QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 85 [QS. 40:85]

فَلَمۡ یَکُ یَنۡفَعُہُمۡ اِیۡمَانُہُمۡ لَمَّا رَاَوۡا بَاۡسَنَا ؕ سُنَّتَ اللّٰہِ الَّتِیۡ قَدۡ خَلَتۡ فِیۡ عِبَادِہٖ ۚ وَ خَسِرَ ہُنَالِکَ الۡکٰفِرُوۡنَ
Falam yaku yanfa’uhum iimaanuhum lammaa ra-au ba’sanaa sunnatallahillatii qad khalat fii ‘ibaadihi wakhasira hunaalikal kaafiruun(a);

Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami.
Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya.
Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.
―QS. 40:85
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
40:85, 40 85, 40-85, Al Mu’min 85, AlMumin 85, Al Mukmin 85, AlMukmin 85, Al-Mu’min 85

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 85

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 85. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan bahwa iman orang-orang seperti diterangkan ayat di atas, tidak ada manfaatnya lagi, jika azab Allah telah datang, maka pintu tobat telah tertutup bagi mereka, seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala kepada Firaun waktu ia akan tenggelam:

Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil”.
(Q.S. Yunus [10]: 90)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apakah sekarang (kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.
(Q.S. Yunus [10]: 91)

Ayat ini akan memberi pengertian bahwa iman itu akan berfaedah bagi seseorang, apabila ia beriman kepada Allah dalam kehidupannya di dunia yang fana ini, pikiran dan hatinya merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah dan ia merasa bahwa hidup dan matinya tergantung kepada-Nya, jika ia melakukan kesalahan, ia pun bertobat dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan.

Yang diterangkan itu adalah hukum-hukum Tuhan yang berlaku bagi semua orang.
Iman itu tidak ada faedahnya lagi di kala mereka melihat azab.
Pada saat itu tidak ada lagi gunanya iman dan pada masa itu rugilah semua orang-orang yang kafir.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tetapi iman yang mereka ucapkan pada saat melihat kejamnya azab itu tidak berguna lagi.
Sebab ketentuan Allah telah berlaku pada hamba-Nya, bahwa Dia tidak menerima pernyataan iman yang diucapkan saat diturunkan azab.
Saat itu, orang kafir sangat merugi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami.

Itulah sunah Allah) dinashabkannya lafal Sunnatallaahi karena menjadi Mashdar dari Fi’il yang diperkirakan keberadaannya, dan Fi’il tersebut diambil dari lafalnya (yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya) yaitu pada semua umat, bahwasanya iman tiada gunanya apabila timbul di kala azab turun.

(Dan di waktu itu merugilah orang-orang kafir) yakni jelaslah kerugian mereka, masing-masing di antara mereka mengalami kerugian yang nyata, dan memang sebelum itu pun mereka adalah orang-orang yang merugi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka melihat siksa Kami.
Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 85)

Demikianlah hukum Allah terhadap orang yang bertobat kepada-Nya di saat ia menyaksikan azab.
Yaitu bahwa Allah tidak mau menerima tobatnya.
Karena itulah disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menerima tobat hamba-(Nya) selama dia belum sekarat.

Yakni apabila ia sekarat dan rohnya sampai di tenggorokan dan malaikat maut telah dilihatnya, maka pintu tobat sudah tertutup baginya saat itu.
Karenanya disebutkanlah oleh firman-Nya:

Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 85)


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 85 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 85 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 85 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:85
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.9
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta