Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 101 [QS. 23:101]

فَاِذَا نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَلَاۤ اَنۡسَابَ بَیۡنَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ وَّ لَا یَتَسَآءَلُوۡنَ
Fa-idzaa nufikha fiish-shuuri falaa ansaaba bainahum yauma-idzin walaa yatasaa-aluun(a);
Apabila sangkakala ditiup maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.
―QS. Al Mu’minuun [23]: 101

Daftar isi

So when the Horn is blown, no relationship will there be among them that Day, nor will they ask about one another.
― Chapter 23. Surah Al Mu’minuun [verse 101]

فَإِذَا maka apabila

So when
نُفِخَ ditiup

is blown
فِى di/pada

in
ٱلصُّورِ sangkakala

the trumpet
فَلَآ maka tidak

then not
أَنسَابَ pertalian nasib

(there) will be relationship
بَيْنَهُمْ diantara mereka

among them
يَوْمَئِذٍ pada hari itu

that Day,
وَلَا dan tidak

and not
يَتَسَآءَلُونَ mereka bertanya-tanya

will they ask each other.

Tafsir Quran

Surah Al Mu’minuun
23:101

Tafsir QS. Al-Mu’minun (23) : 101. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila sangkakala ditiup untuk kedua kalinya dan arwah dikembalikan kepada tubuhnya masing-masing pada hari kebangkitan nanti, maka pada waktu itu tidak ada lagi manfaat pertalian nasab.
Seseorang tidak dapat lagi membanggakan nasabnya, bahwa dia berasal dari keturunan bangsawan sebagaimana halnya pada waktu ia masih berada di dunia.

Tidak ada perbedaan antara seseorang dengan yang lain, semua terpengaruh suasana yang meliputinya.
Mereka kebingungan dan diliputi perasaan takut karena kedahsyatan hari itu, sehingga hilanglah rasa cinta dan kasih sayang.

Masing-masing memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau tahu orang lain, sebagaimana yang dilukiskan di dalam firman Allah:

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya.
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
(‘Abasa [80]: 33-37)

Mereka tidak lagi saling tegur dan bertanya.
Tidak seorang pun di antara mereka yang menanyakan keadaan keluarga dan keturunannya, sebagaimana halnya di dunia.

Mereka seolah-olah tidak saling mengenal lagi.
Firman Allah:

وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًا

Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya.
(Al- Ma’arij [70]: 10)

Mereka kebingungan seperti orang-orang yang sedang mabuk, padahal mereka tidak mabuk.
Firman Allah:

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ

(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.
(Al-Hajj [22]: 2)

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 101. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Maka, apabila waktu yang Kami janjikan itu telah datang, mereka Kami bangkitkan dengan memanggil mereka supaya keluar dari dalam kubur.
Hal itu mirip dengan peniupan terompet (sangkakala), lalu mereka pun datang dengan terpencar-pencar.


Kedekatan seseorang kepada orang lain tidak akan berarti apa-apa.
Masing-masing tidak dapat meminta kepada orang lain sesuatu yang berguna untuknya.


Pada hari itu, masing-masing disibukkan oleh urusannya sendiri.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila sudah terjadi hari kiamat, dan malaikat sudah meniup sangkakala, manusia dibangkitkan dari kubur mereka.
Maka pada saat itu tidak ada yang menyombongkan diri dengan nasabnya sebagaimana mereka membanggakan nasabnya saat di dunia.


Dan tidak ada yang saling bertanya antara satu dengan lainnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apabila sangkakala ditiup) tiupan malaikat Israfil yang pertama atau yang kedua


(maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu) yang dapat mereka bangga-banggakan


(dan tidak pula mereka saling bertanya) tentang nasab tersebut, berbeda dengan ketika mereka hidup di dunia.
Hal tersebut disebabkan kengerian yang menyibukkan diri mereka pada hari kiamat itu, yakni melihat sebagian kengerian-kengerian yang ada padanya.
Pada sebagian waktu dari hari kiamat mereka sadar pula, sebagaimana yang diungkapkan oleh ayat yang lain, yaitu,
"Dan sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan."
―QS. As-Saffat [37]: 27―.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa apabila sangkakala telah ditiup untuk tiupan berbangkit dan semua manusia bangun dari kuburnya,

maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu.

Yakni kaitan nasab tidaklah berguna pada hari itu, dan orang tua tidak dapat menangisi anaknya dan tidak pula menoleh kepadanya.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, sedangkan mereka saling melihat.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 10-11)

Artinya, seseorang tidak bertanya kepada kerabatnya, sedangkan ia melihatnya, sekalipun ia menanggung dosa-dosa yang tidak kuat disanggahnya.
Padahal kerabatnya itu sewaktu di dunia merupakan orang yang paling di sayanginya, tetapi keadaan pada hari itu membuatnya tidak memperhatikannya, dan tidak membantu tanggungannya barang seberat sayap lalat pun.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, dari istri dan anaknya.
(QS. ‘Abasa [80]: 34-36)

Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa apabila hari kiamat telah terjadi, Allah menghimpunkan semua manusia yang terdahulu dan yang terkemudian, kemudian juru seru-Nya menyerukan,
"Ingatlah, barang siapa yang mempunyai mazlamah (pernah dianiaya), maka datanglah dan ambillah haknya."
Maka bergembiralah orang yang mempunyai hak pada orang tuanya atau anaknya, atau istrinya, sekalipun haknya itu kecil.
Hal yang membenarkannya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Ummu Bakr binti Al-Miswar ibnu Makhramah, dari Ubaidillah ibnu Abu Rafi’, dari Al-Miswar ibnu Makhramah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Fatimah adalah belahan jiwaku, segala sesuatu yang membuatnya marah membuatku marah (pula), dan segala sesuatu yang menyenangkannya membuatku senang (pula).
Dan sesungguhnya nasab itu akan terputus kelak di hari kiamat kecuali nasab-ku, hubunganku, dan persemendaanku (hubungan kekerabatan karena nikah).

Hadis ini mempunyai pokoknya yang ada di dalam kitab Sahihain diriwayatkan melalui Al-Miswar ibnu Makhramah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Fatimah adalah belahan jiwaku, semua hal yang menyedihkannya membuatku sedih (pula), dan sumua hal yang menyakitkan dia membuatku sakit (pula).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Zuhair, dari Abdullah ibnu Muhammad, dari Hamzah ibnu Abu Sa’id Al-Khudri, dari ayahnya yang mengatakan, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda di mimbarnya:
"Apakah gerangan yang telah dilakukan oleh banyak kaum laki-laki, mereka mengatakan bahwa sesungguhnya pertalian persaudaraan Rasulullah ﷺ tidak berguna bagi kaumnya.
Tidak demi Allah, sesungguhnya pertalian persaudaraanku tetap terpelihara di dunia dan di akhirat.
Dan sesungguhnya aku, hai manusia, adalah pendahulu bagi kalian bilamana kalian tiba (di negeri akhirat nanti)."
Seorang lelaki bertanya,
"Wahai Rasulullah, saya adalah si Fulan bin Fulan."Maka aku katakan kepada mereka,
"Adapun mengenai nasab (hubungan persaudaraan), maka aku telah mengetahuinya, tetapi kalian sesudahku telah berbuat bid’ah dan kalian berbalik mundur ke belakang."

Dalam musnad Amirul Mukminin Umar ibnul Khattab telah kami sebutkan melalui berbagai jalur yang cukup banyak bersumber darinya, bahwa ketika ia mengawini Ummu Kalsum binti Ali ibnu Abu Talib r.a., berkatalah ia,
"Demi Allah, perlu diketahui, bahwa tiada lain bagiku kecuali aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Semua hubungan dan kaitan nasab sungguh akan terputus kelak di hari kiamat kecuali hubungan dan nasabku’."

Imam Tabrani, Imam Bazzar, Al-Haisam ibnul Kulaib, Imam Baihaqi, dan Al-Hafiz Ad-Diya di dalam kitab Al-Mukhtarah-nya telah meriwayatkan hadis ini.
Disebutkan pula bahwa Khalifah Umar r.a. memberinya maskawin sebanyak empat puluh ribu dirham karena memuliakan dan menghormatinya.

Al-Hafiz Ibnu Asakir telah meriwayatkan di dalam biografi Abul As ibnur Rabi (suami Zainab binti Rasulullah ﷺ) melalui jalur Abul Qasim Al-Bagawi, bahwa telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Umar ibnu Aqta’, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abdus Salam, dari Ibrahim ibnu Yazid, dari Muhammad ibnu Abbad ibnu Ja’far, ia pernah mendengar Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Semua hubungan nasab dan sihr (persaudaraan karena nikah) akan terputus pada hari kiamat kecuali nasab dan sihr-ku.

Aku pernah memohon kepada Tuhanku Yang Mahamulia lagi Mahaagung semoga tidak sekali-kali aku kawin dengan seseorang dari umatku, dan tidak sekali-kali seseorang dari mereka mengawini (keluarga)ku, melainkan ia akan ada bersama denganku di dalam surga.
Maka Allah mengabulkan permintaanku itu.

Unsur Pokok Surah Al mukminuun (المؤمنون)

Surat Al-mukminun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al mukminuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

▪ Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

▪ Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya.
▪ Rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik.
▪ Pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam.
▪ Kisah Hud `alaihis salam.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam.
▪ Kisah Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mukmin yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat.
▪ Proses kejadian manusia.
▪ Tanda-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan.
▪ Nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio Murottal

QS. Al-Mu'minuun (23) : 1-118 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 118 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mu'minuun (23) : 1-118 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 118

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mu'minuun ayat 101 - Gambar 1 Surah Al Mu'minuun ayat 101 - Gambar 2
Statistik QS. 23:101
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu’minuun.

Surah Al-Mu’minun (Arab: المؤمنون‎, “Orang-Orang Yang Beriman”) adalah surah ke-23 dari Alquran, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu’minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu’minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
Sending
User Review
4.7 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

23:101, 23 101, 23-101, Surah Al Mu'minuun 101, Tafsir surat AlMuminuun 101, Quran Al Mukminun 101, Al-Mu’minun 101, Surah Al Muminun ayat 101

Video Surah

23:101


Load More

Kandungan Surah Al Mu’minuun

۞ QS. 23:1 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 23:2 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pentingnya berbuat dengan teliti

۞ QS. 23:4 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:5 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:8 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:9 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:10 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:11 • Nama-nama surga • Keabadian surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:15 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 23:16 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 23:17 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:18 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 23:23 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 23:24 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:27 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 23:28 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 23:29 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:32 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 23:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:36 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:37 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:39 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:40 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:43 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 23:44 • Kewajiban beriman pada para rasul • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:48 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:49 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 23:51 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 23:52 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 23:53 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 23:54 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 23:55 • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:56 • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:57 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:58 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman

۞ QS. 23:59 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:60 Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dilihat dari akhirnya

۞ QS. 23:61 • Pahala iman

۞ QS. 23:62 • Lembaran catatan amal perbuatan • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim • Menggunakan hak rukhshah (dispensasi)

۞ QS. 23:63 • Azab orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 23:64 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:65 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:66 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:69 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:70 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:71 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:72 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:74 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:75 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 23:76 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:77 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 23:79 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 23:80 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 23:81 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:82 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:83 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:84 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 23:85 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:86 ArsyAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:87 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:88 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:89 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:91 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Wahid (Maha Esa) •

۞ QS. 23:92 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:93 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:94 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:95 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 23:96 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:97 Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 23:98 Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 23:99 Ar Rabb (Tuhan) • Ketakutan pada kematian • Saat kematian orang kafir

۞ QS. 23:100 • Saat kematian orang kafir • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 23:101 • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 23:102 • Pahala iman • Penimbangan amal perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 23:103 • Penimbangan amal perbuatan • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 23:104 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 23:105 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:106 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 23:107 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 23:108 • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 23:109 Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 23:111 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 23:115 • Sifat Kamal (sempurna) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 23:116 Tauhid Uluhiyyah • ArsyAr Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar) • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 23:117 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 23:118 Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya

Ayat Pilihan

Sungguh akan Kami beri cobaan padamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah-buahan. Dan berikan berita gembira pada orang sabar. yang bila ditimpa musibah mereka mengucap Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
QS. Al-Baqarah [2]: 155-156

Orang-orang yang beriman & beramal saleh akan memperoleh surga-surga yang di dalamnya terdapat tempat tinggal mereka,
sebagai penghormatan bagi mereka atas apa yang mereka lakukan.
QS. As-Sajdah [32]: 19

Apa kalian tak perhatikan bagaimana Allah ciptakan 7 langit berlapis, jadikan bulan di 7 langit sbg cahaya yang memancar serta jadikan matahari sbg lampu yang terangi penghuni dunia dengan sinarnya untuk melihat segala yang dibutuhkan?
QS. Nuh [71]: 15

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hadis Muu2019allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

+

Array

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus Istilah Islam

billahi

Apa itu billahi? bil.la.hi demi Allah; dengan nama Allah … •

Abu Hurairah

Siapa itu Abu Hurairah? Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi , yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Hurairah , adalah seorang Sahabat Nabi yang terkenal dan merupakan periwayat hadits yang paling banyak...

Asy’ariyah

Apa itu Asy’ariyah? Asy’ariyah adalah mazhab teologi yang disandarkan kepada Imam Abul Hasan al-Asy’ari . Asy’ariyah mengambil dasar keyakinannya dari Kullabiyah, yaitu pemikir...