Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Mu'minuun

Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) surah 23 ayat 5


وَ الَّذِیۡنَ ہُمۡ لِفُرُوۡجِہِمۡ حٰفِظُوۡنَ ۙ
Waal-ladziina hum lifuruujihim haafizhuun(a);

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
―QS. 23:5
Topik ▪ Iman ▪ Iman adalah ucapan dan perbuatan ▪ Setiap makhluk berpasangan
23:5, 23 5, 23-5, Al Mu’minuun 5, AlMuminuun 5, Al Mukminun 5, Al-Mu’minun 5
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu'minuun (23) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

MENUNAIKAN ZAKAT WAJIB DAN DERMA YANG DIANJURKAN.

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan, bahwa sifat keempat dari orang mukmin yang berbahagia itu, ialah suka mengeluarkan zakat dan memberi derma yang dianjurkan, yang oleh mereka dipandang sebagai usaha untuk membersihkan harta dan dirinya dari sifat kikir, tamak serakah, hanya mengutamakan diri sendiri (egois), dan juga untuk meringankan penderitaan hamba-hamba Allah yang serba kekurangan, sesuai dengan firman-Nya:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu.
(Q.S.
Asy Syams: 9)

Al Mu'minuun (23) ayat 5 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Mu'minuun (23) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Mu'minuun (23) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka juga adalah orang-orang yang selalu menjaga diri agar tidak berhubungan dengan wanita[1].

[1] Ayat 5 -7 surat al-Mu'minun ini berkaitan erat dengan beberapa ayat di awal surat al-Nur.
Ayat-ayat itu semua mengisyaratkan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh perzinaan.
Dari segi sosial, zina dapat berakibat tidak diketahuinya asal keturunan anak secara pasti.
Sedangkan dari segi kesehatan, efek negatif zina dapat dibagi ke dalam dua hal.
Pertama, secara fisik, zina dapat mengakibatkan penyakit gonore, sipilis (raja singa) dan luka.
Dalam keadaan gawat, gonore dapat mengakibatkan komplikasi pada saluran kencing, persendian atau trakhoma yang dapat mengakibatkan kebutaan.
Sedangkan sipilis dapat menyerang seluruh tubuh, sel-sel dan urat saraf.
Pada puncaknya, hal itu dapat mengakibatkan kegilaan.
Di samping itu, penyakit ini juga dapat berpengaruh pada keturunan.
Bayi yang lahir dari orang yang menderita sipilis akan mudah mati atau cacat.
Kedua, secara mental, zina dapat menimbulkan perasaan bersalah dan berdosa yang pada akhirnya dapat berakibat lemahnya saraf.
Akibat pemborosan, orang dapat terkena kegilaan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang terhadap kemaluannya mereka selalu memeliharanya) dari yang diharamkan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka menjaga kemaluannya dari perkara-perkara yang haram.
Yaitu zina, homoseksual dan segala perbuatan keji lainnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
(Al Mu’minun: 5-7)

Artinya, orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari perbuatan yang diharamkan.
Karena itu mereka tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah, seperti zina dan liwat.
Dan mereka tidak mendekati selain dari istri-istri mereka yang dihalalkan oleh Allah bagi mereka, atau budak-budak perempuan yang mereka miliki dari tawanan perangnya.
Barang siapa yang melakukan hal-hal yang dihalalkan oleh Allah, maka tiada tercela dan tiada dosa baginya.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

maka sesungguhnya mereka tidak tercela dalam hal ini.
Barang siapa mencari yang di balik itu.

Yakni selain istri dan budak perempuannya.

maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la, telah men­ceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah, bahwa pernah ada seorang wanita mengambil budak laki-lakinya (sebagai kekasihnya) dan mengatakan bahwa ia melakukan perbuatannya itu karena bertakwilkan kepada firman Allah yang mengatakan: atau budak yang mereka miliki. Lalu ia ditangkap dan dihadapkan kepada Khalifah Umar ibnul Khattab r.a., dan orang-orang dari kalangan sahabat Nabi ﷺ mengatakan bahwa perempuan itu menakwilkan suatu ayat dari Kitabullah dengan takwil yang menyimpang.
Kemudian budak laki-laki itu dihukum pancung, dan Khalifah Umar berkata kepada wanita itu,"Engkau sesudah dia, haram bagi setiap orang muslim."

Asar ini berpredikat garib lagi munqati', disebutkan oleh Ibnu Jarir di dalam tafsir permulaan surat Al-Maidah, padahal kalau dikemukakan dalam tafsir ayat ini lebih cocok.
Sesungguhnya Khalifah Umar men­jatuhkan sangsi haram terhadap wanita tersebut bagi kaum laki-laki muslim, sebagai pembalasan terhadap perbuatannya, yaitu dengan menimpakan hukuman yang bertentangan dengan niat yang ditujunya.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Syafii dan orang-orang yang mendukungnya telah mengambil ayat ini sebagai dalil dari pendapatnya yang mengatakan bahwa mastrubasi itu haram, yaitu firman-Nya:

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri atau budak yang mereka miliki.

Imam Syafii mengatakan bahwa perbuatan mastrubasi itu di luar kedua perkara tersebut.
Karena itu, mastrubasi haram hukumnya.
Dan se­sungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:

Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Mereka berdalilkan pula dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hasan ibnu Arafah dalam kitab Juz-nya yang terkenal.

Ia me­ngatakan, telah menceritakan kepadaku Ali ibnu Sabit Al-Jazari, dari Maslamah ibnu Ja'far, dari Hassan ibnu Humaid, dari Anas ibnu Malik, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Ada tujuh macam orang yang Allah tidak mau memandang mereka kelak di hari kiamat dan tidak mau membersihkan mereka (dari dosa-dosanya), dan tidak menghimpunkan mereka bersama orang-orang yang beramal (baik), dan memasukkan mereka ke neraka bersama orang-orang yang mula-mula masuk neraka, terkecuali jika mereka bertobat, dan barang siapa yang bertobat, Allah pasti menerima tobatnya.
Yaitu orang yang kawin dengan tangan­nya (mastrubasi), kedua orang yang terlibat dalam homoseks, pecandu minuman khamr, orang yang memukuli kedua orang tuanya hingga keduanya meminta tolong, orang yang meng­ganggu tetangga-tetangganya sehingga mereka melaknatinya, dan orang yang berzina dengan istri tetangganya.

Hadis berpredikat garib, di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang tidak dikenal karena kemisteriannya.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'minuun (23) Ayat 5

AHZAB
أَحْزَاب

Lafaz ini adalah kata nama. Al ahzab adalah nama untuk salah satu surah di dalam Al Qur'an. Kata ini juga tergolong dalam lafaz jamak di mana lafaz mufradnya adalah hizb yang bermakna berpihak-pihak atau berpuak-puak.

Kata ini disebut sebanyak 11 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah :
-Ar Ra'd (13), ayat 36
-Maryam (19), ayat 37
-Hud (11), ayat 17
-Al Ahzab (33), ayat 20 dan 22
-Al Mu'minuun (23), ayat 5 dan 30
-Shad (38), ayat 11 dan 13
-Az Zukhruf (43), ayat 65

Fakhr Ad Din Ar Razi menjelaskan, menurut Hasan dan Qatadah, al ahzab dalam ayat 36 surah Ar Ra'd bermakna golongan­ golongan Yahudi, Nasrani dan orang kafir. Kata ini juga dinisbahkan kepada nama satu peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin di bawah pimpinan Nabi Muhammad pada bulan Syawal tahun ke- 5 Hijrah. Pada tahun ini, kaum muslimin melawan tentara Ahzab (golongan-golongan yang bersekutu dan jumlah mereka mencapai 10 000 orang) yang menyerbu kota Madinah. Tentara Islam dalam usaha mempertahankan kota Madinah di bawah pimpinan Nabi Muhammad membuat parit-parit yang dalam dan lebar di sebelah utara kota Madinah. Oleh karena itu, peperangan ini juga disebut sebagai Perang Khandak (parit).

Bahagian kota yang lain dijaga dengan ketat sehingga serangan tentara Ahzab dapat digagalkan. Lebih 20 hari kota Madinah dikepung tentara sehingga kaum Muslimin kekurangan bahan makanan dan pada saat itu, golongan Yahudi Bani Qurayzah mengkhianati tentara Islam. Dalam suasana gawat itu, Allah menurunkan hujan lebat dengan angin yang kencang dan memporak­ porandakan tentara Ahzab. Mereka kembali tanpa membawa hasil apa-apa dalam Perang Ahzab ini. Enam orang gugur sebagai syuhada, antaranya Sa'ad bin Mu'adz. Apabila peperangan tamat, dua tokoh Quraisy memeluk Islam yaitu Amru bin Al Ash dan Khalid bin Al Walid. Peperangan ini adalah peperangan terakhir antara kaum Muslimin dengan kafir Quraisy. Ahzab adalah golongan yang menentang hukum Allah dengan terang-terangan Kesimpulan yang dapat dibuat bagi lafaz al-Ahzab ini adalah puak-puak atau golongan-golongan yang mengingkari perintah Allah. Lebih khusus lagi, golongan al­ Ahzab ini menentang kaum Muslimin dalam Perang Khandak atau Perang Ahzab.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:35-36

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu 'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai "Al Mu'minuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu'min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu'min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni'mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

QS 23 Al-Mu'minun (1-11) - Indonesian - Linggar Alridho
QS 23 Al-Mu'minun (1-11) - Arabic - Linggar Alridho


Gambar Kutipan Surah Al Mu’minuun Ayat 5 *beta

Surah Al Mu'minuun Ayat 5



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Mu'minuun

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.5
Rating Pembaca: 4.7 (11 votes)
Sending