Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Mu'minuun

Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) surah 23 ayat 100


لَعَلِّیۡۤ اَعۡمَلُ صَالِحًا فِیۡمَا تَرَکۡتُ کَلَّا ؕ اِنَّہَا کَلِمَۃٌ ہُوَ قَآئِلُہَا ؕ وَ مِنۡ وَّرَآئِہِمۡ بَرۡزَخٌ اِلٰی یَوۡمِ یُبۡعَثُوۡنَ
La’allii a’malu shaalihan fiimaa taraktu kalaa innahaa kalimatun huwa qaa-iluhaa wamin waraa-ihim barzakhun ila yaumi yub’atsuun(a);

agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.
Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.
Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.
―QS. 23:100
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Saat kematian orang kafir ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
23:100, 23 100, 23-100, Al Mu’minuun 100, AlMuminuun 100, Al Mukminun 100, Al-Mu’minun 100
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu'minuun (23) : 100. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memberitahukan tentang kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang kafir ketika menghadapi maut, walaupun kata-kata itu tidak dapat didengar oleh orang-orang yang hadir ketika itu.
Orang-orang kafir itu meminta kepada Allah supaya dia jangan dimatikan dahulu dan dibiarkan hidup seperti sedia kala agar dia dapat bertobat dari kesalahan dan kedurhakaannya dan dapat beriman dan mengerjakan amal yang baik yang tidak dikerjakannya selama hidupnya.

Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu di waktu dia masih sehat wal-afiat dan mempunyai kesanggupan untuk beriman dan beramal saleh, dia enggan menerima kebenaran, takabur dan sombong terhadap orang-orang yang beriman, selalu durhaka kepada Allah bahkan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan perintah Allah dan mengucapkan kata-kata yang tidak benar terhadap-Nya.
Tetapi mereka dalam sakaratul maul teringatlah mereka kepada dosa dan kesalahan mereka dan ketika itulah baru mereka insaf dan sadar lalu meminta dengan sepenuh hati kepada Allah agar diberi umur panjang untuk berbuat baik guna menutupi semua kedurhakaan dan kejahatan yang telah mereka lakukan.
Tetapi saat sakarutul maut itu bukan saat meminta ampun dan bertobat sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan karena kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, "Sesungguhnya saya bertobat sekarang".
Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam keadaan kekafiran.
Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

(Q.S.
An Nisa: 17-18)

Lalu Allah menegaskan bahwa permintaan orang-orang kafir itu hanyalah ucapan yang keluar dari mulut mereka saja dan tidak akan dilayani atau dikabulkan.
Umpamanya mereka benar-benar diberi umur panjang mereka tidak juga akan kembali beriman dan tidak akan mau mengerjakan amal yang saleh sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman" (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya.
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia tentulah mereka kembali kepada apa yang telah mereka dilarang mengerjakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.

(Q.S.
Al an'am: 27-28)

Demikianlah ucapan yang mereka lontarkan sebagai penghibur hati mereka sendiri, suatu ucapan yang tidak ada nilainya sama sekali karena tidaklah mungkin mereka akan kembali hidup karena ajal mereka telah tiba.
Di hadapan mereka terbentang dinding yang menghalangi mereka kembali ke dunia sampai Hari Kiamat.

Al Mu'minuun (23) ayat 100 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Mu'minuun (23) ayat 100 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Mu'minuun (23) ayat 100 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di sana aku akan melakukan amal saleh pada kekayaan dan waktu yang telah aku tinggalkan." Tetapi, permintaannya tidak akan dikabulkan.
Ucapan itu dilontarkan tanpa akan mendatangkan faedah apa-apa dan tanpa akan diterima.
Kalaupun permintaannya dikabulkan, ia pasti tidak akan melaksanakannya.
Walaupun begitu, ia tidak akan dapat kembali.
Kematian menjadi penghalang antara orang-orang seperti itu dan apa yang diangan-angankannya sampai mereka dibangkitkan Allah kelak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Agar aku berbuat amal yang saleh) dengan mengatakan, 'Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah', hal ini akan menjadi penghapus (terhadap yang telah aku tinggalkan") aku sia-siakan umurku.
Maksudnya, supaya hal itu menjadi penggantinya.
Maka Allah berfirman, ("Sekali-kali tidak) tidak ada kembali lagi.
(Sesungguhnya itu) permohonan untuk kembali ke dunia (adalah perkataan yang diucapkannya saja) tidak ada manfaat bagi pembicaranya.
(Dan di hadapan mereka) (ada dinding) penghalang yang menahan mereka untuk dapat kembali lagi ke dunia (sampai hari mereka dibangkitkan") yang tiada kembali lagi sesudahnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Agar aku melaksanakan apa yang telah aku tinggalkan, yakni iman dan taat.
Dia tidak akan bisa berbuat seperti yang dia inginkan, dan permintaannya tidak akan dikabulkan dan juga tidak ditunda.
Namun hal itu adalah perkataan yang diucapkannya saja dan tidak akan bermanfaat.
Dan ia adalah orang yang tidak bisa dipercaya.
Meskipun ia dikembalikan ke dunia niscaya, ia akan kembali kepada perkara-perkara yang dilarang.
Orang-orang yang sudah meninggal akan selalu berada di dalam barzakh, yakni dinding pemisah antara dunia dan akhirat hingga hari kebangkitan dan hari perhimpunan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja.

Kalla adalah huruf tolakan dan bantahan, yang maksudnya ialah 'Kami tidak memperkenankan permintaannya dan tidak menerimanya.'

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa kalimat tersebut pasti diucapkan oleh setiap orang zalim yang sedang menjelang kematiannya.

Kalimat ayat ini dapat ditakwilkan sebagai 'Illat dari firman-Nya yang mengatakan, "Kalla.” Karena permintaan kembali ke dunia untuk beramal saleh dari si kafir itu hanyalah ucapan saja yang tidak ada buktinya.
Seandainya ia dikembalikan ke dunia, tentulah dia tidak akan mengamalkan perbuatan saleh yang diikrarkannya itu, dan pastilah ia dusta dengan apa yang diucapkannya itu.
Seperti halnya yang diterangkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sekiranya mereka dikembalikan (ke dunia), tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang menger­jakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.(Al An'am:28)

Qatadah mengatakan, "Demi Allah, orang kafir (dalam keadaan seperti itu) berharap dapat dikembalikan ke dunia bukan untuk berkumpul kembali dengan keluarga dan kaum kerabat, bukan pula untuk mengumpulkan harta benda, lalu memperturutkan hawa nafsunya, melainkan berharap dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal ketaatan kepada Allah.
subhanahu wa ta'ala Maka semoga Allah merahmati seseorang yang mengamalkan apa yang diharapkan oleh orang kafir sewaktu dia melihat azab neraka."

Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta'ala: (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (Al Mu’minun: 99-100) Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa lalu dijawab oleh Allah Yang Mahaperkasa melalui firman-Nya:

Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.

Umar ibnu Abdullah maula Gafrah mengatakan bahwa apabila orang kafir mengatakan, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku berbuat amal saleh." Maka Allah menjawab, "Tidak, sesungguhnya kamu dusta."

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka.
(Al Mu’minun: 99) Al-Ala ibnu Ziyad pernah mengatakan, hendaknyalah seseorang di antara kalian menganggap dirinya sedang menjelang kematiannya, lalu menghadap kepada Tuhannya dan Tuhannya menanyainya, maka hendaklah seseorang beramal ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala Qatadah mengatakan, "Demi Allah, tiadalah berharap orang kafir itu melainkan ingin dikembalikan ke dunia, lalu akan mengerjakan amal ketaatan kepada Allah.
Maka perhatikanlah oleh kalian harapan orang kafir itu kala melihat neraka, berharaplah kalian seperti itu dan kerjakanlah apa yang dicita-citakannya, tiada kekuatan (untuk mengerjakan ibadah dan ketaatan) kecuali hanya dengan pertolongan Allah." Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi

Muhammad ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Yusuf, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Iyad, dari Lais, dari Talhah ibnu Masraf, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa apabila orang kafir (jenazahnya) diletakkan di dalam kuburnya, maka ia melihat tempat kedudukannya di neraka, lalu ia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, maka aku akan bertobat dan beramal saleh." Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya engkau telah diberi usia yang cukup." Maka disempitkanlah kuburnya dan menangkup menjadi satu, sedangkan dia sekarat karena kesakitan, semua serangga yang ada di dalam bumi, ular-ular dan kalajengking-kalajengking mematukinya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Ali, telah menceritakan kepadaku Salamah ibnu Tamam, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Aisyah r.a.
yang mengatakan, "Kecelakaan yang besarlah bagi para pelaku maksiat dalam kuburnya.
Kuburan mereka dimasuki oleh ular-ular yang hitam legam, ular yang ada di kepalanya dan ular yang ada di kakinya menelan tubuhnya, hingga keduanya bertemu di tengah-tengah tubuhnya.
Yang demikian itu adalah azab di alam barzakh (kubur)nya." Selanjutnya Siti Aisyah membaca firman-nya:

Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.

Abu Saleh dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan di hadapan mereka.
Makna asal wara' ialah belakang, tetapi makna yang dimaksud dalam ayat ini ialah di hadapan.

Mujahid mengatakan bahwa alam barzakh ialah alam yang membatasi antara alam dunia dan alam akhirat.

Muhammad ibnu Ka'b, barzakh adalah alam yang terletak diantara alam dunia dan alam akhirat.
Para penghuninya tidak sama dengan ahli dunia yang dapat makan dan minum, tidak pula sama dengan ahli akhirat yang mendapat balasan dari amal perbuatan mereka.

Abu Sakhr mengatakan bahwa barzakh adalah alam kubur, para penghuninya tidak ada di dunia dan tidak pula di akhirat, mereka tinggal di alam barzakh menunggu sampai hari berbangkit.

Di dalam Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan di hadapan mereka ada dinding.

terkandung ancaman ditujukan kepada orang-orang zalim yang sedang menjelang ajalnya, bahwa mereka akan mendapat azab di alam barzakhnya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Di hadapan mereka neraka Jahannam.
(Al Jaatsiyah:10)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan di hadapannya masih ada azab yang berat.
(Ibrahim:17)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

sampai hari mereka dibangkitkan.

Yakni azab itu terus-menerus dialami oleh orang-orang kafir di alam barzakhnya sampai hari berbangkit, seperti yang disebutkan oleh sebuah hadis yang mengatakan:

Maka dia terus-menerus disiksa di dalam kuburnya.

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu 'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai "Al Mu'minuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu'min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu'min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni'mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.


Gambar Kutipan Surah Al Mu’minuun Ayat 100 *beta

Surah Al Mu'minuun Ayat 100



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Mu'minuun

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (8 votes)
Sending







✔ tafsir surat al-mukminun ayat 100 muslim or id

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku