QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 28 [QS. 23:28]

فَاِذَا اسۡتَوَیۡتَ اَنۡتَ وَ مَنۡ مَّعَکَ عَلَی الۡفُلۡکِ فَقُلِ الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡ نَجّٰنَا مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ
Fa-idzaaastawaita anta waman ma’aka ‘alal fulki faqulil hamdu lillahil-ladzii najjaanaa minal qaumizh-zhaalimiin(a);

Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah:
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim”.
―QS. 23:28
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Tauhid Rububiyyah
23:28, 23 28, 23-28, Al Mu’minuun 28, AlMuminuun 28, Al Mukminun 28, Al-Mu’minun 28

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 28

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nuh, jika ia bersama orang-orang yang beriman bersamanya telah berada di atas bahtera itu, supaya mengucapkan pujian kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai rasa syukur atas keselamatan mereka semuanya yang berada dalam bahtera itu, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim”.
Ayat ini memberi petunjuk bahwa kita tidak boleh merasa gembira dengan turunnya azab atas sesuatu golongan, kecuali bila di dalamnya mengandung keselamatan bagi kaum mukminin, terhindarnya mereka dari bahaya kemusnahan, dan tersapu bersihnya dunia dari segala bentuk kemusyrikan dan kemaksiatan.

Menurut keterangan Ibnu Abbas r.a.
yang berada dalam bahtera Nuh itu selain semua jenis binatang-binatang itu ada 80 orang manusia, yaitu Nuh beserta istrinya yang saleh, selain istrinya yang tenggelam, tiga orang putranya beserta istri-istrinya dan 72 orang mukmin umat Nuh yang setia kepadanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila kamu telah menaiki kapalmu itu bersama mereka yang naik, bersyukurlah kepada Tuhanmu dengan mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kejahatan orang-orang kafir yang zalim.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apabila kamu telah lengkap) telah genap (yakni kamu dan orang-orang yang bersamamu berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim’) yakni orang-orang yang kafir dengan dibinasakannya mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila kamu telah berada di atas bahtera itu dan sudah merasa tenang di atasnya.
Yaitu kamu dan orang-orang yang bersamamu selamat dari tenggelam, maka ucapkanlah :
Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.”

Semakna dengan apa yang telah disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan menjadikan untuk kalian kapal dan binatang ternak yang kalian tunggangi.
Supaya kalian duduk di atas punggungnya, kemudian kalian ingat nikmat Tuhan kalian apabila kalian telah duduk di atasnya, dan supaya kalian mengucapkan, “Mahasuci Tuhan Yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (Az Zukhruf:12-14)

Nabi Nuh ‘alaihis salam melaksanakan perintah ini, seperti yang dijelaskan di dalam firman-Nya:

Dan Nuh berkata, “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya ” (Huud:41)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'minuun (23) Ayat 28

FULK
فُلْك

Arti kata fulk adalah perahu atau kapal.

Kata ini diulang dua puluh tiga kali dalam Al Qur’an, Di antara satu ayat tersebut menceritakan kapal yang dinaiki oleh Nabi Yunus (a.s.), yaitu yang terdapat dalam surah Ash Shaffaat (37), ayat 140. Nabi Yunus meninggalkan kaumnya dan pergi menaiki kapal yang penuh dengan penumpang dan barang. Keadaan penuh sesak ini menyebabkan kapal menjadi berat dan hendak tenggelam. Akhirnya pimpinan kapal membuat undian untuk membuang sebahagian orang ke dalam laut supaya kapal menjadi ringan. Nabi Yunus termasuk orang yang mendapat undian tersebut. Akhirnya beliau dilempar ke laut dan dimakan oleh ikan. Ini merupakan hukuman duniawi bagi Nabi Yunus yang telah melakukan kesalahan, tetapi kesalahan tersebut tidak dijelaskan oleh Allah. Namun akhirnya Allah menyelamatkannya karena Nabi Yunus adalah orang yang rajin beribadah, bertasbih dan memuji Allah pada waktu dahulu mahupun ketika di dalam perut ikan tersebut.

Pada tujuh ayat yang lain kata fulk digunakan untuk menerangkan kapal Nabi Nuh (a.s.), yaitu yang terdapat dalam surah:
-Al A’raaf (7), ayat 64;
-Yunus (10) 73;
-Hud (11), ayat 37, 38;
-Al Mu’minuun (23), ayat 27, 28;
-Asy Syu’araa’ (26), ayat 119.

Pada ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa Nabi Nuh diperintah Allah untuk membuat kapal. Dan setiap kali kaumnya yang kafir melewati tempat pembuatan kapal, mereka mencemooh dan menertawakan perbuatan Nabi Nuh itu. Namun kemudian Allah mendatangkan azab berupa banjir besar. Kaum Nabi Nuh yang tidak beriman mati tenggelam dalam banjir tersebut termasuk putera beliau yang tidak beriman-, sedangkan orang-orang yang beriman selamat karena naik kapal besar itu. Selain orang yang beriman, dalam kapal itu juga ada semua jenis hewan yang berpasangan (jantan dan betina). Akhirnya semua yang selamat dalam kapal bersyukur kepada Allah atas anugerah yang diberikan itu.

Sedangkan pada tiga belas ayat yang lain kata fulk digunakan untuk menunjukkan kapal-kapal yang menjadi alat pengangukutan barang dan manusia, yaitu yang terdapat dalam surah:
-Al Jaatsiyah (45), ayat 12;
-Al Zukhruf 43), ayat 12;
-Al Mu’min (40), ayat 80;
-Ya Siin (36), ayat 41;
-Faathir (35), ayat 12;
-Luqman (31), ayat 31;
-Ar Rum (30), ayat 46;
-Al Mu’minuun (23), ayat 22;
-Al Hajj (22), ayat 65;
-Al Israa’ (17), ayat 66;
-An Nahl (16), ayat 14;
-Ibrahim (14), ayat 32;
-Al Baqarah (2), ayat 164.

Dalam ayat-ayat ini, Allah menegaskan kebolehan kapal-kapal itu berlayar di lautan luas sebagai kenderaan manusia dan bagi mengangkut barang-barang dagangan dan lainnya, yaitu tanda kasih sayang dan nikmat Allah kepada manusia yang mesti disyukuri, karena dengan adanya kapal-kapal itu, manusia dapat mencari rezeki bagi keperluan hidup mereka

Adapun dalam dua ayat, yaitu surah Al Ankabut (29), ayat 65 dan surah Yunus (10), ayat 22, kata fulk selain digunakan untuk menerangkan karunia Allah, ia juga dikaitkan dengan sikap manusia yang hanya ingat kepada Allah semasa menghadapi kesukaran dan bahaya saja, namun apabila kesukarannya hilang, dia mulai lupa terhadap Tuhannya.

Pada kedua ayat ini diceritakan, apabila manusia menaiki kapal dan kapal itu bergerak laju membawa penumpang-penumpangnya dengan tiupan angin yang baik, mereka pun bersukacita dengannya. Namun, ketika angin ribut yang kencang datang, dan ombak mengepung mereka dari segala penjuru serta mereka percaya mereka diliputi oleh bahaya; maka pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadanya sambil merayu dengan berkata: “Sungguh jika Engkau (Ya Allah) selamatkan kami dari bahaya ini, kami tetap menjadi orang-orang yang bersyukur” Namun setelah Allah menyelamatkan mereka dan mereka berhasil mendarat, mereka kembali berlaku syirik kepadanya dan tidak mahu mensyukuri nikmatnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:442-443

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 28 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 28 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 28 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:28
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.4
Ratingmu: 4.6 (20 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  


:|

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta