QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 2 [QS. 23:2]

الَّذِیۡنَ ہُمۡ فِیۡ صَلَاتِہِمۡ خٰشِعُوۡنَ ۙ
Al-ladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uun(a);

(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
―QS. 23:2
Topik ▪ Iman ▪ Iman adalah ucapan dan perbuatan ▪ Kekuasaan Allah
23:2, 23 2, 23-2, Al Mu’minuun 2, AlMuminuun 2, Al Mukminun 2, Al-Mu’minun 2

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 2

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

KHUSYUK DALAM SALATNYA.

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan sifat yang kedua yaitu seorang mukmin yang berbahagia itu, jika salat benar-benar khusyuk dalam salatnya, pikirannya selalu mengingat Tuhan, dan memusatkan semua pikiran dan pancainderanya dan munajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala Dia menyadari dan merasakan bahwa seorang yang salat itu benar-benar sedang berhadapan dengan Tuhannya, maka oleh karena itu seluruh badan dan jiwanya diliputi kekhusyukan, kekhidmatan dan keikhlasan, diselingi dangan rasa takut dan diselubungi dengan penuh harapan kepada Tuhannya.
Maka untuk dapat memenuhi syarat kekhusyukan dalam salatnya, harus memperhatikan tiga perkara.

a).
Mengerti tentang bacaannya, supaya ucapan lidahnya dapat diikuti dengan pengertiannya, sesuai dengan ayat

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?.
(Q.S. Muhammad [47]: 24)

b).
Ingat kepada Allah dan takut kepada ancaman-Nya, sesuai dengan Firman-Nya:

Dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.
(Q.S. Thaa haa [20]: 14)

c).
Salat berarti munajat kepada Allah, pikirannya dan perasaannya harus selalu mengingat dan jangan lengah atau lalai.
Para Ulama berpendapat bahwa salat yang tidak khusyuk sama dengar.
tubuh tidak berjiwa.
Akan tetapi ketiadaan khusyuk dalam salat tidak membatalkan salat, dan tidak wajib diulang lagi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu orang-orang yang menyertakan keimanannya itu dengan amal saleh.
Dalam melaksanakan salat, misalnya, mereka menghadapkan diri sepenuh hati, merasa takut, merendah dan tunduk secara mutlak kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya) dengan merendahkan diri penuh perasaan kepada Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara sifat mereka adalah khusyu’ di dalam shalatnya.
Hati mereka focus di dalam shalat dan anggota tubuh mereka tenang.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Mereka yang beriman lagi mempunyai ciri khas seperti berikut, yaitu:

(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya, “Khasyi’un,” bahwa mereka adalah orang-orang yang takut kepada Allah lagi tenang.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan Az-Zuhri.
Telah diriwayatkan dari Ali ibnu Abu Talib r.a.
bahwa khusyuk artinya ketenangan hati.
Hal yang sama dikatakan oleh Ibrahim An-Nakha’i.
Al-Hasan Al-Basri mengatakan, ketenangan hati mereka membuat mereka merundukkan pandangan matanya dan merendahkan dirinya.

Muhammad ibnu Sirin mengatakan bahwa dahulu sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ selalu mengarahkan pandangan mata mereka ke langit dalam salatnya.
Tetapi setelah Allah menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 1-2) Maka mereka merundukkan pandangan matanya ke tempat sujud mereka.
Muhammad ibnu Sirin mengatakan bahwa sejak saat itu pandangan mata mereka tidak melampaui tempat sujudnya.
Dan apabila ada seseorang yang telah terbiasa memandang ke arah langit, hendaklah ia memejamkan matanya.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.
Kemudian Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui ibnu Abbas —juga Ata ibnu Abu Rabah— secara mursal, bahwa Rasulullah ﷺ pernah melakukan hal yang serupa (memandang ke arah langit) sebelum ayat ini diturunkan.

Khusyuk dalam salat itu tiada lain hanya dapat dilakukan oleh orang yang memusatkan hati kepada salatnya, menyibukkan dirinya dengan salat, dan melupakan hal yang lainnya serta lebih baik mementingkan salat daripada hal lainnya.
Dalam keadaan seperti ini barulah seseorang dapat merasakan ketenangan dan kenikmatan dalam salatnya, seperti yang dikatakan oleh Nabi ﷺ dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Nasai melalui sahabat Anas dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

Aku dijadikan senang kepada wewangian, wanita, dan dijadikan kesenangan hatiku bila dalam salat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Amr ibnu Murrah, dari Salim ibnu Abul Ja’d, dari seorang lelaki dari Bani Aslam, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Hai Bilal, hiburlah kami dengan salat.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Usman ibnul Mugirah, dari Salim ibnu Abul Ja’d, Muhammad ibnul Hanafiyah pernah mengatakan bahwa ia bersama ayahnya (Ali ibnu Abu Talib r.a.) pernah berkunjung ke rumah salah seorang iparnya dari kalangan Ansar, lalu datanglah waktu salat, kemudian Ali r.a.
berkata, “Hai budak perempuan, ambilkanlah air wudu, aku akan mengerjakan salat agar hatiku terhibur.” Ketika ia memandang ke arah kami yang merasa heran dengan ucapannya, maka ia berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Beriqamahlah, hai Bilal, dan hiburlah hati kami dengan salat.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mu’minuun (23) Ayat 2

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Abu Hurairah.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Marduwaih dengan lafal: “Rasulullah ﷺ pernah menoleh pada waktu shalat.” Diriwayatkan pula oleh Sa’id bin Manshur yang bersumber dari Ibnu Sirin, dengan lafal: “Rasulullah melirikkan matanya pada waktu shalat,” Hadits ini mursal.
Bahwa apabila Rasulullah ﷺ shalat, beliau suka memandang ke langit.
Maka turunlah ayat ini (Al-Mu’minuun: 2) sebagai petunjuk bagi orang yang shalat.
Sejak itu beliau shalat dengan menundukkan kepala.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Sirin, hadits ini mursal.
Bahwa apabila para shahabat shalat, mereka suka memandang ke langit.
Maka turunlah ayat ini (Al-Mu’minuun: 2) sebagai petunjuk bagaimana seharusnya shalat.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 2 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 2 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 2 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Mu'minun (23) ayat 1-11 - Linggar Alridho (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Mu'minun (23) ayat 1-11 - Linggar Alridho (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:2
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.8
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/23-2









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta