Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Mu'minuun

Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) surah 23 ayat 20


وَ شَجَرَۃً تَخۡرُجُ مِنۡ طُوۡرِ سَیۡنَآءَ تَنۡۢبُتُ بِالدُّہۡنِ وَ صِبۡغٍ لِّلۡاٰکِلِیۡنَ
Wasyajaratan takhruju min thuuri sainaa-a tanbutu bidduhni washibghil(n)-lilaakiliin(a);

dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan.
―QS. 23:20
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
23:20, 23 20, 23-20, Al Mu’minuun 20, AlMuminuun 20, Al Mukminun 20, Al-Mu’minun 20
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu'minuun (23) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Lalu dengan sebab air hujan itu Allah menumbuhkan untuk manusia kebun-kebun kurma dan anggur dan selain itu kamu memperoleh pula di dalamnya banyak buah-buahan aneka warna yang dapat di makan dan ada pula dari tanam-tanaman itu yang jadi sumber penghidupan, seperti dari hasil pohon lada, pohon pala, pohon cengkeh dan sebagainya.

Dan dijadikan pula untuk manusia sejenis pohon kayu yang keluar dari Tursina yaitu pohon zaitun yang banyak tumbuh di sekitar gunung itu, yang banyak menghasilkan minyak dan sering digunakan untuk melezatkan hidangan makanan dan pada akhir-akhir ini dapat pula dijadikan sabun kecantikan.

Al Mu'minuun (23) ayat 20 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Mu'minuun (23) ayat 20 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Mu'minuun (23) ayat 20 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami menciptakan pula pohon zaitun yang tumbuh di bukit Sinai.
Buahnya mengandung minyak yang dapat kalian manfaatkan.
Di samping itu, zaitun merupakan lauk pauk bagi orang-orang yang memakannya[1].

[1] Ayat ini menunjukkan bahwa pohon zaitun termasuk salah satu karunia Allah yang sangat besar yang disebut dalam beberapa ayat sebelum dan sesudah ayat ini.
Hal itu adalah karena zaitun merupakan jenis pohon kayu yang berumur ratusan tahun.
Manusia tidak perlu bersusah payah menanamnya, tetapi dapat memetik buahnya untuk masa yang sangat panjang.
Kelebihan pohon zaitun lainnya adalah warnanya yang selalu hijau dan indah.
Selain itu, penelitian mutakhir membuktikan bahwa zaitun merupakan bahan makanan yang sangat baik yang mengandung kadar protein cukup tinggi.
Zaitun juga mengandung zat garam, zat besi dan fosforus yang merupakan bahan makanan terpenting bagi manusia.
Lebih dari itu, zaitun mengandung vitamin A dan B.
Dari buah zaitun dapat dihasilkan minyak yang pada umumnya juga digunakan sebagai bahan makanan.
Sementara, dari segi kesehatan, penelitian terkini membuktikan bahwa zaitun bermanfaat untuk alat pencernaan pada umumnya, terutama hati.
Mutu minyak zaitun juga melebihi minyak-minyak lainnya, baik minyak nabati maupun minyak hewani, karena tidak mempunyai efek yang dapat menimbulkan penyakit pada peredaran dan pembuluh darah arteri seperti yang terdapat pada jenis minyak lainnya.
Zaitun juga dapat digunakan sebagai bahan penghalus kulit, di samping kegunaan-kegunaan industri lain seperti industri pembuatan sabun di mana zaitun merupakan salah satu bahan campuran terbaik.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) Kami tumbuhkan pula (pohon kayu yang asal tumbuhnya dari Thursina) dapat dibaca Sina dan Saina dengan tidak menerima Tanwin karena menjadi 'Alamiyah, artinya nama sebuah bukit.
Jika tidak menerima tanwin karena Illat Ta'nits, maka berarti nama suatu lembah (yang menghasilkan) dapat dibaca Tunbitu dan Tanbutu (minyak) bila menurut bacaan Tunbitu maka huruf Ba dianggap huruf Zaidah, bila menurut bacaan yang kedua yaitu Tanbutu maka huruf Ba dianggap sebagai huruf Ta'diyah yang menggandengkan Fi'il dengan Maf'ul, pohon yang dimaksud adalah pohon Zaitun (dan sebagai penyedap bagi orang-orang yang makan) lafal ini di'athafkan kepada lafal Bid Duhni, sehingga dibaca Wa Shibghin Lil Aakiliina.
Artinya, sebagai penyedap suapan yang dicelupkan kepadanya kemudian dimakan, yang dimaksud adalah minyak Zaitun tersebut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami tumbuhkan untuk kalian pohon zaitun yang tumbuh di sekitar gunung Thur (Sina’).
Kemudian diperas menjadi minyak untuk minyak wangi dan bumbu makanan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan pohon kayu yang keluar dari Tursina (pohon zaitun).

Yang dimaksud adalah pohon zaitun, sedangkan tur artinya bukit.
Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya bukit dinamakan tur bila padanya terdapat pohon-pohonan, tetapi jika tidak ada pohon-pohonan, maka disebut bukit atau gunung, bukan tur.
Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
Tursina alias Tur Sinin adalah nama bukit yang padanya Musa diajak bicara langsung oleh Allah subhanahu wa ta'ala begitu pula semua bukit yang ada di sekitarnya yang padanya terdapat pohon zaitun.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

yang menghasilkan minyak.

Sebagian ulama mengatakan bahwa huruf ba yang ada dalan lafaz ayat ini adalah zaidah, bentuk aslinya ialah tanbutudduhna (tanpa memakai ba).
Seperti halnya yang terdapat di dalam ucapan orang-orang Arab, "Alqa Fulanun Biyadihi," artinya si Fulan memukulkan tangannya, yakni yadahu (tanpa memakai ba).

Sedangkan menurut pendapat ulama yang mengatakan bahwa ia mengandung fi'il yang tidak disebutkan, maka bentuk lengkapnya ialah yang menghasilkan minyak atau yang dapat menghasilkan minyak.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

dan pelezat makanan bagi orang-orang yang makan.

Yakni dapat dijadikan lauk pauk, menurut Qatadah.

Dengan kata lain, buah zaitun itu mengandung manfaat, darinya dapat dihasilkan minyak dan juga dapat dijadikan pelezat makanan.
Seperti yang dikatakan oleh Imam Ahmad, bahwa:

telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Isa, dari Ata Asy-Syami dari Abu Usaid yang nama aslinya Malik ibnu Rabi'ah As-Sa'idi Al-Ansari r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Makanlah minyak zaitun dan jadikanlah sebagai minyak, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati.

Abdur Rahman ibnu Humaid mengatakan di dalam kitab musnad dan kitab tafsirnya:

telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Umar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Jadikanlah zaitun sebagai lauk pauk dan berminyaklah dengannya, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati.

Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Abdur Razzaq.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini tidak dikenal melainkan hanya melaluinya, sedangkan dia (Mudtarib) dalam periwayatannya adakalanya menyebut Umar dalam sanadnya, adakalanya tidak menyebutkannya.

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, telah menceritakan kepadaku As-Sa'b ibnu Hakim ibnu Syarik ibnu Namilah, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan bahwa ia bertamu kepada Umar ibnul Khattab r.a.
di malam 'Asyura.
Maka Umar menjamunya dengan masakan kepala unta yang sudah dingin dan juga minyak zaitun.
Lalu Umar berkata, "Inilah minyak yang diberkati yang telah disebutkan di dalam firman Allah kepada Nabi-Nya."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'minuun (23) Ayat 20

SHIBGH
صِبْغ

Arti lafaz shibhg ialah sesuatu yang digunakan untuk mewarnai dan juga berarti lauk-­pauk. Di dalam Al Qur'an lafaz shibhg disebut sekali saja yaitu dalam surah Al Mu'minuun (23) ayat 20.

Dalam ayat itu diterangkan diantara nikmat Allah yang diberikan kepada manusia adalah ditumbuhkan pohon-pohon Zaitun yang asal tumbuhnya di kawasan Gunung Tursina. Ia mengeluarkan minyak dan lauk-pauk bagi orang yang makan.

Imam Ahmad meriwayatkan, Rasulullah bersabda, yang artinya "Makanlah buah Zaitun dan berminyaklah dengannya, sesungguhnya Zaitun adalah pohon yang barakah."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:323

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu 'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai "Al Mu'minuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu'min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu'min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni'mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.


Gambar Kutipan Surah Al Mu’minuun Ayat 20 *beta

Surah Al Mu'minuun Ayat 20



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Mu'minuun

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (12 votes)
Sending