mereka dengan hati yang takut (tidak akan diterima oleh Allah amalannya).

Hal ini telah diriwayatkan secara marfu’ dari Nabi ﷺ bahwa beliau ﷺ pernah membacanya dengan bacaan tersebut.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Sakhr ibnu Juwariyah, telah menceritakan kepada kami Ismail Al-Makki, telah menceritakan kepada kami Abu Khalaf, maula Bani Jumah, bahwa ia masuk bersama Ubaid ibnu Umair ke dalam rumah Siti Aisyah r.a.
Maka Siti Aisyah r.a.
menyambut keduanya dengan ucapan Marhaban, “Selamat datang dengan Abu Asim, mengapa engkau lama sekali tidak berkunjung kepadaku, apakah ada sesuatu halangan?”
Ia menjawab, “Saya khawatir akan membosankan bila terlalu sering.” Siti Aisyah berkata, “Jangan kamu berbuat begitu lagi.” Aku (Ubaid ibnu Umar) berkata, “Saya datang kepadamu untuk menanyakan tentang suatu ayat dari Kitabullah, bagaimanakah bacaan Rasulullah ﷺ Terhadapnya?”
Siti Aisyah bertanya, “Ayat yang mana?”
Saya menjawab bahwa ayat tersebut adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 60) dan firman-Nya: Dan orang-orang yang mengerjakan amal perbuatan mereka.
Siti Aisyah r.a.
bertanya, “Manakah di antara dua bacaan itu yang kamu sukai?”
Saya menjawab, “Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya salah satu di antara keduanya memang lebih saya sukai daripada dunia ini atau dunia dan seisinya,” Siti Aisyah bertanya, “Manakah yang kamu sukai?”
Saya membacakan firman-Nya: Dan orang-orang yang mengerjakan amal perbuatan mereka.
Siti Aisyah r.a.
menjawab, “Aku bersaksi bahwa Rasulullah ﷺ memang membacanya seperti itu, dan memang ayat itu diturunkan dengan bacaan seperti itu, tetapi dialeknya memang berbeda-beda.”

Di dalam sanad hadis ini terdapat Ismail ibnu Muslim Al-Makki, sedangkan ia orangnya daif dalam periwayatan hadis.
Akan tetapi, qiraat yang pertama yang dianut oleh jumhur ulama sab’ah dan lain-lainnya adalah pendapat yang lebih kuat, karena di dalam firman selanjutnya disebutkan:

mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 61)

Disebutkan bahwa Allah menjadikan mereka termasuk orang-orang yang bersegera mendapat kebaikan-kebaikan.

eandainya makna yang dimaksud adalah seperti qiraat yang lainnya, tentulah kelanjutannya tidak disebutkan seperti itu, melainkan Minal Muqtasidin atau Muqsirin yang artinya orang-orang yang pertengahan atau orang-orang yang membatasi dirinya.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 60 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 60 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 60 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:60
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.6
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta