QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 109 [QS. 23:109]

اِنَّہٗ کَانَ فَرِیۡقٌ مِّنۡ عِبَادِیۡ یَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغۡفِرۡ لَنَا وَ ارۡحَمۡنَا وَ اَنۡتَ خَیۡرُ الرّٰحِمِیۡنَ
Innahu kaana fariiqun min ‘ibaadii yaquuluuna rabbanaa aamannaa faaghfir lanaa waarhamnaa wa-anta khairurraahimiin(a);

Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia):
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
―QS. 23:109
Topik ▪ Kebodohan orang kafir
23:109, 23 109, 23-109, Al Mu’minuun 109, AlMuminuun 109, Al Mukminun 109, Al-Mu’minun 109

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 109

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 109. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan tentang sebab musabab mereka disiksa dan diazab serta jawabnya dengan jawaban yang menghina atas permintaan mereka kembali ke dunia, yaitu karena ada di antara hamba-hamba Allah yang telah beriman, seperti Bilal, Khabbab, Suhaib dan lain-lain dari orang-orang mukmin yang lemah, selalu mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, menegaskan ikrar dan pengakuannya telah beriman kepada-Nya, membenarkan Rasul-rasul yang diutus oleh-Nya, Senantiasa meminta ampun dan memohon rahmat kepada-Nya karena Dialah pemberi rahmat yang sebaik-baiknya, tetapi orang-orang kafir menghadapi orang-orang mukmin itu dengan sikap mengejek.
Mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin dengan nada menghina terutama perlakuan yang ditujukan oleh Abu Jahal sendiri.
Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa atas kesibukan mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin, sehingga mereka lupa mengingat Allah.
Sejalan dengan ayat ini, firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.
Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.
Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”.
Padahal orang-orang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin”.

(Q.S. Mutaffifin: 29-33)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami tidak menzalimi kalian, tetapi kalianlah yang menzalimi diri sendiri.
Sebab, ternyata, orang-orang Mukmin dan saleh di antara hamba-hamba Kami berkata di dunia, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah dosa kami dan berilah kami kasih sayang-Mu.
Engkau adalah yang terbaik di antara pemberi kasih sayang.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku) mereka adalah kaum Muhajirin (berdoa, “Ya Rabb kami! Kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik”).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku yakni orang-orang yang beriman berdoa :
Wahai Rabb kami!! Kami telah beriman, maka tutupilah dosa-dosa kami dan berilah kami rahmat, karena Engkau adalah sebaik-baik yang memberikan kasih sayang.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan mereka akan dosa-dosa yang telah mereka lakukan ketika di dunia, juga ejekan-ejekan yang mereka lancarkan terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman dan kekasih-kekasih-Nya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.
Lalu kalian menjadikan mereka buah ejekan.

Yakni kalian mengejek doa dan sanjungan mereka kepada-Ku:

sehingga (kesibukan) kalian mengejek mereka menjadikan kalian lupa mengingat Aku.

Artinya, kebencian kalian kepada hamba-hamba-Ku yang beriman membuat kalian lupa akan mengingat-Ku.

dan kalian selalu menertawakan mereka.

Yakni menertawakan perbuatan mereka dan ibadah mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.
Dan apabila orang-orang yang beriman itu lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya (di antara sesama mereka).
(83: 29-30)

Yaitu mencela mereka dengan nada mengejek.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang balasan pahala yang diberikan kepada kekasih-kekasih-Nya dan hamba-hamba-Nya yang saleh.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 111)

dalam menghadapi gangguan kalian dan ejekan kalian terhadap diri mereka.

sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 111)

Yakni Aku jadikan mereka orang-orang yang beruntung dapat meraih kebahagiaan dan kesejahteraan, surga, dan selamat dari neraka.


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 109 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 109 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 109 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:109
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.7
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim