QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 116 [QS. 23:116]

فَتَعٰلَی اللّٰہُ الۡمَلِکُ الۡحَقُّ ۚ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۚ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡکَرِیۡمِ
Fata’aalallahul malikul haqqu laa ilaha ilaa huwa rabbul ‘arsyil kariim(i);

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya, tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.
―QS. 23:116
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
23:116, 23 116, 23-116, Al Mu’minuun 116, AlMuminuun 116, Al Mukminun 116, Al-Mu’minun 116

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 116

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 116. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa Dia Maha Suci dan apa yang disangkakan orang-orang musyrik kepada-Nya begitu pula sangkaan bahwa Dia menciptakan manusia secara sia-sia, karena Dia itu adalah Tuhan yang sebenarnya.
Tiada Tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai dan memiliki Arasy yang mulia itu Dialah yang mengatur alam sejagat ini, baik yang di atas maupun yang di bawah, begitu pula semua makhluk diciptakan oleh-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Keagungan hanyalah milik Allah subhanahu wa ta’ala Dialah Raja Pemilik segalanya.
Tidak ada yang patut disembah dengan sebenarnya kecuali Dia.
Dia adalah pemilik singgasana yang agung.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka Maha Tinggi Allah) dari main-main dan hal-hal lainnya yang tidak layak bagi kebesaran-Nya (Raja Yang Sebenarnya, tidak ada Tuhan selain Dia, Rabb Yang mempunyai Arasy yang mulia) yakni Al-Kursi atau singgasana bagi raja.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang mampu berbuat segala sesuatu.
Dan Dia-lah raja yang sebenarnya.
Janji-Nya pasti benar, ancaman-Nya pasti benar, dan segala sesuatu yang datang dari-Nya adalah benar.
Mahasuci Allah dari menciptakan sesuatu yang sia-sia dan main-main.
Tidak ada Illah yang berhak disembah selain Dia, Rabb ‘Arsy yang mulia yang merupakan makhluk Allah paling besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya.

Yakni Mahasuci Allah dari menciptakamnakhluk dengan sia-sia, karena sesungguhnya Dia adalah raja yang sebenarnya, Mahasuci Dia dari melakukan perbuatan tersebut.

tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) Arasy yang mulia.

Disebutkan ‘Arasy karena ‘Arasy merupakan atap bagi semua makhluk, dan disebutkan bahwa sifat ‘Arasy itu mulia, yakni indah pemandangannya lagi megah bentuknya.
Seperti pengertian yang ada dalam firman-Nya:

lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
(Q.S. Luqman [31]: 10)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Sulaiman (seorang syekh dari Irak), telah menceritakan kepada kami Syu’aib ibnu Safwan, dari seorang lelaki dari kalangan keluarga Sa’id ibnul ‘As yang mengatakan bahwa akhir khotbah yang diutarakan oleh Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz ialah pada pertamanya disebutkan puji dan sanjungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, lalu berkatalah ia, “Ama Ba’du.
Hai manusia, sesungguhnya kalian diciptakan bukan dengan main-main, dan kalian tidak akan dibiarkan tersia-sia.
Sesungguhnya kalian akan dikembalikan di negeri akhirat, lalu Allah akan turun untuk memutuskan perkara di antara kalian dan memutuskan hukum-Nya.
Maka alangkah kecewa dan celakalah seseorang hamba yang dikeluarkan oleh Allah dari rahmat-Nya dan diharamkan memasuki surga-Nyayang hiasnya seluas langit dan bumi.
Tidakkah kalian ketahui, bahwa tiada seorang pun yang aman dari azab Allah di hari esok kecuali orang-orang yang selalu ingat akan hari kembali dan takut kepadanya, serta menukar yang fana dengan yang kekal, yang sedikit dengan yang banyak, dan yang takut dengan yang aman.”

Umar ibnu Abdul Aziz melanjutkan khotbahnya, “Tidakkah kalian perhatikan bahwa sesungguhnya kalian berasal dari (air mani yang dikeluarkan dari) tulang sulbi orang-orang yang telah binasa (mati), dan kelak sesudah kalian terdapat orang-orang yang menjadi penerus kalian, sedangkan kalian kembali kepada Tuhan Yang Maha Pencipta, Pewaris yang terbaik.
Kemudian setiap pagi dan petang kalian mengantarkan orang-orang yang menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena telah menemui ajalnya, lalu kalian menguburkannya ke dalam tanah yang berbeda dengan tempat sebelumnya, sedangkan semua kekasihnya telah dia tinggalkan dan kini tempatnya menyatu dengan tanah.
Di hadapannya terbentang hisab perhitungan amal perbuatannya, kini nasibnya tergantung kepada amal perbuatannya, dia tidak memerlukan lagi apa yang ditinggalkannya dan sangat memerlukan amal perbuatan untuk menghadapi masa mendatangnya.
Karena itu bertakwalah kepada Allah, hai hamba-hamba Allah, sebelum usia habis dan maut datang merenggut nyawa.” Kemudian Umar ibnu Abdul Aziz mengusap matanya dengan ujung kain sorbannya.
Ia menangis, dan orang-orang yang ada di sekitarnya ikut menangis pula.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Nasir Al-Khaulani, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Ibnu Lahi’ah, dari Abu Hubairah, dari Hasan ibnu Abdullah, bahwa seorang lelaki yang sedang sakit dijumpai oleh Abdullah ibnu Mas’ud yang sedang berlalu di dekatnya.
Maka Abdullah ibnu Mas’ud membacakan ayat berikut di dekat telinganya, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya.
, hingga akhir surat.
Maka orang tersebut sembuh dengan seketika.
Lalu Ibnu Mas’ud menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ Maka beliau ﷺ bertanya, “Apakah yang engkau bacakan pada telinganya?”
Ibnu Mas’ud menceritakan ayat-ayat yang dibacanya.
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Tuhan Yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, seandainya seorang lelaki membacakannya dengan penuh keyakinan terhadap sebuah bukit, niscaya bukit itu akan lenyap.

Abu Na’im telah meriwayatkan melalui jalur Khalid ibnu Nizar, dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Muhammad ibnu Ibrahim ibnul Haris, dari ayahnya yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ mengutus kami dalam suatu sariyyah (pasukan khusus) dan memerintahkan kami untuk membaca ayat berikut bila berada di petang dan pagi hari, yaitu firman-Nya:

Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya Kami men­ciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Kami selalu membacanya, maka kami berhasil menang dan memperoleh ganimah serta dalam keadaan selamat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Wahb Al-Allaf Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Abul Musayyab Salim ibnu Salam, telah menceritakan kepada kami Bakr ibnu Hubaisy, dari Nahsyal ibnu Sa’id, dari Ad-Dahhak ibnu Muzahim, dari Abdullah ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Untuk keselamatan bagi umatku dari tenggelam bila mereka naik perahu (kapal laut) ialah (bacaan berikut), “Dengan menyebut nama Allah, Raja yang sebenarnya.
Dan mereka tidak menghargai Allah dengan penghargaan yang semestinya.
Bumi ini seluruhnya kelak di hari kiamat berada dalam genggaman kekuasaan-Nya dan langit digulung dengan tangan kekuasaan-Nya.
Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (terhadap-Nya).
Dengan menyebut asma Allah Yang telah memperjalankan-nya (bahtera) dan yang melabuhkannya, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha penyayang


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 116 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 116 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 116 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Mu'minun (23) ayat 115-118 - Ravenala Regia (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Mu'minun (23) ayat 115-118 - Ravenala Regia (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:116
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.8
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim