QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 4 [QS. 23:4]

وَ الَّذِیۡنَ ہُمۡ لِلزَّکٰوۃِ فٰعِلُوۡنَ ۙ
Waal-ladziina hum li-zzakaati faa’iluun(a);

dan orang-orang yang menunaikan zakat,
―QS. 23:4
Topik ▪ Iman ▪ Iman adalah ucapan dan perbuatan ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
23:4, 23 4, 23-4, Al Mu’minuun 4, AlMuminuun 4, Al Mukminun 4, Al-Mu’minun 4

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Menunaikan zakat wajib dan derma yang dianjurkan.
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa sifat keempat dari orang mukmin yang beruntung itu, ialah suka mengeluarkan zakat dan memberi derma yang dianjurkan, yang oleh mereka dipandang sebagai usaha untuk membersihkan harta dan dirinya dari sifat kikir, tamak serakah, hanya mengutamakan diri sendiri (egois), dan juga untuk meringankan penderitaan hamba-hamba Allah yang kekurangan, sesuai dengan firman-Nya:

Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).
(Asy- Syams: 9)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka juga selalu mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerima.
Dengan begitu, mereka memadukan antara ibadah fisik dan ibadah harta, antara penyucian jiwa dan penyucian kekayaan[1].

[1] Zakat diwajibkan untuk mempererat hubungan sosial di antara umat Islam, agar masing-masing anggota masyarakat Muslim merasakan dan bertanggung jawab atas kemiskinan yang diderita oleh anggota lainnya.
Dengan begitu, ia dapat melakukan sesuatu yang dapat meringankan pedihnya kemiskinan.
Dampak positif zakat tampak pada sikap si miskin yang tidak lagi merasa iri atau dengki terhadap si kaya.
Sebaliknya, masing-masing merasa sebagai satu keluarga yang harus saling menolong dengan berpegang teguh pada ajaran Allah.
Di sisi lain, orang yang berutang mempunyai harapan untuk menerima bagian zakat yang dapat membantu melunasi utang-utangnya.
Selain itu, orang yang sedang berperang demi membela agama dan memerdekakan Tanah Air, tidak harus patah semangat oleh upaya mencari bantuan materi yang dibutuhkan guna mencapai kemenangan.
Seorang musafir atau seorang yang asing di negeri orang, yang membutuhkan bantuan karena jauh dari keluarga, tidak harus kehilangan bantuan bekal agar dapat digunakan untuk kembali ke Tanah Airnya.
Di samping itu semua, zakat juga merupakan sarana yang efektif untuk memerdekakan budak dan menghapus perbudakan.
Untuk mencapai tujuan-tujuan sosial dan universalnya, Islam tidak hanya berhenti sampai di situ.
Islam membolehkan pemberian zakat kepada orang kafir jika hal itu memang diperlukan untuk menarik hati mereka.
Begitu juga orang-orang yang bertugas mengumpulkan, menghitung dan mendistribusikan zakat, budak-budak yang melakukan perjanjian bebas dengan tuannya jika mampu membayar tebusan dalam jumlah tertentu, orang yang sedang berada dalam perjalanan, orang yang mempunyai tanggungan utang demi mendamaikan orang yang bertengkar, dan orang yang membela Islam dalam perang.
Sedang tujuan zakat yang bersifat ekonomis adalah pengentasan kemiskinan di mana saja, dan membantu orang-orang yang memerlukan bantuan seperti telah disinggung di muka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang terhadap zakat mereka menunaikannya) membayarnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka membersihkan jiwa dan harta mereka dengan membayar zakat sesuai dengan jenis hartanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan orang-orang yang menunaikan zakat.

Menurut kebanyakan ulama, makna yang dimaksud dengan zakat dalam ayat ini ialah zakat harta benda, padahal ayat ini adalah ayat Makkiyyah, dan sesungguhnya zakat itu baru difardukan setelah di Madinah, yaitu pada tahun dua Hijriah.
Menurut makna lahiriahnya, zakat yang di fardukan di Madinah itu hanyalah mengenai zakat yang mempunyai nisab dan takaran khusus.
Karena sesungguhnya menurut makna lahiriahnya, prinsip zakat telah difardukan sejak di Mekah.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam surat Al-An’am yang Makkiyyah, yaitu:

dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin).
(Al An’am:141)

Dapat pula diartikan bahwa makna yang dimaksud dengan zakat dalam ayat ini ialah zakatun nafs (membersihkan diri) dari kemusyrikan dan ke­kotoran.
Sama pengertiannya dengan apa yang terdapat dalam firman-Nya:

sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(Asy-Syams: 9-10)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang memper-sekutukan-(Nya), (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat.
(Al Fushilat:6-7)

Hal ini menurut salah satu di antara dua pendapat yang mengatakan tentang tafsirnya.
Dapat pula diartikan bahwa makna yang dimaksud adalah kedua pengertian tersebut secara berbarengan, yaitu zakat jiwa dan zakat harta.
Karena sesungguhnya termasuk di antara zakat ialah zakat diri (jiwa), dan orang mukmin yang sempurna ialah orang yang menunaikan zakat jiwa dan zakat harta bendanya.
Hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Mu'minun (23) ayat 1-11 - Linggar Alridho (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Mu'minun (23) ayat 1-11 - Linggar Alridho (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.4
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/23-4









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta