QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 101 [QS. 23:101]

فَاِذَا نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَلَاۤ اَنۡسَابَ بَیۡنَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ وَّ لَا یَتَسَآءَلُوۡنَ
Fa-idzaa nufikha fiish-shuuri falaa ansaaba bainahum yauma-idzin walaa yatasaa-aluun(a);

Apabila sangkakala ditiup maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.
―QS. 23:101
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Peniupan sangkakala ▪ Seruan para nabi untuk mengesakan Allah
23:101, 23 101, 23-101, Al Mu’minuun 101, AlMuminuun 101, Al Mukminun 101, Al-Mu’minun 101
English Translation - Sahih International
So when the Horn is blown, no relationship will there be among them that Day, nor will they ask about one another.
―QS. 23:101

 

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 101

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 101. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila sangkakala ditiup untuk kedua kalinya dan arwah dikembalikan kepada tubuhnya masing-masing pada hari kebangkitan nanti, maka pada waktu itu tidak ada lagi manfaat pertalian nasab.
Seseorang tidak dapat lagi membanggakan nasabnya, bahwa dia berasal dari keturunan bangsawan sebagaimana halnya pada waktu ia masih berada di dunia.
Tidak ada perbedaan antara seseorang dengan yang lain, semua terpengaruh suasana yang meliputinya.
Mereka kebingungan dan diliputi perasaan takut karena kedahsyatan hari itu, sehingga hilanglah rasa cinta dan kasih sayang.
Masing-masing memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau tahu orang lain, sebagaimana yang dilukiskan di dalam firman Allah:

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya.
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
(‘Abasa [80]: 33-37)

Mereka tidak lagi saling tegur dan bertanya.
Tidak seorang pun di antara mereka yang menanyakan keadaan keluarga dan keturunannya, sebagaimana halnya di dunia.
Mereka seolah-olah tidak saling mengenal lagi.
Firman Allah:

وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًا

Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya. (al- Ma’arij [70]: 10)

Mereka kebingungan seperti orang-orang yang sedang mabuk, padahal mereka tidak mabuk.
Firman Allah:

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ

(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (al-Hajj [22]: 2)











23:101, 23 101, 23-101, Al Mu’minuun 101, tafsir surat AlMuminuun 101, Al Mukminun 101, Al-Mu’minun 101



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta