Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mu'minuun (Orang-orang mukmin) - surah 23 ayat 27 [QS. 23:27]

فَاَوۡحَیۡنَاۤ اِلَیۡہِ اَنِ اصۡنَعِ الۡفُلۡکَ بِاَعۡیُنِنَا وَ وَحۡیِنَا فَاِذَا جَآءَ اَمۡرُنَا وَ فَارَ التَّنُّوۡرُ ۙ فَاسۡلُکۡ فِیۡہَا مِنۡ کُلٍّ زَوۡجَیۡنِ اثۡنَیۡنِ وَ اَہۡلَکَ اِلَّا مَنۡ سَبَقَ عَلَیۡہِ الۡقَوۡلُ مِنۡہُمۡ ۚ وَ لَا تُخَاطِبۡنِیۡ فِی الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا ۚ اِنَّہُمۡ مُّغۡرَقُوۡنَ
Fa-a-uhainaa ilaihi aniishna’il fulka bia’yuninaa wawahyinaa fa-idzaa jaa-a amrunaa wafaarattannuuru faasluk fiihaa min kullin zaujainiitsnaini wa-ahlaka ilaa man sabaqa ‘alaihil qaulu minhum walaa tukhaathibnii fiil-ladziina zhalamuu innahum mughraquun(a);
Lalu Kami wahyukan kepadanya,
“Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka.
Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
―QS. Al Mu’minuun [23]: 27

Daftar isi

So We inspired to him,
"Construct the ship under Our observation, and Our inspiration, and when Our command comes and the oven overflows, put into the ship from each (creature) two mates and your family, except those for whom the decree (of destruction) has proceeded.
And do not address Me concerning those who have wronged;
indeed, they are to be drowned.
― Chapter 23. Surah Al Mu’minuun [verse 27]

فَأَوْحَيْنَآ maka Kami wahyukan

So We inspired
إِلَيْهِ kepadanya

to him,
أَنِ agar

"That
ٱصْنَعِ buatlah

construct
ٱلْفُلْكَ perahu

the ship
بِأَعْيُنِنَا dengan pengawasan Kami

under Our eyes,
وَوَحْيِنَا dan wahyu/petunjuk Kami

and Our inspiration,
فَإِذَا maka apabila

then when
جَآءَ telah datang

comes
أَمْرُنَا perintah kami

Our Command
وَفَارَ dan telah memancar

and gushes forth
ٱلتَّنُّورُ tanur

the oven,
فَٱسْلُكْ maka masukkanlah

then put
فِيهَا didalamnya (perahu ini)

into it
مِن dari

of
كُلٍّ tiap-tiap

every (kind)
زَوْجَيْنِ sepasang/sejodoh

(of) mates
ٱثْنَيْنِ dua

two
وَأَهْلَكَ dari keluargamu

and your family,
إِلَّا kecuali

except
مَن orang

those
سَبَقَ lebih dahulu

(has) preceded
عَلَيْهِ atasnya

against whom
ٱلْقَوْلُ perkataan/ketetapan

the Word
مِنْهُمْ diantara mereka

thereof.
وَلَا dan jangan

And (do) not
تُخَٰطِبْنِى kamu bicarakan dengan Aku

address Me
فِى dalam/tentang

concerning
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ظَلَمُوٓا۟ (mereka) zalim

wronged,

Tafsir Quran

Surah Al Mu’minuun
23:27

Tafsir QS. Al-Mu’minun (23) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah doa Nuh diperkenankan, maka Allah mewahyukan kepada-nya, agar ia mulai membuat perahu di bawah pengawasan dan petunjuk wahyu-Nya, supaya perahu itu kokoh dan tidak mudah mengalami kerusakan dan supaya Nuh mengetahui teknik pembuatannya, sebab pembuatan sebuah perahu yang besar dan kukuh tentu saja memerlukan keahlian.
Apabila perintah Allah sudah datang untuk membinasakan kaumnya dengan topan yang besar, dan tanda-tandanya sudah tampak, yaitu tannur tempat membakar roti di bawah tanah sudah mulai memancarkan air, maka Allah menyuruh Nabi Nuh memasukkan ke dalam perahu itu sepasang jantan dan betina dari tiap-tiap jenis binatang.

Dalam perahu dibuat bertingkat-tingkat.
Tingkat yang paling bawah untuk binatang buas seperti singa, harimau, dan sebagainya.

Di tingkat kedua binatang ternak seperti:
sapi, kambing, dan sebagainya.
Di tingkat ketiga semua jenis burung sepasang-pasang dan di tingkat yang paling atas sekali Nabi Nuh dengan sekalian keluarganya yang selamat, di antaranya tiga orang putranya:
Sam, Ham dan Yafis.

Adapun putra beliau yang bernama Kanan termasuk orang yang tenggelam, karena ia tidak mau ikut bersama ayahnya.

Dengan dimasukkannya setiap jenis binatang yang ada pada waktu itu, maka perahu Nuh merupakan kebun binatang yang lengkap.

Semua binatang yang tidak masuk ke dalam perahu dan orang kafir yang tidak mengikuti ajakan Nabi Nuh ditenggelamkan dalam topan besar itu, sesuai dengan ancaman Allah bahwa mereka akan ditimpa azab.
Allah sebelumnya melarang Nuh supaya jangan memberitahukan rencana Allah dan maksud pembuatan perahu kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka semuanya akan ditenggelamkan.

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 27. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kemudian Kami wahyukan kepadanya,
"Buatlah bahtera yang akan melindungimu dari kejahatan mereka.
Kami akan mengayomi dan menunjukkan kepadamu cara pembuatannya.


Ketika tiba saat penyiksaan mereka nanti, dan kamu menyaksikan tanur yang memancarkan air atas perintah Kami, segeralah naik kapal itu dengan mengikutsertakan semua jenis makhluk hidup secara berpasangan:
jantan dan betina.
Sertakan pula keluargamu kecuali orang yang telah Kami tetapkan untuk disiksa karena tidak mau beriman.


Jangan meminta-Ku menyelamatkan orang-orang yang menganiaya diri sendiri dengan bersikap ingkar dan zalim, sebab Aku telah memutuskan untuk menenggelamkan mereka akibat kezaliman mereka yang bersikap musyrik dan durhaka[1].


[1] Meskipun pemaparan tentang terjadinya topan pada ayat ini disampaikan secara singkat, namun mengandung makna dan fakta ilmiah yang tidak diketahui orang banyak.


Secara etimologis, kata
"tannur"
berarti ‘tempat pembakaran roti’, ‘permukaan bumi yang dapat memancarkan air’ atau ‘tempat di mana terdapat banyak air’.
Ketika kita berusaha memastikan kapan terjadinya peristiwa angin topan itu, kita akan menemukan kesilitan.


Sebab, dalam sejarah umat manusia pernah terjadi banyak peristiwa angin topan pada masa yang tidak terlalu berjauhan, seperti yang pernah terjadi di Babilonia, India, Cina dan Amerika.
Beberapa peristiwa topan itu terdapat pula dalam cerita-cerita rakyat.


Hanya saja, tampaknya cerita-cerita itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa topan besar yang terjadi pada masa Nabi Nuh.
Melalui penelitian dan pengamatan, terbukti bahwa alam ini mengalami beberapa kali peristiwa topan besar.


Topan terakhir terjadi akibat berakhirnya zaman es terakhir dan mencairnya sebagian besar es yang membeku di kutub utara dan selatan.
Kita tidak tahu secara pasti kapan keseimbangan itu mulai hilang lalu mengakibatkan terpancarnya air dari dalam tannur di permukaan bumi, akibat lonjakan mencairnya es yang luar biasa hingga menyebabkan naiknya permukaan air laut dan menimbulkan banjir mahabesar.
Dapat disebutkan juga di sini bahwa peristiwa terjadinya pencairan es pada zaman es terakhir dibarengi dengan iklim dengan curah hujan sangat tinggi di daerah-daerah yang tidak berdekatan dengan kutub utara dan selatan seperti kawasan laut tengah.
Apa pun yang terjadi, kita memang tidak mempunyai data yang cukup lengkap untuk memastikan kapankah zaman Nabi Nuh itu.
Namun demikian, semua gejala itu menunjukkan keajaiban alam dan kemahakuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Di antara keajaiban itu adalah pemberitahuan Nuh kepada kaumnya dengan nada nasihat bahwa Allah akan menurunkan murka-Nya dengan menenggelamkan mereka apabila tidak mau mendengar nasihatnya.
Selain itu, merupakan keajaiban juga, Allah mewahyukan Nuh untuk membuat kapal.
Kemudian datanglah ketentuan Allah yang berakibat hilangnya keseimbangan alam dengan tannur yang memancarkan air sebagai pertandanya, lalu disusul dengan turunnya hujan deras.
Itu semua merupakan bukti apa yang difirmankan Allah kepada Nuh `alaihis salam.
bahwa Allah Mahatahu bahwa di antara kaumnya tidak akan ada yang beriman selain orang yang sudah benar-benar beriman sebelumnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Lalu Kami wahyukan kepadanya:
Buatlah bahtera di bawah pengawasan, perintah dan pertolongan kami.
Kamu di bawah perlindungan dan penjagaan Kami.


Maka apabila perintah Kami telah datang untuk menimpakan azab kepada kaummu dengan ditenggelamkan, yang dimulai dengan angin topan, dan air yang memancar dengan kuat dari tannur, yaitu tempat memasak roti.
Hal itu merupakan tanda datangnya azab.


Maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) makhluk hidup agar terjaga keturunannnya.
Dan juga masukkanlah keluargamu kecuali orang yang telah ditetapkan akan ditimpa azab karena kekufurannya seperti istri dan putramu.


Dan janganlah kamu meminta-Ku untuk menyelamatkan kaummu yang zalim, karena mereka itu pasti akan ditenggelamkan, tanpa bisa tidak.
Ayat ini menetapkan sifat mata bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya tanpa penyerupaan dan pertanyaan bagaimana bentuknya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Lalu Kami wahyukan kepadanya,
"Buatlah bahtera) yakni perahu


(di bawah pengawasan Kami) maksudnya di bawah penilikan dan pengawasan Kami


(dan wahyu Kami) yaitu perintah Kami


(maka apabila perintah Kami datang) yakni perintah untuk membinasakan mereka


(dan tanur telah memancarkan air) dapur pembuat roti telah memancarkan air, sebagai pertanda bagi Nabi Nuh


(maka masukkanlah ke dalam bahtera itu) naikkanlah ke dalamnya


(dari tiap-tiap jenis) hewan


(sepasang) jantan dan betina.
Lafal Itsnaini adalah Maf’ul, sedangkan huruf Min berta’alluq kepada lafal Usluk.
Menurut suatu kisah disebutkan, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengumpulkan bagi Nabi Nuh segala macam jenis binatang liar dan burung-burung, serta hewan-hewan lainnya.
Kemudian Nabi Nuh memukulkan tangannya kepada tiap-tiap jenis, tangan kanannya mengenai jenis jantan dan tangan kirinya mengenai jenis betina, kemudian ia menaikkan semuanya ke dalam bahtera.
Menurut Qiraat yang lain lafal kulli dibaca Kullin, berdasarkan qiraat ini lafal Zaujaini menjadi Maf’ul dan lafal Itsnaini berkedudukan mengukuhkan maknanya


(dan juga keluargamu) istri dan anak-anakmu


(kecuali orang yang telah lebih dahulu ketetapan azab atasnya di antara mereka) yaitu istri dan anaknya yang bernama Kan`an, lain halnya dengan anak-anaknya yang lain, yaitu Sam, Ham dan Yafits, Nabi Nuh mengangkut mereka bersama dengan istri-istri mereka ke dalam bahtera.
Di dalam surah Hud telah disebutkan melalui firman-Nya, ‘Dan muatkan pula orang-orang yang beriman.
Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.’
―QS. Hud [11]: 40―.
Menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa jumlah mereka ada enam orang laki-laki berikut istri mereka.
Menurut pendapat yang lain dikatakan, bahwa semua orang yang ada di dalam bahtera jumlahnya tujuh puluh delapan orang, separuh laki-laki dan yang separuh lagi perempuan.


(Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim) yaitu orang-orang yang kafir, biarkanlah mereka binasa


(karena sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka

Yakni orang-orang yang telah ditakdirkan oleh Allah akan binasa.
Mereka adalah dari kalangan keluarga Nuh yang tidak beriman kepadanya, seperti anak dan istrinya.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

Yaitu di saat kamu menyaksikan turunnya hujan yang lebat, janganlah sekali-kali kamu merasa kasihan terhadap kaummu, jangan pula kamu merasa sayang kepada mereka, lalu kamu mengharapkan agar azab itu ditangguhkan dari mereka barangkali saja mereka beriman.
Karena sesungguhnya Aku telah menetapkan bahwa mereka adalah orang-orang yang ditenggelamkan disebabkan kezaliman dan kekafiran mereka.
Kisah mengenai hal ini secara panjang lebar telah dikemukakan dalam tafsir surat Hud.
Jadi tidak perlu diulangi lagi dalam tafsir surat ini.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu’minuun (23) Ayat 27

TANNUUR
لتَّنُّور

Lafaz tannuur dalam bentuk mufrad, jamaknya adalah tanaaniir. Menurut ahli bahasa, tannuur adalah nama ‘ajam yang dimasukkan kedalam bahasa Arab.
Tannuur mengandung makna dapur api, permukaan tanah, tempat penyimpanan roti, tempat pancaran air dan sebagainya.

Disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Hud (11), ayat 40;
• Al Mu’minuun (23), ayat 27.
Firman Allah,

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ

Al Imam Asy Syawkani memaparkan pendapat ulama mengenai makna at tannuur

• Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Az Zuhri dan Ibnu Uyainah, at tannuur bermakna permukaan bumi dan orang Arab menamakan permukaan bumi dengan at tannuur.

Mujahid, Itiyyah dan Al Hasan berkata ia berasal dari tanawwar al-khubz yaitu tempat pembuat roti.

• Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talib, ia bermakna tempat terbitnya fajar berasal dari perkataan mereka tanawwar al fajr.

– Qatadah berpendapat ia adalah permukaan bumi yang tinggi dan segala tempat-tempat yang tinggi.

An Nuhhaas mengatakan pendapat-pendapat di atas tidak bertentangan karena Allah memberitakan air datang dari langit dan bumi sebagaimana Allah menyatakan,

Kemudian Kami bukakan pintu-pintu langit dengan air yang tertumpah (hujan yang lebat). Dan Kami pancarkan beberapa mata air di bumi, lalu bertemulah air itu (air langit dan bumi) menurut urusan yang telah ditetapkan.

Para ulama menyatakan, at tannuur adalah tanda keselamatan dan kemenangan bagi Nuh dan janji kebinasaan bagi kaumnya.

Menurut Ibnu Katsir, bumi menjadi mata air yang terpancar sehingga air pasang dan naik dari at tannuur yaitu dapur-dapur api yang menjadi pancaran air sebagaimana pendapat ulama salaf maupun khalaf.

Kesimpulannya, at tannuur mencakup semua makna yang disebutkan di atas.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:107-108

Unsur Pokok Surah Al mukminuun (المؤمنون)

Surat Al-mukminun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al mukminuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

▪ Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

▪ Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya.
Rasulrasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik.
▪ Pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam.
▪ Kisah Hud `alaihis salam.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam.
▪ Kisah Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mukmin yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat.
▪ Proses kejadian manusia.
▪ Tanda-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan.
▪ Nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio Murottal

QS. Al-Mu'minuun (23) : 1-118 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 118 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mu'minuun (23) : 1-118 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 118

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mu'minuun ayat 27 - Gambar 1 Surah Al Mu'minuun ayat 27 - Gambar 2
Statistik QS. 23:27
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu’minuun.

Surah Al-Mu’minun (Arab: المؤمنون‎, “Orang-Orang Yang Beriman”) adalah surah ke-23 dari Alquran, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu’minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu’minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
Sending
User Review
4.5 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

23:27, 23 27, 23-27, Surah Al Mu'minuun 27, Tafsir surat AlMuminuun 27, Quran Al Mukminun 27, Al-Mu’minun 27, Surah Al Muminun ayat 27

Video Surah

23:27


More Videos

Kandungan Surah Al Mu'minuun

۞ QS. 23:1 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 23:2 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pentingnya berbuat dengan teliti

۞ QS. 23:4 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:5 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:8 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:9 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:10 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:11 • Nama-nama surga • Keabadian surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:15 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 23:16 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 23:17 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:18 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 23:23 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 23:24 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:27 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 23:28 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 23:29 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:32 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 23:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:36 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:37 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:39 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:40 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:43 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 23:44 • Kewajiban beriman pada para rasul • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:48 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:49 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 23:51 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 23:52 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 23:53 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 23:54 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 23:55 • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:56 • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:57 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:58 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman

۞ QS. 23:59 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:60 Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dilihat dari akhirnya

۞ QS. 23:61 • Pahala iman

۞ QS. 23:62 • Lembaran catatan amal perbuatan • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim • Menggunakan hak rukhshah (dispensasi)

۞ QS. 23:63 • Azab orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 23:64 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:65 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:66 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:69 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:70 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:71 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:72 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:74 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:75 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 23:76 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:77 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 23:79 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 23:80 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 23:81 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:82 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:83 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:84 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 23:85 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:86 ArsyAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:87 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:88 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:89 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:91 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Wahid (Maha Esa) •

۞ QS. 23:92 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:93 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:94 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:95 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 23:96 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:97 Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 23:98 Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 23:99 Ar Rabb (Tuhan) • Ketakutan pada kematian • Saat kematian orang kafir

۞ QS. 23:100 • Saat kematian orang kafir • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 23:101 • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 23:102 • Pahala iman • Penimbangan amal perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 23:103 • Penimbangan amal perbuatan • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 23:104 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 23:105 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:106 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 23:107 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 23:108 • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 23:109 Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 23:111 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 23:115 • Sifat Kamal (sempurna) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 23:116 Tauhid Uluhiyyah • ArsyAr Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar) • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 23:117 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 23:118 Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya

Ayat Pilihan

(Kami jelaskan yang demikian) agar kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tak menyukai setiap orang sombong lagi membanggakan diri
QS. Al-Hadid [57]: 23

Bila dibacakan Alquran,
maka dengarkan baik-baik,
renungi & perhatikan dengan sepenuh hati agar kau mendapat rahmat.
QS. Al-A’raf [7]: 204

Kami jadikan isi neraka dari jin dan manusia, mereka punya hati tapi tak digunakan memahami (ayat Allah),
punya mata tapi tak digunakan melihat (tanda kekuasaan Allah),
punya telinga tapi tak digunakan mendengar (ayat Allah)
QS. Al-A’raf [7]: 179

Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
QS. An-Nisa’ [4]: 83

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

Zindiq

Apa itu Zindiq? Zindiq secara etimologi berarti “kotoran yang membahayakan”. Sedangkan menurut istilah ilmu fiqih atau hukum islam berarti seseorang yang tidak berpegang teguh terhadap aga...

Gunung Hor

Di mana itu Gunung Hor? Gunung Hor adalah nama yang diberikan dalam kitab perjanjian lama pada dua pegunungan yang berbeda. Satu, diberikan pada tanah Edom yang terletak pada bagian Timur dari pantai...

Al-Ma'idah

Apa itu Al-Ma’idah? Surah Al-Ma’idah adalah surah ke-5 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah. Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekka...