QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 38 [QS. 23:38]

اِنۡ ہُوَ اِلَّا رَجُلُۨ افۡتَرٰی عَلَی اللّٰہِ کَذِبًا وَّ مَا نَحۡنُ لَہٗ بِمُؤۡمِنِیۡنَ
In huwa ilaa rajulun aftara ‘alallahi kadziban wamaa nahnu lahu bimu’miniin(a);

Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya”.
―QS. 23:38
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
23:38, 23 38, 23-38, Al Mu’minuun 38, AlMuminuun 38, Al Mukminun 38, Al-Mu’minun 38

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 38

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Mereka tidak saja mengingkari kebangkitan setelah mati, tetapi juga melemparkan tuduhan kepada Hud bahwa ia berbuat dusta kepada Allah.
Mereka berkata, “Orang itu memang mengadakan kedustaan terhadap Allah dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hud hanyalah seorang yang mendustakan Allah lalu mengaku bahwa ia diutus oleh-Nya.
Hud bohong belaka ketika menyampaikan seruannya.
Kami tidak akan pernah percaya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ia tiada lain) Rasul itu (hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya”) tidak akan percaya dengan adanya berbangkit sesudah mati.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Da’i yang mengajak kalian untuk beriman tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan atas nama Allah.
Dan kita bukanlah orang yang membenarkan apa yang diucapkannya kepada kita.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan bahwa Dia menjadikan umat yang lain sesudah kaum Nuh.
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan mereka dalam ayat-ayat ini adalah kaum ‘Ad, karena sesungguhnya merekalah yang berkuasa sesudah kaum Nuh.
Menurut pendapat yang lainnya lagi, mereka adalah kaum Samud, karena ada firman-Nya yang mengatakan:

Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak.

Dan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus seorang rasul di antara mereka yang menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Tetapi mereka mendustakannya dan menentangnya serta menolak, tidak mau mengikutinya hanya karena dia adalah seorang manusia yang sama dengan mereka.
Pada prinsipnya mereka tidak mau mengikuti rasul yang berupa manusia, mereka mendustakan hari pertemuan dengan Allah kelak di hari kiamat, dan mereka ingkar kepada hari berbangkit di mana manusia dibangkitkan hidup kembali dari kuburnya masing-masing.
Mereka berkata:

Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)?
Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 35-36)

Yakni mustahil sesudah mati kalian dihidupkan kembali.

Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan ke­bohongan terhadap Allah.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 38)

Yaitu dalam semua berita yang disampaikannya kepada kalian tentang kerasulan, peringatan, dan berita-berita tentang hari kiamat.

“dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya.” Rasul itu berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka men-dustakanku.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 38-39)

Yakni rasul itu memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah dalam menghadapi mereka, dan Allah memperkenankan doanya.

Allah berfirman, “Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 40)

karena mereka menentangmu dan mengingkari apa yang kamu sampaikan kepada mereka.

Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 41)

Mereka memang berhak mendapat azab itu dari Allah karena kekafiran dan kesewenang-wenangan mereka.
Menurut makna lahiriah ayat ini menunjukkan bahwa azab itu berupa gabungan antara angin yang kencang lagi sangat kuat dan sangat dingin.

yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhan­nya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 25)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 41)

Yakni mati dan binasa seperti buih banjir, yaitu sesuatu yang hina lagi tiada artinya dan tiada manfaatnya sama sekali.

maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 41)

Sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 76)

karena kekafiran, keingkaran, dan sikap mereka yang selalu menentang utusan Allah.
Maka hendaknyalah hal ini dijadikan pelajaran bagi orang-orang yang mendustakan rasul mereka.


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 38 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 38 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 38 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:38
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.8
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta