QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 51 [QS. 23:51]

یٰۤاَیُّہَا الرُّسُلُ کُلُوۡا مِنَ الطَّیِّبٰتِ وَ اعۡمَلُوۡا صَالِحًا ؕ اِنِّیۡ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ عَلِیۡمٌ
Yaa ai-yuhaarrusulu kuluu minath-thai-yibaati waa’maluu shaalihan innii bimaa ta’maluuna ‘aliimun;

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh.
Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
―QS. 23:51
Topik ▪ Keutamaan nabi Ibrahim as.
23:51, 23 51, 23-51, Al Mu’minuun 51, AlMuminuun 51, Al Mukminun 51, Al-Mu’minun 51

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 51

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 51. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan kepada setiap Nabi, supaya makan rezeki yang halal dan baik yang dikaruniakan Allah kepadanya dan sekali-kali tidak dibolehkan dia memakan harta yang haram dan supaya dia selalu mengerjakan perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang keji dan mungkar.
Nabi-nabi itulah orang-orang yang pertama-tama yang harus mematuhi perintah Allah, karena mereka akan menjadi contoh teladan bagi umat dimana mereka diutus untuk menyampaikan risalah Tuhannya.
Perintah ini walaupun hanya ditunjukkan kepada Nabi-nabi, tetapi ia berlaku pula terhadap umat mereka tanpa kecuali karena para Nabi itu adalah menjadi panutan bagi umatnya kecuali dalam beberapa hal yang sudah dikhususkan untuk para Nabi itu saja.
karena tidak sesuai untuk diwajibkan pula kepada umatnya.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Hai Manusia, Sesungguhnya Allah Taala adalah baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik.
Sesungguhnya Allah Taala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apa yang diperintahkan-Nya kepada Rasul-rasul-Nya.

(H.R. Muslim dan Tirmizi dari Abu Hurairah)

Maka Rasulullah ﷺ membaca ayat ini.
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca lagi ayat:

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 172)

Kemudian Nabi menerangkan keadaan seorang laki-laki yang telah melakukan perjalanan panjang (lama), rambutnya penuh debu, makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram dan pakaiannya dari yang haram pula.
Laki-laki itu berkata sambil menadahkan tangan ke langit.
“Ya Tuhanku! Ya Tuhanku! Bagaimanakah doanya itu akan terkabul?

Pada ayat ini Allah mendahulukan perintah memakan makanan yang baik-baik baru beramal saleh, ini berarti amal yang saleh itu tidak akan diterima oleh Allah kecuali bila orang yang mengerjakannya memakan harta yang halal dan baik dan menjauhi harta yang haram.
Menurut riwayat yang diterima dari Rasulullah beliau pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah tidak menerima ibadat orang yang dalam perutnya terdapat sesuap makanan yang haram.
Dan diriwayatkan pula bahwa Nabi ﷺ bersabda, “setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram maka neraka lebih berhak membakarnya”.

(H.R. Muslim dan Tirmizi)

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, lbnu Abi Hatim dan lbnu Mardawaih dan Ummi Abdillah saudara perempuan Syaddad bin Aus ra bahwa Ummi Abdillah ini pernah mengirimkan seteko susu kepada Rasulullah untuk berbuka puasa.
Susu itu ditolak oleh Rasulullah dan beliau menyuruh pembawa susu itu kembali dan menanyakan kepadanya dari mana susu itu didapatnya.
Ummi Abdillah menjawab itu adalah susu kambingku sendiri.
Kemudian susu itu ditolak lagi dan pesuruh Ummi Abdillah disuruh lagi menanyakan dari mana kambing itu didapat.
Ummi Abdillah menjawab itu adalah kambing yang aku beli sendiri dengan uangku sendiri.
Kemudian barulah Rasulullah menerima susu itu.

Keesokan harinya Ummi Abdillah datang menemui Rasulullah menanyakan kepada beliau mengapa ia menolak susu itu, pada mulanya.
Rasulullah menjawab: Para Rasul diperintahkan supaya jangan memakan kecuali yang baik-baik dan jangan berbuat sesuatu kecuali yang baik-baik.
Demikianlah perintah Allah kepada para Rasul-Nya yang harus dipatuhi oleh umat manusia karena Allah Maha Mengetahui amal perbuatan manusia, tak ada satupun yang bersembunyi bagi-Nya.
Dia akan membalas perbuatan yang baik dengan berlipat ganda dan perbuatan jahat dengan balasan yang setimpal.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami katakan kepada rasul-rasul Kami untuk disampaikan kepada pengikut-pengikut mereka, “Makanlah dan nikmatilah aneka ragam makanan yang halal dan baik.
Syukurilah karunia itu dengan melakukan amal saleh.
Sesungguhnya Aku Mahatahu apa yang kalian lakukan dan akan memberi balasannya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai Rasul-rasul! Makanlah dari makanan yang baik-baik) makanan-makanan yang halal (dan kerjakanlah amal yang saleh) amal-amal yang fardu dan sunah.

(Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan) maka kelak Aku akan memperhitungkannya atas kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai para Rasul!! Makanlah dari rizki yang baik dan halal.
Kerjakanlah amalan shalih karena sesungguhnya Aku Maha Mengetahui perbuatan yang kalian kerjakan.
Dan tiada sedikitpun amalan kalian yang tersembunyi dari diri-Ku.
Ayat ini ditujukan kepada para Rasul dan umatnya secara keseluruhan.
Ayat ini juga menjadi dalil bahwasanya memakan makanan yang halal bisa membantunya dalam beramal shalih.
Dan sesungguhnya akibat makan makanan yang haram sangat berbahaya di antaranya adalah tertolaknya doa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang menjadi rasul, agar mereka memakan makanan yang baik (halal) dan mengerjakan amal saleh.
Hal ini menunjukkan bahwa perkara yang halal itu membantu mengerjakan amal saleh.
Maka para nabi mengerjakan perintah ini dengan sebaik-baiknya, dan mereka menggabungkan semua kebaikan, baik yang berupa ucapan maupun perbuatan, baik sebagai pembuktian dari diri maupun dalam bernasehat.
Semoga Allah membalas mereka atas jasa-jasa mereka kepada semua hamba Allah dengan balasan yang sebaik-baiknya.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik.

Ingatlah, demi Allah, Dia tidak memerintahkan kepada kalian agar memakan, makanan yang merah, tidak makanan yang kuning, tidak makanan yang manis, tidak pula makanan yang masam.
Akan tetapi, Dia berfirman bahwa makanlah oleh kalian dari makanan-makanan itu hanya yang halalnya saja.

Sa’id ibnu Jubair dan Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

makanlah dari makanan yang baik-baik.
Yang dimaksud dengan tayyibat ialah yang halal-halal.

Abu Ishaq As-Subai’i telah meriwayatkan dari Abu Maisarah Amr ibnu Syurahbil, bahwa Isa putra Maryam makan dari hasil kerajinan tenunan yang dilakukan oleh ibunya.

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

“Tiada seorang nabi pun melainkan pernah menggembalakan kambing.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Juga engkau, wahai Rasulullah?”
Rasulullah ﷺ bersabda, “Ya, aku pun pernah menggembalakannya dengan imbalan beberapa qirat milik penduduk Mekah.”

Di dalam hadis sahih lainnya disebutkan:

Sesungguhnya Daud a.
s.
makan dari hasil perasan keringatnya sendiri.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Sesungguhnya puasa yang paling disukai oleh Allah ialah puasanya Daud, dan qiyam (salat) yang paling disukai oleh Allah ialah qiyamnya Daud, dia tidur sampai tengah malam, dan bangun pada sepertiganya, lalu tidur pada seperenamnya, dia puasa sehari dan berbuka sehari, dan apabila perang, ia tidak pernah lari dari medan perang.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Al-Hakam ibnu Nafi’, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Damrah ibnu Habib, bahwa Ummu Abdullah binti Syaddad ibnu Aus pernah mengatakan bahwa ia pernah mengirim Nabi ﷺ sepanci laban (yoghurt) saat beliau sedang puasa untuk bukanya nanti.
Ia mengirim­kannya sejak hari masih siang dan matahari sedang terik-teriknya, kemudian pesuruhnya kembali kepadanya seraya menyampaikan pesan Nabi ﷺ, “Dari manakah engkau mempunyai kambing?”Ia menjawab, “Saya membelinya dengan uang saya.” Maka (setelah pesuruh itu kembali kepada Nabi ﷺ dan menyampaikan jawaban majikannya) barulah Rasulullah ﷺ mau meminumnya.

Pada keesokan harinya Ummu Abdullah binti Syaddad datang menghadap kepada Nabi ﷺ dan bertanya, “Wahai Rasulullah, kemarin saya mengirimkan kepadamu laban yang segar, sejak hari masih siang dan panas matahari sedang terik-teriknya, lalu Engkau menyuruh kembali pesuruhku untuk mempertanyakan dari mana laban itu,” Rasulullah ﷺ menjawab:

Demikianlah para rasul diperintahkan.
Mereka tidak boleh makan kecuali makanan yang halal, dan tidak boleh beramal kecuali amal yang saleh.

Di dalam kitab Sahih Imam Muslim dan kitab Jami’ Imam Turmuzi serta kitab Musnad Imam Ahmad, hadis ini berdasarkan apa yang ada pada kitab Imam Ahmad.
melalui riwayat Fudail ibnu Marzuq.
dari Addi ibnu Sabit, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan” bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Hai manusia, sesungguhnya Allah itu Mahabaik, Dia tidak mau menerima kecuali, yang baik-baik (halal).
Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman seperti apa yang Dia perintahkan kepada para rasul-(Nya).
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 51) Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 172)

Kemudian Rasulullah ﷺ menyebutkan perihal seorang lelaki yang lama dalam perjalanannya, dalam keadaan rambut yang awut-awutan lagi penuh dengan debu, sedangkan makanannya dari hasil yang haram, minumannya dari hasil yang haram, pakaiannya dari hasil yang haram dan diberi makan dari hasil yang haram, lalu ia menengadahkan kedua tangannya seraya berdoa, “Hai Tuhanku, hai Tuhanku,” maka bagaimanakah doanya dapat diterima bila keadaannya demikian.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, kami tidak mengenalnya kecuali hanya melalui hadis Fudail ibnu Marzuq.


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 51 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 51 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 51 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:51
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.9
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim