QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 110 [QS. 23:110]

فَاتَّخَذۡتُمُوۡہُمۡ سِخۡرِیًّا حَتّٰۤی اَنۡسَوۡکُمۡ ذِکۡرِیۡ وَ کُنۡتُمۡ مِّنۡہُمۡ تَضۡحَکُوۡنَ
Fa-attakhadztumuuhum sikhrii-yan hatta ansaukum dzikrii wakuntum minhum tadhhakuun(a);

Lalu kamu jadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu (selalu) menertawakan mereka,
―QS. 23:110
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
23:110, 23 110, 23-110, Al Mu’minuun 110, AlMuminuun 110, Al Mukminun 110, Al-Mu’minun 110
English Translation - Sahih International
But you took them in mockery to the point that they made you forget My remembrance, and you used to laugh at them.
―QS. 23:110

 

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 110

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 110. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan sebab musabab mereka disiksa dan diazab, serta jawaban yang menghina atas permintaan mereka kembali ke dunia.
Hinaan itu muncul karena mereka menghina hamba-hamba Allah yang telah beriman, seperti Bilal, Khabbab, shuhaib dan orang-orang mukmin yang lemah lainnya, selalu mendekatkan diri kepada Allah, menegaskan ikrar dan pengakuan keimanan mereka kepada-Nya, membenar-kan para rasul yang telah diutus-Nya, senantiasa meminta ampunan dan memohon rahmat kepada-Nya karena Dialah pemberi rahmat yang sebaik-baiknya.
Orang-orang kafir menghadapi orang-orang mukmin itu dengan sikap mengejek, menertawakan, dan menghina.
Ayat ini juga menerangkan bahwa kesibukan orang-orang kafir itu mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin, membuat mereka lupa mengingat Allah.
Sejalan dengan ayat ini, Allah ﷻ berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.
Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya, dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.
Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan,
“Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”
padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).
(al-Muthaffifin [83]: 29-33)